Legenda Tikus Abadi

Legenda Tikus Abadi
EPISODE 25 Berburu


__ADS_3

Lei memperhatikan You Keke yang tampak terus merenung. ia mendekatinya dan ikut duduk namun gadis itu tidak menyadari kehadiran Lei, alhasil ketika Lei memulai pembicaraan dia terlonjak kaget.


"Kau masih memikirkannya?" tanya Lei.


"Bagaimana aku tidak memikirkannya Lei, perasaan ku benar-benar campur aduk. aku tidak pernah melakukannya sebelum ini. apa yang harus aku lakukan Lei aku benar-benar takut." ucap You Keke dengan menatap Lei.


"Kau ingin ikut aku tidak?" tanya Lei.


"Kemana?" tanya You Keke.


"Sudahlah ikut saja." kata Lei yang membuat You Keke berdiri dan mengikuti Lei


"Kau akan pergi dengan tangan kosong saja?" tanya Lei dengan herannya.


"Lantas?" tanya You Keke dengan bingungnya.


"Ck kita akan berburu di hutan jika kau tidak membawa busur bagaimana bisa kau akan mendapatkan buruan." kata Lei.


"Apakah kita punya?" tanya You Keke.


"Tentu saja." jawab Lei .


Walaupun You Keke belum pernah berburu di hutan, ia hanya mengikuti Lei saja. sebenarnya ada rasa takut di hatinya apalagi ketika memikirkan jika dia sudah membunuh orang pikirannya benar-benar semakin tidak terkontrol.


Mereka menuju hutan dan mulai mengamati situasi. suasana di hutan cukup tenang dan sunyi hanya ada suara hembusan angin dan binatang saja.


"Disini kau bisa bebas membunuh apapun itu. setidaknya itu akan membuatmu lebih baik aku yakin itu." kata Lei dengan meyakinkan You Keke.


"Huffftt baiklah ayo mulai." kata You Keke dengan bersiap-siap.


Dengan mata elangnya, keduanya dengan cepat bisa memperoleh target. keduanya saling membelakangi dan entah itu kebetulan ataupun apa, tapi keduanya pun mendapatkan target.


"Lei..."


"Ya aku juga. kau harus fokus." kata Lei.


Dengan berbekal anak busur panah yang dia bawa, You Keke pun berhasil memanah seekor rusa. sebelum target pergi, Lei pun juga sama sudah berhasil.

__ADS_1


saat mendekati buruannya, Lei tercengang ketika mendapati jika buruannya itu bisa berbicara layaknya manusia. seekor macan kumbang dengan mata merah menyala menatap Lei dengan tatapan sulit di artikan.


"Ka kau...." ucap Lei dengan mendekati macan kumbang itu


"Terimakasih kau sudah mengurangi rasa sakitku. entah kenapa aku begitu yakin ketika melihatmu. tolong temui anakku di goa yang berada di selatan hutan dan jaga dia karena dia sangat berarti untukku. terimalah ini." kata macan kumbang dengan memberikan sebuah batu giok merah pada Lei.


"Tunjukkan ini padanya dan dia akan mengerti." lanjutnya lagi.


"Apa maksudmu?" tanya Lei namun tidak mendapatkan jawaban dari macan kumbang


"Dia sudah mati? apa maksudnya? aku harus menjaga anaknya??!" kata Lei.


"Lei lihat ini!!!!" teriak You Keke dengan baju yang sudah penuh darah.


Tentu saja Lei terkejut namun pandangannya teralihkan dengan apa yang dia bawa. sebuah tanduk emas namun warnanya sudah bercampur dengan darah.


"Lei kau tau ini adalah tanduk rusa yang sangat langka. Rusa Seiyin." kata You Keke dengan tersenyum lebar.


"Ya aku juga mendapatkan ini dari dia. dia menyuruh ku untuk menemui anaknya di selatan hutan ini. bagaimana apa kita kesana dulu atau langsung kembali?" tanya Lei.


"Kesana saja dulu ini juga belum terlalu sore. oh ya Lei apa yang akan kita lakukan dengan tanduk ini?" tanya You Keke


"Benarkah? wahh pantas saja banyak sekali yang mencari tanduk ini." ujar you Keke.


