Langit Ardanta

Langit Ardanta
Bab 4


__ADS_3

"Lang,pulang sekolah Lo ada rencana kemana lang?"tanya devano,langit hanya mengedikan bahunya


"Ada hubungan apa si,ardhan ma tu cewek,heran gw,ardhan ngeblain dia sampe segitunya banget"batin langit,tidak ada yang tahu hubungan ardhan dengan senja seperti apa


"Oh iya,entar ada tantangan balap gak?dari sebelah?"tanya langit,devano hanya menoleh dengan muka datar,lalu mengangguk


"ada?jam berapa?"tanya langit,lalu devano membuka hpnya


"sekitar jam 11 malem,Lo bisa Lang?"tanya devano,langit hanya tersenyum tipis dan mengangguk


"sejak kapan gw gak bisa ngehadirin balap,nanti malem biar gw yang wakilin, tangan gw gatel buat ngegas motor"ujar langit,dengan senyuman yang tidak bisa di artikan


"gak usah,entar giliran Bagas"ujar devano,dengan cepat langit menggelengkan kepalanya bertanda dia tidak setuju


"gw mau,gw yang wakilin nanti malem,Bagas entar ambil pas bagian gw aja,gw lagi pengen"ujar langit meminta namun devano hanya diam


"gw yakin dia ada Masalah "batin devano,lalu devano tetap menggeleng kepalanya


"gak bisa"ujar devano singkat,membuat langit diam,lalu dia berdiri menghampiri Bagas ke bangkunya tentu saja di sana ada ardhan


"Entar,Lo bisa Dateng gas?"tanya langit to the poin,Bagas pun mengerti dia hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah langit


"izinin gw buat gantiin Lo malem ini,entar giliran gw Lo yang ambil"ujar langit,sontak saja Bagas langsung menoleh ke arah langit begitu juga


"gak usah aneh-aneh,ini giliran gw,Lo juga gak pernah gini, ngambil giliran orang"ujar Bagas,langit hanya menatap Bagas lurus,lalu dia mengatakan

__ADS_1


"izinin gw sekali aja,gw mohon"ujar langit memohon,Bagas tetap menggelengkan kepalanya


"Gak bisa langit ganteng!!,giliran gw ya gw,giliran lo ya Lo Lang,gimana sii Lo yang buat peraturan kayak gitu Lo juga yang mau ngelanggar,ya gak Dhan?"ujar Bagas meminta persetujuan ardhan


"Hmm"sahut ardhan hanya berdehem


"Lo marah sama gw Dhan?soal yang tadi?"tanya langit,ardhan hanya diam tanpa minat untuk melirik ke arah langit


"Gw gak bermaksud gitu tadi, gw minta maaf deh"ujar langit,lalu ardhan menoleh sedikit lalu kembali fokus menulis


"Gw gak marah"ujar ardhan 3 kata itu saja yang keluar dari mulut ardhan selebihnya dia diam


"Kalau gak marah kenapa Lo gak natap gw?,Lo marah kan Dhan sama gw, maafin gw lah,serius gw gak bermaksud buat ngomong kayak tadi,jangan Lo ambil hati lah ucapan gw,Lo tau sendiri kan gw orangnya kayak gimana "ujar langit,lalu ardhan menoleh dan menatap langit


"Gw gak marah,gak ngerti Lo sama 3 kata yang gw ucapin?gak usah minta maaf gak ada yang salah,gw diem karena gak mood bukan marah santai aja"ujar ardhan la Lalu langit hanya mengangguk


"Jadi gimana?gas?boleh ya?"ujar langit lagi,tidak belum menyerah rupanya ,begitu juga dengan Bagas dia tidak menyerah juga


"Lang!Lo ad masalah apaan?bilang ,cerita,gw gak mau Lo tiba-tiba Lo ngambil giliran gw, sebenernya gw si gak masalah ya,tapi dengan Lo tiba-tiba kayak gini firasat gw gak enak,ngerti lah,gw tau Lo orangnya berpendirian teguh,gak gampang buat ngubah peraturan,dengan Lo tiba-tiba kayak gini siapa yang ngijinin Lo?Lo minta ijin ke devano dia aja gak ngasih,apa lagi Lo minta ijin ke gw yang jelas-jelas dapet giliran sekarang,besok juga bakal dapet giliran,gw juga gak bakal ngambil giliran Lo,gw gak mau tukaran giliran,gw ya gw, Lo ya lo"ujar Bagas panjang lebar lalu di sambung oleh ardhan


