
Kaputren Giyantipura tampak sibuk menata persiapan guna acara lamaran yang akan dilaksanakan sebentar lagi. walaupun tampak begitu meriah tapi tidak dengan wanita cantik berusia belasan tahun yang duduk di istana kaputren. wajah wanita cantik itu sembab seperti sering menangis ditemani oleh abdi dalem yang menghiburnya sambil memijit -mijit lengan dan kakinya.
"biyung. .....?"
"ya ngger cah ayu......."Kata wanita tua yang memijit kakinya. ..
"apa dulu biyung waktu lamaran...merasakan seperti ini...."
"maksudnya.....cah ayu.....?"
"aku sakit hati dengan kanjeng rama......masa aku dipaksa menjadi selir Prabu Narakasura.....biyung....."
"Prabu Narakasura....itu teman kanjeng rama kan....?"tanya sang putri yang tak lain adalah dewi hyangyanawati
"iya ngger cah ayu. ....tapi gimana cah ayu....biyung sendiri bingung....kasihan cah ayu...tapi kanjeng sinuwun itu orangnya keras.....sabar...ya cah ayu...."kata biyung sambil memijit seluruh kaki hyangyanawati.
"kalo saja ada ksatria gagah yang memberanikan diri membawa lari aku....aku akan mengab..."belum sempat melanjutkan omongannya tiba -tiba ada prajurit istana berteriak di depan dalam kaputren. ..
"......ADA PENYERANGAN...ADA PENYERANGAN........."
wanita yang dipanggil biyung pun dan. para abdi yang tadi memijit sang putripun bingung.
"sebentar cah ayu....ada ribut-ribut apa diluar....."
"biyung.....aku ikut......"
"jangan dulu.....ngger....cah ayu....biar biyung lihat kedepan dulu.....cah ayu disini saja...ayooo...."kata wanita tua itu mengajak teman abdi dalemnya menuju keluar kaputren. ...
__ADS_1
dewi hyangyanawati terduduk kembali di kursi kaputren. ...
tanpa disadari ada tangan meraih pundaknya. dia kaget dan menoleh...kearah siapa yang memegang pundaknya. ternyata seorang pria tampan dan gagah sudah berhadapan dengan dirinya
"Siapa kakang sebenarnya.......?JAWAAABBB......?"
"aku mendengar apa yang kanjeng putri katakan tadi.....perkenalkan Namaku Sitija dari ekapratala......."kata pria tampan sembari menyatukan kedua tangannya menghormat. ....
sopan sekali pria ini. ....tampan gagah. ..pikir sang putri dewi hyangyanawati.
"APA.....KEPERLUANMU....?Kakang......?"
"Aku mau membawa kanjeng putri....kearah wilayah yang bernama Trajutrisna....."Kata Raden Sitija sambil mengulurkan tangannya. ...
seperti tak sadar tapi dalam keadaan melihat tangan dewi hyangyanawati pun membalas uluran tangan Raden Sitija. lalu Raden Sitija menggandeng dewi hyangyanawati melangkah ke halaman kaputren. ...Raden Sitija lalu bersuit keras.
sang biyung dan teman -teman abdinya masuk ke kaputren sang biyung kaget dan kembali keluar sambil berteriak "TOLOONNGGG.....KANJENG PUTRIIII......DICULIIIKKKK.......!!!"Raden Sitijapun mengentak pelan tali kekang Wilmuna lalu seketika burung itu terbang keudara dan melesat mengepak -epakkan sayapnya. ....
sementara itu diluar masih terjadi keributan. ..para prajurit dan para abdi dalem istana kebingungan berlalu lalang. .......
kericuhan itu dimulai dari pintu gerbang istana. ternyata birudana pasukan trajutrisna sudah hampir bisa membobol pertahanan pasukan Giyantipura. ..Resi Seta dan Raden Werkudara mengamuk seperti banteng liar kuku pancanaka dan ajian narantaka seperti kilatan sinar yang menyobek, menyayat dan memenggal apa saja yang ditemuinya. mayat prajurit, hulubalang bergelimpangan tak utuh semua bagian badan yang tercerai berai. ..berserakan di dalam istana giyantipura. hanya tersisa abdi dalem yang ketakutan bersembunyi di sela -sela meja dan lemari istana. Prabu krentangyana berlari tertatih -tatih sambil memegangi perut dan ususnya yang terburai keluar. .Raden Werkudara mendekatinya pelan. dengan mata merah penuh emosi.
