Legenda Tikus Abadi

Legenda Tikus Abadi
EPISODE 24 Lencana Emas


__ADS_3

Mendengar teriakan kaisar membuat semua prajurit langsung siap siaga menghadang Lei. teman-temannya pun juga langsung berlari menghampiri Lei namun mereka semua di tahan oleh para prajurit.


"Lei apa yang terjadi?" tanya Ming In dengan memberontak namun Lei memberikan isyarat agar mereka tetap diam dan tenang.


"Aku disini datang secara baik-baik dan akan kembali dengan baik juga jadi aku mohon jangan halangi jalanku" kata Lei yang masih menahan kesabaran.


"Bukankah sudah ku bilang lencana itu adalah milikku, kau yang telah mengambilnya dariku." kata kaisar Shin dengan wajah garangnya.


"Jangan berbicara omong kosong kaisar. aku tidak ingin ada keributan disini jadi tolong biarkan aku lewat." kata Lei.


"Kaisar ada apa ini? tuan Lei....kalian semua minggir lah. apa yang terjadi?" kata pangeran Shin An Zhu yang tiba-tiba datang dan terkejut melihat Lei sudah di kepung oleh beberapa prajurit.


"Jangan ikut campur ini masalahku. lebih baik kau belajar karena sebentar lagi kau akan aku nobatkan menjadi pewaris tunggal istanaku." seru kaisar Shin.


"Aku bilang minggir!!" seru Pangeran Shin An Zhu dengan kerasnya membuat prajurit itu kebingungan harus melakukan atau tidak.


"Ambil lencana itu darinya." kata kaisar Shin.


Semuanya pun terkejut mendengar titah kaisar. semua prajurit pun bersiap untuk merebut lencana milik Lei namun Lei masih tetap tenang dan menatap kaisar dengan tatapan sulit di artikan.


"Kau mau ini bukan?" tanya Lei dengan tersenyum kecil.


"Aku akan menyerahkan ini untukmu jika lencana ini sungguh milikmu." kata kata dengan melemparkan lencana itu pada kaisar.


"Lancang!!!!" seru salah satu prajurit dengan menodongkan senjatanya.


Kaisar Shin dengan raut wajah berbinar melihat lencana tersebut. ia pun memerintahkan prajuritnya untuk memberikan jalan pada Lei.


Lei yang melihat itupun hanya tersenyum smrik saja. ia mengajak teman-temannya keluar tanpa menoleh ke belakang lagi.


"Pangeran mungkin lain kali kami akan datang lagi. maaf atas keributan yang aku buat tadi." kata Lei


"Tuan tapi itu lencanamu." kata pangeran Shin An Zhu.

__ADS_1


"Benar Lei kenapa kau memberikannya pada kaisar." kata Ming In.


"Aku sudah bilang jika yang bukan hak mu maka akan kembali pada pemilik hak yang sesungguhnya." kata Lei dengan santainya.


Mereka pun meninggalkan kekaisaran sementara pangeran Shin An Zhu benar-benar sudah merasa sangat malu dan muak dengan kelakuan ayahnya. sebenarnya ia tadi diam-diam menguping pembicaraan Lei dan kaisar dan ia terkejut karena kaisar menuntut pajak dari rakyatnya


Di ruangannya, kaisar Shin terus berbicara sendiri seperti orang gila. ia benar-benar merasa kagum dengan lencana emas itu. dengan lencana emas itu tentu dia menguasai penuh semua kekaisaran. ide licik pun muncul.


"Kaisar...." ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berada di samping kaisar Shin.


"Reu'er kau disini." kata kaisar Shin dengan tersenyum manis.


"Kenapa lama sekali, aku sudah menunggumu. menyebalkan sekali." kata putri Reu dengan kesalnya.


"Ahhh benarkah, rupanya ada yang menungguku hmm... baiklah." ucap kaisar Shin dengan menggoda putri Reu.


Di perjalanan Ming In terus menerus mengumpati membuat You Keke dan Lei menggelengkan kepalanya saja.


"Ssstttt diamlah kau mau aku tendang ke sungai hah!!" seru You Keke yang membuat Xiao Li terkekeh.


