
Delapan hari kemudian...
Dalam delapan hari ini, Ling Shentian terus melakukan pelatihan tanpa henti dan berkat teknik kultivasinya yang luar biasa, ia telah menyerap habis energi spiritual yang terkandung di dalam Giok Spiritual.
Meskipun semuanya telah terserap habis, Ling Shentian sama sekali tidak mengalami peningkatan, tapi energi spiritual dalam dantiannya benar-benar telah penuh bahkan mungkin hampir meledakkan dantiannya sendiri.
Ini adalah kemampuan unik dari teknik kultivasi Cincin Kaisar Naga Surgawi, ia bisa menyerap energi spiritual dengan sangat cepat dan menampungnya dalam dantian.
Dan setelah penggunanya selesai dalam pelatihan, penggunanya dapat meningkatkan kultivasi sebanyak mungkin sesuai dengan jumlah energi spiritual yang ada di dantiannya.
Ling Shentian membuka matanya dan mengeluarkan gelombang energi spiritual yang kejam menembus langit.
Dalam satu langkah, Ling Shentian memasuki Petarung Senior dan dengan cepat dirinya membentuk lingkaran pertama dari Petarung Senior hingga penuh.
Dalam sekejap mata dirinya telah menembus lingkaran kedua dari Petarung Senior dan membuat Wu Shuwang semakin takjub pada dirinya.
Tak berhenti disitu, Lingkaran kedua kembali bergerak diisi oleh energi spiritual yang melimpah dan dengan cepat membuat Ling Shentian menembus lingkaran ketiga.
Saat dirinya telah berada di lingkaran ketiga, energi spiritual masih bergerak di dalam lingkaran, tapi kemudian berhenti dipertengahan lingkaran karena energi spiritual dalam dantiannya sudah tak cukup untuk mengisinya.
Ling Shentian menghela nafasnya. "Dengan ini aku tak perlu takut dengan Petarung Jiwa lingkaran pertama bahkan tanpa jiwa tombak..." Gumam Ling Shentian.
"Kau benar-benar misterius. Entah itu teknik kultivasi ataupun bakat alami, kau benar-benar berada diatas langit. Kurasa kau pasti memiliki Tulang Permata atau mungkin Tulang Dewa..." Wu Shuwang memberi komentar ketika dirinya mulai keluar dari cincin hitam.
Ling Shentian tersenyum tipis. "Sebenarnya ini adalah pemberian guruku. Tapi, karena suatu hal dia harus kembali ke wilayah suci..."
Wu Shuwang tampak tertarik dengan sosok guru yang dikatakan oleh Ling Shentian. "Dia pasti adalah sosok yang sangat kuat..."
Ling Shentian mengangguk. "Tentu saja kuat. Apakah kau tahu Petarung Suci?..."
Wu Shuwang mengangguk dan semakin penasaran dengan apa yang akan di lanjutkan oleh Ling Shentian.
"Guruku hanya selangkah lagi untuk menjadi Petarung Suci..." Ucap Ling Shentian dan membuat Wu Shuwang membelalakkan matanya.
__ADS_1
"Bukankah berarti dia berada di puncak Jiwa Suci?..." Ucap Wu Shuwang dan dibalas dengan anggukan kepala dari Ling Shentian.
Ling Shentian berdiri dan menatap jalan di bawah bukit. "Senior, kita akan pulang..." Ucapnya dan Wu Shuwang mengangguk.
Ling Shentian mulai melompati bukit dan berjalan menuju kota Danau Biru.
Dalam kepulangan kali ini, langkah pertama yang akan ia buat adalah mengunjungi Gedung Dagang Naga dan melakukan gerakan selanjutnya.
.
Di depan Gedung Dagang Naga, Ling Shentian dengan perlahan memasuki gedung.
Ling Shentian berjalan perlahan ke arah lapak pak tua Hei Jia dan pak tua Hei Jia segera berdiri dan tersenyum ramah bahkan sebelum ia mengatakan apapun.
"Tuan muda Ling, apakah ingin membeli Herbal Spiritual lagi?..." Ia bertanya dengan ramah.
Ling Shentian menggeleng. "Tidak, aku hanya ingin menjual sesuatu..." Ucap Ling Shentian.
"Tuan muda Ling, ketua kami telah mengumumkan bahwa anda adalah tamu kehormatan kami. Dan jika kami bertemu denganmu untuk melakukan transaksi, kami diminta untuk mengantar anda pada ketua kami. Dia secara langsung akan melayani transaksi dengan anda..." Ucap Hei Jia dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Ling Shentian.
