
"Dimana Lei?" tanya Ming In pada You Keke.
"Dia sedang meditasi." jawab You Keke.
"Oh begitu. aku akan berlatih kau ingin ikut atau tidak?" tanya Ming In
"Boleh." jawab You Keke.
"Bolehkah aku juga berlatih bersama kalian." kata Xiao Li
"Tentu saja." jawab Mereka berdua
Lei memilih tempat yang sunyi agar dia bisa fokus pada meditasinya. selain dia ingin menyerap energi alam dan Qi, ia juga ingin menemui gurunya karena banyak sekali pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada gurunya.
Lei merasakan sesuatu yang mengalir dari tubuhnya. semakin lama sensasi itu membuatnya semakin nyaman dan ia berhasil sampai ke alam bawah sadarnya.
Lei berdiri di sebuah tempat serba putih tanpa apapun. Dia menatap sekelilingnya yang hanya terasa hampa.
"Guru aku ingin bertemu denganmu. dimana kau?." kata Lei dengan mata yang mencari ke semua sisi.
"Guru aku punya beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan padaku jadi tolong temui aku." kata Lei lagi
"Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan padaku " sebuah suara yang membuat Lei tersenyum.
"Rawatlah dia dengan baik, dia akan menjadi binatang legendaris kuat dan dengan batu giok merah itu kau bisa mengendalikannya. anak macan kumbang itu adalah keturunan dari raja hutan Cymo. alasan ibunya menyerahkan hidupnya di tanganmu karena dia percaya kau bisa menjaga anaknya." kata Xi Mo
"Raja Cymo?? menyerahkan hidupnya padaku? aku benar-benar tidak tahu apa yang kau maksud guru." kata Lei dengan bingungnya.
"Jika kau sudah menyelesaikan semua urusanmu seperti yang aku katakan kau bisa menemui raja Cymo. sebelum kau datang ke hutan itu, macan betina itu sudah lebih dulu terkena racun yang di bawa oleh beberapa orang yang mengincarnya. walaupun dia kuat tapi racun anggrek hitam akan melumpuhkan siapapun dan sekuat apapun dia akan tetap mati pada akhirnya." jawab Xi Mo yang membuat Lei paham.
"Bagaimana dengan jantung burung iblis itu guru? apa yang harus aku lakukan?" tanya Lei.
"Kau bisa memakannya. itu akan membantu menaikkan kultivasimu." jawab Xi Mo
"Baiklah guru terimakasih." ucap Lei
__ADS_1
Ia pun membuka matanya menghembuskan nafasnya serta menghirup udara beberapa kali. ia mendengar suara dentingan pedang dan ternyata teman-temannya tengah berlatih
"Mereka berlatih tanpa mengajakku ckckck keterlaluan sekali." kata Lei dengan berdiri dan menghampiri teman-temannya
"Hei kalian berlatih tanpa mengajakku." kata Lei yang membuat kedua gadis itu menoleh kecuali Ming In.
Karena keduanya tengah lengah, Ming In segera memanfaatkan kesempatan itu yang membuat kedua gadis itu terkejut bukan main saat pedang di tangan mereka terjatuh dan mereka sudah di todong pedang oleh Ming In.
"Lihat bukan kalian mudah sekali lengah. jika aku benar-benar musuh kalian sudah pasti kalian sekarang hanya tinggal nama." kaya Ming In dengan menurunkan pedangnya
"Tidak peduli apapun keadaannya kalian tidak boleh terlalu mudah lengah karena sedetik kita lengah musuh akan dengan mudah membalikkan keadaan. permainan pedang kalian juga sudah bagus hanya saja tidak boleh lengah dan tetap waspada." kata Lei yang di setujui oleh Ming In
Tanpa aba-aba Lei segera mengeluarkan pedangnya dan menyerang Xiao Li. tentu gadis itu terkejut bukan main namun ia berhasil menahan serangan Lei.
