Legenda Kegalapan

Legenda Kegalapan
Ch 1-Kaisar Kegelapan


__ADS_3

Disebuah alam yang memiliki aura mencekam disertai energi Kegelapan yang kuat nampak berdiri kokoh sebuah kastil megan nan mewah serta di hiasi ornamen ornamen kepala Naga di setiap sisinya.


Ribuan Kultivator yang terdiri dari puluhan pasukan mengelilingi kastil tersebut dari empat penjuru mata angin.


"Hei Kaisar Kegelapan keluarlah dan temui ajalmu hari ini!." Seorang Pria yang mengenakan pakaian perang lengkap berteriak keras serta mengacungkan Pedangnya ke arah Kastil tersebut. Pria tersebut merupakan Panglima Perang yang memimpin seluruh pasukan ini.


Sementara itu di dalam kastil tersebut nampak seorang pria yang dari penampilannya terlihat seperti pria 30 tahunan ke bawah tetapi sebenarnya usianya jauh lebih daripada itu. Pria itu memiliki aura tegas dan menakutkan, pria itu di kenal dengan nama Kaisar Kegelapan.


Kaisar Kegelapan duduk di tahtanya yang berhiaskan kepala naga pada setiap sisinya membuat kesan sangat megah, ia nampak acuh tak acuh dengan kehadiran ribuan orang yang terdiri dari puluhan pasukan sedang mengepung Kastil Kegelapan nya.


"Salam Yang Mulia Kaisar Kegelapan," Sapa seorang pemuda sembari memberi hormat, ia adalah murid langsung atau satu-satunya murid sang Kaisar Kegelapan.


"Musuh berjumlah seratus ribu orang yang terdiri dari seribu pasukan dan empat pasukan utama yang mengepung Kastil Kegelapan kita dari arah Timur, Selatan, Barat dan Utara," Lanjut pemuda tersebut memaparkan pasukan musuh dengan akurat.


Kaisar Kegelapan mendengus dingin mendengarkan laporan pemuda tersebut, karena bagiannya menghadapi ratusan ribu Kultivator bukanlah masalah besar, dia dapat membinasakan mereka semua tanpa harus melakukan banyak usaha.


"Mereka hanyalah sekumpulan semut yang tak tahu diri, Sapalah mereka," tanggap Kaisar Kegelapan dingin.


"Baik Yang Mulia Kaisar Kegelapan," Balas pemuda tersebut lalu memberikan hormat dan meninggalkan ruangan tahta Kaisar Kegelapan.


Diluar, Panglima Perang kembali angkat suara setelah melihat seorang pemuda keluar dari Kastil Kegelapan tersebut, "Hei, dimana si brengsek itu?" sembari melempar beberapa serangan ke arah pemuda itu.


Pemuda tersebut menarik pedangnya dan dengan mudah menghalau semua serangan dari Panglima Perang, "Cukup aku untuk menghadapi kalian tua bangka seperti dirimu," balasnya menatap Panglima Perang dengan senyum meremehkan.


Panglima Perang tersenyum getir karena ia mengakui bahwa murid satu-satunya Kaisar Kegelapan itu cukup untuk menghadapi dirinya, jika mereka berduel ia yakin akan sulit keluar sebagai pemenang.


Namun yang membuat Panglima Perang berani mengambil keputusan perang ini karena seluruh entitas terkuat di seluruh daratan ini setuju untuk bekerja sama memusnahkan Sang Kaisar Kegelapan apalagi beredar rumor bahwa Kaisar Kegelapan sedang mengalami luka parah setelah duelnya melawan entitas terkuat setelah Kaisar Kegelapan itu sendiri.


Entitas tersebut dikenal dengan julukan Kaisar Suci yang merupakan Kultivator terkuat kedua di seluruh dataran ini, meskipun pada akhirnya Kaisar Suci lenyap di tangan Kaisar Kegelapan Panglima Perang yakin setidaknya Kaisar Kegelapan mendapat luka parah setelah duel tersebut.


Sebelum bentrok antara puluhan pasukan dan murid Kaisar Kegelapan terjadi, sang Kaisar keluar dari Kastilnya dan seketika itu seluruh pasukan musuh di paksa gemetaran bahkan ada yang sampai pingsan karena tekanan aura dari Kultivator terkuat Kaisar Kegelapan.


Panglima Perang dibantu oleh semua petinggi yang ada mengeluarkan aura mereka serentak untuk menekan aura kuat milik Kaisar Kegelapan.


