Legenda Kegalapan

Legenda Kegalapan
Ch 5-Pulang


__ADS_3

Xiao Lan begitu kesal ketika pertandingannya di ganggu oleh seseatu yang tidak diketahui, wanita cantik itu mendengus kesal sebelum berlari menuju gerbang utama Klan Xiao-nya.


Dari kejauhan Xiao Lan mengerutkan dahi ketika mendapati sesorang pemuda menggunakan pakaian compang-camping dan wajah gosong sedang berdebat dengan dua penjaga gerbang Klan Xiao, wanita itu langsung melesat dan melepar serangan kejutan ke arah pemuda tersebut.


Xiao Zhang tiba-tiba merasakan sesuatu menyerang ke arahnya dengan cepat, pemuda itu kemudian melompat dengan cepat berkat insting tajamnya. Benar saja sesaat kemudian tempat di mana Xiao Zhang berpijak sebelumnya meledak akibat serangan tiba-tiba dari Xiao Lan.


Dalam satu tarikan nafas kemudian Xiao Lan telan berdiri di hadapan Xiao Zhang dan dua penjaga gerbang dengan tatapan jijik disertai senyum merendahkan ke arah Xiao Zhang, "Mengapa pengemis seperti ini bisa mengacau di Klan Xiao-ku!?" Ucap gadis itu memarahi dua penjaga gerbang.


Dua penjaga gerbang memberikan hormat pada Xiao Lan dan ingin menjelaskan kronologi yang terjadi sebelumnya pada Nona Mudanya ketika di kagetkan dengan Xiao Zhang yang dengan santai melewati mereka dan hendak masuk ke dalam Klan Xiao.


Sontak saja hal ini membuat Xiao Lan meledak, tanpa aba-aba gadis itu mengayunkan pedang ke arah Xiao Zhang ingin membunuh pemuda itu tanpa tau siapa pemuda itu sebenarnya.


Xiao Zhang merasakan niat membunuh ingin segera menghindar namun ia sudah tak punya waktu untuk itu, pemuda itu akhirnya menarik pedangnya dan menangkis serangan Xiao Lan.


"Tunggu..." Teriak Xiao Zhang, "Ini aku adik Lan," Sambung pemuda itu seraya mengangkat kedua tangannya.


Xiao Lan tak menghiraukan teriakan pemuda yang mengaku sebagai kakaknya itu, ketika gadis itu kembali ingin menyerang suara Xiao Yuan menghentikannya. Xiao Yuan datang bersama Xiao Yun dan diikuti oleh murid-murid Klan Xiao yang sebelumnya meramaikan latih tanding.


Xiao Zhang belum sempat bereaksi ketika Xiao Yun tiba-tiba berlari ke arahnya. Xiao Zhang tersenyum dan merentangkan kedua tangannya merasa akan di peluk oleh ibunya itu namun hal yang di tunggu tak kunjung datang yang ada telinganya di tarik oleh Xiao Yun.


"Dasar anak nakal!" Umpat Xiao Lan sambil menarik telinga anak ke tiganya itu dengan keras membuat dia meringis kesakitan.


"Kau bilang hanya akan pergi setahun tapi nyatanya kau pergi selama lima tahun! Apa kau tidak memikirkan ibumu ini, hah!?" Lanjut Xiao Lan menambah kekuatan pada jewerannya.

__ADS_1


Xiao Zhang hanya meringis kesakitan sebab tak tahu harus merespon seperti apa reuni ini. Sementara itu, Xiao Xuan dan dua saudaranya menatap heran pada ibunya, butuh beberapa saat bagi mereka untuk menyadari bahwa pemuda yang berpenampilan seperti pengemis itu adalah Xiao Zhang.


"Zhang-er, ibu bersyukur kau kembali dengan selamat!" Akhirnya Xiao Lan melepas jewerannya dan segera beralih memeluk Xiao Zhang diikuti dengan air mata yang mengalir.


Xiao Zhang terseyum canggung sebelum membalas pelukan ibunya, pemuda itu merasa kurang nyaman sebab banyak pasang mata sedang menatapnya, ia tidak biasa menjadi pusat perhatian seperti ini.


Xiao Zhang ayah ibu berserta tiga saudaranya segera memasuki kediaman Klan Xiao sementara murid-murid yang lain melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


Setelah membersihkan tubuh dan mengganti pakaian Xiao Zhang segera menuju aula Klan Xiao, sebab Xiao Yuan dan yang lainnya telah menunggu dirinya.


