Legenda Tikus Abadi

Legenda Tikus Abadi
EPISODE 27 Tidak Tenang


__ADS_3

Lei mengeluarkan satu jantung hewan berukuran besar yang membuat Ming In terkejut karena hanya dengan mengayunkan tangan saja tiba tiba sudah muncul.


"Jangan bilang jika kau memiliki cincin dimensi." kata Ming In dengan menebak.


"Ya memang aku punya. hebat bukan." kata Lei dengan menyombongkan diri.


"Apa itu?" tanya Ming In


"Ini akan berguna untuk meningkatkan kultivasimu. sebenarnya aku hanya akan memakannya sendiri tapi mengingat ada kalian jadi aku akan membaginya." kata Lei.


"Apakah secara tidak langsung kau mengatakan kami lemah. cih sombong sekali bocah ini." timpal Ming In dengan berdecak kesal.


"Hahaha tidak Ming aku bercanda kenapa kau menganggapnya serius. ini jantung burung Garbang, seharusnya secara mentahan seperti ini tapi itu terlalu agresif bagiku jadi aku akan memasaknya sebentar." kata Lei yang membuat Ming In terkejut.


Beberapa saat kemudian masakan lei pun sudah selesai. ia membagi menjadi 4 dan di taruh di daun yang sudah di sediakan Lei. ia melihat jika kedua gadis itu tengah berlatih bersama


"Hei para wanita sudahi perkelahian kalian dan cepat kesini " teriak Ming In dengan suara lantangnya membuat kedua gadis itu menghentikan latihannya dan menghampiri mereka.


"Makan ini dan tingkatkan kultivasi kalian. cari tempat yang nyaman dan bermeditasi lah." kata Lei yang membuat kedua gadis itu saling tatap namun hanya mengangguk saja.


Merekapun menyantap masakan Lei dengan begitu lahapnya karena memang perut mereka sudah lapar. setelah selesai mereka pun mulai bermeditasi untuk meningkatkan kultivasi. ketika melihat ketiga temannya sudah duduk bersila ia pun menciptakan sebuah perisai di sekitar mereka agar tidak ada yang mengganggu kemudian ia pun mulai bermeditasi.


Di sisi lain tepatnya di istana kekaisaran, semua orang tengah kalang kabut mencari lencana emas milik Lei yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana. sebagian prajurit di tugaskan ke luar istana untuk mencari di beberapa desa dan jalan-jalan.


Kaisar Shin sampai menyuruh para panatua untuk mencari lencana emas itu. di istana benar-benar tengah ramai orang berlalu lalang dan tentu saja membuat permaisuri dan para selir bingung.


"Ada apa ini permaisuri?" tanya Selir Jing pada permaisuri Xinan Xia


"Entahlah aku juga tidak tahu Jing'er. tapi sepertinya masalahnya cukup serius melihat keadaan istana seperti ini." jawab permaisuri Xinan Xia.


"Apakah kita menemui kaisar saja atau bagaimana?" kata Selir Jing

__ADS_1


"Tidak. jangan sekarang karena waktunya tidak pas." ujar Permaisuri Xinan Xia.


Pangeran Shin An Zhu pun juga Langsung menemui kaisar Shin melihat kondisi istana yang menurutnya agak aneh dari biasanya. sementara di dalam ruangan kaisar Shin tengah berbicara dengan panatua Ahn yang mereka ketua dari sekte terkuat yang ada di kekaisaran Shin.


Mereka berbicara cukup serius sampai pada akhirnya pangeran Shin An Zhu tiba-tiba masuk yang membuat keduanya langsung menoleh.


"Apa yang terjadi kaisar?" tanya Pangeran Shin An Zhu dengan terus terang dan tanpa memberikan salam lebih dulu.


"Lencana emas ku tiba-tiba menghilang entah kemana dan aku yakin pasti ada orang yang sudah mencurinya. aku sudah memerintahkan prajuritku untuk mencari bedebah kecil itu. aku yakin dia yang sudah mengambilnya dariku." kata Kaisar Shin dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Atas dasar apa kaisar menyimpulkan hal seperti itu?" kata Pangeran Shin An Zhu dengan wajah datarnya.


