Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)
Misteri Arya Susena Bag V


__ADS_3

Setelah mendapat Laporan dari AIPTU Gusti dan IPDA Edy. A.K.P Wayan Wira bersama Kolonel Made Suta menuju ke lokasi yang dituju guna mendekati Arya Susena dan Kelima sepupunya. Sekitar 30 menit mereka sudah sampai di tempat Wisata Hutan Sangeh. Mereka segera menghampiri Arya Susena yang bermain dengan memberi Kacang pada kera -kera jinak disana.


"Heiii…,Kebetulan sekali Ada dua orang sahabat! ?,Apa kabar Beli Wira dan Beli Suta...?"Tanya Arya Susena menyapa mereka berdua.sambil mengulurkan tangan mau berjabat tangan.


"Baik Beli Sena...!"Jawab A.K.P Wayan Wira tersenyum membalas jabat tangan Arya Susena diikuti Oleh Kolonel Suta.


"Kebetulan sekali Bisa bertemu Beli Berdua...,Kita cari tempat buat ngobrol disana? !"kata Arya Susena sambil menunjuk tempat seperti gubug,Iamengajak A.K.P Wayan Wira dan Kolonel Suta.


Kolonel Suta Tersenyum sambil melapangkan tangan kanannya pada Arya Susena. Lalu mereka menuju tempat itu.


"Ada yang mungkin bisa bantu Beli Wira dan Beli Suta? "tanya Arya Susena pada mereka berdua.


"Begini Beli Sena,Apa Beli Sena pernah menyelamatkan Anak kecil yang Beli Sena kenal, Dhani Susena anak dari Bapak Hadi Pramono…?"Tanya A.K.P Wayan Wira.


"Oh…,Kalau tidak salah itu kejadian tiga tahun yang lalu...,Kalau tidak salah Dhani kecil diselamatkan penduduk sekitar...,Beli Wira.Saya hanya mengantarkan Dhani. .."jawab Arya Susena tersenyum tapi dengan raut muka yang tenang.


"Beli Sena...,Atau Siapa sebetulnya Anda ini?,Nama Anda Bukan Arya Susena kan?,Beli...Sena atau Hadi Djoyokusumo,?"tanya Wayan Wira kearah Arya Susena.


"Maksudnya Apa Beli Wira bertanya pada Saya seperti itu?"jawab Arya Susena sambil tetap tersenyum.


"Beli…Saya tahu Anda telah berbohong pada saya,Di mana Mobil penculik Dhani mengalami kecelakaan tempat Lokasi ,Sebetulnya itu bukan kecelakaan Beli.Kalian berenam disamping menyelamatkan Dhani kecil, Kalian juga membunuh pelakunya …,Iya kan Beli …? "

__ADS_1


"Saya tidak mengerti Arah pembicaraan Beli berdua...,Apakah ada bukti yang mengarah ke Saya dan Sepupu saya,Beli Wira?"


"Bukti itu ada Beli Sena,Bukti itu sudah Kita pegang Kalau Anda dan Kelima sepupu Anda pelakunya...,Saya tahu Jarak antara rumah penduduk dilokasi kejadian tidak begitu dekat, Anda memanfaatkan Cuaca juga pada waktu menghabisi korban, Karena menurut keterangan pada waktu kejadian di lokasi sa'at itu terjadi hujan angin, Betul kan Beli?,Anda dan Kelima Sepupu Anda juga banyak terlibat dalam pembunuhan Warga negara Asing yang terjadi di Wilayah Bedugul bahkan sampai kearah Jakarta, Iya kan Beli?,Andalah Orang-orang Yang kami cari selama ini?,Siapa sebetulnya Anda Berenam ini, Beli?,Anda juga ada hubungannya dengan Kantung darah dan tabung reaksi yang ditemukan dirumah Kakiang Saya...!,Apa tujuan Anda Beli Sena atau Siapapun Nama Anda?,"Sambung A.K.P Wayan Wira kearah Arya Susena.


"Beli Wira dan Beli Suta, Semua Perbuatan memang harus ada dampaknya Beli,Jika Saya dan kelima sepupu Saya memang yang melakukannya, Saya akan mengakuinya...,Saya Siap menerima Hukuman di negara ini Beli,Tapi Saya hanya minta satu hal Jika Beli mau menangkap Saya dan Sepupu -sepupu Saya,Jangan di depan mata Putri saya.Saya Tidak ingin Putri Saya mengenal Sosok Ayahnya menjadi Sosok Seorang Bajingan…Beli,Saya dan Sepupu Saya tidak akan Lari, Saya berjanji pada Beli Semua Baik yang Sedang Mengintip Saya Dari Jarak Empat Gubug dari sini... "Kata Arya Susena dengan Wajah tenang dan tetap mengembangkan senyum Diraut mukanya.