Xiao Zhang memasuki aula Klan Xiao dengan rasa percaya diri yang tinggi, sebab dirinya sadar kalau ia yang paling tampan di Klan Xiao ini dan hanya itu yang bisa ia banggakan.


Xiao Yun dan yang lainnya menatap Xiao Zhang dengan lekat, mereka menyadari banyak hal yang telah berubah dari pemuda itu, terutama tubuhnya yang kekar.


"Zhang-er kelihatannya kamu jauh lebih tinggi dan gagah dari lima tahun yang lalu." Xiao Yun buka suara lebih dulu.


"Tapi tidak ada yang berubah dengan Dantian cacatmu itu," Tambah Xiao Xuan membuat seluruh tatapan mengarah kepadanya.


Xiao Zhang hanya tersenyum cangung menanggapi hal itu, ia berpikir tidak ada yang berubah dari kakak tertuanya itu sejak lima tahun yang lalu, masuk saja ceplas ceplos kalau berbicara.


Sementara itu, Xiao Feng hanya memilih diam, pemuda itu kadang-kadang tersenyum menanggapi lelucon yang di buat saudara-saudarinya.


"Adik Zhang kenapa penampilanmu seperti pengemis tadi?" Akhirnya Xiao Feng buka suara, mungkin sejak tadi ini yang ada di pikirannya, "Dan bagaimana caramu menahan serangan Lan-er sedangkan kau tidak memiliki basis Kultivasi?" Lanjutnya penuh selidik.

__ADS_1


Seluruh tatapan mengarah pada Xiao Feng dan seolah berkata ya benar sebelum beralih menatap Xiao Zhang meminta penjelasan, terutama Xiao Lan yang heran seorang manusia biasa mampu menahan serangan Kultivator Ranah Ahli Bintang Satu sementara dirinya yakin serangannya tadi dapat membunuh Xiao Zhang dengan mudah.


Xiao Zhang tampak kebingungan dengan rentetaan pertanyaan dari Xiao Feng, dirinya bingung harus mulai menjelaskan dari mana.


"Baiklah... " Xiao Zhang mulai bercerita tentang mengapa dirinya bisa berpenampilan seperti pengemis namun Xiao Zhang sedikit berbohong tentang Ranah siluman Harimau Taring Api dan mengatakan kalau siluman tersebut masih bayi dan hanya berada di Ranah Pemula Bintang Lima.


"Sedangkan untuk pertanyaan kedua aku yakin adik Lan-er tidak mengerahkan seluruh kemampuannya," Tutup Xiao Zhang yang langsung di balas anggukan oleh Xiao Lan.


"Jadi dengan kata lain adik Zhang bisa mengalahkan siluman yang setara Kultivator Ranah Pemula Bintang lima!?" Xiao Feng penuh selidik.


Xiao Zhang mengangguk dan mengeluarkan inti siliman Harimau Taring Api yang dulu di bunuhnya di Gunung Bambu yang ranahnya masih Pemula Bintang Lima. Xiao Zhang takut jika mengatakan telah mengalahkan siluman yang memiliki Ranah Praktisi Bintang Lima akan menimbulkan kehebohan.


Melihat inti siluman yang ada di tangan Xiao Zhang ketiga saudaranya membelakan mata tidak percaya sementara Xiao Yuan dan Xiao Yun hanya tersenyum saja.


Xiao Xuan, Xiao Feng dan Xiao Lan sulit percaya seorang manusia biasa mampu mengalahkan siluman yang setara Kultivator Ranah Pemula Bintang Lima hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik saja.


"Baiklah aku sangat lelah setelah menempuh perjalanan panjang, aku akan istirahat saja di kamar," Xiao Zhang segera berdiri dan memeberikan hormat pada semuanya sebelum melangkah menuju kamarnya.


"Tunggu kak Zhang," Xiao Lan tiba-tiba berdiri dan mengghentikan langkah Xiao Zhang, "Kak Zhang telah mengacaukan duel ku tadi jadi aku akan menantang kakak untuk berduel denganku," Lanjut gadis itu dengan sedikit senyum meremehkan.


"Baiklah, tapi besok ya!" Balas Xiao Zhang dengan pasrah sebelum segera melangkah ke dalam kamarnya.


...***...

__ADS_1


......Support Legenda Kegelapan dengan memberikan dukungan dalam bentuk Like, Komen, Gift dan Vote sebanyak-banyaknya. ......


...Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!!! ...


__ADS_2