Legenda Kegalapan

Legenda Kegalapan
Ch 7-Sang Jenius


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dengan cepat setelah latih tanding Xiao Lan melawan Xiao Zhang. Perbincangan tentang hasil latih tanding itu masih menjadi topik panas, beberapa orang yang tidak melihat latih tanding itu secara langsung masih sulit percaya dengan hasilnya.


Selama seminggu terakhir ini banyak yang telah mencoba menantang Xiao Zhang untuk melakukan latih tanding secara resmi bersama mereka sebab ingin merasakan sendiri kemampuan pemuda itu namun hingga detik ini belum ada yang mampu mengalahkan Xiao Zhang.


Hingga saat ini, Xiao Zhang telah berdiri di ranking ke lima Klan Xiao, posisinya meroket dengan cepat karena dirinya hampir setiap jam menerima ajakan latih tanding dari muda-mudi di Klan Xiao, apalagi yang menantangnya sebagian besar dari rangking tinggi.


Xiao Zhang menatap datar pemuda Klan Xiao yang berdiri di hadapannya yang menghunuskan pedang ke arahnya. Xiao Zhang sudah muak dengan semua latih tanding ini sebab tidak ada yang mampu membuat tubuhnya terbakar semangat pertarungan, ia mulai berpikir bahwa muda-mudi di Klan Xiao ini teryata sangat lemah.


"Baiklah selanjutnya," ucap Xiao Zhang setelah merobohkan pemuda yang menjadi lawannya.


Seluruh penonton hening tidak ada lagi yang berani menantang pemuda itu. Dengan kemenangan ini Xiao Zhang telah resmi berdiri di rangking ke empat Klan Xiao.


"Ahhh, akhirnya selesai juga!" Xiao Zhang bernafas lega ketika mendapati tidak ada lagi yang menentangnya untuk latih tanding.


"Kalian semua sangat lemah dan hanya mengandalkan Kultivasi," ucap Xiao Zhang dari atas arena latih tanding membuat semua orang tersenyum kecut, "Fisik kalian lemah dan yang terpenting pedang kalian tak memiliki jiwa, kalian hanya mengayunkannya dengan sembarangan," lanjut Xiao Zhang.


Setelah mengatakan hal tersebut Xiao Zhang turun dari arena latih tanding dan segera menuju ke kamarnya namun baru beberapa langka Xiao Lan menghadang jalannya.


"Kak Zhang maaf tentang hal kemarin dan selama ini yang aku katakan tentang Kak Zhang," Xiao Lan tak menunggu jawaban dari Xiao Zhang, gadis itu segera berbalik dan meninggalkannya.


Xiao Zhang hanya mengerutkan kering melihat tingkah Xiao Lan yang aneh namun memilih untuk tidak memikirkan hal tersebut lebih jauh.


...***...


Hari kembali berlalu dengan begitu cepat, dari hari berganti Minggu Minggu berganti bulan Bulan perlahan perbincangan tentang Xiao Zhang tak lagi banyak lagi di bicarakan dan pemuda itu kini telah menjadi inspirasi bagi setiap muda mudi Klan Xiao untuk menjadi lebih kuat.

__ADS_1


Bulan purnama membawa sinarnya menerangi setiap jengkal Tanah Kultivator. Sinar-sinar yang menembus rindang nya pohon dan refleksi pada air membawa ketenangan bagi setiap yang memandangnya.


Di bawah terpaan sinar rembulan di taman rindang serta kolam buatan yang indah Xiao Zhang terlihat sedang melatih tehnik-tehnik berpedangnya. Pemuda itu dengan penuh konsentrasi merapalkan setiap jurus dengan gerakan mematikan, ayunan pedangnya lincah dan tegas.


Xiao Zhang menyeka keringat yang ada di wajahnya ketika telah menyelesaikan latihannya. Dadanya yang bidang di sertai otot perut membuat setiap wanita yang memandangi akan menelan ludah dengan keras.


"Tak ada waktu untuk istirahat, selanjutnya latihan fisik sebelum tidur." Ketika Xiao Zhang akan melanjutkan latihan fisiknya Xiao Lan muncul dari belakang dan menyebut nama Xiao Zhang.


Memang dalam sebulan terakhir ini hubungan kakak dan adik antara Xiao Zhang dan Xiao Lan membaik bahkan keduanya menjadi lebih dekat dan dalam dua minggu terakhir ini Xiao Lan sering berlatih bersama Xiao Zhang.


