
Di kelas 11 IPA 4 kini mereka belajar dengan damai,senja juga ya belajar juga,namun dia biasa saja tidak seperti samudra yang memang belajarnya masuk kanan gak bakal keluar kiri lain dengan senja,masuk kanan kadang keluar kiri kadang juga gak keluar hahaha
"Rioo,jam istirahat lagi beberapa menit?aku laper"ujar senja lalu samudra hanya melirik sebentar
"25 menitan lagi"ujar samudra ,senja menampilkan wajah lesunya lalu terpikirkan sebuah ide
"Aku alasan ke toilet aja kalik ya,terus aku ke kantin belanja"ujar senja kepada samudra,sontak samudra langsung menatapnya
"Sana coba aja,jangan harap bisa masuk kelas ini lagi kalau kamu kayak gitu"ujar samudra lalu kembali fokus, sedangkan senja?hummm dia hanya bisa pasrah
"Gini nih,kalau punya saudara pinter giliran tentang belajar aja, seriusnya minta ampun ,kalau lagi biasa-biasa aja ,beda lagi sangat ramah dan tamah"batin senja lalu kembali berusaha memfokuskan dirinya
"Bentar lagi juga istirahat "ujar samudra ,senja hanya diam dan melanjutkan menulis lagi
"Perut gw yang kecil ini sudah keroncongan,tolong dong ini lama banget bel istirahat nya"batin senja sembari memegang perutnya dan di lirik oleh samudra
"Anak-anak,kalian silahkan baca materi bab selanjutnya,ibu tinggal sebentar mau ke toilet"ujar bu Rara ,beberapa murid menyahut 'baik bu'
"Rioo,laperrr,kapan istirahatnya sii"ujar senja, samudra?dia hanya diam mendengar celotehan senja
"Perut kecil ini sudah lapar,harus di isi dengan makanan yang bergizi"ujar senja , samudra hanya menghela nafas lalu merogoh tasnya dan mengambil Fitbar,dan menyerahkan ke senja
"Nih,ini makan dulu entar ke kantinnya"ujar samudra,senja menggelengkan kepalanya
"Gak mau,aku mau nasi Yoo"ujar senja membuat samudra menghela nafas panjang
"Senja,sekarang lagi belajar,ada kelas, kamu makan Fitbar ini aja dulu,entar kalau udah istirahat baru boleh beli nasi oke?dengerin aku kali ini aja"ujar samudra membuat senja tersenyum lalu mengambil Fitbar yang dia berikan
"Senja rewel gini,entar siapa coba yang ngertiin dia selain gw,sikapnya kadang bocil,dewasa,kadang rewel banget minta ampun"batin samudra saat melihat kembarannya yang makan sembari menulis
"Makan aja dulu,entar nulisnya"ujar samudra lalu senja mengangguk,samudra mengeluarkan airnya dan memberikannya ke senja
"Minumnya pelan-pelan tata"ujar samudra,tata adalah panggilan sayang dari samudra namun dia jarang sekali memanggil senja dengan sebutan 'tata' tata itu berasal dari ALGARITA. Makanya di ambil dari ta-nya menjadi tata
"Makasii rioo"ujar senja,samudra hanya tersenyum tipis dan mengangguk lalu mereka berdua melanjutkan belajarnya
"Anak-anak,kalian silahkan lanjutkan tugasnya di rumah,masih ada waktu sekitar 10 menit kalian silahkan belajar mandiri,jangan keluar kelas dulu,nanti kalau sudah kurang dari 5 menit dari jam istirahat silahkan istirahat untuk berbelanja,ibu tutup sampai di sini selamat siang semua"ujar Bu Rara,lalu mereka yang berada di kelas semuanya bersorak senang
"Yess,boleh istirahat ke kantin lahhh"ujar senja,lalu dia berdiri dengan cekatan samudra menarik pergelangan tangan senja
"Duduk duluuu,gak denger kata guru apa?jadi kembaran aku nurut ya?"ujar samudra,senja dengan wajah cemberut duduk di kursi lagi ,membuat samudra menahan tawa
"Ketawa,ya ketawa aja gak usah di tahan apa lagi sok cool gitu,bikin kesel tau gak"ujar senja ,samudra hanya tersenyum dan
"Bahagia terus ya ta?"ujar samudra sekaligus bertanya
"Bahagia kalau sama kamu,dan Sama bunda juga"ujar senja lalu samudra mengangguk dan mengelus rambut senja
"Bahagia terus cantiknya Rio,jangan sedih-sedih terus,aku bakalan selalu jagain kamu"batin samudra
"Ke kantin yuk?"ajak samudra lalu senja mengangguk lalu mereka berjalan ke kantin bersama
Di tengah perjalanan,ya udah sampai kantin magsudnya ,mereka bertemu dengan langit dkk,jujur saja senja kaget melihat..
