
Pagi Memasuki kamar Hotel Natasha Membuka matanya pelan -pelan. Natasha Sedikit Terkejut Melihat Sang Ayah Sudah Berdiri di hadapannya.
"PAPA…!"Natasha tersenyum Seraya Turun dari arah ranjang lalu Menubruk tubuh Sang Ayah sembari Merangkulnya. Sang Jendral Tersenyum kearah Putri semata wayangnya sambil Mengelus -elus Rambut Merah Sang Putri. Lalu Mereka Berbicara dengan Bahasa Asalnya. Pancatyana yang Kecapekan sambil terlentang terdengar Tidur Mendengkur. Letda Aris segera Berdiri Beserta Dua Ajudan Sang Jendral.
"Pancatyana…!,kemarin Saya Bersama Bhoma,Mana Bhoma…,Pergi kemana Dia?"tanya Natasha heran.
"Dari Kemarin Saya hanya Tahu, Dia yang menjaga Letnan Natasha…?"kata Letda Aris.
"Lalu Bagaimana dengan Misi nya…?,Bukankah nanti malam mau Berjalan…?"tanya Natasha.
"Misi itu Sudah selesai tadi Pagi, Nona Natasha…"Kata Pancatyana Dia Terjaga lalu Duduk di Sofa. Sambil Menggerakkan Lehernya kearah Kiri dan kanan. Lalu Mengusap -usapnya Seraya Tersenyum kearah Natasha.
"Lalu Bagaimana dengan Jendral Alexei dan Letnan Andrey…?"tanya Natasha Kearah Pancatyana.
"Mereka Berdua Sedang Menuju kearah Jakarta Mengabari kearah Nona Ivana dan Brigjend Andrey Orlov.Lalu Mereka semua akan Kembali kearah Negara Nona…"jawab Pancatyana.
"Terus…,Bagaimana dengan Aku…?"Tanya Natasha kemudian dia Berlari kecil kearah Sang Ayah. Lalu Mereka seperti Beradu Argument dalam Bahasa Asalnya. Tetapi Raut Muka Sang Ayah tetap tenang dan selalu tersenyum.Ketika menjawab dan Mendengarkan Nada Tinggi Putrinya.Sampai Akhirnya Sang Putri menangis di dekapan Sang Ayah.
Sang Ayah Menggandeng tangan Sang Putri lalu mengajaknya Duduk disebelah Pancatyana. Sang Jendral mengambil Posisi tempat duduk disebelah Letda Aris. Kemudian Sang Jendral Berbicara dalam Bahasa Russia dan Letda Aris Mengartikannya.
"Begini Masalahnya, kata Pak Jendral Nikolai selaku Ayah dari Nona Letnan Natasha…,Saudara Pancatyana,Kira-kira Apakah Saudara Pancatyana Mau Mempersunting Putri dari Jendral Nikolai tanpa ada Paksaan dari Siapapun…?" kata Letda Aris.
"Maksudnya Saya Menikah dengan Nona Cantik ini…?,Sungguhan…?!"tanya Pancatyana heran.
"Sebab Begini Nona Natasha Ingin Menjadi Salah satu Istri dari Kalian Berenam...,Hanya salah satunya…,Paham…,Saudara Pancatyana…?"Kata Letda Aris Menterjemahkan Pembicaraan Jendral Nikolai.
__ADS_1
"Iya Pak…,Saya Paham…,Masalah ini Sudah diceritakan Sama Bapak Pimpinan Suta...,Tapi Masalahnya Saya juga ingin Bertanya pada Nona…?Atas dasar Apa Nona Mau Menikah dengan Saya…?,Untuk Sementara Saya Masih Miskin, Saya Orang yang tidak Punya apa -apa, Rambut Saya Gondrong, Muka juga pas -pasan, Ganteng Sedikit Jeleknya banyak, Ngopi Kemarin Aja Di depan jalan Utang belum bayar …,Mau Merokok beli Eceran. Itu pun Sebatang, Kalo bokek, Pas Ada Biaya Beli Sebungkus. Trus Apa Mau Kalau Perempuan Cantik Seperti Nona, Saya ajak Hidup seperti Gelandangan. Mirip lagunya Bang Haji...,Rhoma, Terus Namamu Kuubah Menjadi ANI …SUNGGUH TER-LA-LU…!"Kata Pancatyana Sambil Melirik Kearah Natasha dengan Memegang Janggutnya Sambil Mengernyitkan sebelah Matanya. Kontan Membuat Letda Aris Tertawa terpingkal -pingkal. Lalu Letda Aris Berbisik kearah Sang Jendral. Tak Ayal Jendral Nikolai juga tertawa juga diikuti Dua Ajudannya. Natasha yang Tadinya Bersedih akhirnya Juga Tertawa sambil menutup mulutnya seraya menyeka airmatanya.
