Legenda Kegalapan

Legenda Kegalapan
Ch 2-Jalan Kultivasi


__ADS_3

Kultivator adalah sebutan untuk seseorang manusia yang menapaki menempuh jalan keabadian atau jalan kulativasi.


Seorang Kultivator memiliki tubuh yang lebih unggul daripada manusia biasa, hal ini berkat Qi yang mereka kumpulkan dan di olah sedemikian rupa di dalam tubuh yang nantinya di gunakan untuk memperkuat tubuh, mengeluarkan jurus dan berbagai hal lainnya.


Para Kultivator di bagi menurut tingkatannya dari yang terlemah hingga yang terkuat yaitu Pemula, Praktisi, Ahli, Guru, Guru Besar, Raja, Kaisar, Roh dan keberadaan paling tinggi Saint. Dan masing masing dari tiap tingkatkan di bagi menjadi 5 tahap atau sering disebut dengan Bintang Satu dan seterusnya hingga Bintang Lima.


Seorang Kultivator tahap Pemula saja dapat membumi hanguskan satu desa manusia biasa tanpa melakukan banyak usaha dan seorang Kultivator Raja dapat membela lautan menghancurkan gunung dan banyak hal di luar nalar manusia biasa. Sedangkan untuk tingkatan di atasnya dapat melakukan hal yang lebih mencengangkan tetapi sosok seperti mereka sangat jarang di jumpai.


Untuk naik tingkat dari satu ke selanjutnya para Kultivator membutuhkan banyak latihan dan sumber daya berharga untuk menunjang latihan mereka dan semakin tinggi tingkatkannya maka akan semakin sulit dan semakin banyak sumber daya yang di perlukan seorang Kultivator untuk naik ke tahap selanjutnya.


Pada umumnya seorang Kultivator yang berhasil mencapai Ranah Guru pada usia 40 sampai 50 tahun bisa di sebut bakat yang sangat biasa saja, sedangkan yang berhasil mencapai Ranah Ahli di usia 23 sampai 27 tahun dan mencapai tingkatkan Guru sebelum usia 30 tahun dapat dikatakan bahawa mereka golongan yang memiliki bakat yang cukup langkah.


Jika seorang Kultivator bisa mencapai Ranah Ahli sebelum usia 20 tahun dapat dikategorikan sebagai bakat yang hanya ada ribuan tahun sekali dan diberkati oleh surga. Para jenius seperti ini sangat di hargai dan selalu di perebutkan oleh Sekte-Sekte besar untuk merekrut mereka menjadi murid.


Seluruh anak muda dari Klan besar hingga Klan kecil akan berlomba-lomba menaikan tingkat kultivasi mereka dengan cepat agar dapat direkrut oleh Sekte besar. Karena dengan masuknya mereka di sekte besar maka jalan menuju keabadian semakin terbuka, karena murid-murid dari Sekte besar akan di bekali berbagai macam sumber daya berharga yang tidak bisa didapatkan di Sekte sedang atau kecil menurut bakat mereka.


Sedangkan untuk seseorang dari Klan kecil masuk di sebuah Sekte besar merupakan sebuah kebanggaan luar biasa karena hal tersebut akan mengangkat derajat Klan mereka dan akan lebih di hormati oleh Klan-Klan lain.


Meski seperti itu sebagian besar murid Sekte-sekte besar merupakan anak-anak muda dari Klan besar hanya segelintir saja yang dari Klan sedang hingga kecil.


Dunia di mana manusia biasa dan para Kultivator tinggal dinamakan sebagai Tanah Kultivator, yang terbagi menjadi tiga Kekaisaran. Yaitu Kekaisaran Tang, Kekaisaran Meng dan yang terakhir Kekaisaran Qin.


***


Kekaisaran Qin memiliki banyak Klan yang tersebar di seluruh penjuru, mulai dari Klan besar hingga Klan kecil yang berkuasa dan mengontrol kota hingga desa. Namun ada enam Klan besar yang sangat di hormati oleh Klan-Klan lain di Kekaisaran Qin ini sebab mereka merupakan eman Klan terkuat.

__ADS_1


Eman Klan ini yaitu Klan Qin yang merupakan Klan Kekaisaran, Klan Xiao, Klan Fang, Klan Chi, Klan Yan dan yang terakhir Klan yang paling lemah dari lima Klan lainnya yaitu Klan Long.


Keenamnya merupakan Klan bangsawan dan masing-masing dari enam Klan ini memegang kendali atau kontribusi yang besar atas kemajuan Kekaisaran Qin.


Klan Xiao sendiri merupakan Klan terkuat nomor dua dominasinya hanya kalah dari Klan Qin yang merupakan Klan Kekaisaran. Klan Xiao memegang banyak bisnis yang membuat mereka sangat kaya hingga akhirnya mampu menghasilkan anak-anak muda berbakat yang tumbuh menjadi Kultivator hebat dan mendukung posisi Klan Xiao itu sendiri.


Xiao Zhang adalah salah satu Tuan Muda dari Klan Xiao. Xiao Zhang merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara dari pasangan Patriak Xiao Yuan dan Ibu Xiao Yan.


Xiao Zhang adalah seorang pemuda berusia 17 tahun memiliki wajah tampan namum terkesan cuek dan kurang peduli pada sekitarnya.


