Legenda Tikus Abadi

Legenda Tikus Abadi
EPISODE 22 Menuju Kekaisaran


__ADS_3

"Ckck rupanya disini aku mencarinya sampai bola mataku hampir copot." kata Ming In dengan kesalnya.


"Lalu kau kemana saja?" tanya you Keke.


"Huh ingin tahu saja kau. oh dia siapa?" tanya Ming In dengan melihat Xiao Li saksama.


"Dia Xiao Li barusan dia di serang oleh bandit kurang ajar itu." jawab You Keke.


"Oh begitu rupanya. lalu dimana Lei?" kata Ming In


"Kau itu terus saja bertanya menyebalkan sekali." cibir You keke.


Lei pun datang dengan membawa beberapa tumbuhan herbal yang bisa menjadi obat. tadi ia sudah menumbuknya juga karena itu you keke hanya tinggal membalutkan saja pada luka Xiao Li


"Terimakasih karena sudah membantuku." kata Xiao Li


"Tidak masalah. lain kali berhati-hatilah karena bahaya datang tidak memandang apapun jadi waspadalah." kata you Keke dengan tersenyum kemudian berdiri.


"Ayo..." kata You Keke


"Tunggu. kalian mau kemana?" tanya Xiao Li yang membuat ketiganya menoleh.


"Bolehkah aku ikut, aku tidak punya tujuan kemana." lanjutnya lagi


Ketiganya hanya saling tatap saja kemudian mengangguk. Xiao Li dengan tersenyum penuh semangat pun langsung berdiri dan menghampiri mereka.


"Kami akan ke kekaisaran Shin." kata You Keke.


"Apakah kaisar mengundang kalian secara pribadi. hmm aku yakin pasti ada sesuatu yang sedang dia rencanakan." kata Xiao Li.


"Tidak tidak kami hanya ada beberapa keperluan saja. emm sepertinya kau tahu banyak tentang kekaisaran Shin." kata You Keke.

__ADS_1


"tidak banyak aku hanya mengetahui beberapa hal yang mungkin tidak akan orang lain kita." jawab Xiao Li dengan tersenyum kecil namun penuh arti.


"Hah apa itu?" tanya Ming In yang ternyata diam-diam juga penasaran.


"Nanti aku akan memberitahu kalian." jawab Xiao Li dengan tersenyum.


"Hahh apa-apaan itu di sudah membuatku mati penasaran dan pada akhirnya nanti katanya." cibir Ming In


Jarak antara kekaisaran dan desa Cahaya lumayan jauh mereka harus melewati dua hutan luas dan beberapa sungai. di tengah perjalanan tepatnya di depan hutan mereka melihat lagi-lagi terjadi pertempuran dengan lawan yang tidak masuk di akal.


"Apa-apaan itu. Lei ayo kita bantu. dan kalian tolong disini saja." kata Ming In.


"Cih kau meremehkan ku ha." kata You Keke dengan sinisnya.


"Percuma kau menasehatinya karena hanya akan berakhir sia-sia. Xiao Li sebaiknya kau disini dulu karena kau masih belum membaik." kata Lei.


"Aku sudah baik-baik saja." kata Xiao Li.


Akhirnya mereka berempat pun bergabung dalam pertempuran itu. melihat jika ada beberapa orang yang membantunya membuat pangeran Shin An Zhu bingung namun dia juga merasa lega.


Ia menusukkan pedangnya tepat di jantung lawan sehingga lawannya pun langsung tumbang dengan darah yang mengalir deras di dadanya.


Melihat itu You Keke terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia terduduk lemas. perasaannya campur aduk sekarang ia belum pernah membunuh orang selama ini dan ini adalah pertama kalinya dia membunuh orang secara langsung dan di lihat dengan mata kepalanya sendiri.


Ming In yang berada di dekat You Keke pun langsung bergegas menghabisi para lawannya juga kemudian ia segera berlari menghampiri You Keke.