"Senja? samudra?"ujar ardhan,senja hanya dia terpaku tidak mengatakan apapun
"Iya,gw permisi"ujar samudra sambil menarik tangan senja,dia hanya mengikuti samudra
"Nah,itu dia tu cewek tu yang gw bilang tadi Dev,galaknya behhh,lebih galak dari pada gw udah bikin gw kesel,mana ada aksi dia pingsan lagi tu cewek,untung gak papa,kalau kenapa-kenapa gw juga kan yang kena semprot Bu ashila,guru BK super duper galak itu"ujar langit,sontak ardhan menoleh ke arah langit,mereka mengobrol sambil berjalan hingga mereka duduk di sebuah kursi yang di sediakan oleh kantin jangan lupa di sama juga ada meja
"Pingsan?dia pingsan Lang?"tanya ardhan,membuat langit mengkerutkan keningnya
"Lo kenal sama dia Dhan?"tanya Bagas,lalu ardhan mengangguk dengan mantap
"Lo kenal sama cewek galak kayak dia?udah galak nyolot terus lagi heran gw"ujar langit,membuat ardhan naik darah
"Jangan sesekali Lo jelek-jelekin dia Lang,Lo boleh jelekin siapa aja kecuali dia! sekali lagi gw denger Lo jelekin dia di depan gw apalagi sampe di belakang gw,Lo berurusan sama gw,Lo jelekin dia karena liat dia dengan sifat galaknya dia ,Lo gak tau apa-apa tentang dia Lang!"ujar Ardhan lalu meninggalkan Bagas,devano Serta langit
"Lah?dia kenapa?kok jadi marah ke gw?emang gw salah yak?gw kan bilang yang fakta"ujar langit,dia kebingungan membuat devano dan Bagas menghela nafasnya
__ADS_1
"Lo nanya lagi Lang?Lo itu udah jelas salah oon"ujar devano,langit mengerutkan keningnya
"Salah gw dimana??"tanya langit lagi,membuat Bagas gregetan
"Lo gimana sih Lang?,percuma Lo pinter urusan kayak gini aja Lo ngelag,Lo gak liat ekspresi ardhan tadi pas Lo bilang tu cewek galaknya kebangetan terus nyolot,dia ekspresi wajahnya dia itu marah Lang,itu bertanda ardhan gak suka kalau ada orang lain yang jelekin tu cewek"ujar Bagas lalu langit hanya mengedikan bahunya
"Kan gw gak tau ardhan ada hubungan apaan sama tu cewek,jadi bukan salah gw dong"ujar langit,hummm bisa aja langit ngelaknya
"Makanya ardhan bilang tadi 'Lo itu gak tau apa-apa tentang dia lang' nah itu berarti juga ceweknya itu berarti buat ardhan ,langit gantengg"ujar devano ikut juga gregetan
"Bodo amat,gak ada sangkut pautnya juga sama gw,udahlah kita pesen aja,udah laper gw"ujar langit lalu Bagas beridiri untuk memesan makanan
Di sisi lain,ada ardhan yang ragu-ragu untuk menghampiri senja dan juga samudra,bukanya gimana mereka sudah lama sekali tidak bertemu apakah akan ada rasa canggung dia antara mereka?dengan langkah yang tegas ardhan memberanikan diri untuk menghampiri mereka
"Haii,sen Sam?apa kabar?"tanya ardhan lalu duduk di depan mereka mereka duduk berhadap-hadapan
"Ohh ardhan"ujar senja,dia tersentak sedikit karena kaget
"Ngapain Lo kesini?"tanya samudra tanpa sedikit saja menoleh ke arah ardhan dia hanya tetap melanjutkan makan
"Gw,cuma pengen nyapa aja,udah lama gak ketemu kalian"ujar ardhan sambil berusaha untuk tetap tersenyum
"Ngapain,ketemu kita?mending gak usah ketemu atau gak gak usah saling nyapa dan Anggep kita gak pernah saling kenal,gw males ketemu lo"ujar samudra menatap ardhan dengan datar,tapi ardhan?dia?tetap tersenyum ramah
"Rioo,gak boleh gituu"ujar senja menegur samudra tapi dengan nada pelan
"Gak papa sen,aku tau Samudra masih kecewa sama aku"ujar ardhan dengan penuh keramahan,lalu senja hanya menggelengkan kepalanya
