
Ling Shentian lalu menyadari sesuatu, bahwa kerangka tulang ungu itu bukan hanya bergerak turun menuju daratan.
Ini lebih seperti kerangka tulang ungu itu telah membidik Ling Shentian sebagai sasarannya dan akan menabrak Ling Shentian.
Menyadari hal ini, Ling Shentian segera berdiri dan hendak lari sekuat yang ia bisa.
Tapi, belum sempat melangkahkan kakinya untuk menjauh, kerangka tulang ungu tampak mengeluarkan domain berwarna ungu dan membuat Ling Shentian yang berada di dalamnya tak bisa bergerak.
Di dalam Domain Gravitasi yang dikeluarkan kerangka tulang ungu, Ling Shentian menggertakkan giginya karena sama sekali tak mampu menggerakkan tubuhnya, bahkan ujung jarinya.
Dalam hal ini, Ling Shentian hanya bisa pasrah dengan keadaan karena kerangka tulang ungu hanya memerlukan waktu kurang dari tiga detik untuk mencapai tempatnya.
Tulang ungu segera berhadapan dengan Ling Shentian dan masuk secara paksa ke dalam tubuh Ling Shentian.
Dalam sekejap tulang-tulang yang baru saja pulih langsung hancur menjadi debu.
Tapi sama seperti yang sebelumnya, tulang-tulang kembali meregenerasi dan menjadi tulang ungu yang lebih kuat dari tulang hitam kemerahan.
Pada proses ini, Ling Shentian kembali merasakan rasa sakit yang berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya.
Tubuhnya tak tahan untuk bergetar tanpa paksaan dan kesadarannya mulai memudar.
Dalam setengah sadar ini, tulang dewa miliknya kembali berevolusi dan sepenuhnya berubah menjadi tulang ungu yang entah berada di tingkat apa.
Dalam setengah jam, proses evolusi tulang ini kemudian selesai dan rasa ngilu di tubuh Ling Shentian segera menghilang juga.
Ling Shentian membuka matanya dan dapat merasakan sedikit rasa sakit yang tertinggal di tulangnya.
Ling Shentian dengan perlahan mulai memaksa dirinya untuk duduk dan mulai mempraktekkan teknik kultivasi Pondasi Dewa untuk menstabilkan koneksi tulang barunya dengan tubuhnya saat ini.
Ling Shentian dapat melihat bahwa kerangka tulang miliknya sekarang telah berubah menjadi ungu seperti kerangka yang sebelumnya dan kekuatan yang terkandung berkali-kali lebih kuat dari tulang dewa miliknya tadi.
Dalam beberapa menit, Ling Shentian membukanya dan segera berdiri untuk meregangkan otot-ototnya.
__ADS_1
"Kerangka Ungu ini sebenarnya apa? Apakah ada tulang yang lebih tinggi dari Tulang Dewa?..." Pikir Ling Shentian.
Matanya menatap rembulan yang bersinar terang di langit berbintang. "Tampaknya aku akan mulai berkultivasi energi spiritual besok saja. Lagipula aku harus memakan waktu untuk menyatukan teknik kultivasi yang lain dengan teknik kultivasi Pondasi Dewa..."
Ling Shentian menurunkan pandangannya dan menatap ke dalam pepohonan yang gelap.
"Sudah lama sekali aku tidak kembali, lebih baik kembali dan beristirahat di rumah yang hangat..." Ucapnya dan segera berjalan masuk ke dalam pepohonan untuk keluar dari dalam hutan.
.
Di sebuah ruangan, tampak tiga orang tua dan dua pria paruh baya sedang duduk bersila melingkar di lantai ruangan.
Mereka adalah Ling Futian dan para tetua selain tetua pertama, tampaknya ada hal yang mendesak dan dirahasiakan dari tetua pertama yang akan mereka bahas malam ini.
Hal yang akan mereka bahas berkaitan dengan sepucuk surat yang datang dari Kelompok Tinta Darah tadi siang.
Dalam surat itu, dikabarkan bahwa Ling Xiaofan telah mencapai Petarung Senior lingkaran pertama dan akan segera menyerang Petarung Senior lingkaran kedua.
Dengan perkembangan secepat ini, dapat dikatakan bahwa Kelompok Tinta Darah sudah berusaha keras dalam menyiapkan sumberdaya kultivasi untuk Ling Xiaofan.
Jika dilihat dari permukaan, hal ini mungkin berita yang menggembirakan bagi keluarga Ling, tapi berbeda dengan yang dirasakan para tetua.
