Legenda Petarung Terkuat

Legenda Petarung Terkuat
Pancingan Perang


__ADS_3

Di tengah pertarungan yang mungkin bisa dianggap sengit, Ling Xiaofan menggertakkan giginya dengan kesal.


Ia dari tadi telah mengeluarkan kekuatan penuh dari fisiknya tapi semuanya berhasil di tangkis oleh seseorang yang selama ini adalah sampah.


"Sial, apakah tiga tahun yang lalu bukan keberuntungan? Dia benar-benar mengandalkan kemampuannya untuk mengalahkanku? Aku benar-benar tak rela!..."


Rahang Ling Xiaofan semakin mengeras ketika selesai mengeluarkan keluh kesah di dalam hatinya.


Dirinya yang sangat kesal mengeluarkan energi spiritual yang meledak-ledak di tangan kanannya.


Dengan amarah yang besar, Ling Xiaofan memperkuat kekuatannya dan meninju ke arah Ling Shentian.


"Tinju Memindahkan Gunung!..."


Ketika tinju yang sangat kuat dengan cepat di arahkan padanya, Ling Shentian tersenyum dingin.


Tangan kanannya mengepal dengan erat dan kekuatan ledakan yang besar berkumpul di tangannya yang akan mengamuk.


Dengan kekuatan penuh, Ling Shentian memajukan tangannya agar bisa beradu dengan Tinju Memindahkan Gunung milik Ling Xiaofan.


"Tinju Lima Ledakan! Tinju Pertama!..."


Buak!


Krtak!!


Kedua tinju saling bertabrakan dan dapat terdengar suara tulang hancur dari salah satu dari kedua tangan yang beradu.


Ketika adegan yang hebat tadi telah selesai ditunjukkan pada khalayak, semua sosok masih terdiam tanpa suara sedikitpun.


"Akhh!!!..."


Keheningan ini kemudian pecah ketika suara teriakan kesakitan dari Ling Xiaofan terdengar di seluruh area.


Semua sosok yang menyaksikan dan mendengar teriakan Ling Xiaofan seketika terkejut.


Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa suara patah tulang tadi bukan berasal dari Ling Shentian, melainkan dari sang jenius pertama keluarga Ling.


"Bajingan kecil! Aku akan membunuhmu!..."


Ling Yuan, Ling Huo dan Xue Lu dengan cepat melakukan gerakan pertama karena amarah yang meledak.


Ketika mereka masih melompat di udara untuk mengambil nyawa sosok muda di atas panggung, Ling Futian bersama dengan para tetua segera menghadang.

__ADS_1


Karena menguasai ilmu untuk terbang adalah milik Petarung Bumi dan sudah bukan kuasa mereka lagi, beberapa sosok ini kemudian turun ke daratan ditengah ratusan sosok muda.


Tapi, Ling Yuan berbeda, dirinya masih melesat ke arah Ling Shentian dan telah mencabut pedangnya dari sarungnya.


"Sampah! Akan aku bunuh kau!!..."


Dengan amarah yang besar, Ling Yuan mengalirkan energi spiritual di pedangnya dan kekuatan penuh dari Petarung Senior lingkaran kesembilan segera berpindah pada pedang.


Ling Shentian tersenyum samar ketika bilah pedang yang tajam hampir menebas kepalanya.


Dengan cepat area bercahaya dan sebuah tombak perak muncul di tangan kanan Ling Shentian.


Steng!


Kedua senjata dengan bahan yang sama segera bertabrakan dan mengeluarkan bunyi nyaring.


"Bajingan! Ternyata kau masih memiliki kemampuan, ya..." Ucap Ling Yuan dengan kesal, tampak dengan jelas urat marahnya muncul di pelipisnya.


Ling Yuan dengan amarah memegang pedangnya semakin erat dan melesat untuk menyerang Ling Shentian.


Di tempat Ling Futian dan yang lain, Ling Futian segera melirik di sekitarnya dan segera menoleh.


"Semua murid keluarga Ling! Jika masih ingin hidup, maka pergilah dari tempat ini. Apapun hasil yang akan tercapai, terserah kalian bagaimana untuk melanjutkan hidup!..." Teriak Ling Futian.


Semua orang yang sebelumnya berdiri dengan kaku segera bereaksi dan dengan ketakutan meninggalkan tempat tersebut.


Ling Futian sedikit menyipitkan matanya. "Tuan Xue, bahkan jika aku tak melakukan perlawanan pertama, aku akan tetap mati saat kalian ingin mengangkat Ling Huo menjadi patriak yang baru..."


Hidung Xue Lu berkedut karena marah dan dengan cepat melesat ke arah Ling Futian dengan aura darah di kedua tangannya.


"Bajingan! Akan ku bunuh kau!!..." Ucap Xue Lu dan dengan cepat memajukan tangannya yang telah membentuk cakar dari energi spiritual.


"Tetua tertinggi..." Gumam Ling Futian dan tetua tertinggi di sampingnya segera mengangguk.


Ling Futian dan tetua tertinggi mengambil langkah untuk maju dan dengan cepat menghindari serangan Xue Lu.