"Itu lo sadar,buat apa Lo Deket kita lagi?buat kembali nyakitin senja?,kalau iya,mending jauh-jauh dari hadapan kita,udah cukup buat senja pernah kenal cowok kayak Lo ,Lo cuma buat dia sedih!"ujar samudra, membuat senja menggelengkan kepalanya lagi dan lagi
"Rio,kamu ke kelas aja dulu aku mau ngobrol bentar sama Ardhan,janji gak bakal lama"ujar senja,lalu samudra hanya tersenyum tipis
"Ngapain aku ke kelas?aku mau denger obrolan kamu. Sama dia!!"ujar samudra menolak membuat senja tersenyum sabar
"Aku mau ngomong sama ardhan Rio,kasih aku waktu buat ngobrol sama dia bentar aja"ujar senja memohon dengan tatapan memelas
"Aku mohon,kasih aku kesempatan buat ngobrol sama dia,kali ini aja aku mohon,please Sam"ujar senja dengan tatapan dan cara bicara yang benar-benar memohon membuat samudra menghela nafas kasar,saat senja memanggilnya dengan sebutan 'sam' itu berarti sudah benar-benar serius
"Ya udah,aku ke kelas dulu,udah aku bayar makanannya aku duluan kalau gitu,inget gak usah lama-lama ngobrol sama dia!"ujar samudra lalu senja hanya mengangguk,setelah kepergian samudra akhirnya ardhan memberanikan diri lagi untuk berbicara
"Aku minta maaf ya Dhan,sikap samudra,ini pertama kali lagi kita ketemu udah ngasih kesan yang kurang enak buat kamu maafin Sam ya Dhan?"ujar senja jujur saja dia merasa tidak enak akan sikap kembarannya itu kepada ardhan
"Gak papa,justru Aku yang minta maaf sen,waktu itu aku gak ada di samping kamu,aku harus ikut keluarga aku,kalau aku bisa milih waktu itu aku pengen banget di samping kamu,tapi aku gak bisa sen,aku terpaksa harus ikut sama mereka maafin aku sen,maafin aku,aku yang salah waktu itu sen maaf,aku juga gak pernah ngehubungin kamu,ada salah faham juga di kira aku main belakang,banyak banget kesalahan aku yang buat kamu sakit hati sen,maafin aku,maafin aku"ujar ardhan senja menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"Buat apa kamu ngungkit masa lalu Dhan?udah lewat gak usah di bahas lagi oke?buat apa juga kamu nyalahin diri kamu sendiri itu bakalan buat kamu sedih,gak usah ungkit masa lalu lagi ya?kita fokus ke depan,aku juga udah lupa sama masa lalu itu Dhan"ujar senja,namun mata senja tidak bisa melupakan sedikit bahkan sedetik saja dari kejadian itu
"Mata kamu gak bisa boong sen,kamu belum bisa lupa sama kejadian itu, walaupun udah hampir 3 tahun berlalu,aku tau itu sulit buat kamu sen,i'm so sorry senja"ujar ardhan lagi,senja hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum simpul
"Gak usah minta maaf terus,ini bukan salah kamu,udah takdir Dhan,ayah juga udah tenang di sana,kamu pergi karena gak ada sangkut pautnya bahkan kamu udah pergi 2 hari sebelum kejadian itu,ayah emang sakit Dhan,dia sakit jantung,tapi ayah terus maksa untuk kerja ya,ayah berakhir kecelakaan bertabrakan sama mobil,kamu gak salah,jangan ngerasa kamu ninggalin aku karena ayah,ayah pergi itu emang udah takdirnya,udah lama juga aku juga gak papa i'm fine,aku tau aku juga banyak salah sama kamu,aku pernah ngira kamu main belakang hingga akhirnya aku yang minta udahan"ujar senja,jujur dia berusaha tersenyum namun tidak dengan keadaan jantungnya,jantung senja terus berpacu cepat ketika mengingat akan ayahnya dan masa lalu nya dulu
"Kita saling maafin aja,usaha lewat juga ,gak usah di ungkit terus masa lalu yang pahit di buang,yang manis di kenang"ujar senja,ardhan hanya mengangguk dan tersenyum manis terhadap senja
