
satu Minggu berlalu sejak musibah itu tak ada lagi kabar tentang Arga .bahkan tim SAR terus melakukan pencarian namun tak menemukan nya ...
di kediaman keluarga Wiratama hanya ada suara tangisan kesedihan bahkan tim SAR pun menyatakan kemungkinan besar jasanya Arga ikut hancur mengingat bahwa banyak nya puing puing burung besi itu ber ceceran . histeris sudah pasti hancur ,sedih ,sudah menjadi satu di rumah itu tangisan pilu seorang ibu tangisan kehilangan seorang ibu bagaikan kehilang sepatu hidup nya itulah yang di alami ibu felin .sejak kejadian itu beliau lebih sering pingsan ,bahkan sering tertawa ,sedih menangis bicara sendiri . hancur sehancurnya ..sehingga bagi siapa yang mendengar tangisan nya kan merasa tersayat .
"Arga...tidakkkkkkkkkkkkkk pulang nak .pulang lah mommy merindukan mu hick hick".tangisan itu pecah menggema seisi kamar .
"hick hick hick"...
"hahahhahhah"..
itu lah yang terjadi pada ny.felin. tidak mau makan akhirnya mereka pun melakukan tahlilan banyak pelayat tetangga pengusaha dan karabst berdatangan . kehilangan pun makin di rasakan oleh keluarga wira.
sungguh ,musibah tidak ada yang tau , dan tak ada manusia yang tau akan nasib kita . sebesar apapun musibah yang menimpa jika Allah masih menginginkan hamba nya tuk hidup .maka sebanyak apapun luka ditubuh kita ,kita kan tetap hidup . itulah yang di alamin oleh Arga nasip mujur masih berpihak pada nya . walaupun dengan keadaan memprihatinkan Allah masih memberikan kesempatan tuk dia hidup lebih tepatnya kesempatan untuk dia bertaubat.
sejak kejadian itu karena tak kunjung sadar akhirnya Arga di bawa ke klinik terdekat agar mendapatkan perawatan .dan sejak kejadian itu akhirnya Arga sadar namun sayang seribu sayang Arga Lupa siapa dia . sehingga membuat Amira dan ayah nya bingung .
"uhkk..."
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga nak,saya panggil kan dokter dulu ya ."kata ayah bimo
Arga bingung ada apa dan kenapa dan dimana
dokter pun datang
"saya akan memeriksa anda dulu."dokter lalu memeriksa nya
"bagai mana dok "tanya ayah Amira
__ADS_1
"bisa keruangan saya .?".tanya dokter
"bisa dok ".ayah aMira pun mengikuti dokter setelah sampai dokter mempersilahkan tuk duduk
"begini karena benturan yang menimpa kepala nya sangat keras kemungkinan besar putra anda akan mengalami amnesia . kita tidak tau kapan dia kan sembuh tapi tolong jangan paksa kan dia tuk mengingat nya, karena itu bisa berakibat fatal . "jelas sang dokter.
ya waktu melakukan pendaftaran pak bimo mendaftar kan nya sebagai anak nya yang di beri nama adnan.
"baik ,kapan boleh kami bawa pulang dok ?tanya pak bimo
" tiga hari lagi sudah boleh pulang"tutur sang dokter
"terimakasih banyak kalau begitu dok saya permisi".tutur pak bimo dan di anggukin oleh sang dokter .ayah bimo lalu kembali keruangan Adnan sebagai nama panggilan nya sementara.
ceklek
"jangan terlalu di paksakan nak .dan jangan takut saya pak bimo dan ini putri saya Amira .dia yang menemukan mu terdampar di hutan . " jelas pak bimo
"lali siapa nama saya, kenapa saya tidak bisa mengingat nama saya sendiri "tutur Adnan sambil memegang kepala nya
"jangan dipiri hal itu nan .tunggu kamu sembuh dulu tuk sementara kami akan memanggil mu dengan nama adnan .dan kamu boleh memanggil ku ayah "terang ayah bimo dengan ramah sambil tersenyum
"terimakasih ayah sudah menolong ku" kata Adnan
sedangkan di kediaman Arga
semua orang bagaikan mayat hidup mereka masih belum bisa menerima kenyataan pahit itu.
__ADS_1
kesedihan dan air mata terus saja memenuhi rumah Utama
.
.
tiga hari berlalu waktu yang di tunggu pun tiba Adnan sudah boleh pulang dan dia sudah lebih baik
malam harinya Adnan berusia mengingat siapa jati diri nya hanya ada satu benda yang dapat membantu nya tuk menemukan siapa keluarganya
yaitu berupa kancing baju yang memiliki nama marga setiap orang yang berketurunan seorang bangsawan . termasuk kancing baju milik Ardan yang terdapat nama Wira group di kemeja nya .
untung Amira sangat teliti saat mencuci nya ..
hari berganti Minggu , Minggu berganti bulan sudah empat bulan berlalu sejak Adnan kembali dari rumah sakit.
setelah sarapan pagi Amira berniat menyusul ayah nya ke ladang
"Amira apa kamu tidak kehutan lagi ?". tanya adnan
" tidak kak aku ingin bantu ayah di ladang ,".jawab Amira santai.
"ya sudah kalau begitu,hati hati ".tanya adnan datar
" apa kakak ingin ikut dengan ku ke ladang?".tanya Mira
"tidak aku di rumah aja deh ,kata adnan
__ADS_1