"Pada Akhirnya Nanti Pas Aku ngasih uang belanja kurang,Trus Namaku Kau Ubah menjadi Rhoma, Nona pasti Bilang sambil berteriak sambil menangis sampai didengar tetangga sebelah rumah lalu memegangi pipi Nona seraya ******* -***** rambut sambil bilang 'TIDAK…RHOMA,TIDAK…RHOMA,TIDAAAKK…!',Mau tak ajak Hidup begitu…?,Nona Cantik…?"tanya Pancatyana kearah Natasha sambil memasang muka polos.Membuat Natasha menggeleng-gelengkan kepala, Tapi tiba-tiba Letnan Natasha mengangguk anggukkan kepala dan Semakin tertawa terpingkal -pingkal sambil menutupi mulutnya.Begitu juga Letda Aris, Jendral Nikolai dan Kedua ajudannya.
"Sebetulnya Nona Natasha Mencari Suami yang bisa menjadi contoh yang baik bagi Putra-putrinya kelak...,"kata Letda Aris mengartikan Perkataan Letnan Natasha kearah Ayahnya kepada Pancatyana. Sang Ayah Mencermati setiap Perkataan Sang Putri dengan selalu tersenyum dan mengangguk -anggukkan kepala.
"Anda Berenam Mempunyai Sesuatu Yang memang Diharapkan Oleh Dia,Nona Natasha…,Karena Nona Natasha Merasa Kalian berenam Bisa Mengunggulinya dalam banyak Hal...,Dia, Nona Natasha Ingin Belajar Lebih banyak Tentang Hidup sebagai Seorang Ibu dan menjadi Istri yang baik, diantara salah satu dari Anda berenam , Saudara Pancatyana…"Jelas Letda Aris kembali Mengartikan Perkataan Letnan Natasha.Saya Sependapat mungkin dengan Nona Natasha dan Sang Ayah Jendral Nikolai Seperti mengandalkan Pepatah Orang Jawa Pak …?!"Kata Pancatyana.
"Teruskan…Saudara Pancatyana…!,Saya akan menterjemahkannya kepada Pak Jendral Nikolai…!"jawab Letda Aris tersenyum seraya melapangkan Telapak tangan kanannya kearah Pancatyana.
"Dalam masalah mencari menantu.Orang jawa selalu Menerapkan Istilah Bobot(Tanggung jawab), Bibit (Keturunan)dan Bebet (Mencari dan Memberi Nafkah). Seperti yang Pak Jendral Nikolai terapkan dalam Menyeleksi Calon Suami Bagi Putrinya. Ada Pepatah jawa yang menyatakan 'Trisno jalaran soko Kulino'.Yang artinya Ketika Seorang lelaki Menikah dengan Seorang Wanita. Dan Ketika Mereka Membina Rumah tangga Maka Cinta itu Akan Tumbuh karena Kebiasaan Mereka dalam Membina keutuhan Rumah Tangga Tersebut.Satu hal yang Saya suka dari Nona Natasha...,Memang Sosok Wanita itu tidak hanya melihat Lelaki hanya dari Penampilan Fisiknya saja,Entah Dia terlihat Tampan, Banyak Uang Atau Kaya. Kaya Harta Dalam Bentuk Dunia Tidak Bisa Menjamin Seseorang Akan Hidup Bahagia.Dunia sanggup dan Bisa mencukupi Kebutuhan Manusia, Tapi Dunia Tidak Bisa sanggup Memenuhi Kerakusan Manusia kata Mahatma Gandhi…?,Betul kan…?,Karena itu hanya sebatas Pandangan Nafsu Mata fana Kita saja.Karena Tampilan Seseorang sekarang ini Banyak yang Menipu…!,Anda,Nona Natasha Melihat Seseorang dari Bentuk Sikapnya.Anda,Nona Cantik Melihat Kelebihan Calon Pasangan Itu memang Penting,Anda Ingin Menggunakan Kelebihan Pasangan Anda untuk menutupi Segala kekurangan yang Anda Miliki,Maka Pasangan Anda pun Juga akan Berusaha Seperti Yang Anda Inginkan, Itu adalah Rasa Saling Percaya, Rasa saling kasih mengasihi, Rasa Saling mencintai dan Rasa Saling Mengerti antara Suami dengan Sang Istri.Begitupun sebaliknya kan? Nona Cantik…?Karena Wanita Seperti Anda sangat jarang Ditemukan...,Ada lagi Pepatah Jika Perempuan itu Baik (Perilakunya)maka Jayalah Negara (Rumah tangga),Jika Perempuan itu Buruk (Perilakunya)maka Runtuhlah Negara(Rumah tangga),Kata Bapak Proklamator Indonesia I.r. Soekarno.Benar kan…?Letda Aris…?,Baiklah Hari Ini Saya akan Melamar Anda,Menjadi Bagian dari Hidup Saya,Berikan Tanganmu Nona Cantik…"kata Pancatyana. mau Memegang tangan Natasha. Lalu mau merangkul Putri Sang Jendral.
