Legenda Petarung Terkuat

Legenda Petarung Terkuat
Giok Spiritual


__ADS_3

Lu Xing Li mengikuti Ling Shentian dari belakang dan berhenti di tangga karena melihat Ling Shentian yang singgah di lapak pak tua Hei Jia.


Setelah Ling Shentian benar-benar pergi dari tempat tersebut, tanpa pikir panjang lagi Lu Xing Li segera bergegas pergi ke lapak pak tua Hei Jia.


"Hei Jia, apa saja yang dibeli oleh tuan tadi?..." Lu Xing Li segera bertanya.


"Tuan, orang tadi menghabiskan 19.000 koin emas untuk membeli Buah Permata Jernih, setangkai Rumput Bintang Perak dan dua tetes Esensi Giok Bulan..." Ucap Hei Jia.


Lu Xing Li mengangguk. "Begitu ya. Tapi ini semua adalah Herbal Spiritual tingkat tiga, bukankah dia bilang bahwa dirinya tak sudi meracik obat tingkat tiga?..." Gumam Lu Xing Li.


"Tuan, mengesampingkan jumlahnya, semua herbal Spiritual yang dia beli semuanya sama dengan yang dibeli oleh tuan muda Ling Shentian..." Ucap Hei Jia dan segera membuat Lu Xing Li tertarik.


Lu Xing Li mengangkat alisnya. "Ling Shentian?..." Lu Xing Li bergumam pelan dan segera terkejut setelah memikirkan sesuatu yang cukup masuk akal.


"Ini... Apakah tuan itu ingin memberitahu ku bahwa muridnya adalah Ling Shentian?..." Pikir Lu Xing Li.


Lu Xing Li berbalik dan melihat ke arah Hei Jia. "Ling Shentian sekarang adalah tamu kehormatan kita dan jika kau melihat kedatangannya, segera panggil aku..." Ucap Lu Xing Li dan Hei Jia mengangguk.


"Baik tuan..."


.


Di sebuah gang sepi, Ling Shentian melepas jubah hitam dan topengnya lalu memasukkannya kembali ke dalam cincin penyimpanannya.


Ling Shentian tersenyum puas. "Lu Xing Li telah termakan ke dalam rencanaku. Ku yakin dia akan mendekatiku sebagai Ling Shentian dan akan menawarkan bantuan agar bisa lebih dekat dengan ku..." Gumam Ling Shentian dan pergi dari gang sepi tersebut.


Ling Shentian berjalan di jalanan yang cukup ramai, tapi ini berbeda dengan arah yang seharusnya.


Karena dalam rencananya dia akan kembali ke Gedung Dagang Naga untuk menjual suatu barang dan membeli tungku pil tingkat rendah,dia setidaknya harus memiliki sesuatu untuk dijual.


Oleh sebab itu, Ia memutuskan untuk mengambil arah jalanan menuju ke sebuah pasar barang temuan.

__ADS_1


Ini adalah pasar dari para pencari harta, mereka biasanya mencari harta di hutan ataupun situs kuno dan menjualnya bersama di lapak masing-masing disebuah pasar khusus.


Ling Shentian menyusuri jalanan sambil melihat-lihat barang disetiap lapak berbeda dipinggir jalan.


Meskipun sudah melihat-lihat selama setengah jam, Ling Shentian sama sekali tak tertarik pada satu barang pun di pasar tersebut.


Semua barang-barang yang ada di lapak yang telah ia jumpai hanyalah barang biasa yang cocok dijadikan sebagai hiasan. Dan untuk senjata-senjatanya, itu adalah pusaka yang bahkan bahannya tak lebih baik dari tombak yang terbuat dari Besi Perak miliknya.


"Apakah tak ada hal yang baik di pasar seperti ini. Setahuku, seharusnya ada barang berharga..." Ling Shentian bergumam kesal saat memikirkan dirinya sia-sia pergi ke tempat seperti ini.


Ketika Ling Shentian larut dalam kekesalannya, dia tak sengaja melirik ke suatu lapak yang dijaga oleh pria paruh baya dengan pakaian yang lumayan mewah.


Tampaknya dia adalah pedagang yang mengumpulkan barang-barang berharga dari para pencari harta.


