
Xiao Zhang berlari dua minggu tanpa henti untuk sampai di Klan Xiao-nya, pemuda itu hanya berhenti ketika malam untuk mengistirahatkan badannya yang kelelahan, sebab ia berlari menggunakan kekuatan fisiknya saja bukan dengan bantuan jurus meringankan tubuh yang sering digunakan oleh para kultivator.
Di jalan Xiao Zhang kerap menemui banyak siluman yang menghadang jalannya namun dengan teknik pedang disertai kekuatan fisik yang luar biasa pemuda itu bisa menghabisi para siluman dengan cukup mudah.
Setelah itu, perjalanan yang di lalu Xiao Zhang tidak mengalami kendala sama sekali sampai ketika dirinya hanya berjarak dua jam lagi menggunakan kuda untuk sampai ke Klan Xiao pemuda itu berjumpa dengan siluman yang cukup merepotkan.
"Ah, sial!" Xiao Zhang mengumpat dalam hati ketika seeokor siluman Harimau Taring Api yang memiliki ukuran tubuh sebesar kuda dewasa menghalangi jalannya.
Xiao Zhang meraih pedangnya di ikuti memasang kuda-kuda bela dirinya seraya memandang siluman Harimau Taring Api yang ada di depannya dengan senyum kecut.
Siluman Harimau Taring Api merupakan siluman penyendiri, mereka akan sangat terusik ketika ada mahluk hidup lain yang masuk ke area kekuasaannya. Harimau Taring Api yang sedang Xiao Zhang hadapi berada di Ranah Praktisi Bintang Lima, sekaligus menjadi siluman paling kuat yang di hadapi Xiao Zhang hingga saat ini.
Xiao Zhang dan silman Hariamu Taring Api saling memandang beberapa saat sebelum Siluman Harimau Taring Api mengambil langkah menyerang lebih dulu.
Siluman Harimau Taring Api melompat menerjang ke arah Xiao Zhang dengan ganas dan langsung menargetkan leher pemuda tersebut ingin mengakhiri duel ini dengan cepat.
Xiao Zhang membelalakan mata sebelum melompat kesamping menghindari terkaman siliman Harimau Taring Api, kemudian menagkia cakaran siluman tersebut dengan pedangnya dan mengambil jarak lima langka kebelakang.
Siluman Harimau Taring Api kembali melompat dengan dua tangan ke depan hendap menangkap Xiao Zhang, namun berbeda dengan tadi Xiao Zhang memilih menahan serangan itu dan mendaratkan satu tendangan keras ke arah perut siluman Harimau Taring Api yang membuat siluman tersebut terlempar sebelum membentur pohon dengan keras.
Xiao Zhang tidak berhenti sampai di situ saja, instingnya yang telah terasah berkat hidup selama lima tahun di gunung yang penuh siluman membuat Xiao Zhang mempersempit jarak dengan kecepatan luar bisa dan meraih ekor siluman Harimau Taring Api memutarnya beberapa kali sebelum meleparnya kembali membentur pohon dengan keras.
Xiao Zhang tersenyum manis seraya memandangi kedua tangannya dengan tatapan tidak percaya, ia sendiri tidak menyangka teryata dirinya bisa sekuat ini.
Siluman Harimau Taring Api menggoyangkan kepalanya karena pusing sebelum menatap Xiao Zhang dengan tatapan penuh aura membunuh membuat bulu kuduk pemuda itu tiba-tiba berdiri.
__ADS_1
Xiao Zhang menatap siluman Harimau tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan, "Aku juga punya yang seperti itu," Gumamnya pelan dan diikuti aura membunuh yang kuat hingga membuat siluman Harimau Taring Api menatapnya seolah tak percaya.
Xiao Zhang mendapatkan aura membunuh ini di Gunung Bambu setelah membantai semua siluman yang ada di gunung tersebut selama lima tahun terakhir.
Siluman Harimau Taring Api meraung keras dan bersiap melepaskan jurus terkuat nya. Siliman Harimau Taring Api membuka mulutnya lebar, sesaat kemudian sebuah bola api yang berukuran cukup besar terkumpul dan siap di tembakan.
Xiao Zhang menganga melihat hal itu, sebab jika terkena serangan itu bisa-bisa dirinya menjadi sate gosong. Xiao Zhang tak punya pilihan selain menghindari serangan itu karena sekuat apapun fisiknya tidak akan bisa menangkia bola api di depannya.
Xiao Zhang bereaksi dengan cepat ketika Siluman Harimau Taring Api menembakan Bola Apinya, pemuda itu tersenyum karena bola api yang siluman Harimau lepaskan teryata sangat mudah untuk di hindari hingga tiba-tiba kakinya tersukur menabrak akar pohon yang timbul ke atas tanah.