Kedua sosok tua ini segera melancarkan pukulan dan serangan telapak tangan pada Xue Lu. Tapi Xue Lu dapat dengan mudah menghadapi semua serangan.


Ketiga sosok terus melakukan serangan demi serangan dan bertarung sengit di tengah lapangan.


Adegan ini membuat semua sosok yang melihatnya takjub dan lupa dengan apa yang dihadapan masing-masing.


Ling Huo membelalak kaget ketika melihat kekuatan yang dipancarkan dari tubuh tetua tertinggi dan kakaknya Ling Futian adalah Petarung Jiwa lingkaran keenam dan lingkaran kelima.

__ADS_1


"Ba, bagaimana kekuatan dua bajingan tua ini meningkat pesat? Setahuku Ling Futian baru berada di puncak Petarung Jiwa lingkaran ketiga enam bulan yang lalu. Lalu tetua tertinggi juga berhasil menerobos setelah sekian lama tertahan?..." Pikir Ling Huo tak percaya.


Sementara yang satu ini merasa bingung, kaget dan panik, Ling Huangdi tersenyum lebar ketika melihat kakaknya dan tetua tertinggi hampir benar-benar bisa bersaing dengan Xue Lu.


"Hahaha! Kakakku dan tetua tertinggi sangat hebat! Dengan begini, kita masih memiliki harapan. Setidaknya untuk saat ini!..." Ucap Ling Huangdi dengan semangat dan dengan senyuman dia menoleh ke arah Ling Huo yang masih panik.


"Para tetua! Percayakan Xue Lu pada tetua tertinggi dan kakakku! Lalu kita harus membereskan pengkhianat ini!..." Ucap Ling Huangdi dan tetua yang bersamanya mengangguk.


"Ling Huangdi gila!! Siapa yang kau panggil pengkhianat?! Apakah salah jika aku marah pada seseorang yang melukai anakku?!..." Ling Huo membantah dengan keras.


Ling Huangdi mendengus tidak percaya dan memberikan tatapan jijik. "Heh, bahkan jika itu belum terjadi, kami sudah menebaknya bahwa kau akan melakukannya hari ini..." Ucapnya dengan dingin.


Ling Huo terdiam, dengan senyuman aneh tangannya diangkat dan menekan dahinya.


"Hahaha! Baiklah! Baiklah! Aku mengakuinya! Aku akui bahwa sebenarnya hari ini aku akan membunuh semua yang tidak tunduk padaku!..." Ling Huo dengan ekspresinya yang gila segera membenarkan tanpa tahu malu.


Ling Huangdi menatapnya dengan dingin dan sebuah pedang yang cukup besar muncul dari dalam cincin penyimpanan ditangannya.


"Karena sang penjahat sudah mengakui kesalahannya, maka hukuman harus ditegakkan. Untuk masa depan tanpa pengkhianat, maka hukuman mu adalah mati..." Ucapnya dengan dingin sambil mengarahkan pedangnya ke arah Ling Huo.


"Hahaha! Mati?! Itu jika kalian bisa mengalahkan tuan Xue. Walaupun tetua tertinggi dan tuan Xue memiliki ranah yang sama, tapi tuan Xue hampir mencapai lingkaran ketujuh. Bahkan jika menambahkan Ling Futian, akan mustahil mengalahkannya!..."


Ling Huangdi menatap mantan sosok kakak di depannya dengan tajam. "Ya, sebelum kakak dan tetua tertinggi kalah, kami akan membunuhmu lebih dulu lalu membantu mereka..." Ucapnya.


"Para tetua! Serang!..." Ling Huangdi memulai perintahnya.


"Baik!..." Semua tetua mengangguk dan segera bergerak menyerang Ling Huo.


Ling Huo menatap semua sosok musuhnya dengan tatapan tajam.


"Pasukan Harimau Hitam!..." Ling Huo berteriak keras.


Pada saat dirinya masih berhadapan dengan para tetua, sosok bayangan segera muncul dan melompat ke langit.


Dengan jelas, semua tetua mengangkat pandangannya dan dapat melihat dua puluhan orang berpakaian hitam melompat turun.


Tak ingin terkena injak oleh orang-orang ini, para tetua segera mengambil langkah mundur.


Kini, ada 25 orang yang berdiri di depan Ling Huo telah bersiap dengan senjata masing-masing yang berupa pedang pendek.


Pasukan Harimau Hitam ini adalah pasukan yang dibentuk oleh patriak sebelumnya sebagai pelindung dari ibunya Ling Huo.


Karena itu, mereka bergerak dalam bayang-bayang dan menjadi ahli dalam hal pembunuhan.

__ADS_1


Kultivasi mereka tidaklah rendah dan mereka secara alami menyamai atau bahkan lebih kuat daripada Sembilan Pedang Ling.


"Haha, Ling Huangdi, tanpa adanya Sembilan Pedang Ling, maka kalian takkan bisa menang dari ku. Tidak, bahkan jika ada sembilan murid dari bajingan itu, aku masih takkan kalah..." Ucap


__ADS_2