LENTERA GADIS BERCADAR Tuk TUAN MAFIA

LENTERA GADIS BERCADAR Tuk TUAN MAFIA
berjemaah


__ADS_3

saat makan malam tiba semua berkumpul di meja makan. namun dua insan yang ditunggu tak kunjung datang Angga yang bingung pun bertanya


" mam sebenarnya siapa yang kita tunggu semua sudah berkumpul di sini " . tanya angga


"ah otidak sayang ya sudah ayo kita makan malam dulu mereka pun makan malam bersama tanpa dua pasang kekasih itu


setelah makan malam mereka berkumpul diruang keluarga .


Anggi yang penasaran bertanya kepada mama dan Dedi


"sebenarnya kakak ke mana kenapa belum ada yang keluar tanya Anggi pelan takut Arga dengar


"mungkin kakak mU lelah sayang biarkan saja "ujar Deddy


"mom kira kira berhasil tidak ujar Deddy berbisik di telinga sang istri


"kayak nya sih ini sudah hampir 7 jam mereka tak kunjung turun .ujar mommy


"emm ded dan mom lagi bahas apa an sih tanya Anggi kepo


"ah tidak y sudah udah malam kalian istirahat gih kita besok jalan jalan ujar Deddy dan di anggukin oleh putra putri nya


"met malam ded mom pamit keduanya sambil mencium pipi mommy dan Deddy ny


akhirnya semua orang pergi istirahat


sedang kan pak bimo sudah naik dari tadi karena dia merasa kurang enak badan


lain mom lain pula dengan Arga


waktu terus berputar dia terbangun di sepertiga malam karena harus ingin minum namun air di atas Nakas renyata habis dia pun berniat turun namun sebelum itu dia kekamar mandi dulu tuk membersihkan tubuhnya dan melakukan sholat tahajjud


setelah selesai dia pun turut

__ADS_1


saat di dapur Arga bergegas mengisi air ke wadah air minum dan bergegas naik takut sang istri terbangun


dan benar saja sang istri terbangun


"e nghhhhhhh" Ami bergeliat dan saat iya merasa tak ada orang di samping nya Ami pun membuka mata nya ternyata sang suami baru saja menutup pintu


"hubby dari mana "tanya Ami


"eh sayang sudah bangun tanya Arga


"hemm "ujar Ami


"nih minum dulu ujar Arga


"terimakasih banyak bi ujar Ami lali meminum nya


"bi jam berapa ini "tanya Ami


" mau jam 4 pagi sayang ujar arga


"gak papa sayang apa udah kamu tidur lagi aja azan. subuh disini pukul 04:36 AM ujar Arga


"Ami mau mandi bi ujar nya dan menggeret selimut saat akan turun Ami menjerit


"aaaaahh."


"kenapa sayang apa masih sakit dan di anggukin oleh Ami. akhirnya Arga memilih menggendong Ami tanpa bertanya dan membawa nya ke kamar mandi


Ami yang merasa tubuh nya melayang langsung menjerit dan memegang erat leher arga


"kyaaaaaaaaaa ,hubby turunin apa yang hubby lakuin ujar Ami yang memegang erat leher arga karena kaget dan takut jatuh.


"sudah diem. ujar Arga dan sesampainya di dalam kamar mandi Arga memasukan Ami ke dalam Bathtub

__ADS_1



dan mengisi air hangat tak lupa aroma terapi nya


"sekarang berendam lah dulu habis tu mandi baru sholat,aku tinggal ya .". ujar Arga dan di anggukin oleh Ami dia tak melihat ke arah Arga karena malu


Arga pun keluar dan menutup pintu kamar mandi saat berada di dalam kamar Arga melihat ke arah ranjang Dimana disana terdapat bercak darah yang membuat Arga tersenyum . lantas Arga melipat seprai itu lalu menyimpan nya .


"terimakasih banyak sayang kamu sudah menyimpan nya tuk ku


" Arga pun bersiap setelah ia mengambil air wudhu di kamar sebelah


saat Arga kembali ternyata Ami juga keluar .dan mata merah pun bertemu sontak membuat Ami malu wajah nya sudah merah .


Ami bergegas mengambil pakaian nya di lemari dan memakainya


sakit itu masih terasa namun Ami menahan nya saat sudah selesai mereka pun sholat berjamaah


setelah selesai sholat Ami pun pamit pada sang suami tuk turun dia ingin memasak


" by boleh Ami turun Ami pengen masak sup iga ujar Ami kepada suami nya .


"apa kamu sudah baikan sayang ujar arga


"sudah mendingan BI sungkan sama mommy ujar Ami


"ya sudah hati hati ya ujar Arga Ami hanya mengangguk


dia pun bergegas keluar kamar dan turun ke dapur


"sepi belum ada yang bangun". ujar Ami


dia pun mulai menyiapkan bahan bahan yang akan di masak nya

__ADS_1


Ami yang terbiasa dengaan alat perang nya di dapur mampu melakukan nya dengan cekatan.


__ADS_2