Langit Ardanta

Langit Ardanta
Bab 9


__ADS_3

Devano mengendari motornya menuju ke tempat les adiknya,tak lama dia sampai ternyata adiknya sudah menunggu di depan tempat lesnya


"Nungguinnya lama?"tanya devano,Agam datar


"Enggak bang,baru aja keluar"sahut Denio,lalu devano menyerahkan helm dan di terima oleh Denio,devano mengendarai motor matic btw NMAX keluaran terbaru,tidak motor sport yang biasanya dia gunakan hari ini


"Buruan naik naik,kita pulang,Abang gak mau papa marah cuma lambat pulang"ujar devano,lalu Denio mengangguk dan segera naik ke atas motor,lalu devano melajukan motornya menuju pulang


"Abang dari mana tadi?"tanya denio


"Dari rumah langit"sahut devano apa adanya,denio hanya mengangguk saja,lalu tiada percakapan lagi diantara mereka sampai mereka tiba di rumah


Mereka masuk ke dalam rumah bersama-sama sudah di sambut dengan sang mama,lalu devano dan denio menyalimi tangan mama mereka


"Abang,adek kalian naik ke kamar, bersih-bersih habis itu kita makan malam,entar juga papa pulang,cepet ya sayang,biar papa gak lama nungguin kalian "ujar mama devano,devano dan denio hanya mengangguk lalu mereka naik ke atas atas menuju kamar mereka masing-masing


••••


Senja menuruni tangga,dia hari ini menggunakan celana panjang,atasannya dia menggunakan sweater cream dengan tas selempang kecil


"Bunda,aku izin mau keluar bentar aja ya Bun,temen aku ngajakin keluar Bun,boleh gak??"ujar senja,yang menghampiri bunda Naya di ruang tamu kebetulan lagi nonton TV,jangan tanya, samudra dimana sudah jelas dan pasti dia lagi di kamar terus belajar dehh


"Keluar kemana sayang?? Sama siapa kamu keluar hm?"tanya sang bunda,senja tersenyum tipis


"Sama temen Bun,sama ardhan temen aku boleh kan Bun?? Bentar aja gak lama kok"ujar senja,dia jujur dengan bundanya bahwa dia akan keluar bersama ardhan


"Di jemput?atau jalan sendiri sayang?"tanya bunda naya lagi,senja tersenyum singkat


"Di jemput Bun"sahut senja lalu duduk di samping bundanya sembari menunggu ardhan


"Temen apa temen nih?yakin temen doang"ujar bunda Naya menggoda senja


"Apa sih Bun,temen,sumpah deh cuma temen"sahut senja,bunda Naya hanya mengangguk saja


"Bun,senja berangkat dulu ya,senja janji gak bakal pulang lambat jam set 9 udah di rumah"ujar senja,sembari menyalimi punggung tangan bunda Naya


"Hati-hati ya sayang,udah bilang sama Rio?"tanya bunda,senja hanya menggelengkan kepalanya


"Belum Bun,aku gak bilang sama Rio,hmm nanti kalau Rio nanyain aku,bilang aja aku keluar sama temen,nanti kalau aku bilang pasti rio gak ngijinin aku,aku mohon ya Bun"ujar senja memohon kepada bunda naya


"Ya udah,tapi ingat pulangnya jangan kemaleman besok kan juga sekolah ya?paham ya?"ujar bunda Naya,lagi-lagi senja mengangguk dan tersenyum,lalu dia berjalan keluar rumah, ternyata ardhan sudah menunggu di depan rumahnya


"Baru nyampe kan?"tanya senja,saat sudah berada di depan gerbang rumahnya


"Iya,baru aja,nih pakek helmnya"ujar ardhan sembari menyerahkan helmnya,lalu naik ke motor ardhan,lalu ardhan melajukan motornya


