Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)
Kayangan Ekapratala


__ADS_3

Tak terasa matahari tenggelam langit yang semula cerah berubah menjadi merah semu. menandakan hari akan gelap. Sitija dan Wilmuna sudah sampai di istana ekapratala. Burung raksasa itu mengepak -ngepakkan sayapnya sambil memekik kencang mendekati pintu gerbang istana. tampak dua orang wanita cantik menunggu di depan pintu masuk. yang satu berusia separuh baya dan yang satunya masih sangat muda. keduanya memakai pakaian laksana seorang ratu dan putri seorang raja. mereka berdua adalah Ibu dan adik kandung dari Raden Sitija. Dewi pratiwi dan Rara siti sundari


"Ngger segera kandangkan Wilmuna....."perintah Dewi pratiwi kepada Sang anak laki -laki semata wayangnya itu


Wilmuna mendarat persis di depan sang ibu dan sang adik lalu sitija bergegas turun dari punggung sang burung kesayangannya sembari bersimpuh dan menyatukan kedua tangannya seraya menghormat


"Sendiko dawuh kanjeng ibu..."


sang ibupun mendekati Sitija dan menepuk bahu nya sembari mengangkat tubuh sang anak dengan memegang kedua lengannya. dan mengusap rambut putra kesayangannya itu


"kandangkan Wilmuna Ngger ada Ramamu di dalam istana, lalu bersihkan tubuhmu ada seorang tamu penting yang datang dari jauh ingin menemuimu.."


"Siapa dia kanjeng Ibu?"


"Sudah....sana pergi"kata sang dewi sambil mencubit pipi putranya dan memberi tanda dengan ayunan tangannya


sang putrapun tersenyum sembari menyatukan kedua tangannya lagi. ..


"Ayo Wilmuna. ..."katanya sambil menepuk nepuk leher elang raksasa itu


"kau istirahat dulu......"


Burung itu mengikuti langkah tuannya sambil mengangguk -anggukkan kepalanya dan bersuara seperti burung tekukur. ..


setiba di sebuah istal istana yang merupakan kandang dari Wilmuna. Sitija dikejutkan oleh seseorang berpakaian serba hitam dengan lambang bintang kejora didadanya dialah Gatotkaca yang berdiri menghadang Raden Sitija


"Rupanya Bangsat ini tamu istimewanya!"bentak Sitija


"Aku kesini disuruh menemui kau bajingan"kata gatotkaca


"begitu rupanya Guritno si bangsat....datang sludar sludur pulang dari rumah orang tanpa pamit....!"


"aku pamit sama Bibi Dewi bajingan...!"kata Gatotkaca yang dipanggil dengan nama kesayangan dari sang ibu.


lalu tanpa terasa tawa terbahak -bahak keduanya pun pecah


lalu merekapun saling berpelukan sambil terus tertawa cekikikan


"kau tetap seperti dulu Si bangsat guritno...Hhha...hha..hha"ucap Sitija sambil tergelak


"jangan kau pura -pura datang kemari barusan"


"kau juga suka pura-pura datang ke istanaku sambil bertanya yang aneh-aneh pada kanjeng ibuku"jawab gatotkaca sambil tersenyum terkekeh -kekeh


"kakang Sitija aku hanya bisa tersenyum dan tergelak bila bersamamu"sambungnya


"aku mau bertanya padamu adi guritno?"


"ada perlu apa kanjeng ramaku datang bersama kamu?"

__ADS_1


"aku tidak bisa bercerita sekarang biarkan paman narayana sendiri yang berbicara dengan kakang"


"apakah itu sangat penting?"


"nanti saja kakang"


"ternyata dari dulu sampai sekarang kau tidak berubah Dimas kau selalu suka menyimpan rahasia"


"Kakang jangan mempermasalahkan masalah yang lalu"


"Hha.....hha.....Ha.......apakah kau pernah punya masalah denganku adi?"


"Tidak "


"Aku hanya mengerjaimu.....Hha.....hha....hha"kata. sitija sembari menampar halus pipi gatotkaca


Gatotkaca merasa aneh dengan pipinya dia menyentuh dan membauinya


"Keparat bajingan Sitija......ini Tai wilmuna"lalu mereka berdua berkejaran seperti anak kecil. Wilmuna yang ada dibelakangnya juga berjingkrak -jingkrak mengikuti seakan juga merasakan kegembiraan keduanya


Tampak dari kejauhan Sri khrisna bersama Dewi Pratiwi tersenyum "Mereka berdua setiap kali bertemu tidak akan pernah menjadi dewasa padahal yang satunya sudah menjadi narendra bahkan punya momongan"kata sang dewi dengan merebahkan kepalanya di bahu sang narayana


"biarkan saja Dinda toh mereka tetap saudara"jawab sang narendra narayana tersenyum sembari mengajak istri pertamanya masuk ke peraduan .....langit pun mulai redup bintang -bintang bertebaran bulan keluar dari peraduannya menunggu matahari tiba esok hari


.....................