Ling Shentian tak tertarik dengan barang-barang yang tampak luar biasa di atas meja lapaknya, ia malah tertarik pada sebuah batu giok berwarna hijau kebiruan.


Energi spiritual Ling Shentian bergerak naik dan terpusat pada matanya yang mulai berubah menjadi mata ungu.


"Ini.. Apakah ini Giok Spiritual?..." Ling Shentian bergumam ketika matanya kembali normal.


Giok Spiritual yang dikatakan oleh Ling Shentian adalah sebuah sumberdaya yang kualitasnya hampir menyamai ramuan tingkat tiga dan ini lebih baik dari pil tingkat dua.


Ling Shentian dengan perlahan berjalan ke arah lapak yang memuat Giok Spiritual dan berhenti di depannya.


Ling Shentian mengangkat tangannya dan mengambil Giok untuk dilihat dari dekat.


"Ini benar-benar Giok Spiritual..." Gumam Ling Shentian dalam batinnya.


Ling Shentian melihat ke arah pedagang. "Kulihat, giok ini sangat cantik. Berapa harganya?..."


Melihat pakaian yang dikenakan oleh Ling Shentian terbilang mewah dan ada lempengan giok tergantung di pinggangnya dengan kata Ling, pedagang ini segera membuat raut wajah yang ramah.

__ADS_1


"Tuan muda Ling tertarik dengan giok itu? Kalau begitu saya akan beri harga segini..." Pedagang berkata dengan ramah dengan mengangkat kedua jarinya.


"Dua puluh ribu ya? Itu memang setara dengan satu Giok Spiritual, tapi aku harus hemat untuk membeli tungku pil..." Pikir Ling Shentian dalam batinnya.


Saat melihat keraguan dalam wajah Ling Shentian ketika ia sedang berpikir, pedagang itu segera menampilkan tatapan tajam.


"Tuan muda, jika dua ribu koin emas terlalu mahal, kalau begitu anda bisa memberikan 1.500 saja..." Pedagang segera cepat tanggap.


Ling Shentian cukup kaget dengan hal ini, ia pikir yang dimaksud oleh pedagang adalah 20.000 koin emas dan ternyata hanya sepersepuluhnya saja.


Dalam hal ini, Ling Shentian dapat menyimpulkan bahwa pedagang ini sama sekali tidak mengetahui bahwa Giok yang ia inginkan adalah Giok Spiritual.


Ling Shentian tersenyum dan menggeleng. "Tidak perlu, aku bukanlah orang yang pelit. Aku akan membayar 3.000 koin emas dan kau beritahu aku dimana kalian mendapatkan giok ini. Adikku pasti akan senang jika mendapatkan banyak giok seperti ini sebagai hiasan..."


Mata pedagang tampak bersinar saat mendengar 3.000 koin emas dari mulut Ling Shentian.


"Tuan muda, giok ini ditemukan oleh salah satu bawahanku di pegunungan Longwu, tepatnya di dinding tebing dekat dengan Danau Kabut Hantu..."


Pegunungan Longwu yang dikatakan oleh pedagang ini adalah pegunungan besar yang dikelilingi oleh lima kota termasuk kota Danau Biru dan kota Api.


Sementara Danau Kabut Hantu yang dikatakan olehnya adalah sebuah danau luas yang di tengah-tengahnya terdapat hamparan kabut yang luas.


Kabarnya, setiap penjelajah yang masuk ke dalam kabut ini takkan pernah kembali dan dianggap menjadi hantu.


"Jika tuan muda ingin pergi kesana, saya bisa memberikan peta pegunungan Longwu pada anda..." Ucap pedagang dan menyerahkan sebuah gulungan pada Ling Shentian.


Ling Shentian mengangguk dan mengambil peta itu. "Terimakasih..."


Setelah mendapatkan informasi ini, Ling Shentian tersenyum puas dan segera melakukan transaksi dengan pedagang.


Setelah meninggalkan pasar, Ling Shentian berjalan menuju gerbang utara yang berhadapan langsung dengan pinggiran masuk ke dalam pegunungan Longwu.

__ADS_1


__ADS_2