Ngomong-ngomong nii,outfit mereka malam hari ini yaitu ,senja yang menggunakan celana jeans+atasan lengan pandek,jangan lupa menggunakan Hoodie, Hoodie nya agak crop,pas banget di badan senja bukan Hoodie over size juga dingin katanya, sedangkan ardhan menggunakan celana pendek warna hitam,baju kaos putih serta jaket jeans hitam


"Ini kita mau kemana dhan?"tanya senja,ardhan tersenyum simpul


"Udah makan?"tanya ardhan,senja menggelengkan kepalanya


"Hehe,belum niatnya tadi mau makan bareng bunda sama Rio,Lo ngajakin keluar gw mikir entar aja sekalian makan"ujar senja,jujur sekali bukan?


"Ya udah,kita makan,gw mau ngajak Lo ke warung nasi goreng ter enak,gw udah langganan Lo pasti suka"ujar ardhan,senja mengangguk kepalanya


"Ya udah boleh,makan apa aja yang penting makan Dhan,asal gak batu sama kayu aja"ujar senja,ardhan hanya tertawa kecil


"Ya udah,sabar ya tuan putri sebentar lagi kita sampai"ujar ardhan,senja agak salting nihhh

__ADS_1


"Apa sii Dhan,udah fokus aja biar cepet sampe"ujar senja,lalu ardhan melajukan motornya agak lebih cepat,tak lama mereka sampai lalu senja


"Aihh,nak ardhan bawa saha iye teh,pacar yaa"ujar mamang nasgor,senja dan ardhan duduk kursi,dan meja yang sudah di sediakan


"Enggak mang,ini temen saya mang"sahut ardhan,mamang nasgor hanya mengangguk dan tersenyum kecil


"Mang,nasi gorengnya 2 ya,yang kalau saya yang seperti biasa,kalau senja yang porsi biasa mang"ujar ardhan


"Siap atuuu di tunggu dulu ya"ujar mamang nasgor,lalu dia mulai membuat kan nasi goreng untuk mereka berdua


"Mang, nasi gorengnya 1 ya telornya setengah Mateng,cabenya 3 biji,esteh 1 makan sini"ujar seseorang,tanpa melihat ke arah meja


"Ehh,nak langit,siapp di tunggu dulu ya"ujar mamang nasgor langit ,saat mamang nasgor mengucapkan nama langit sontak senja melihat ke arah mamang nasgor dan melihat ada langit di sana


"Lohh Lang,sini duduk"ajak ardhan,langit hanya diam lalu duduk di sebelah senja


"Kalian pacaran?"tanya langit to the points


"Apa sih,kepo banget jadi orang"ujar senja,langit hanya menoleh sekilas


"Gw nanya doang,jadi orang jangan ngegas mulu dong!"ujar langit geram


"Enggak Lang,kita cuma temen"ujar ardhan,langit hanya mengangguk


"Ardhan aja gak sewot,kok malah Lo yang sewot"ujar langit lagi jujur senja merasa geram sekali dengan ketos satu ini


"Siapa yang sewot coba,mana ada gw sewot"sahut senja dengan nada sedikit naik


"Ngegas mulu,heran gw,Dhan gw bilangin sama Lo,jangan sampe Lo pacaran sama cewe model kayak dia,udah suka ngengas,sewot lagi"ujar langit,sudah jelas senja naik pitam di buatnya


"Heh!Lo pikir Lo gak suka ngegas juga?? Ngaca broo,Lo lebih ngegas dari pada gw,udah gitu galak lagi,kalau punya kaca di rumah jangan dipajang aja,sesekali ngaca lah,biar tau diri sendiri"ujar senja mengejek langit


"Masalah lah,galak Lo itu,suka ikut campur urusan orang tau gak"ujar senja,lagi baru saja langit akan berbicara