"Ya," balas Xiao Zhang singkat seraya menoleh.


Xiao Lan tak segera menghampiri kakaknya tersebut, gadis itu berjalan dan segera duduk di bawah pohon persik yang rindang. Melihat hal tersebut Xiao Zhang segera menghampiri dan duduk di sebelahnya.


"Kenapa bertanya seperti itu?" balas Xiao Zhang singkat juga tanpa menoleh.


"Hmm, entahlah. Aku hanya berpikir kalau kakak itu ingin mencapai hal yang lebih besar dari ini!?"


Xiao Zhang diam cukup lama sebelum menjawab peryataan tersebut, "Mungkin aku akan mengembara," ucapnya seraya memandang langit, "Mungkin saja di suatu tempat yang jauh ada yang bisa mengobati Dantianku yang cacat," lanjut Xiao Zhang.


Setelah mendengar hal tersebut Xiao Lan diam cukup lama. Meskipun berusaha ia sembunyikan Xiao Zhang bisa melihat raut wajah sedih adiknya itu.


Melihat hal itu Xiao Zhang hanya bisa tersenyum, pemuda itu kembali mengingat ketika dirinya pergi mengasingkan diri lima tahun silam. Ketika itu yang mengantar kepergiannya hanya ayah dan ibunya sedangkan saudara saudarinya tidak terlihat sama sekali hari itu.


"Tapi itu masih sebuah keinginan semata. Aku tidak tau aku akan melakukannya atau tidak, setidaknya untuk saat ini," ucap Xiao Zhang mencoba menenangkan.

__ADS_1


Xiao Lan tidak lagi bertanya lebih jauh, gadis iru hanya tersenyum dan tidak lagi membahas tentang keinginan Xiao Zhang tersebut. Xiao Zhang kemudian melanjutkan ceritanya tentang dirinya ketika berada di Gunung Bambu pada Xiao Lan hingga keduanya akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.


...***...


Di bagian tengah Ibu Kota Kekaisaran Qin berdiri tegap sebuah bangunan mewah dan megah. Bangunan tersebut dihiasi oleh Ornamen-oernamen dengan bentuk kepala Naga yang terbuat dari emas menambah keagungan bangunan tersebut. Bangunan tersebut adalah pusat dari Kekaisaran Qin yang tidak lain adalah Istana Kekaisaran Qin.


Di dalam ruang tahta Istana nampak seorang pria paruh baya memakai pakaian mewah yang banyak dihiasi pernak pernik dari emas duduk dengan aura dominasinya di kursi tahta. Pria paruh baya tersebut adalah Qin Ruo, Kaisar yang memimpin Kekaisaran Qin yang Agung.


Di hadapan Qin Ruo nampak seorang pria berlutut memberikan hormat, penampilan pria tersebut tidak kalah megahnya dari sang Kaisar. Ia adalah pemimpin Klan Ruo Qin Chang, putra tertua dari Kaisar Qin Ruo.


"Yang Mulia Kaisar," Qin Chang memberikan hormatnya, "Hamba siap menerima perintah!" Lanjut pria tersebut.


"Bagaimana dengan Klan Xiao?" tanya Kaisar Qin Ruo dengan penuh wibawa.


Qin Chang mengangguk sebelum memberikan penjelasan sekaligus laporan pada Kaisar Qin Ruo yang pada akhirnya membuat Kaisar Qin Ruo mengeluarkan titah yang membuat Qin Chang tidak bisa menutupi keterkejutannya.


Qin Chang sebelumnya menjelaskan bahwa keadaan Klan Xiao telah berkembang dengan sangat pesat belakangan ini. Beberapa sektor bisnis Klan Xiao telah mengungguli bisnis yang di jalankan oleh Klan Qin. Qin Chang berpendapat tinggal menunggu waktu lagi hingga Klan Xiao menguasai pasar.


"Katakan pada empat Klan besar bahwa ini titah Kaisar," ucap Qin Ruo dengan penuh kesombongan dan arogansi, "Satu minggu dari sekarang Klan Qin akan mengadakan pertemuan dan pemimpin dari empat Klan besar wajib hadir tanpa diwakili."


...****...


...Support Legenda Kegelapan dengan memberikan dukungan dalam bentuk Like, Komen, Gift dan Vote sebanyak-banyaknya. ...


...Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!!! ...

__ADS_1


__ADS_2