
"Hidup lagi capek-capeknya malah di tambah lagi capeknya,bosen banget ,hidup gw gini amat"batin langit,entah apa yang dia pikirkan
"kenapa Lo?"tanya devano saat melihat langit hanya mencoret-coret bukunya,langit hanya tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya
"Gw capek Dev"ujar langit berbisik,lalu devano hanya memperhatikan wajah langit setelah langit menjauhkan wajahnya setelah dia berbisik
"Baca materi,gak usah mikirin yang lain fokus lang,paham??"ujar devano,langit hanya menganggukkan kepalanya
"Paan si,oah iya Dev gw nginep di rumah Lo ya tar malem?1 Minggu aja,males di rumah"ujar langit,devano menatapnya dengan serius
"Lo punya adek,Lo mau ninggalin dia?don't be stupid bro!"ujar devano menekankan ke langit,langit?dia hanya bisa menghela nafas panjang
"Tapi,sekali ini aja turutin mau gw,plis yah??"ujar langit memohon,devano menghela nafas sebentar lalu
"Gak bisa,adek Lo gimana?mau Lo tinggalin gitu aja?gak usah aneh-aneh Lo"ujar devano dengan nada sedikit dingin..
"Tapi-ya udah gak jadi"sahut langit pasrah ,devano hanya diam sambil menggelengkan kepalanya
"sial,ada aja yang bikin gw gak tenang"batin langit,sekarangpun langit sedang menahan amarah
••••
Sore hari ini langit hanya merebahkan diri di kamarnya,dia mempunyai seorang adik perempuan yang baru saja kelas 9 SMP,usia mereka terpaut hanya 2 tahun,adiknya manis,baik,ramah...
"Gista,gis kamu dimana,sini turun kakak tungguin di ruang tamu nii?"panggil langit sedikit berteriak sembari turun dari tangga,kamar langit berada di lantai 2 begitu juga dengan adiknya dan orang tuanya,lalu langit duduk di ruang tamu,sambil menunggu sang adik
"Iya kak bentar"sahut bintang..nama nya SAGISTA BINTANG GANDRIA
"Kenapa kak?"tanya Gista ,lalu duduk di depan meja tepatnya di depan langit tapi di halangi meja
"Gak papa,udah makan?mama mana?"tanya langit,Gista hanya tersenyum singkat
"Gista belum makan,mama pergi gak tau kemana papa masih di kantor,kak langit mau makan apa?biar Gista ambilin"ujar Gista berdiri lalu diikuti oleh langit
"Ayok barengan ke dapur ,kamu juga belum makan"ujar langit lalu memimpin jalannya,mereka berdua ke dapur,lalu Gista menghangatkan makanan yang sudah tersedia di meja makan,langit hanya duduk sambil menunggu
"Bik Rara mana gis?"tanya langit,lalu Gista sempat menoleh sebentar,dia menjawab sambil mengaduk makanan yang di hangatkan
"Bik Rara pulang kampung kak,kalau gak salah kurang lebih 1 Minggu deh,soalnya ada acara keluarga katanya,mama juga udah izinin terus bi Rara pulang deh,sekitar jam 1 siang tadi si"ujar Gista,langit hanya ber-oh ria sekarang sudah jam 3 sore btw
"Udah nih yuk makan"ajak gista setelah menatata makanan ,lalu langit pun mengangguk dia mengambil nasi serta lauk pauknya..
"Gimana sekolah nya?"tanya langit,sembari makan,Gista menoleh lalu dia menyahut
__ADS_1
"Biasa aja kak,gak ada yang spesial"sahut Gista,langit pun mengangguk saja
"Tamat ini mau lanjut di mana?"tanya langit lagi,Gista tampak berfikir
"Gak tau,enaknya dimana ya kak?"tanya Gista berbalik lalu langit memberhentikan aktivitas makannya
"Sekolah kakak aja,biar sekalian"sahutt langit,Gista terdiam,lalu perlahan-lahan dia mengangguk
"Boleh, terserah aja humm nanti kalau udah sekolah di sana aku boleh gak berangkatnya sama kak langit, aku males banget buat bawa motor sendiri ,kan aku belum bisa bawa motor,terus males banget naik mobil sama hahaha males banget buat diomelin papa aku ikut kak langit aja ya?nggak papa kan kak?"ujar Gista,lalu langit tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Boleh,gak papa,kalau ada apa-apa juga gampang entar,gak ngeribetin"ujar langit,Gista mengangguk kepalanya dengan semangat
"Kakak udah selesai,kamu lanjut makan aja gis"ujar langit lalu dia berjalan ke arah wastafel untuk mencuci piring kotornya ,Gista hanya lanjut makan,setelah langit mencuci piring kotornya dia berjalan ke atas menuju kamarnya
.....