"Haha, tuan muda Ling, saya tidak menyangka akan bertemu dengan anda..." Ucap Lu Xing Li saat melihat Ling Shentian memasuki ruangan sementara pak tua Hei Jia telah kembali.
Sikap ramah seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa ditunjukkan oleh Lu Xing Li pada siapapun. Bahkan tiga patriak dari tiga keluarga besar tak pernah mendapatkan sikap seperti ini darinya.
Ling Shentian tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tak gatal untuk menjalankan rencana untuk berpura-puranya.
"Tuan Lu, tidak perlu memanggil ku dengan sebutan tuan muda. Cukup panggil Ling Shentian saja..." Ucapnya dengan polos.
Lu Xing Li menggeleng. "Mana bisa begitu..."
"Karena tuan muda Ling telah sampai jadi silahkan duduk..." Ucapnya dengan ramah.
Ling Shentian menghela nafasnya. "Baiklah, karena tuan Lu telah berkata begitu, maka saya akan menerimanya..." Ucap Ling Shentian sambil bergerak untuk duduk di kursi.
__ADS_1
Lu Xing Li ikut duduk di kursi di sebelah Ling Shentian. "Tuan muda Ling, kudengar telah selesai dalam pelatihan tulang bahkan telah mulai berkultivasi. Orang tua ini sangat senang mendengar kabar ini..."
Ling Shentian tersenyum. "Terimakasih tuan Lu. Mendapatkan ucapan selamat dari anda membuat saya semakin bersemangat untuk berlatih..." Ucap Ling Shentian sambil memberi hormat dengan kedua tangannya.
Lu Xing Li mengangguk lalu melirik Ling Shentian dengan tajam. "Tuan muda Ling, orang tua ini penasaran. Apakah anda memiliki seorang guru yang membimbing anda?..."
Mendengar hal ini, mata Ling Shentian tampak terbuka lebar dan dengan ekspresi kaget dia menoleh ke arah Lu Xing Li.
"Tuan Lu, bagaimana anda..." Ling Shentian tampak tak bisa melanjutkan kata-katanya saking kaget dirinya mendengar pertanyaan dari Lu Xing Li.
Dalam hal ini, Ling Shentian sangatlah pantas untuk mendapatkan gelar sebagai raja dalam hal berpura-pura.
Melihat reaksi Ling Shentian, bahkan tanpa Ling Shentian memberitahu jawaban yang jelas, dirinya bisa tahu bahwa yang ia pikirkan selama ini pastilah benar.
Lu Xing Li mendengus kecil dengan senyuman. "Ternyata itu benar. Tuan muda Ling sangat beruntung memiliki guru yang hebat sepertinya..." Ucapnya.
Ling Shentian mengangguk dengan ekspresi tak enak hati. "Ya, aku memang sangat beruntung. Tapi, tuan Lu, bisakah anda merahasiakan ini? Guruku bahkan tak memperbolehkan aku untuk memberitahu seluruh keluarga, hanya paman dan beberapa orang terpercaya saja yang mengetahui bahwa aku memiliki seorang guru..." Ucap Ling Shentian.
Lu Xing Li mengangguk. "Tuan muda, anda tenang saja. Bahkan jika diujung kematian, orang tua ini takkan membeberkan rahasia ini..."
Mendengar hal ini, Ling Shentian menghela nafasnya dan tangan kanannya mengelus dadanya.
"Jika tuan Lu telah berkata demikian, maka saya bisa tenang..." Ucap Ling Shentian dan kembali duduk dengan baik di kursinya.
Lu Xing Li mengangguk lagi untuk menanggapi perkataan Ling Shentian. "Tuan muda Ling, apakah anda ingin membeli Herbal Spiritual lagi, atau ada hal lain yang anda butuhkan?..."
Ling Shentian segera teringat. "Ah, benar! Jika tuan Lu tak mengingatkanku, mungkin aku akan lupa..."
Ling Shentian mengeluarkan sebuah Giok hijau terang dan meletakkannya di atas meja.
Lu Xing Li meraih giok hijau lalu melihatnya dengan dekat dan menutup matanya untuk merasakan energi spiritual yang terkandung.
Lu Xing Li membuka matanya dan raut wajahnya menjadi serius. "Ini... Giok Spiritual?..." Dirinya langsung menoleh ke arah Ling Shentian.
__ADS_1
Ling Shentian mengangguk. "Benar. Itu adalah Giok Spiritual yang tak sengaja aku temukan di dalam hutan saat berlatih..."
"Giok Spiritual ini adalah Sumberdaya kultivasi yang berharga untuk Petarung Senior. Harga pasarannya adalah 25.000 koin emas..." Ucap Lu Xing Li dan Ling Shentian membenarkan dengan anggukan kepala.