Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)
Antara Samba Dan Lesmanawati


__ADS_3

Trajutrisna di waktu malam terlihat sangat indah. para pasukan dari banyak negara berkumpul saling bercanda dan bertukar pendapat. tak terkecuali dengan para putra Prabu Baladewa dan Sang Narendra khrisna mereka bercengkrama di dekat api unggun sambil membakar daging segar dan membuat minuman hangat.


Tampak Raden Sitija, Raden Wisata, Raden Wilmuka, Raden Arya Gunadewa, dan Raden Samba.


"Kakang Aku mau cerita waktu aku menculik istriku......waktu itu ada sayembara di hastinapura.....siapa yang menang dalam sayembara itu....akan bisa memperistri anak dari paman duryudana....karena sebelumnya kami saling mencintai akhirnya pada waktu malam sebelum sayembara dimulai...aku bilang pada dewi Lesmanawati..agar bersiap-siap karena aku akan menjemputnya dan membawanya ke Dwarawati


dan diapun mau...dan ketika kami sudah ditengah jalan....kami dihadang oleh. paman Radheya,eyang Bisma dan Eyang durna...aku dibekuk dan dimasukkan dalam penjara....dan dipukuli seperti maling....tapi untungnya uwak Kakrasana datang....dia membelaku.....juga membela calon istriku....selang tak berapa lama akhirnya aku bebas dan yang membuat aku kaget aku dinikahkan dengan istriku dan diberikan tempat tinggal berupa istana megah....yang diisi 1000 dayang istriku,60.000 gajah perang, 60.000 kereta perang,1200 kuda perang dan satu laksa emas dan berlian." kata Samba


"Tapi semua itu bagi Lesmanawati seperti tidak ada artinya...karena hampir lebih dari lima tahun aku dan istriku tidak diberikan keturunan....hingga suatu sa'at dia menginginkan aku untuk menikah lagi....tapi sebetulnya sangat berat kakang....pernah juga dia berusaha menjodohkan aku dengan wanita lain....dan aku tolak, tapi cintaku pada lesmanawati masih melebihi segalanya..sampai hari ini...."


"Sabarlah adi. ...suatu sa'at nanti pasti akan ada jawabannya"kata Raden Sitija sembari merangkul Raden Samba


"Hei......Samba....kamu ingat waktu kecil kamu melempar mukaku dengan tai ayam....."kata Raden Wilmuka sambil menunjuk muka adik sepupunya.

__ADS_1


".......hha....hha....hha....sebegitu dendamnya kakang Wilmuka padaku...."jawab samba disertai semua yang berada disitu tertawa.


"bahkan ketika kemarin waktu kita habis menyerang giyantipura aku kamu bohongi..."kata Wilmuka agak geram


" kamu bilang pas kita lewat sungai perkampungan kecil, kakang Wilmuka kamu tadi nggak liat ada yang telanjang.....pas aku noleh kamu dorong aku sampai masuk kali. ...mana itu kali...banyak kerbaunya lagii......"sontak semuanya tertawa terpingkal -pingkal


"nggak sampai disitu waktu mandi diperkemahan celanaku ditukar. ..sama jarik perempuan sama dia....iya.....dia.....tidak tahu kamu ngambil dari mana....Samba. ..jangan cengengesan...kamu...!!"


"oooo........lha kakang lupa waktu itu, kakang katanya mimpi basah.....kan celananya kakang cuci sendiri....."


"lha waktu tidur bangun bangun sudah ada di comberan pembuangan kuda prajurit...katanya ngigau sambil jalan...."


"kapan itu....ya.....oh. jadi kamu ya yang memindahkanku waktu aku tidur bangun bangun diberi tai sama kuda -kuda prajurit...."

__ADS_1


"nggak waktu ngigaunya benar memang tapi kuarahkan kakang di tempat yang istimewa....hhhaa....hha...hha...daripada kakang tidur kedinginan katanya pengen di carikan tempat yang hangat.....bantalan tai kuda.......hha....ha...ha...."sontak saja mereka semua tertawa tanpa henti. kecuali Raden Wilmuka. ..mukanya sampai merah karena malu.


"nggak hanya itu uwak seta juga dikerjai....orang tua kamu kerjai juga....waktu capek capeknya pas tidur besok paginya pelana kudanya hilang.....trus katanya pantatnya sakit...gara gara naik kuda. tanpa pelana......"


"memang hilang pelananya. ...."


"enggak, waktu berangkat diantara kita pelana kamu yang rusak. ...pijakannya hilang satu. ....terus kamu titipkan salah satu prajurit. ....ngaku. kamu.... !! kamu yang memakai pelana uwak seta kan? .... "


"enggak.....yeei....."jawab samba sambil mencibir


"lha teruss......"


"uwak seta itu kadang pikun....liat aja rambutnya uban semua....lha pelananya uwak Seta ketinggalan di pasukan sebelah....lah...aku yang disuruh naruh di dekatnya pelananya uwak Kakrasana...."

__ADS_1


"lah terus kenapa nggak kamu bawakan.?..."


"lah udah setengah jalan ingatnya, iya aku lupaaa....."jawab Raden Samba ngeles bikin tertawa terbahak -bahak.


__ADS_2