
"Semuanya gw ke atas ya,kalian main aja"ujar senja,sambil menaruh camilan di meja ruang tamu
"Iyaa,kamu istirahat aja,entar urusan nyapu biar aku,biar bunda gak marah"ujar samudra,senja tersenyum lalu mengangguk
"terserah kamu aja,aku mau rebahan,kalian main aja ya guys,gw ke atas"ujar senja,mereka hanya mengangguk,senja perlahan menaiki anak tangga
"thank you senjaa"ujar mereka semua,senja hanya geleng-geleng kepala
"Huhh,cape bangett"ujar senja,dengan dirinya sendiri,lalu tiba-tiba nitip di hpnya membuat dirinya, mengurungkan niatnya memejamkan matanya
"Ardhan?omegat-omegattt gw jawab apa nihh,tenang-tenang dia mantan Lo sen!ingat mantan!!!"ujar senja,tapi dengan keadaan salbruttt
...Ardhan...
Ardhan 📞: Hallo sen?
Senja 📞 : Hallo,kenapa Dhan??
Ardhan 📞: Sibuk gak??
Senja 📞: Emm enggak,kenapa?tumben nanyain??
Ardhan 📞: Eee gak papa sii,gw mau ngajak Lo
jalan,mau gak?
Senja 📞: Kemana??,mau ngomong sesuatu nih
pasti
Ardhan 📞: Hehe iya
Senja 📞: Jam berapa??
Ardhan 📞: Jam 7 Bisa?
Senja 📞:Bisa-bisa aja,cewek Lo gak marah ni?
Ardhan 📞: Cewek apaan?? gw gak punya sen
Senja 📞: hahah iya udah,gw tutup ya? mau
rebahan nii
Ardhan 📞:iya,btw udah makan siang?
Senja 📞: Udah tadi
Ardhan 📞:Ya udah bagus deh,tutup aja sen,Lo tidur
siang aja dulu
Senja 📞: Oke bye Dhan
__ADS_1
Ardhan 📞:Bye
"Anjir-anjirrr ardhan bakal ngomong apa ni ke gw,gak-gak,Lo gak boleh salbrut gini anjir,dah lah gw mau tidur aja"ujar nya ,lalu dia merebahkan dirinya
"ma,Abang ke rumah langit bentar ya,ada urusan"ujar devano, dia memiliki ayah yang keras dan ibu yang lembut,biar sekeras apapun ayahnya ,ibunya akan selalu membelah devano
"Iya bang,entar kamu pulangnya lebih awal ya?biar papa kamu gak marah,sekalian juga jemput adik kamu dari tempat les,mama mau bersih-bersih rumah"ujar mama devano,devano hanya tersenyum tipis lalu mengangguk-anggukkan kepalanya
"ya udah,Abang berangkat"ujar devano,sembari menyalimi tangan punggung mamanya
di perjalanan,tidak henti-hentinya dia menghembuskan nafasnya yang panjang,dia merasa lelah,lelah dengan segalanya,muali dari papanya yang keras,hingga merubah semua yang ada di dalam dirinya
"Capek,capek banget,gw capek semuanya bakalan gini terus,gw gak bisa liat mama terus-terusan nangis,ketika gw di marahin papa"batin devano,tak lama dia sampai di rumah langit,rumah yang besar,mewah,pastinya juga megah,tak perlu basa-basi satpamnya sudah membukakan pintu untuk devano, satpamnya sudah tau bahkan sudah kenal dengan dirinya karen baik devano maupun teman-temannha memang sering bermain ke rumahnya
"Aden vano, silahkan masuk den,langsung aja cari den langitnya di kamar ya,dia lagi di kamar"ujar pak Jojo, satpam di rumah langit
"iya pak,kalau gitu saya masuk ya"ujar devano sembari tersenyum tipis,sangat tipis,pak Jojo hanya tersenyum dan mengangguk
Tok,tok,tok, devano mengetok pintu kamar langit,lalu tak lama pintu terbuka, memperlihatkan langit dengan mata suntuknya
"Gw kira siapa,masuk dev"ujar langit,lalu dengan langkah gontai devano masuk ke kamar langit,lalu merebahkan dirinya ke kasur langit dengan posisi sembarangan
"Lo kenapa lagi?cerita dehh"tanya langit duduk di kursi meja belajarnya , jadi di sebelah kanan kasur langit itu semacam meja berisi laci, di samping lacinya itu baru meja belajar langit serta kursinya juga.