Di rumahnya senja,ada senja yang sedang malas-malasan,dia tidak punya kegiatan hanya rebahan saja,sepulang tadi dari sekolah dia hanya rebahan bahkan belum makan siang..
"Senjaa"panggil samudra sembari mengetok pintu kamar senja,lalu yang di dalam pun menyahut.
"Iya,masuk aja"ujar senja,lalu samudra masuk dan duduk di kursi belajar senja
"Kamu belum makan siang,gak makan dulu?"tanya samudra,senja yang tadinya bermain hp kini menoleh ke arah samudra
"Enggak,entar aja sekalian makan malem,males tau"ujar senja menolak
"Makan sesuatu? sesuatu apa?"tanya senja berbalik,lalu samudra tampak berfikir sejanak
"Humm apa kek gitu,biar kamu makan,entar maag mu kambuh,yang di salahin siapa?aku juga kan yang kena,apa kek yuk keluar bentar Beli makan"ajak samudra,lalu senja menggelengkan kepalanya
"Gak ah gak mau,males tau panas,orang aku juga gak laper,entar aja sekalian makannya,sekarang akunya gak pengen makan, kalau kamu mau kamu aja,aku males banget buat keluar" sahut senja lalu dengan paksa samudra menarik tangan senja
" udah ikut aja,aku nggak mau kena masalah please dengerin aku kali ini bisa nggak??"ujar samudra,menarik tangan senja
" apaan sih, aku bilang gak mau, ya nggak mau bisa nggak sih jangan paksa aku terus ,aku nggak pengen makan ,kamu ngerti nggak sih?, aku lagi nggak mood sekarang ,udah jangan ganggu aku mending kamu keluar deh, aku nggak mau ribut udah sana jangan paksa aku,lepasin tangan aku , sakit sam"ujar senja dengan serius,lalu melepaskan tangannya sendiri dari pegangan samudra
"Ya udah,terserah"sahut samudra lalu meninggalkan senja sendiri
" apaan sih dia orang gue cuma mau ngajak dia makan ntar yang sakit dia, yang disalahin gw ,udahlah males"ujar samudra dengan dirinya sendiri,lalu menuju kamarnya mengambil buku setelah itu dia langsung menuju ruang tamu untuk belajar...
"Orang gak mau,di paksa terus,gak tau apa kalau di paksa itu gak enak"ujar senja ngedumel sendiri
"Gw cuma ngajakin,udah untung gw baik,awas aja tu maag nya kambuh,gw yakin dia ngeluh 'Rioo maag aku kambuh,huuaa sakitt' ,entar juga bakalan bilang gitu, kita tunggu aja,gw yakin 100 % "ujar samudra,dengan dirinya sendiri lalu dia ke ruang tamu dan lanjut belajar
__ADS_1
....
In chat
...087889XXXX12...
P
Senja ini gw
^^^Ardhan?^^^
Iya,save no gw ya
^^^Oh iya^^^
Udah makan?
Gw yakin belum
^^^Hehe iya Dhan ,gak pengen makan nihh^^^
Lohh,kok gitu,entar maagnya kambuh
^^^Gak,bakal^^^
Makan gihh
^^^Iya entar Dhan^^^
^^^Read by Ardhan^^^
"Kok jadi flashback Sama ardhan sii"ujar senja, memperhatikan hpnya
"Ardhan,gw harap lo bisa cari yang lain,gak boleh balik lagi ke gw cuma dengan rasa bersalah"ujar senja mengelus hpnya,sembari tersenyum tipis
"Haduh,perut gw,jangan kambuh dong,tadi udah nolak tawaran Rio makan ,kan malu sendiri kalau sekarang kambuhhhh"ujar senja menggerang sedikit kesakitan lalu dia turun dari kasur menuju ruang tamu
"Rio,maag aku kambuh,huaaa sakittt"ujar senja berjalan tertatih,sembari Menuju sofa lalu samudra bangun dan langsung mendekati senja untuk membantu berjalan
"Ngeyel terus kalau di bilangin itu denger,gini nih jadinya kalau jadi orang ngeyel gak mau dengerin yang yang benar"ujar samudra lalu mendudukkan senja di sofa dia berjalan ke dapur untuk mengambil obat maag
"Bundaaa huaaa sakitt'"ujar senja sembari memegang perutnya
__ADS_1
"Nih minum dulu obatnya,habis itu baru makan roti ,nanti aku buatin nasi goreng habis kamu makan roti"ujar samudra lalu memberikan obat maagnya dan di minum oleh senja senja hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di sofa
"Diem di sini,aku mau ke dapur kalau ada apa-apa panggil aja aku"ujar samudra,senja hanya mengangguk sembari menutup matanya dan mengelus-elus perutnya