"Lo--"belum selesai langit berbicara sudah di potong oleh ardhan


"Udah-udah,kalian kok malah ribut??!!,Lang udahlah ngalah lah sama cewe,jangan ribut pusing gw dengerinnya,senja lo gak usah ribut sama langit,karena gak bakal ada ujungnya juga,udah gak usah ribut diem,makanan udah jadi nih!! Paham?"ujar ardhan,mereka berdua hanya mengangguk,lalu mamang nasgor nya menyajikan nasi goreng mereka


"Nah ini , silakan di nikmati semuanya"ujar mamang nasgor sembari tersenyum


"Makasi mang"ujar mereka bertiga


Lalu mereka makan dengan tenang,di tengah-tengah mereka makan, handphone senja berdering,lalu memperlihatkan nama yang meneleponnya


"Angkat aja berisik"ujar langit,senja hanya diam


"Angkat, speaker"ujar ardhan,lalu senja mengangkat telponnya dan menspreakernya


Rio😾


Rio😾📞:Dimana?


Senja 📞:Aku di luar, ini lagi makan nasi goreng


Rio😾 📞:Sama siapa?


Senja 📞:Sama ardhan


Rio😾📞: Udah izin bunda kan?jam berapa di suruh pulang sama bunda?

__ADS_1


Senja📞:jam setengah 9 udah di rumah


Rio😾📞:Kasih hp nya ke ardhan


Senja📞:Sam,ini gw


Rio😾📞:Lain kali bilang dulu sama gw,kalo Lo mau pergi sama senja!,kalau sampe dia kenapa-kenapa Lo gw habisin


Senja📞:Apa sih kamu, ngomongnya kok gitu banget!!


Rio😾📞:jam 08.15 (delapan lima belas) udah di rumah,kalau gak sampe rumah,gak usah temuin senja lagi!! Paham?


Senja📞:iya siap(sahut ardhan)


Senja📞:Rio,udah dulu ya aku lagi makan,janji Jak delapan lewat lima belas menit udah di rumah


Rio😾📞:Hmm, besok-besok bilang ke aku (ujar Rio lalu mematikan sambungan telepon)


"Dhan Lo pergi sama cewek orang?"tanya langit,ardhan melototkan matanya


"Enggak lah,dengerin ya,Rio yang tadi itu samudra kembarannya senja oon mana berani gw pergi sama cewek orang"ujar ardhan, menyahuti ucapan langit


"Ohh samudra yang waktu itu"batin langit,saat mengingat samudra kembarannya senja


"Gw udahan Dhan"ujar senja,nasi gorengnya tinggal 3 suap lagi tapi dia bilang sudah


"Ya udah yok"ajak ardhan,senja hanya mengangguk


"Lang gw duluan ya"ujar ardhan berpamitan dengan langit


"Iya,hati-hati Dhan,bawa anak orang"ujar langit, menyahut ardhan hanya mengacungkan jempolnya


"Mang,berapa?"tanya ardhan,si mamang tersenyum


"30 ribu nak"sahut mamang nasgor,senja merogoh tasnya hendak membayar tapi di cegah oleh ardhan


"Gak usah pakek uang gw aja,gw traktir"ujar ardhan


"Gak usah Dhan gw bawa uang kok"sahut senja,yang kekeh mengeluarkan uangnya


"Gak usah,hari ini gw yang bayar,simpen uang nya"ujar ardhan,senja mau tidak mau mengalah


"Gak papa ni?"tanya senja, ardhan hanya mengangguk singkat


"Ni mang,sisanya buat mamang aja"ujar ardhan memberikan uang 50rb


"Waduhh serius ini teh?"tanya mamang nasgor


"Iya serius "ujar ardhan menyahuti ucapan mamang nasgor


"Ya udah makasih atu nyak"ujar mamang nasgor


"Iya mang sama-sama kalau gitu kita pamit ya mang"ujar ardhan


"Iya nak, hati-hati ya kalian"sahut mamang nasgornya,ardhan dan senja mengangguk


"Lang duluan"ujar ardhan,langit hanya mengangguk


••••

__ADS_1


__ADS_2