Dengan perkembangan yang cepat dari Ling Xiaofan, kemungkinan besar dukungan Kelompok Tinta Darah pada Ling Huo akan semakin kuat.
Dalam hal ini, dengan ambisi yang dimiliki Ling Huo, dia pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk merebut posisi patriak.
Meskipun keluarga Ling terbilang lemah, tapi kesetiaan dari para tetuanya tak bisa diragukan lagi.
Bahkan setelah mengetahui Ling Huo memiliki Kelompok Tinta Darah di belakangnya, para tetua tetap berada di pihak Ling Futian. Dan ini akan berlangsung hingga ajal menjemput mereka.
Selain informasi tentang perkembangan Ling Xiaofan, disurat itu juga dikatakan bahwa Kelompok Tinta Darah akan membawa Ling Xiaofan pulang dalam tiga bulan.
Dan mereka berharap agar keluarga Ling dapat memajukan jadwal upacara kedewasaan ke tiga bulan dari sekarang.
__ADS_1
Tapi, meskipun faktanya mereka memberi saran untuk memajukan jadwal, kata-kata ini juga penuh penekanan dan paksaan.
Dengan sampainya surat ini di keluarga Ling, keluarga Ling segera mengadakan pertemuan tadi siang dan mendapatkan hasil yang cukup berat bagi para tetua selain tetua pertama.
Hasil kesepakatannya adalah Keluarga Ling akan mengikuti saran dari Kelompok Tinta Darah.
Ini bukan berarti keluarga Ling tunduk dan menerima untuk di tekan, tapi para tetua ingin menghindari pertumpahan darah sebisa mungkin.
"Surat telah kita terima dan hasil telah di tetapkan tadi siang. Aku yakin tiga bulan kemudian akan menjadi akhir perdamaian dalam keluarga Ling..." Seorang pria tua dengan usia sekitar 120 tahun berkata serius dengan wajah tenang sambil tangannya mengelus janggutnya yang panjang.
Sosok tua ini bukanlah sembarangan orang di keluarga Ling, dia adalah satu-satunya kultivator Petarung Jiwa lingkaran kelima di keluarga Ling.
Dengan identitas sebagai tetua tertinggi keluarga Ling dan telah hidup sejak satu generasi di atas patriak yang sebelumnya. Dia adalah Ling Wang Bai.
Salah seorang tetua mengangguk. "Yang dikatakan tetua tertinggi benar. Ling Futian, dalam hal ini kau harus segera menembus lingkaran keempat sesegera mungkin. Mungkin, dengan kau meningkatkan kekuatanmu, akan ada perubahan walau hanya sedikit..." Sosok yang berbicara ini adalah tetua ketiga, sosok yang hidup satu generasi dengan patriak sebelumnya, Ling Beixuan.
Ling Futian menghela nafasnya. "Mudah untuk mengatakannya, tapi sumberdaya untuk meningkatkan kultivasi sangatlah mahal. Kita baru saja bangkit dengan perkebunan Kayu Besi, tidak boleh sembarang menggunakan dana..." Ucapnya.
"Kakak, kau tenang saja! Seluruh anggota keluarga akan setuju dengan hal ini. Selama kau memimpin, kau selalu mengurangi bagianmu jika kita mengalami kemunduran dan sama sekali tidak mengambil keuntungan pribadi saat kita mendapatkan kemajuan. Dalam hal ini, keluarga akan memaklumi bahkan mendukung..." Sosok pria paruh baya berbadan kekar yang lebih muda dari Ling Futian memberikan saran dengan semangat.
Sosok ini adalah tetua kedua juga adik dari Ling Futian, Ling Huangdi, seorang Petarung Jiwa yang baru saja memasuki Lingkaran ketiga.
Semua tetua mengangguk setuju dengan saran dan dukungan dari Ling Huangdi.
"Tetua kedua benar tentang hal ini. Kami akan selalu mendukung anda untuk mempertahankan keluarga Ling..." Tetua kelima ikut memberikan dukungan.
Tetua kelima ini bernama Ling Jia, sama seperti tetua keempat, dia berada satu generasi dengan patriak sebelumnya.
Mendengar hal ini, Ling Futian tampak berat untuk mengangguk dan setuju.
"Baiklah, aku akan melakukan sebagaimana saran yang diberikan tetua sekalian..." Ucap Ling Futian.
Beberapa menit setelah pertemuan mendesak telah selesai, para tetua segera membubarkan diri dan kembali ke kediamannya masing-masing, kecuali tetua tertinggi karena ruangan yang sebelumnya dipakai dalam pertemuan adalah bagian dari kediamannya.
__ADS_1