"Kaisar Kegelapan, menyeralah!" Ucap Panglima Perang tanpa basa basi.


Kaisar Kegelapan tidak menjawab, ia memberi respon dengan senyuman mengejek ke arah Panglima Perang sebelum malakukan segel tangan, "Bangkitlah, Pasukan Nerakaku."


Sesaat setelah Kaisar Kegelapan menyelesaikannya mantranya seluruh area di dataran tersebut mengalami gempa bumi kecil dan sesaat kemudian ratusan ribu siluman keluar dari dalam tanah bersiap untuk bertempur, pasukan siluman tersebut mengeluarkan aura kegelapan yang mencekam dari tubuh mereka dan yang terpenting jumlah mereka tujuh kali lipat lebih banyak dari pasukan musuh dan hal ini membuat seluruh pasukan Panglima Perang tercengang.

__ADS_1


"Tenanglah kalian adalah pasukan terlatih, bersikap tanggulah," Panglima Perang memberi dukungan moril pada pasukannya, " Angkat senjata kalian dan bertarunglah sampai titik darah penghabisan," Lanjutnya dengan suara yang penuh wibawa sembari mengeluarkan senjatanya yaitu dua buah gada berukir kepala Naga kontraks dengan penampilannya.


"Pasukan ku serbuuu!" Teriak Panglima Perang dan dia juga langsung menyerbu ke arah Kaisar Kegelapan.


Panglima Perang menerjang dengan sekuat tenaga ke arah Kaisar Kegelapan, gerakannya sangat cepat dan lincah mengayunkan dua gada yang berat. Setiap serangan yang di lakukanlah Panglima Perang memiliki tenaga yang sangat besar bahkan bisa meruntuhkan satu gunung dengan sekali pukul.


Kaisar Kegelapan menghindari ayunan-ayunan gada Panglima Perang tanya kesulitan yang berarti dia bahkan belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.


"Jangan hanya mengelak dan hadapi diriku," Panglima Perang frustasi karena semua serangan-serangannua hanya memukul udara kosong tidak mengenai targetnya.


Kaisar Kegelapan mendengus dingin sebelum melayang satu tendangan biasa namun dengan kecepatan yang tak bisa di ikuti Panglima Perang membuat pria tersebut terpental menghantam tanah dan membuat kawah besar dan dalam.


Panglima Perang menyeka darah yang keluar dari tepi bibirnya sebelum empat orang Kultivator Pedang tiba-tiba berdiri di samping kiri dan kanannya.


Empat orang itu memiliki kekuatan yang hanya sedikit di bawah Panglima Pedang mereka adalah empat Jendral utama yang memimpin pasukan dari empat arah mata angin.


Panglima Perang dan empat Jendral tersebut menyerang Kaisar Kegelapan secara bersama-sama, gerakan kelimanya begitu terkoordinasi mereka saling melengkapi dan menutupi kelemahan masing-masing namun kombinasi ke-empat nya sepertinya belum bisa memaksa Kaisar Kegelapan untuk mundur bahkan satu incipun.


"Sial! Siluman-siluman ini sangat kuat dan tidak ada habisnya!" Ujar salah satu prajurit kewalahan.


"Mari bertahan dan menunggu bantuan dari Panglima Perang," Balas prajurit lainnya.


"Haih! Sepertinya kita akan mati! " Timpal prajurit dengan putus asa.


Kondisi seluruh pasukan pun tidak begitu berbeda dari kelimanya, mereka begitu kerepotan dengan pasukan neraka yang begitu tangguh apalagi ketika pasukan neraka berhasil dikalahkan maka mereka akan bangkit lagi. Pelan tapi pasti jumlah pasukan Panglima Perang berkurang secara signifikan.


"Kita tidak punya banyak waktu lagi, mari pertaruhkan segala yang kita punya," Ucap Panglima Perang penuh tekad.


"Sekarang atau tidak selamanya," Sahut keempat Jendral secara bersamaan yang dibalas anggukan Panglima Perang.


Kelimanya membakar esensi kehidupannya membuat kekuatan mereka meningkat dua kali lipat dalam batas waktu tertentu karena jika di gunakan terlalu berlebihan teknik memkar esensi kehidupan ini bisa membuat penggunanya mati mengering karena kehabisan energi kehidupan.