"Keke kau baik-baik saja?" tanya Ming In dengan khawatir membuat Lei langsung menoleh ke belakang hingga ia sedikit lengah membuat lawannya hampir saja melukainya.


"Sialan kau!!!" kata Lei dengan menggertakkan giginya dan langsung mendorong lawanya serta menyerangnya lagi.


"A a aku membunuhnya In In. a aku tidak sengaja aku bersumpah aku tidak sengaja melakukannya." kata You Keke dengan mata memerah menahan tangisnya.

__ADS_1


"Tenanglah semuanya baik-baik saja kau sudah melakukan yang terbaik." kata Ming In dengan menenangkan You Keke.


"Tapi aku sudah membunuhnya. aku adalah seorang pembunuh." kata You Keke dengan menyembunyikan wajahnya di kakinya


"Hei hei apa yang kau katakan, jika kau tidak membunuhnya bisa saja kau yang terbunuh. jangan berfikiran yang aneh-aneh kau sudah melakukannya dengan benar." kata Ming In.


Melihat itu membuat Lei benar-benar tidak fokus dan ingin segera mengakhiri pertarungan itu. ia dengan semua tenaga dan kekuatan yang dia miliki, dalam sekejap, semua lawan yang tadi ia hadapi terpental menabrak pohon dan langsung mati dengan darah yang keluar dari mulutnya.


Ya, teknik dalam, ia menggunakan serangan teknik dalam yang di ajarkan gurunya. memang terkesan sangat mudah dan sederhana namun Lei mempelajarinya selama 2 Minggu dan baru bisa melakukannya.


Jangan salah, 2 Minggu adalah waktu tersingkat yang pernah manusia lakukan karena jika bukan manusia yang mempunyai kecerdasan luar biasa kemungkinan akan bisa menguasai teknik dalam bertahun-tahun.


"Lei aku membunuhnya aku tidak sengaja melakukannya." kata kata You Keke dengan menangis.


"Lei apakah mungkin ini pertama kalinya dia membunuh?" tanya Ming In.


"Ya seperti itulah. Keke tenanglah tidak perlu kau mencemaskannya karena kau sudah melakukannya dengan benar. kau sekarang sudah lebih hebat dr sebelumnya. memang di dalam pertarungan hanya ada dua pilihan, menang dan kalah ataupun hidup dan mati. keduanya sama-sama saling terhubung satu sama lain. jika kau tidak membunuhnya maka bisa saja dia yang akan membunuhmu, itu sudah menjadi hukum yang pasti dalam sebuah pertarungan, jadi tidak ada yang perlu kau cemaskan karena kau sudah melakukannya dengan baik." kata Lei memberikan pengertian.


"Benar apa yang di katakan Tuan muda ini nona. dulu waktu saya pertama kali membunuh seseorang saya juga sama seperti nona tapi itu tidak berlangsung lama karena lama-kelamaan nona akan terbiasa dengan semua itu. " timpal pangeran Shin An Zhu


"Pangeran An." kata Xiao Li dengan terkejut ketika melihat siapa yang dia tolong.


"Bukankah kau adalah nona muda keluar Wu? kau Xiao Li benarkah?' tanya Pangeran Shin An Zhu.


"Ah ya itu benar pangeran. apa pangeran baik-baik saja?" tanya Xiao Li.


"Ya aku baik-baik saja berkat kalian. Terimakasih karena sudah menolongku sebagai tanda terimakasih ku aku mengundang kalian ke istana untuk jamuan makan." kata Pangeran Shin An Zhu dengan tersenyum.


"Terimakasih pangeran kami juga kebetulan ada perlu ke istana." jawab Lei dengan tersenyum


"Oh benarkah baiklah kalau begitu kita kesana bersama saja." kata Pangeran Shin An Zhu.

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika nanti pangeran di pandang rendah karena berjalan bersama kami?" tanya You Keke


Pangeran Shin An Zhu hanya tersenyum saja karena pada kenyataannya dia memang selalu di rendahkan sebagai putra dari seorang selir.


__ADS_2