"Biar gimanapun peraturan adalah peraturan dan Lo itu paling kecil diantara kita ber 3,Lo paling bontot Lang, walaupun Lo jadi ketua Lo, langit Ardanta Pratama,paling muda Lo adek 3 bertiga kita ber 3 Abang Lo! Paham?!"ujar ardhan menekan,membuat langit di saja lalu menghela nafas


"Iya-iya gak jadi"sahut langit lalu kembali ke mejanya dan duduk di sebelah devano


"Aneh-aneh aja terus"ujar devano tanpa melihat ke arah langit,langit?? Dia hanya diam tanpa menyahuti ucapan devano

__ADS_1


"Cuma mau sekali aja elah susah amat"ujar langit, membuat devano menghela nafas kasar


"Ngomong sekali lagi,gak usah duduk samping gw"ujar devano dengan nada dingin,sontak saja langit langsung diam tanpa mengatakan sepatah katapun


"Selamat siang anak-anak,silahkan buka buku kalian pelajari materi kemarin saya beri waktu 15 menit untuk belajar kita ulangan harian sekarang"ujar Bu Mala,selalu guru fisika sontak saja semua murid mengeluh


"Yahh bukkk,kok ulangin sii"ujar semua murid kecuali devano dan langit, bagaimana mungkin mereka bisa mengeluh mereka saja murid paling pintar,mereka hanya diam


"Udah untung saya beri waktu 15 menit,semakin kalian mengeluh waktunya saya kurangin,udah cepet belajar!!!"ujar bu Mala,ya dia adalah guru fisika yang tegas,tak heran semua murid tunduk terhadapnya


"Males banget deh, tiba-tiba ulangan,ada-ada aja ni guru"ujar Bagas mengeluh ardhan yang duduk di sampingnya hanya geleng-geleng kepala saja


"Buruan hapalin rumusnya,entar gak bisa jawab gak boleh nanya ke gw"ujar ardhan,membuat Bagas mendengus kesal


"Gak tau apa mood gw lagi rusak,mana ulangan mendadak,gurunya galak untung gw pinter"batin langit sombong,dia hanya membaca rumus-rumus itu,rumus-rumus itu sudah di luar kepala bagi langit,apa lagi bagi devano


"Waktu sudah habis,keluarkan kertas lempiran,diatas meja hanya ada kertas,pulpen itu saja selain itu masukkan ke dalam tas,bagi yang ketahuan mencontek,atau membawa contekan saya keluarin dari kelas plus nilai ulangannya 0 alias kosong tidak mendapatkan nilai ulangan dan tidak ada ulangan susulan lagi!! Paham?!!"ujar buk Mala dengan tegas,lihat?dia begitu tegas bukan?


"Paham Buu"sahut mereka semua yang berada di dalam kelas,Bu Mala mulai menulis soal di papan mereka langsung menulis soal juga di kertas lempiran mereka soalnya tidak banyak hanya 5 soal semua soal itu ada di materi fisika yang mereka semua pelajari


"Baik semuanya, silahkan kerjakan secara mandiri!! Tidak ada alasan apapun untuk mencontek!!!"ujar Bu Mala,semua hanya diam dan fokus...


Setelah sekitar 20 menit,langit berdiri begitu juga dengan devano,ngapain?sudah jelas mereka sudah selesai mengerjakan soal,menurut mereka ini adalah soal yang mudah, bagaimana tidak?mereka mengikuti olimpiade fisika dan mendapatkan juara 1...


"Bu,kita sudah selesai"ujar langit ,lalu Bu Mala mengangguk,lalu langit menyerahkan kertas hasil ulangannya dan juga devano ke pada Bu Mala

__ADS_1


"Kalian,baca materi berikutnya jangan ribut, apalagi memberikan jawaban kepada teman kalian,jika kalian memberikan jawaban nilai kalian berdua 0"ujar Bu Mala,langit dan devano hanya mengangguk lalu mereka kembali ke meja mereka untuk membaca beberapa materi


.....


__ADS_2