"he....he....hhe.....apa kau senang dengan keadaan ini abilawaaaa......benar kata orang....KAAUUU......SEORANNNGGG.....JJJAAGGGAALLL......."kata Prabu krentangyana sembari tertawa. ..sambil menahan sakit. ..nya
"APA.....YANG.....KAU....KATAKAN....KRENTANGYANA DIMANA NYALIMU...WAKTU KAU HABISI...MERTUA...DAN ISTRIKUUU.....?"Kata raden werkudara. ...
"Itu....wajar....karena kau jarang berkunjung...kemari abilawa....hha.......hha....istrimu...meski menjadi mayat..tetap menggairahkan...."sambungnya sambil memuntahkan darah
__ADS_1
"PRAAKKKKKK.......!!!"kaki raden Werkudara menginjak kepala Prabu krentangyana hingga pecah otaknya sampai terburai dan tercecer tidak hanya itu raden werkudara seperti hilang akal sehatnya dia membanting -banting tubuh Prabu krentangyana sampai hancur tak berbentuk dan berserakan di lantai istana. ...pemandangan mengerikan. ..bagi siapapun yang melihat. raden werkudara terengah -engah tubuhnya yang dipenuhi banyak darah dari musuh -musuhnya. ..lalu dia berjalan dan disambut oleh Raden Samba, raden udawa, raden wilmuka dan resi seta serta sisa -sisa pasukan birudana yang mereka bawa. ..
"Ayo....adi werkudara....kita segera menuju Wirata..."kata resi seta. ...ketika sampai pintu gerbang istana. ...dibalas dengan anggukan oleh raden werkudara. .....
......................................
Raden Sitija dengan dewi Hyangyanawati melintasi pemandangan wana goa siluman. sang putri merangkul pinggang dan merebahkan kepalanya didada bidang Raden Sitija. seperti ada perasaan aneh yang keluar dari dalam hatinya. Sitija menoleh dan hanya tersenyum melihat kelakuan sang putri. ..
sampai tiba tiba ada yang melesat mendekati mereka yang tak lain adalah Raden Guritno. ..Membawa dua badan manusia yang dibopongnya dengan kedua tangannya
"Kakang.....Sitija....!!.."Teriak Raden Guritno
"iya adi Guritno.....ADA APA....?"
"wwaadduuuhhh.........Kamu lagi apa....?"kata Raden Guritno. ...
"ehhh.....ya ini. ....iniiii...itu siapa kamu bopong dua orang....."
"ini Mayat Kakang...Wisata dan Kakang Gunadewa......"
"kakang....itu temanmu....?."tanya dewi hyangyanawati pada Sitija
"iittuuu. adik sepupuku......gatotkaca....bisa terbang kan kanjeng putri....?."
"tapi dia tadi bilang, itu mayat kan kakang Sitija...? "
"siapa bilang mayat.....adi Guritno....itu pingsan....kan iya?"jawab Sitija sambil mengedip edipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"wwwaaaaddduuuooohh..........biyung......Kakang...udah....nanti saja aku tunggu...di wirata saja ceritanya...pulangkan dulu....kanjeng putri...ke..trajutrisna....hhhhh...kalo..kena.perempuannnn...semuaaa....saamaa....."sambung raden guritno sambil geleng -geleng kepala lalu melesat mendahului Wilmuna.......