"Ehh…,Sebentar toh ya,Saudara Pancatyana.Nyosor langsung aja…,!,Sabar…,Sabar…,!"Tiba-tiba kata Letda Aris.
"Loh, kenapa Pak…?"tanya Pancatyana Heran kearah Letda Aris.Membuat Jendral Nikolai tertawa terpingkal -pingkal. Natasha menunduk sambil tersenyum pun jadi bersemu merah mukanya tersipu menahan malu.
"Loh…,Gimana Ini Pak…?"Tanya Pancatyana heran.Letnan Natasha mengangguk anggukkan kepala dan Semakin tertawa terpingkal -pingkal sambil menutupi mulutnya.Letda Aris membuat Gerakan seperti Bertepuk Tangan. Akhirnya Pancatyana tersenyum Mengerti sambil mengangguk -anggukkan kepala.
"Maksudnya Geser Agak Berjauhan sebentar…,Lha Seperti itu dulu,Tahan…!,"Lalu Letda Aris Berbisik kearah Sang Jendral. Sang Jendral tersenyum kemudian berbisik kearah Letda Aris lalu Duduk Ditengah keduanya.
"Kata Pak Jendral, Saudara Pancatyana Bandelnya, Mengingatkan Dia Waktu Mau Meminang Ibunda Letnan Natasha...,Dulu "kata Letda Aris.Membuat Semua Tertawa. kecuali Pancatyana tetap cengengesan dengan muka polosnya sambil menggaruk -garuk rambutnya. Jendral Nikolai Tersenyum kearah Mereka Berdua. Lalu Mengeluarkan Sesuatu dari Dalam Kedua Kantong Celananya. Lalu Membagikannya kearah Putrinya dan Pancatyana. Pancatyana Menerima Pemberian Sang Jendral. Ternyata kotak Kecil Berisi Cincin Pertunangan. Lalu Sang Jendral Berbicara dan Diartikan oleh Letda Aris.
"Cincin Yang anda Pegang Berdua Itu adalah Hadiah dari Ayah Nona Natasha.Pak Nikolai Ingin Kalian Segera Bertukar Cincin Itu Sekarang.Dan sebulan lagi Kalian berdua Segera melangsungkan Acara Pernikahan Itu Kata Pak Jendral.Masalah KewargaNegaraan Nona Natasha nanti Akan Diurus Oleh Sang Ayah …,Sebab Otomatis Seorang Istri Harus Mengikuti Suami. Juga Masalah Pengunduran Diri Nona Natasha akan Diselesaikan Hari Ini …,Pak Jendral Juga Akan Menunggui Sang Putri Disini Sampai Seminggu. Setelah Itu Nona Natasha untuk Sementara Akan Dititipkan Di Bibi dan Pamannya Di Jakarta, Sambil Menunggu Ibunda Nona Natasha Datang Menghadiri Pesta Pernikahan Putrinya …,Kalau Anda Berkenan Jadi Suami Nona Natasha, Sebentar Lagi Pak Pimpinan Akan Saya Beritahu, Seminggu Sebelum Hari-H Dilaksanakan Ijin Cuti Anda akan Turun …,Saudara Pancatyana "kata Letda Aris.
"Siap…Pak…,Saya Bersedia …,Tapi Masalah Cincin Emas Nggak Utang Ini Pak…!,Asli…?!"tanya Pancatyana kearah Letda Aris.Letda Aris Tertawa Kembali.