"Tapi hanya bisa di gunakan satu kali saja. jadi kau harus menggunakannya dengan bijak." kata Lei.


"Iya iya aku tahu. tapi Lei, dimana aku harus menyimpannya? emm apakah kita buat semacam tempat persembunyian atau apa yang aman untuk menyembunyikan ini." kata You Keke yang membuat Lei hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Tidak perlu susah mencari tempat persembunyian. pakailah ini kau bisa menyimpan sesuatu yang berharga disini sebanyak yang kau mau." kata Lei dengan menyerahkan sebuah cincin bewarna hijau pada You Keke.


"Kau memilikinya?" tanya You Keke dengan terkejut.


"Aku memiliki dua dan kau bisa memilikinya satu. bukankah aku sangat baik padamu." kata Lei yang membuat You Keke kegirangan bukan main dan dengan reflek langsung memeluk Lei.


"Ya lebih erat lagi." kata Lei dengan terkekeh.


"Cih itu tidak sengaja." kata You Keke dengan sinisnya.

__ADS_1


"Baiklah baiklah." kata Lei dengan mengacak rambut you Keke.


"Lei!!!" seru You Keke dengan mengerucutkan bibirnya.


"Apa? ada apa dengan bibirmu. ahh kau menginginkannya? baiklah dengan senang hati sayang." kata Lei dengan menggoda namun ia langsung mendapat pukulan telak dari You Keke sementara gadis itu sudah berlari lebih dulu.


"Hahaha lucu sekali dia. di pikir-pikir sejak kapan aku mulai menyukainya. membingungkan sekali " gumam Lei dengan tersenyum.


"Dasar pria mesum gila. berani-beraninya dia berkata seperti itu. ahhh tapi ada apa dengan diriku." gumam You Keke dengan tersenyum malu-malu


Mereka sudah tiba di selatan hutan dan masih terus mencari dimana letak goa yang di maksud macan kumbang itu. auranya memang sangat berbeda dari hutan yang sebelumnya mereka lewati.


"Keke waspadalah disini banyak binatang kuat aku dapat merasakannya." kata Lei


"Aku juga merasakannya." ujar You keke mengangguk


Setelah beberapa saat mencari akhirnya merekapun menemukan sebuah goa kecil yang terhimpit dengan bebatuan yang sudah di tumbuhi lumut dan tumbuhan liat


Mereka mengangguk sebelum akhirnya merekapun melangkah menuju goa tersebut. sebelum mereka masuk ada sebuah suara kaki yang tengah berjalan keluar.


Seekor macan kecil namun juga nampak seperti singa karena mempunyai bulu yang sangat lebat bewarna putih di kepalanya. ia muncul dari dalam goa dan mengaum cukup keras dengan aura membunuh yang sangat kuat.


"Keke waspadalah." kata Lei


"Aku kesini karena ibumu yang menyuruhku." kata Lei namun bukannya berhenti justru macan kecil itu semakin mengaum dan ingin menyerang Lei.


Lei pun mengingat perkataan macan kumbang betina yang memberikan batu giok merah padanya. ia pun mengeluarkannya dan menunjukannya pada macan kecil itu.


Ketika merasakan aura ibunya dari batu giok itu, ia pun berhenti dan mendekati Lei serta berperilaku sangat manja pada Lei.


"Lei apa yang terjadi?" tanya You Keke dengan herannya karena perubahan drastis dari macan kecil itu


"Jika aku menunjukan batu giok merah ini padanya dia akan menurut." kata Lei


"Tapi dia sangat lucu." kata You Keke


"Seperti yang di katakan ibumu aku akan menurutinya jadi mulai sekarang namamu adalah Zhuang." kata Lei.

__ADS_1


"Kau akan membawanya?" tanya You Keke dengan terkejut.


"Ya aku sudah berjanji pada ibunya untuk merawatnya. dia akan tinggal di ruang dimensiku jadi kau tidak perlu khawatir." kata Lei yang membuat You Keke mengangguk


__ADS_2