"Humm,udah dari kapan pindah sini sen?"tanya ardhan,untuk mengalihkan pembicaraan,senja memegang dagunya seraya berfikir
"Emm kalau gak salah udah sekitar 4 hari lalu deh,terus beberes rumah habis itu baru deh sekolah,ehh taunya bareng kamu Dhan"ujar senja,membuat ardhan mengangguk serta tersenyum
Di sisi lain,langit yang terus memperhatikan senja dengan ardhan,tempat duduk mereka tidak terlalu jauh ya sekitar 3 meja makan saja jaraknya
"Ada hubungan apa sii ardhan sama tu cewek??"tanya Bagas,humm iya dia memang mempunyai jiwa kepo yang teramat besar
"Gak tau,gak urusan gw juga bomat aja"ujar langit lalu kembali memakan bakso,langit sangat menyukai bakso begitu juga dengan devano
"Yeuuu,orang penasaran ,Lo gak penasaran Dev?"tanya Bagas,seraya menoleh kearahnya sedangkan devano?dia hanya cuek saja
"Gak"sahut devano singkat,lalu memasukkan pentol bakso ke mulutnya
"Bilang aja kalian penasaran,udah tenang aja gw yang tanya entar sama ardhan biar gak penasaran "ujar Bagas,langit dan devano sudah biasa di buat geleng-geleng kepala dengan Bagas
"Itu lo nya aja yang keponya luar biasa,gw sama langit bomat"ujar devano,dengan tanpa dosa Bagas nyegir kuda
__ADS_1
"Hehehe,tau aja Lo Dev"ujar Bagas cengengesan,jelas tau lahh,udah berapa lama mereka bertemu bahkan sejak SD saja Bagas,devano ,serta langit sudah kenal satu sama lain
"Kita berdua kenal Lo itu gak dari,bulan lalu ataupun dari Minggu lalu bahkan enggak sehari,dua hari ,kita itu udah ribuan hari yang kita lewatin sama-sama gas,sifat yang mana coba yang gak kita tau dari Lo,mungkin ada beberapa hal yang kita gak tau dari Lo,karena Lo nyembunyiinnya saking rapatnya,jadi kalau ada apa-apa plis jangan sungkan sama kita-kita"ujar langit dengan tegas,membuat Bagas tersenyum simpul dia bahagia mempunyai temen seperti langit,devano serta ardhan
"Gw bakal berusaha semaksimal mungkin buat gak nyembunyiin apapun dari kalian"ujar Bagas,dengan senyuman yang tulus,bisa dilihat dari bola mata Bagas..
"Kalau emang gak bisa,gak usah di paksa buat cerita,yang di paksa gak baik gas,kalau emang Lo mau berbagi cerita,nyeritaiin keluh kesah Lo,boleh aja jangan terlalu di Pendem tapi gw gak mau maksa juga kalau emang gak bisa Lo buat cerita, mungkin masalah yang Lo Pendem susah banget buat Lo ceritain,itu gak masalah yang penting jangan terlalu berat untuk bawa beban sendiri ada kita-kita di sini"ujar devano,sambil menepuk pelan pundak Bagas ,Bagas dia hanya mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun lalu
"Tetap jadi kawan gw yang cerewet sama gw ya?jangan tinggalin gw sendirian,gw tau ada mereka gw emang punya mereka tapi serasa hidup sendiri di dunia ini"ujar Bagas,entah siapa 'mereka' itu yang di sebut oleh Bagas
"Jalanin aja dulu gas,sampe bisa bertemu cahaya,kayak lagu Feby putri 'usik' ,banyak arti di dalam lagu itu,perlahan hidup kita harus kita tata,jangan di biarin berantakan terus,gw tau Lo paham apa magsud gw "ujar devano,Bagas hanya mengangguk setuju begitu juga dengan langit mereka terus melanjutkan acara makan mereka
"Gw udah selesai nih,yok ke kelas, udah pada bayar kan?,gw lagi males ngobrolin tentang yang kayak tadi.."ujar langit,yang seolah tak ingin lagi melanjutkan pembicaraan mereka itu
"Udah,yok"sahut Bagas,di anggkki oleh devano,lalu mereka ber 3 bergegas ke kelas meninggalkan ardhan yang masih duduk setia dengan senja