"Gw capek Lang"ujar devano memejamkan matanya
langit menghembuskan nafasnya,keadaan kadang sulit sekali buat langit dan juga devano,keadaan mereka hampir sama,bahkan memang sama
"nyokap Lo mana?"tanya devano,sembari bangun dari tidurnya,lalu duduk di kasur langit
"Lo nanya ke gw?terus gw nanya ke siapa?? pernahkah dia bilang ke gw mau kemana,sama siapa,ngapain aja?pernah Lo dengar?? gak kan?,so Lo tau lah"ujar langit,devano tersenyum kecut
"adek Lo mana?"tanya devano,lalu langit hanya mengkerutkan dahinya seolah curiga
"tumben Lo nanya Adek gw?"tanya langit,devano menggaruk tengkuknya
"yaa,gak papa,iseng aja"ujar devano menyahut
"iseng-iseng gitu gw malah curiga"ujar langit,devano hanya menggelengkan kepalanya
"apa sih,gw cuma nanya doang,Lo udah makan?adek Lo juga udah makan?"tanya devano, membuat langit mengkerutkan dahinya
"gw udah makan,perasaan Lo nanyain gw,selalu juga Lo nanyain adek gw,naksir Lo sama adek gw?"tanya langit,sontak saja devano membuka matanya
"gak ada ya,enak aja lo"ujar devano datar,membuat langit mengelus dadanya ini yang dia katakan 'sabar-sabar' ucap langit dalam hati
"Gw nanya Lo kenapa lagi??,belom Lo sahutin"ujar langit,devano menggelengkan kepalanya sekilas
"ya,apa lagi,Lo tau semuanya kan?,gw cuma ngerasa capek aja,makanya gw ke sini"sahut devano dengan nada sedikit lemah
"Lo berantem sama bokap lagi?"tanya langit,devano menggelengkan kepalanya,lalu dia duduk sambil bersila diatas kasur langit
"Belom,gw belom berantem paling juga entar malem"ujar devano,langit hanya menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"kenap agak pulang sekolah tadi langsung ke rumah gw,kan bolak balik Lo ke sini,ya gak jauh juga si tapi jauh anjir kenapa gak sekalian tadi?"tanya langit,devano hanya terdiam
"sekalian jemput adek gw dari les"ujar devano,langit hanya berohria saja
"Udah ya Lang,gw mau jemput Denio,males di omelin papa, gw pulang dulu yak!"ujar devano,lalu dia berdiri langit juga ikut berdiri
"Cepet banget elah,belum juga main PS kita"ujar langit,devano menepuk pundak langit
"gw mau pulang,besok aja"ujar devano,langit hanya menghembuskan nafasnya lalu mereka keluar dari kamar langit
pas sekali waktu devano dan langit ke luar dari kamarnya langit,Gista juga keluar dari kamarnya mereka berpapasan dongg
"lohh,kak devano,tumben main lagi ke sini"ujar Gista berhenti di depan pintu
"iya nih,lagi gabut"ujar devano,lalu langit merangkul pundak devano sembari mengajaknya berjalan
"udah dehh,Lo mau pulangkan,udah gw Anter sampe depann"ujar langit,devano hanya diam,Gista juga menuruni tangga, sesampainya mereka di ruang tamu,devano berpamitan
"gw pulang dulu Lang!"ujar devano dengan nada sedikit datar
"kak Ano gak minum dulu?? kok langsung pulang?pasti kak langit gak bikinin minum"ujar Gista,devano hanya tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya
"Gak usah gis,gw langsung pulang aja,Lo gak usah repot-repot"ujar devano,belum sempat Gista berbicara sudah di potong oleh langit
"bahasanya tolong ya!! kak Ano yang terhormat"ujar langit menelan perkataannya,devano sedikit tersentak
"maksud kakak, kakak langsung pulang aja,kamu gak usah repot-repot"ujar devano memperbaiki kata-katanya
"nah gitu kan enak di denger"ujar langit lagi, sagista menggeleng kepalanya
"apa sih kak,Gista gak papa kok,kalau kak Ano pakek lo-gue,dia juga gak harus pakek aku-kamu ke aku"ujar Gista, sedikit cemberut
"Menurut kamu sopankah??kalau dia pakek lo-gue,terus kamu juga nyautinnya pakek bahasa lo-gue ke devano,sopan gitu?mau pakek lo-gue ke devano?pakek juga ke kakak,bisa? hmm?"tanya langit,jujur saja langit tidak suka ketika adiknya menggunakan kata lo-gue ke orang yang lebih tua dari dia,maupun dari langit sendiri, menurutnya gak sopan,beda cerita kalau langit yang pakek bahasa lo-gue ke orang yang lebih tua
"iya-iya,maaf Gista gak bisa pakek lo-gue ke kakak"ujar Gista,devano yang menyaksikannya hanya geleng-geleng kepala
"udah-udah,Gista,maaf ya kakak gak sopan,kamu dengerin apa yang kak langit bilang ya?,karena di masa depan apa yang kak langit bilang bakalan berarti buat kamu,kamu paham kan??"ujar devano dengan nada yang biasa,tidak dingin,sembari memegang kedua pundak Gista,lalu Gista mengangguk dan tersenyum,lalu devano sekilas mengacak rambut Gista
"denger kan yang di bilang devano??"tanya langit,lalu Gista menoleh
"iya kak Gista denger"sahut Gista,lalu langit mengangguk
"gw pulang Lang,gak usah nganter gw ke depan sampe sini aja cukup"ujar devano, langit mengangguk
"kakak pulang gis"ujar devano,Gista tersenyum simpul
"hati-hati di jalan kak,jangan terlalu ngebut ya"ujar Gista,devano tersenyum singkat lalu mengangguk lalu dia berjalan ke luar rumah langit,dan Gista masih saja memperhatikan devano
"udahh,dia udah pulang juga,kamu masih aja liatin dia,naksir devano kamu dek?? iya?"tanya langit,spontan saja Gista menyahuti ucapan langit
"apaan si,orang gak ada juga"sahut Gista lalu ngacir naik tangga,menuju kamarnya
•••••
__ADS_1