Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija (Sang Yadawa Terakhir)
Batara Baruna dan Wisanggeni


__ADS_3

Kisiknarmada sebuah kota kerajaan maju di


pathala laut dan muara.dihuni oleh banyak ikan, hewan melata yang bisa hidup di dua alam, dan hewan air lainnya beserta jutaan makhluk Siluman air yang dipimpin oleh seorang Dewa yang bernama Batara Baruna dan mempunyai seorang perdana menteri sekaligus juga adiknya yaitu Batara Rekatatama. meski sebuah negara yang tidak tersinari oleh matahari. tapi menjadi kota indah nan mempesona.


tapi disana sedang kedatangan tamu khusus Batara Brahma. Batara berwujud kakek tua tapi masih berbadan tegap berkepala empat bertangan empat setiap tangannya memegang benda tangan kanan pertamanya memegang japamala, tangan kanan kedua memegang teratai, tangan kiri pertama memegang kendil dan yang keempat memegang gulungan kitab.Batara yang dijuluki juga Sang Agni memasuki kisiknarmada menaiki tunggangannya yang berupa angsa sakti.


angsa sakti yang bernama Hamsa awatara. mereka berdua memasuki kayangan kisiknarmada. disambut ribuan Yaksa dewa kuwera disetiap pintu -pintu istananya. setelah tiba di pintu utama Seorang Batara yang mempunyai capit kepiting di punggungnya menyambutnya. dia adalah Batara Rekatatama adik dari Sanghyang Baruna.


"Salam kanda Brahma......"sapa Sanghyang Rekatatama.


"Salam. .....adi Rekatatama...."jawab muka sebelah kiri Sang Dewa.


"apakah cucuku Wisanggeni....pernah menemui eyang Barunanya....?"

__ADS_1


"Cah bagus. ..dia sering kemari Kanda..."kata Sang Rekatatama mempersilahkan masuk Sang Brahma.


"Beberapa bulan yang lalu dia memintaku untuk menyelamatkan cucu kita yang lainnya...."


"oh...iya kanda maksudnya putra dari adi Wisnu.....yang berwujud Sri khrisna....?"


"iya....Raden Sitija......"


Sang Dewa Brahma pun menganggukkan kepalanya sambil duduk di kursi senopati di sebelah singgasana.


Tidak lama kemudian terlihat sosok Dewa lain muncul berperawakan setengah baya tapi kulit tubuhnya bersisik seperti ikan dengan membawa jaring yang berupa senjatanya yang bernama Barunastra dia adalah Dewa penguasa air yang bernama Sanghyang Baruna.kakek dari Raden Antasena.


"Salam Kanda Brahma...."sapa Sanghyang Baruna pada Batara Brahma.

__ADS_1


"Aku diminta kemari oleh cucuku yang tentunya juga cucumu juga adi....Wisanggeni ? "


"ohhhh.....bocah bagus.....hha....hha....hha....iya. ...iya Kanda........"kata Sanghyang Baruna sambil Tertawa.


"Mari Kanda Brahma.....ikutlah denganku..."kata SangHyang Baruna merangkul pundak Batara Brahma menuju ke suatu tempat. seperti ada sebuah gunung di dasar laut. ..


"apakah Kanda sudah siap....."Tanya SangHyang Baruna


Batara Brahma mengangguk.


"sebentar lagi Raden Sitija akan mengarah ke tempat ini Kanda "


lalu Sang Hyang Baruna segera memutar jaring barunastra pelan tiba tiba terjadi pusaran air di putaran -putaran jaring barunastra. ketika Sang Hyang Baruna semakin memutar kencang pusaran air itu bertambah lebar dan melebar semakin membesar semakin.......membesar dan membesar. .....lalu Sang Batara Brahma menaruhkan kendil dibawahnya. dari langit terlihat gumpalan awan hitam. ...yang menyelimuti langit. Dewa indra yang melihat pusaran itu menghantamkan petir kearahnya berkali -kali sehingga tercipta badai diatas pusaran air raksasa. Batara Guru memecah dirinya menjadi Rudra yang menari -nari sambil menjulurkan lidahnya. sehingga tercipta angin ****** beliung disekeliling pusaran.

__ADS_1


__ADS_2