
waktu terus berputar tak terasa malam mulai menyapa sang rembulan menjemput sang mentari jam menunjukkan pukul 18.35
saat Arga hendak turun tiba tiba ada suara orang meminta tolong di kamar mandi Arga yang penasaran pun berbalik arah menuju toilet asal suara tadi.
"siapa di dalam tanya Arga namun suara tangisannya sungguh pilu Arga pun bergegas mencari tahu .
saat tiba di depan toilet tiba tiba seperti ada yang mendorong tubuh Arga kedalam
brugkkk
blam
dan seketika itu juga pintu tertutup .
Arga yang tidak siap pun tersungkur namun sayangnya ia harus menindih tubuh wanita yang menangis tadi yang tak lain adalah kanza.
sontak mata Arga terbelalak dan Arga pun ber gegas bangun dan pada saat Arga hendak membuka pintu namun sayangnya pintu nya terkunci
"siapa di luar tolong buka pintunya ". teriak Arga yang terus saja menggedor pintu
Arga meraba sakit nya naas ia tak membawa ponsel nya . namun karena Arga tau ini pasti jebakan Arga pun memencet tombol kecil di jam tangan nya maka kamera tersembunyi yang tertanam di dalam jam pun menyala.
Arga mulai mengikuti permainan kanza .
kanza yang tidak tahu pun beraksi
"tuan Arga yang terhormat apakah anda begitu khawatir sehingga anda berlari kesini".ujar kanza sambil jari tangan nya bergerak membentuk apstrak di dada dan di pipi Arga .namun itu tak lama karena Arga segera mendorong tubuh kanza hingga terjungkal
__ADS_1
brugggggg
"awwwww ".kanza pun meringis kesakitan.
"jangan pernah melempar umpan kedalam kandang singa ingat itu".ancam Arga dan dia pun mengaktifkan alarm di jam tangan nya
"ayolah tuan Arga apa anda pikir saya akan takut??,tidak anda salah besar saya menginginkan anda maka saya harus mendapatkan apa yang menjadi keinginan saya " ujar kanza sambil mendesah di telinga Arga ,jika pria lain mungkin akan terpengaruh namun sayangnya arga justru jijik
mendengar kalimat itu
"Anda tau nona kanza yang terhormat bahwa suara Anda itu terdengar menjijikkan suara mu seperti drakula kelaparan " timpal Arga lagi
kanza mendengar ucapan Arga merasa terhina lantas dia mengacak acak rambutnya dan merobek baju bagian atas nya sekilas terlihat seperti di perkosa namun jika dilihat dengan jeli justru kan terlihat kebenaran nya ,dan dia juga mengelap lipstik di bibirnya sembarangan seakan terlihat seperti di cium paksa
Arga melihat itu tak percaya
"jadilah wanita yang mahal harganya agar anda di muliakan oleh para lelaki , jika anda bersikap seperti ini semua orang akan memandang anda hina ,ikan asin aja masih ada harga nya masa anda tidak, apa anda tidak merasakan rugi dan menyesal ".timpal Arga lagi ucapan Arga bak air keras yang menyiram wajah dan seluruh tubuh kanza .
entah apa yang ada dipikiran kanza saat ini entah lah hanya kanza yang tau
tak berselang lama Kenzo datang dan mengetuk dari luar
tok tok tok
"tuan apa anda ada didalam" .tanya Kenzo
"ya buka pintu nya ".titah Arga namun sebelum pintu terbuka Arga mendorong tubuh kanza kedalam salah satu toilet yg berjejer kanza hanya diam menurut .
__ADS_1
dia masih berada dalam lamunan nya.
ceklek
pintu pun terbuka
"tuan maaf saya terlambat apa anda baik saja " tanya Kenzo panik
"saya tidak apa apA". ujar Arga
"ayo kita pergi ini sudah malam".titah Arga dan berlalu mendahului Kenzo .
setelah sampai di parkiran Kenzo yang dari tadi memperhatikan baju Arga pun akhirnya memberitahu Arga
"ga mending jas dan kemeja Lo di ganti dari pada ntar jadi bara antara lo dan Amira".Kenzo berkata layak nya saudara . karena bagi Kenzo keutuhan rumah tangga Arga adalah tanggung jawab nya juga
Arga yg mendengar langsung mengerti
"baiklah kita mampir kemall dulu ujar".ajak Arga dan di anggukin oleh Kenzo.
mereka pun pergi kemall yang dekat dengan kantor nya
setelah sampai Arga langsung menuju tempat pakaian pria dan Arga Langsung memakai nya
tak lupa juga dia membawa kan tuk semua orang dirumah .agar tidak menaruh curiga
"
__ADS_1