Setiap pagi hari Raden sitija selalu berada dikandang Wilmuna dia membawakan daging Rusa hutan segar. dan dia juga selalu membawa makanan buat sarapan bersama sahabat burung raksasanya itu. tapi hari ini berbeda dia juga mengajak Guritno atau Raden Gatotkaca makan di dalam kandang


"Aku bawa makanan untukmu"sambungnya sambil menghempaskan Rusa hutan besar didepan Wilmuna. dan Wilmuna hanya mengangguk -angguk mengeluarkan suara seperti burung tekukur. ..lalu mencabik -cabik isi perut sang Rusa. disebelahnya Raden Sitija dan Raden Guritno terduduk mereka membawa bekal yang mereka ambil di ruang makan istana.


"apa dia setiap hari makan daging rusa?"kata Raden guritno


"iya memang Wildata makan apa, ?"


"kasihan kalau Kakangmu setiap hari makan rumput Wilmuna....dia tidak akan jadi Garuda yang gagah seperti kamu, apa kau buat kakak Wilmuna jadi burung pipit raksasa"


"Hha.....hha.....ha....ya tidak kakang,"


"lalu kau beri makan apa?"


"daging kuda....."katanya sambil berbisik


"memang dapat dari mana daging kuda. pringgodani itu tempat para raksasa.....bukan tempat peternakan kuda..."


"lah memang ekapratala juga bukan peternakan Rusa"


"itu rusa hutan"kata sitija sambil melahap Daging bakar kesukaannya


"aku beternak di halaman istana"sahut guritno tak mau kalah

__ADS_1


"berapa banyak kudamu? "


"10Ekor....."


"itu kan buat sepuluh paling tidak limabelas hari"


"kadang sisanya aku nyolong di kademangan jodhipati....."


"kamu nyolong kuda milik bawahan kanjeng ramamu?"


guritno atau raden gatotkaca mengangguk


"bagus....."kata Sitija sambil memberi jempol pada adik sepupunya itu


"kapan-kapan ajak aku ya......bangsat guritno"


"iya sang bajingan Sitija"


guritno mengangguk lagi lalu mereka berdua tertawa cekikikan. .....


"ngger kalau kalian sudah makan pergi ke aula utama"ada suara perempuan yang ternyata dewi pratiwi sudah berada di depan pintu istal istana


"baik ibu"


"baik bibi"jawab Sitija hampir bersamaan dengan guritno. .


"cepat eyang kakung,dan kanjeng ramamu menunggu"kata sang dewi sambil berlalu meninggalkan mereka.


"sebaiknya aku segera pamit kakang"ujar gatotkaca


"ada apa adi guritno,kenapa kau selalu buru-buru"


"karena sebentar lagi ada rombongan dari kerajaan jangkarbumi menuju suralaya..."


"apakah ada adi anantareja disana"


"iya kakang anantareja bersama eyang anantaboga....."


"baiklah adi ku yang bangsat pergi saja dan jangan pernah kesini lagi"


"baiklah kakangku yang bajingan...."sahut Gatotkaca sambil tersenyum dan berlalu dari Sitija dan sesekali dia berhenti dan mengelus -elus leher Wilmuna


"hei Wilmuna kau punya Tuan yang brengsek dan lagi seorang bajingan.......hhha....hha...hha"katanya sembari terbang melesat tinggi. ...


"dasssaarrrr........ adik bangsat......awas kau"jawab Sitija sambil mengepalkan tangannya kearah gatotkaca


sementara gatotkaca masih terbang dengan terkekeh-kekeh. ...terlihat dari kejauhan dia menghormat pada dewi pratiwi dan narendra khrisna lalu melintas, melesat meninggalkan ekapratala. .


jauh diujung sana sang ibu dewi pratiwi melambaikan tangannya pada keponakannya..

__ADS_1


"ayo ngger kanjeng ramamu menunggu dari tadi"


Sitija dengan segera berlari menghampiri sang ibu lalu mereka berdua masuk ke dalam istana


__ADS_2