Arya Susena Berdiri dan melihat kearah yang dituju. A.K.P Wayan Wira segera memberi instruksi agar IPDA Edy dan AIPTU Gusti menampakkan diri dan menghampiri mereka bertiga. IPDA Edy dan AIPTU Gusti pun menuju kearah mereka. Arya Susena Segera menyalami mereka Berdua.


"Dari mana Beli tahu, Kalau Ada Orang Selain Kita berdua Disini? "Tanya Kolonel Suta kearah Arya Susena dan dijawab hanya dengan senyuman.


"Oh Iya Kemarin Saya Menemukan Beberapa barang Ini, Beli Edy dan Beli Gusti …,Sepertinya Banyak terpasang di beberapa bagian rumah Saya, Tapi jangan kuatir Barang ini tidak Rusak, Kok Beli..."kata Arya Susena tersenyum sambil memberikan sesuatu yang ternyata adalah Alat penyadap kepada mereka berdua.


Tampak beberapa meter dari sana Hita Padmarani yang duduk di kursi Roda.Didorong pelan -pelan oleh Kelima Pamannya. Hita melambaikan tangan kearah Sang Ayah dan Keempat teman Ayahnya. A.K.P Wayan Wira dan Kolonel Made Suta Tersenyum kearah Putri Arya Susena. dan Juga membalas lambaian tangannya. Arya Susena Kembali menoleh kembali kearah keempat aparat hukum itu. Dengan tetap tersenyum ramah tanpa raut muka yang tegang. Arya Susena menyatukan kedua telapak tangannya seraya menundukkan kepala.Diikuti oleh kelima sepupunya dari kejauhan. Setelah itu Dia berlari kecil menuju kearah Sang Putri tercinta.


.............................................................................................


Perjalanan Mereka menuju Gianyar menuju Rumah Arya Susena memakan waktu Satu jam Sepuluh menit. Di depan pagar Rumah Arya Susena Seorang Asisten Rumah tangga yang berumur Setengah baya menyambut mereka.


"Tuan-Tuan, Tadi Bapak pesan sama Saya Kalau ada Teman-temannya disuruh Masuk Saja. .." Kata Sang Assisten Rumah tangga kepada Mereka.


"Terima kasih Bibi..."jawab A.K.P Wayan Wira hampir bersamaan dengan Kolonel Suta.

__ADS_1


"Iya Tuan,Saya permisi Dulu. Soalnya Saya disuruh Bapak mengajak Non Hita...,Pergi Jalan -jalan ke Rumah Ibu Guru Clara...,Silahkan Tuan. Bapak dan Saudara -saudaranya sudah menunggu..."kata Sang Asisten Arya Susena tersenyum sambil menyatukan kedua telapak tangan seraya menunduk.


"Iya...,Bibi Silahkan..."Kata Kolonel Suta pada Sang Asisten.


Sang Asisten Lalu bergegas beranjak dari tempat itu.


A.K.P Wayan Wira, Kolonel Suta, IPDA Edy, AIPTU Gusti, IPTU Artha dan Lettu Catur Segera Menuju kearah pintu masuk. Sesampai didepan pintu masuk Mereka berenam disambut Oleh Dhani. Dhani Prasetya tersenyum ramah lalu segera Mengulurkan tangan ingin berjabat tangan dengan Mereka berenam. Dan Mereka Berenam Membalas uluran tangan Dhani.


"Beli Suta...,Lama tidak bertemu, Beli?"


"Ma'af mengganggu kenyamanannya Beli Dhani,dan Semuanya...?!"kata Kolonel Suta.


"Tidak apa -apa, Beli Suta,Beli Wira,dan semua, Ayo Beli Semua Silahkan Ikut Saya,Sena dan lainnya sudah menunggu...!"kata Dhani lagi lalu menyatukan kedua telapak tangan. Lalu Melapangkan telapak tangan kanannya seraya mempersilakan. Lalu Kolonel Suta tersenyum dan membalas dengan hal yang sama. Dhani berjalan lebih dulu Menuju ke sebuah Ruangan Berpintu kembar. Lalu Dhani membuka dengan kedua tangan. Di ruangan yang mirip Sebuah Kantor Pribadi. Di setiap Sudutnya terdapat banyak benda kuno.


"Apakah Kita berhenti disini Beli Dhani...?"tanya A.K.P Wayan Wira.


"Sebentar Beli Semua, Disini Adalah Baru Awalnya saja "Setelah berkata Dhani mendekati sebuah Lemari tua. Dhani membuka dan memencet Sebuah Tombol disebelah lemari itu. Dan Lemari tua itupun Bergeser secara Otomatis. Ternyata persis dibelakang Lemari Tua itu terdapat Seperti Elevator tua. Lalu Dhani mempersilakan Mereka Semua Masuk di dalamnya.


"Silahkan Beli...,Semua...!?"


Mereka Saling Berpandangan sesa'at Lalu menuruti Perkataan Dhani. Setelah Mereka semua Memasuki Elevator itu Dhani pun menyusul kemudian Dhani memencet tombolnya menuju kelantai paling dasar.

__ADS_1


__ADS_2