"Ma mana ada aku melihat sungai dan tertawa." kata Xiao Li dengan mengelak.


"Oh ya nona Xiao..." kata Lei.


"Panggil aku dengan nama saja tidak perlu nona, karena aku bukan keluarga bangsawan lagi." kata Xiao Li.


"Ah ya baiklah. bukankah kau mempunyai rahasia tentang kaisar, boleh aku mengetahuinya? tapi jika kau tidak ingin menceritakan sekarang tidak masalah aku tidak memaksamu." kata Lei yang membuat Xiao Li menoleh.


"Tidak tidak aku akan menceritakan semuanya sekarang tapi lebih baik kita sambil beristirahat dulu." kata Xiao Li.


Mereka duduk dan mulai mendengarkan cerita Xiao Li. tidak ada yang tidak terkejut mendengar cerita itu. walaupun tadinya mereka semua meragukan apa yang di katakan Xiao Li, akhirnya mereka pun yakin dan percaya ketika melihat beberapa surat.


"Wah gila apakah pantas dia di sebut sebagai seorang kaisar." kata Ming In dengan terkejutnya.

__ADS_1


"Dia lebih pantas di sebut sebagai jala**" kata You Keke.


"Tapi dia laki-laki." ujar Ming In


"Aku tidak tahu apa namanya yang pastinya itu dia. sudahlah kau mengganggu saja." seru You Keke dengan kesalnya


"Lei kita akan kembali ke desa sekarang?" tanya You Keke.


"Sebenarnya urusanku belum selesai, tapi tidak masalah kita kembali saja dulu. aku ingin melihat apa yang sedang mereka lakukan." jawab Lei yang membuat semuanya pun mengangguk.


Karena memang jarak mereka dengan desa cahaya sudah cukup dekat, tak perlu waktu lama kini merekapun akhirnya sampai. dari kejauhan terlihat bagaimana aktivitas yang sedang mereka lakukan.


Melihat jika lei sudah kembali membuat semua warga berduyun-duyun menghampirinya. Xiao Li yang sebelumnya belum mengetahui siapa Lei cukup terkejut ketika mendengar seorang warga memanggilnya kepala desa.


Tentu ia tidak percaya karena Lei masih terlalu muda untuk di jadikan sebagai kepala desa, namun xiao li pun hanya diam saja dan bermaksud ingin menanyakan nanti.


"Kau terkejut bukan hahaha." kata You Keke dengan tekekeh melihat raut wajah terkejut Xiao Li


"Ahhh hehehe apakah sangat terlihat. emm bukankah tuan Lei masih terlalu muda." kata Xiao Li dengan berbisik pada You Keke.


"Emm panjang sekali ceritanya kenapa di usia yang muda ini dia di pilih menjadi kepala desa." jawab You Keke dengan tersenyum.


"Bisakah aku mendengar ceritanya jika boleh." ucap Xiao Li


"Boleh saja aku akan menceritakan semuanya tanpa terlewat." jawab You Keke dengan tersenyum manis


"Ahhh janganlah seperti itu, panggil saja aku seperti biasa atau aku benar-benar tidak akan mau lagi menjadi kepala desa ini." kata Lei dengan malasnya karena terus-menerus semua orang memanggilnya kepala desa.


Mendengar ancaman Lei tentu semuanya terkejut. mereka juga bingung harus memanggil Lei apa jika bukan kepala desa pasalnya sekarang dia adalah kepal desa desa cahaya.


"Panggil aku Lei." kata Lei


"Tapi itu tidak sopan jika hanya dengan nama. Tuan Lei, bagaimana menurut kalian?" kata salah seorang warga yang mendapatkan persetujuan dari semua orang

__ADS_1


"Ya besok aku ingin memberikan beberapa biji-bijian untuk kalian tanam. kita rubah desa ini menjadi desa makmur tanpa kekurangan pangan. apa kalian setuju." kata Lei yang membuat semuanya bersorak gembira.


"Ya sekarang lanjutkan aktifitas kalian aku masih ada sesuatu yang harus aku selesaikan." kata Lei dengan berlalu pergi.


__ADS_2