__ADS_1
"Iya, Utang Bayarnya Nyicil Bulanan…!,Itukan Pemilik Bank Cicilannya…,Kelak.Punya Saudara Pancatyana…,Sama Seperti Saya Dirumah…Ha…Ha…Ha…!,Malah tambah Kreditan Yang satu Barangnya Mirip Saya Baru Empat Tahun, Satu Mirip Pemilik Banknya, Baru Satu setengah Tahun…Ha…Ha…Ha…"kata Letda Aris sambil Menunjuk kearah Natasha. Lalu Letda Aris Mengartikan Ucapannya dan Pertanyaan Lucu Pancatyana Kearah Jendral Nikolai dan Dua Ajudannya. Sontak Mereka Bertiga pun Tertawa.
Tiba -tiba Ada Suara Bergetar Disaku Letda Aris. Letda Aris Meminta Waktu Sebentar kearah Belakang.
"Halo …Letnan Aris…,Ini Deni…!"Kata Suara Diujung Sana.
"Siap Komandan,Ada Apa Ndan…?"tanya Letda Aris Kearah Suara yang Ternyata Adalah Kapten Deni.
"Sampaikan Terima kasih Saya Kearah Saudara Pancatyana. Karena Kemarin Malam Dia Telah Membantu Team Kita dalam Menyelamatkan Lettu Dyah…,dan Ratusan Wanita yang Menjadi Sandera di Kontainer…,Ris…!"
"Loh…,Permisi Komandan.Saya ini Sama Ajudannya Jendral Nikolai Kemarin diberi mandat supaya men jaga Saudara Pancatyana Ndan…!,Komandan Jangan Bergurau…,!.Saya dan Ajudan Jendral Nikolai saja Kemarin Pesan Kopi Di Hotel ini.Itupun Yang Membawa Pramusajinya…,Ndan,Sungguh…,Saudara Pancatyana Pulas Tertidur Di Sofa …Ndan,Ini Tadi Saja Barusan Dia Bangun…!"
"Loh…Ris,Kemarin Itu Pancatyana Menghentikan Rombongan Team Saya.Dia Meminta Team Saya Buat Mematikan Sirine Ketika Arah Kita Hampir Melihat Kontainer dan Mobil Pengawal Tersangka Igor.Banyak Saksinya Bahkan Dia sempat Ngobrol sama Dokter Astrid,Saya dan Nadia…,Sungguh Ris…!"
Letda Aris Melihat heran Kearah Pancatyana Seraya Mengernyitkan Alisnya. Lalu Dia Menggeleng -gelengkan Kepala.
"Sebentar Ris …,Aku Kirim Fotonya Kearah Telepon Kamu…,Kemarin Ada Anak Buahku Yang Mengambil Gambarnya …,Dan waktu Dia Ngobrol Dengan Kita …,Kalau Begitu Salam Saja Buat Nona Natasha Dan Keluarganya.Dan Juga pada Saudara Pancatyana…,Nanti Saja Masalah Ini Kita Bahas Di Jakarta…" Kata Kapten Deni mengakhiri Pembicaraan.
"Siap Ndan…!"Seru Letda Aris.
Tak Berselang Lama Terdengar Bunyi Suara Pesan Di Telepon Letda Aris. Letda Aris Segera Membukanya. Suara yang Berasal Ternyata Di dalam Layar Telepon Genggam Letda Aris.Letda Aris Terperanjat ketika Melihat Photo Pancatyana sedang Mengobrol Bersama Kapten Deni, Dokter Astrid dan Letda Nadia. Tiba -tiba Ada Tangan Meraih Pundak Letda Aris. Dengan Sigap Letda Aris Memasukkan Telepon Genggam kedalam Saku Celananya.
"Eh…,Pak Aris Ada apa…?"tanya Seseorang yang Memegang Pundaknya yang Ternyata Adalah Pancatyana. Letda Aris tersenyum Kearah Pancatyana sambil Menggeleng -gelengkan Kepala.
"Tidak Ada Apa-apa Saudara Pancatyana. Ayo Kita Lanjutkan Lagi Acaranya…"Kata Letda Aris sambil Melapangkan Telapak tangan kearah Pancatyana.
__ADS_1
Pancatyana Mengangguk kearah Letda Aris dan Tersenyum.