"Aish, aku sial sekali hari ini!" Xiao Zhang menatap bola api yang mendekat ke arahnya dengan wajah pasrah. Pemuda itu hanya menutup matanya bersiap menerima serangan itu secara langsung.
Ledakan besar terjadi ketika bola api menghantam tubuh Xiao Zhang secara langsung. Siluman Harimau Taring Api seolah tersenyum menyaksikan serangan bola apinya mengenai targetnya secara telak sebelum merasakan aura dingin yang tiba-tiba menusuk kulitnya.
Xiao Zhang meraba tubuhnya dan tersenyum lega mendapati dirinya baik-baik saja dan masih hidup, pemuda itu kemudian menatap siluman Harimau Taring Api dengan tatapan penuh amarah di ikuti dengan aura kematian yang kuat.
***
Satu jam kemudian Xiao Zhang memasuki kota Tianlang, yang merupakan kota tersesar sekaligus ibu kota Kekaisaran Qin tempat dimana Klan Xiao-nya berdiri.
Kota Tianlang sangat megah dan ramai, bangunan-bangunan yang menjulang tinggi tersebar di mana-mana. Pusat perbelanjaan, penginapan, paviliun hingga rumah bordir mulai dari yang bisa hingga mewah tersebar di seluruh kota Tianlang.
Xiao Zhang menatap kagum bangunan-bangunan tinggi di depannya, meskipun berasal dari kota ini ia selalu kagum ketika melihat kemegahan kota Tianlang, apalagi dirinya sudah pergi mengasingkan diri selama lima tahun lamanya.
Sepanjang perjalanan Xiao Zhang dibuat heran dengan kelakuan orang-orang yang memandanginya kemudian tersenyum.
__ADS_1
Beberapa saat berlalu Xiao Zhang memilih untuk tidak memikirkan hal itu lebih jauh karena sudah biasa bagi dirinya di pandang remeh dan dicemooh oleh orang-orang di Klannya sendiri. Xiao Zhang tidak memasukan hati hal tersebut padahal jika mau ia bisa menghukum orang-orang yang mengejeknya karena posisinya sebagai Tuan Muda Klan Xiao.
Beberapa saat kemudian Xiao Zhang sampai juga di depan gerbang utama Klan Xiao. Xiao Zhang hendak memasuki gerbang tersebut ketika dua orang pria bertubuh kekar dengan Ranah Ahli Bintang Lima menghadang jalannya, membuat pemuda itu mengertukan dahi.
"Apakah aku pergi terlalu lama hingga orang-orang melupakan aku!?" Gumam Xiao Zhang pelan setelah salah satu penjaga gerbang menanyakan indentitasnya. .
"Emm, aku ingin masuk menemui ayah dan ibu tuan," Xiao Zhang tersenyum canggung bingung harus berkata seperti apa karena sangat jarang bagi dirinya melakukan dialog dengan orang lain.
Kedua penjaga gerbang segera mengerutkan kening mendengar perkataan Xiao Zhang, beberapa saat kemudian salah satu penjaga gerbang mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya pada pemuda itu.
Xiao Zhang kaget dengan rekasi penjaga gerbang, apa mereka sudah terang-terangan seperti ini menghinanya bahkan mengacungkan pedang padanya.
"Tuan-tuan tenanglah, aku Tuan Muda Xiao Zhang kalian," Ucap Xiao Zhang panik.
"Beraninya pengemis sepertimu mengaku menjadi Tuan Muda Zhang dan merendahkan Patriak dan Nona!" Teriak penjaga pintu dengan penuh amarah yang seketika membuat Xiao Zhang mengertukan keningnya kebingungan.
"Aku!? Pengemis!?" Balas Xiao Zhang sambil menunjuk dirinya sendiri penuh tanda tanya, beberapa saat kemudian Xiao Zhang akhirnya sadar mengapa reaksi orang-orang sangat aneh.
Hal ini ternyata karena dirinya menggunakan pakaian compang camping dan ditambah wajahnya yang gosong akibat serangan bola api dari siluman Harimau Taring Api yang dihadapi nya beberapa saat yang lalu.
Xiao Zhang hanya bisa tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, ketika pemuda itu ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kedua penjaga gerbang tersebut dua sosok yang dirindukannya keluar dari Klan Xiao.
...***...
...Support Legenda Kegelapan dengan memberikan dukungan dalam bentuk Like, Komen, Gift dan Vote sebanyak-banyaknya. ...
__ADS_1
...Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!!! ...