"Tentu saja aku yakin itu dia karena dia tidak terima jika lencana emas itu menjadi miliku." jawab kaisar Shin dengan penuh keyakinan


5 prajurit sudah sampai di desa cahaya, mereka mencari keberadaan Lei dengan bertanya pada orang-orang disana. Tentu saja mereka juga tidak tahu namun ada seorang bocah kecil yang tiba-tiba datang dan memberi tahu jika dia sempat melihat Lei yang ada di rumahnya.


"Bisa kau tunjukkan dimana rumahnya itu anak kecil." kata Salah satu prajurit yang membuat sang anak mengangguk paham dan ia berjalan lebih dulu untuk menunjukkan arah.


karena memang Lei ada di dalam dan mengetahui jika prajurit kaisar Shin ia pun akhirnya keluar dan menyambut mereka. tapi sebelum itu ia sudah mempersiapkan semuanya agar tidak di tangkap oleh prajurit itu.


"Ada apa ini?" tanya Lei yang pura-pura tidak tahu.


"Tidak perlu banyak bicara cepat ikut kami." kata salah seorang prajurit


"Apa? jika aku tidak mau kalian mau apa?" kata Lei.


"Seret dia!!!" kata salah seorang prajurit dengan memerintahkan rekannya untuk membawa paksa Lei


Sebenarnya Lei tidak ingin memakai kekerasan tapi kenapa jika sudah berurusan dengan para prajurit kekaisaran selalu berkahir dengan kekerasan. sungguh dia hanya ingin hidup damai tentram dan nyaman saja setelah sekian lama dia mengembara dan kembali ke tanah kelahirannya. tapi mungkin memang hidupnya tidak akan bisa tenang.


Terjadilah pertarungan di antara mereka hingga dalam waktu yang singkat semua prajurit itu sudah berhasil di kalahkan. ia menulis sebuah surat dan ia berikan pada prajurit setelah itu semua prajurit itu pergi dengan wajah babak belur.

__ADS_1


"Ck kaisar itu apakah tidak punya kegiatan sama sekali. " gerutu Lei dengan kesalnya.


"Oh ya dimana mereka kenapa sedari tadi aku tidak melihatnya hmm." gumam Lei ketika baru sadar jika tidak mendapati teman-temannya.


"Tuan." sebuah suara membuat Lei bingung dan mencarinya tapi ia tidak menemukan seorangpun.


"Sepertinya ada yang memanggilku tapi ahhh mungkin hanya perasaan ku saja." ujar Lei dengan mengangkat bahunya acuh.


"Tuan....aku memanggilmu, apa perlu aku berubah wujud agar kau mengenaliku. aku di bawahmu." suara itu kembali terdengar yang membuat Lei menoleh ke bawah dan terlonjak kaget .


"Kau ini!!! sejak kapan kau disini mengangetkan ku saja." kata Lei dengan kesalnya.


"Aneh sekali bukankah itu terlambat jika kaget sekarang. aku ada informasi untukmu." kata raja tikus yang membuat Lei penasaran.


"Apa?" tanya Lei.


"Besok ada pelelangan di kota Perak dan kau tau salah satu yang akan di lelang adalah batu giok hitam." kata Raja tikus yang membuat Lei terkejut.


"Benarkah??!" kata Lei yang meragukan ucapan raja tikus.


"Untuk apa aku berbohong. bukankah kau membutuhkan batu itu. seharusnya kau datang di pelelangan itu." kata raja tikus.


"Tentu saja aku harus datang. bagaimana denganmu?" kata Lei.


"Aku harus mengikutimu karena aku merasa ada sesuatu lagi yang sangat berharga di sana." ujar Raja tikus.


"Dengan seperti ini?" tanya Lei .


"Kau meremehkan ku?? tunggu saja besok kau pasti tidak akan mengenaliku." kata Raja tikus dengan berlalu pergi


"Kapan waktunya?" tanya Lei.

__ADS_1


"Siang. kita harus berangkat pagi." jawab Raja tikus.


__ADS_2