"Aku penasaran dengan keahlian pedangmu. keluaran semua teknik yang sudah kau pelajari sebelumnya. aku melihat kau memainkan teknik yang aku kenal." kata Lei.
"Baiklah Karena kau yang meminta aku tidak akan ragu lagi." Kata Xiao Li yang mulai mengeluarkan teknik pedangnya.
You Keke dan Ming In melihat pertarungan itu dengan seksama. mereka juga kagum dengan teknik pedang yang di pelajari Xiao Li.
"Ya aku juga belajar teknik itu." kata Ming In.
"Benarkah bisakah kau mengajariku juga." kata You Keke dengan penuh semangat
"Kenapa harus aku, ajak saja Lei. oh ya aku rasa kalian ada sesuatu." kata Ming In dengan menatap curiga pada You Keke
"Sesuatu apa yang kau maksud kita hanya teman biasa." kata You Keke dengan mengelak.
"Teman apaan yang menciumi teman sendiri. hehh kau pikir aku tidak tahu." kata Ming In yang membuat You Keke terkejut.
"Apa yang kau bicarakan jangan membual." seru You Keke
"Kau malu hahaha lihatlah wajahmu memerah. berarti benar bukan dugaanku kalian ada hubungan. hmm sejak kapan?" tanya Ming In dengan menggoda You Keke.
"Hubungan apa yang kau maksud aku tidak tahu." Kata You Keke dengan kesalnya.
__ADS_1
"Keke kemarilah." teriak Lei yang membuat You Keke menoleh.
"Cih sudahlah lebih baik aku bersama Xiao Li." kata You Keke
"Bersama Xiao Li atau ingin bersama Lei." kata Ming In dengan terkekeh.
"Diam!!!" seru You Keke dengan menatap tajam kearah Ming In namun bukannya takut justru laki-laki itu malah tertawa terbahak.
"Aku rasa teknik pedang bayangan cocok untukmu Keke." kata Lei yang membuat You Keke menatapnya
"Ya aku rasa juga begitu, karena kecepatan permainan pedangmu sudah menyamaiku." timpal Xiao Li
"Baiklah aku akan berlatih." kata You Keke
Lei memperagakan teknik pedang bayangan sementara You Keke memperhatikan dengan seksama setiap gerakan yang Lei lakukan begitupun juga dengan Xiao Li dan Ming In.
"Aku masih tidak percaya jika dia benar-benar Lei sahabatku. sekarang dia menjadi orang yang hebat." gumam Ming In dengan tersenyum lembut ke arah Lei
Ketika melihat gerakan Lei, you Keke merasakan sesuatu yang tidak asing. ia seperti sudah pernah melihat kejadian itu tapi dimana, dan orang itu adalah sama persis dengan perawakan Lei sekarang
Ia juga merasa jika gerakan yang Lei buat cukup mudah untuk dia pelajari. setelah Lei selesai, You Keke langsung memperagakannya. dan benar saja seperti dugaannya dengan cepat dia dapat dengan mudah menguasai gerakan teknik pedang bayangan.
"Wahhh dia sangat cepat menguasainya." kata Xiao Li dengan kagumnya.
"Gerakannya juga sudah hampir ke tahab sempurna." timpal Ming In yang juga kagum dengan You Keke
"Lei kau mau kemana?" tanya Ming In ketika melihat Lei yang tiba-tiba saja pergi.
"Jika ingin ikut ayo." kata Lei tanpa mengatakan sesuatu lagi
Ming In pun hanya ikut saja sementara Xiao Li tetap duduk dan memperhatikan gerakan You Keke. Lei mengambil kayu bakar dan membuat api. dari apa yang di lakukan Lei Ming In sudah bisa menebak jika laki-laki itu ingin memasak.
"Tumben sekali kau ingin memasak." kaya Ming In.
"Ya jadi bantulah aku jika kau ingin menaikkan kultivasimu." kata Lei yang membuat Ming In bingung.
__ADS_1