Hal ini di sebabkan sedari lahir Xiao Zhang tidak bisa menempuh jalan Kultivasi seperti tiga saudaranya yang lain akibat ia memiliki Dantian yang cacat.


Tuan Muda sampah ejekan yang diberikan masyarakat dan semua orang termasuk saudara dan saudarinya pada Xiao Zhang, pemuda itu selalu di asingkan dan diremehkan bahkan keberadaannya sama sekali tidak di anggap bahkan terkesan tidak di harapkan.


Semua faktor ini mengakibatkan Xiao Zhang tumbuh sebagai pemuda yang sangat tertutup pada dunia luar, ia selalu memilih menghabisi waktu seorang diri daripada bersosialisasi bersama pemuda pemudi sebayanya.


Dan sudah 5 tahun ini Xiao Zhang memilih pergi lebih jauh yaitu ke Gunung Bambu yang berjarak 1 minggu perjalanan menggunakan kuda.


Selama 5 tahun itu Xiao Zhang mengasah kemampuannya di Gunung Bambu dan ia tidak pernah sekalipun pulang ke Klan Xiao-nya, sebab ada atau tidaknya dia tidak berpengaruh pada Klan Xiao.


Xiao Zhang memilih untuk tidak menyerah pada dunia yang tidak adil padanya, ia memilih untuk tidak peduli pada ejekan Tuan Muda sampah yang selalu di katakan semua orang termasuk saudara saudarinya. Xiao Zhang selalu yakin ia bisa menjadi kuat dengan jalan lain.


Xiao Zhang menyeka keringat yang peluh memenuhi wajahnya setelah berlari sepuluh putaran tanpa henti mengitari bukit Bambu.


"Hah, masih tersisa 100 kali push up, 100 kali suad dan 100 kali sit up. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kuat!" Xiao Zhang tersenyum penuh tekad, Dantian yanh cacat bukan penghalang baginya.

__ADS_1


Setelah melakukan semua latihan yang sangat berat dan melelahkan untuk ukuran manusia biasa Xiao Zhang tidak berhenti begitu saja.


"Pemanasan selesai! Selanjutnya latihan dasar berpedang." Ucapnya dengan penuh semangat. Xiao Zhang kembali bersiap untuk melakukan latihan selanjutnya. Bagi Xiao Zhang latihan yang tidak wajar itu hanya sebagi bentuk pemanasan saja.


Xiao Zhang mengambil sebuah pedang kayu dan mulai melakukan gerakan-gerakan dasar berpedang, mulai dari gerakan menebas, memotong dan menusuk semua di lakoni nya. Xiao Zhang melakukan lima ratus kali untuk masing masing gerakan dasar saja.


Setelah melakukan pemanasan dan gerakan-gerakan dasar berpedang Xiao Zhang melanjutkan dengan melatih gerakan berpedang khas Klan-nya, Tarian Kematian.


Xiao Zhang mulai merapalkan Tarian Kematian, gerakan-gerakan yang dilakukan pemuda itu begitu mematikan, setiap ayunan pedangnya begitu tegas dan berani.


Beberapa saat berlalu, Xiao Zhang tersenyum kecut setelah selesai mempraktekan gerakan berpedang Klan-nya, pemuda itu sadar tidak mampu mengeluarkan seratus persen kekuatan Tarian Kematian meski memiliki fisik yang sangat kuat sebab untuk mengeluarkan seluruh potensi Tarian Kematian membutuhkan aliran Qi dan ia memiliki Dantian yang cacat.


"Hm, Tarian Kemarian yang asli kurang cocok untuk-ku," Xiao Zhang memegang daguya sembari memperhatikan sebilah pedang kayu di tangan-nya, "Mari kita lakukan sedikit improvisasi," Xiao Zhang terkekeh kecil karena sudah bersusah payah melakukan penyesuaian Tarian Kematian dalam jangka waktu yang sangat lama agar cocok untuknya.


Xiao Zhang kembali merapalkan Tarian Kematian. Kali ini gerakan pemuda itu terlihat lebih cepat dan gesit, setiap ayunan pedangnya mematikan dan selalu mengincar bagian-bagian vital lawannya. Tarian Kematian milik Klan Xiao sepertinya sudah sangat berubah dan Xiao Zhang berhasil membuat Tarian Kematian yang baru hanya untuk dirinya sendiri.


Setelah selesai merapalkan Tarian Kematian Xiao Zhang tersenyum manis, karena hari ini untuk pertama kali ia berhasil menyempurnakan Tarian Kematian untuk dirinya sendiri yang seratus persen tidak menggunakan Qi.


"Sudah saatnya menguji Tarian Kematian yang baru ini," Xiao Zhang menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum tersenyum masam, "Sepertinya aku sudah menghabisi seluruh siluman di Gunung ini," Xiao Zhang menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


Xiao Zhang menoleh ke arah Klan Xiao-nya berada, "Sepertinya sudah saatnya untuk turun gunung," Ucap pemuda itu setelah pandangannya terpaku cukup lama ke arah Klan Xiao-nya.


......***......


...Support Legenda Kegelapan dengan memberikan dukungan dalam bentuk Like, Komen, Gift dan Vote sebanyak-banyaknya. ...

__ADS_1


...Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!!! ...


__ADS_2