Kelimanya kembali menyerang Kaisar Kegelapan dengan segenap jiwa kombinasi luar biasa dari kelimanya kali ini dapat membuat Kaisar Kegelapan sedikit goyah.


Kaisar Kegelapan membuat ledakan energi di tubuhnya membuat Panglima Perang dan empat Jendral kembali terhepas 10 langka.


Kaisar Kegelapan memberikan sebilah pedang dari energi Kegelapannya, Kaisar Kegelapan mengangkat pedang energi tersebut dan mengayunkannya dengan santai kedepan namun seketika itu energi Kegelapan yang begitu besar melesat dengan kecepatan yang begitu tinggi dan menghancurkan semua yang di lewatinya membuat banyak pasukan yang mati dari kedua belah pihak.


Panglima Perang dan empat Jendral bernafas lega karena berhasil mengindari tebasan energi itu tepat waktu.

__ADS_1


Mereka berlima tersenyum masam memandang Kaisar Kegelapan mereka semua yakin sang Kaisar belum mengeluarkan segenep kemapuannya.


"Sial apa rumor kalau dia sedang mengalami luka berat itu tidak benar!?" Umpat Panglima Perang mengumpati kebodohannya sendiri dan mulai merasa menyesal menantang Kaisar Kegelapan begitu juga empat Jendral tersebut.


Uhukh!


Kelimanya belum sempat mencerna situasi ketika Kaisar Kegelapan secara tiba-tiba memudahkan seteguk darah segar.


Panglima Perang mengerutkan keningnya, " Ada apa!? Apa mungkin itu karena luka dalamnya!?" Panglima Perang menganalisa, dia dan empat Jendral menarik kesimpulan yang sama.


"Ayo manfaatkan kesempatan ini untuk menghabisinya!" Ucap Panglima Perang dengan penuh semangat karena kembali menemukan harapan untuk menghabisi Kaisar Kegelapan.


Panglima Perang dan empat Jendral mengeluarkan menggunakan jurus terhebat mereka, pelan tapi tapi pasti kelimanya memukul mundur Kaisar Kegelapan.


Kaisar Kegelapan terbang mengambil jarak dari kelimanya "Racun," Ucap Kaisar Kegelapan dan kembali memuntahkan seteguk darah segar.


Panglima Perang dan empat Jendral mengerutkan keningnya mendengar ucapan Kaisar Kegelapan, "Apa maksdunya dengan racun?" Panglima Perang memandang empat Jendral yang juga sama kebingungannya.


Namun Panglima Perang dan Kelima Jendral tidak memilih tidak memikirkan itu lebih jauh karena prioritas utama mereka untuk saat ini menghabisi Kaisar Kegelapan selagi mereka bisa.


Panglima Perang dan empat Jendral memasang kuda-kuda bela dirinya bersiap memberikan serangan kembali pada Kaisar Kegelapan yang sedang melemah sebelum sebuah suara membuat kelimanya tersetak.


"Yang Mulia Kaisar Kegelapan sudah saatnya anda beristirahat dengan tenang!" Pemuda yang tidak lain murid Kaisar Kegelapan tiba-tiba muncul dan memberi hormat.


Kaisar Kegelapan hanya menatap dingin muridnya itu, "Kalian berlima," Kaisar Kegelapan mengalihkan pandangannya pada Panglima Perang, "Lakukanlah dengan cepat," Lanjutnya dengan suara lemas.


Butuh beberapa saat bagi Panglima Perang untuk mencerna apa yang terjadi namun pada akhirnya dia paham bahwa yang terjatuh pada Kaisar Kegelapan bukan karena luka dalamnya tetapi dia diracuni oleh murid satu-satunya tersebut.


"Yang Mulia maafkan aku! Ini semua terjadi karena yang Mulia sendiri," Ucap murid Kaisar Kegelapan sebelum menghilang dari pandangan semua orang.


Panglima Perang mendekati Kaisar Kegelapan yang sudah kesulitan bahkan untuk berdiri. Panglima Perang mengeluarkan sebilah pedang lalu memberikan hormat pada Kaisar Kegelapan sebelum menusuk jantungnya.


"Bahkan ketika sudah menemu ajalnya ia masih bisa berdiri tegak! Benar-benar Kultivator terkuat."


...***...


...Support Legenda Kegelapan dengan memberikan dukungan dalam bentuk Like, Komen, Gift dan Vote sebanyak-banyaknya. ...


...Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!!! ...

__ADS_1


__ADS_2