"Aku udah selesai,kamu mau tetep di sini dulu atau gimana?soalnya aku mau ke kelas Dhan"ujar senja,sembari bertanya lalu ardhan menggelengkan kepalanya
"Enggak,aku ke kelas aja bareng kamu"sahut ardhan lalu senja mengangguk mereka berdiri bersama lalu berjalan bersama juga menuju ke kelas sayang mereka tidak 1 kelas
"Udah sampe ni,masuk gih"ujar ardhan,senja mengangguk lalu tersenyum sejenak
"Nanti kalau kita ketemu,gak perlu ngerasa bersalah terus udah lewat kamu gak ada buat aku juga emang takdir,oh ya bisa gak ubah panggilan kita?gak usah aku-kamu kesannya kayak gimana gitu lo-gw aja kayak ke yang lain,aku gak mau salah faham,kamu ngerti kan Dhan?"ujar senja,membuat ardhan terdiam sesaat lalu dia mengangguk dan tersenyum
"Terserah aja,aku gak papa"sahut ardhan lalu senja mengangguk
"Ya udah,gw masuk Dhan"ujar senja,saat mengatakan kata 'gw' jujur dia agak kikuk
"Iya sana masuk"sahut ardhan,lalu senja melangkahkan kakinya sambil melambaikan tangannya dan benar-benar masuk ke ruang kelasnya..
"Dari mana aja??"tanya samudra,tanpa sedikit saja menoleh ke arah senja,dia langsung bertanya saat Barus aja senja sampai di bangkunya
"Dari kantin aja,gak kemana-mana lagi kok"sahut senja,lalu mengambil buku tulis
"Haii,kalian murid baru ya?boleh kenalan gak?"tanya salah satu murid perempuan dengan senyum yang manis
"Hai juga boleh banget,kenalin gw SENJA ALGARITA MAHESWARI panggil aja senja"ujar senja mengulurkan tangannya dan di sambut baik juga oleh perempuan itu
"Kenalin gw FANYA ANGGITA LAFARISTA,panggil aja FANYA"sahut Fanya,dia adalah gadis cantik yang ceria
"Halo senja, kenalin gw ALUNA VARISKA DISWARI panggil aja Luna"ujar Luna,dia juga teman fanya
"Oh iya,salken ya gw senja"sahut senja menyambut uluran tangan Luna
"Oh iya dia kembaran gw"ujar senja ,lalu mencolek lengan samudra,dengan begitu samudra bangun dari duduk dan mengulurkan tangan ke fanya terlebih dahulu
"SAMUDRA ALMARIO MAHESWARA,panggil Samudra"ujar samudra,lalu fanya tersenyum dan mengangguk lalu dia menjawab
"FANYA ANGGITA LAFARISTA, panggil fanya ,salken Sam"ujar fanya senja tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya ke luna
"SAMUDRA ALMARIO MAHESWARA,panggil gw samudra"ujar samudra,lagi membuat Luna mengangguk
"ALUNA VARISKA DISWARI,panggil aja Luna,salken"sahut Luna dan melepaskan genggamannya
"Sekarang kita temenan aja gimana?"tanya fanya,membuat senja mengangguk senang
"Boleh aja, kebetulan juga gw belum punya temen di sini"ujar senja,mereka ber 2 tersenyum
"Ya udah kita balik ke bangku ya,udah mau bel kayak nya nih"ujar fanya dan di angguki oleh senja
"Seneng banget,punya temen baru"ujar senja, samudra hanya tersenyum singkat dan mengangguk
"Bahagia terus peri kecil,jangan lihat ke belakang terus,ayo maju ada aku yang bakalan selalu nemenin kamu, senjanya samudra akan selalu kuat"batin samudra yang terus menatap wajah senja dengan lekat
"Jangan natap aku gitu,aku gak bakalan liat ke belakang terus kok Yoo,kamu gak perlu khawatir aku juga harus bisa menata kehidupan aku lagi"ujar senja Tanpa menoleh ke arah samudra, membuat samudra tersentak dan mengalihkan pandangannya
"Tata sebaik mungkin ya,hingga kamu lupa apa itu namanya sakit hati dari kehilangan,kamu pantas buat bahagia senja"ujar samudra,membuat senja berhenti menulis,lalu tersenyum gentir dan melanjutkan menulis
THANKS GUYS!!
__ADS_1