LILYA

LILYA
Rumor Putus


__ADS_3

"Baiklah anak-anak, pelajaran hari ini sampai di sini dulu, jangan lupa untuk mengumpulkan semua tugas-tugas nya untuk penambahan nilai kelulusan nanti dan belajar yang giat semua nya, tinggal 2 minggu lagi kalian ujian kelulusan". Ujar Bu Wati lalu meninggalkan kelas. "Iyaa Buu".


Semua murid pun berhampuran keluar kelas untuk pulang. Hana menatap Lia yang masih membereskan buku-buku nya. "Lia". Panggil nya.


"Heem? kenapa Han?". Jawab Lia lalu memakai tas nya dan beranjak dari tempat duduknya, Hana pun ikut beranjak dan memposisikan jalan nya di samping Lia. "Lo beneran di jodohin Lia? maksud nya lo gak lagi boongin Eldan gitu, sapa tau lo cuma kesal terus ngomong gitu tadi?". Bisik Hana.


Lia pun menatap Hana dan mengangguk pelan. "Gue gak boong Han, itu beneran". Ujarnya lantas membuat Hana terkejut kembali. "Terus gimana hubungan lo dengan Eldan nanti nya?". Tanya nya.


"Gue juga gak tau Han, sebenarnya gue gak mau nerima perjodohan ini, tapi yah Bokap gue maksa gue, kalau di tanya sih, yah gue gak mau pisah sama Eldan gue sayang banget ke Eldan". Gumam nya sedangkan Hana hanya terdiam menatap teman nya itu.


"G-gue gak tau harus apa Han, gak ada pilihan lain selain nerimaa..." Hana pun langsung berhenti di hadapan Lia, lalu memeluk nya dan mengusap punggung nya. "Yang Sabar yah Lia". Ujarnya.


Lia pun mengangguk lalu membalas pelukan Hana. "Iya makasih". Ujarnya sambil melepaskan pelukan Hana dan melanjutkan jalan nya.


...***...


Sesampainya di depan gerbang sekolah, Lia pun menatap Hana yang ada di samping nya. "Han, lo pulang nya naik apa?". Tanya nya.


"Oh itu mungkin di jemput sama Bokap gue, kalau lo?". Ujar Hana setelah mengirim pesan ke Ayah nya.


"Gue mungkin naik Bus aja deh". Ujar Lia dan Hana mengangguk-angguk.


"Oh iya Han, tolong lo rahasian tentang perjodohan gue yah". Bisik Lia dan Hana mengangguk lagi. "Tenang aja Lia, gue bisa kok jaga rahasia". Ujarnya.


"Bagus. kalau gitu gue pulang dulu yah Han, bye". Ujar Lia lalu melampaikan tangan nya dan berjalan menuju Halte Bus. "Bye Bye Lia". Balas Hana.


Tidak terlalu jauh untuk berjalan dari sekolah ke halte bus. Lia pun duduk di bangku kosong sambil mengeluarkan Novel milik nya, membaca sambil menunggu Bus datang. tak butuh waktu lama Bus pun tiba, ia bergegas masuk, setelah membayar, ia pun duduk di kursi dekat jendela, membuka sedikit jendela bus, lalu melanjutkan membaca Novel nya.


...***...


"Eldan". Panggil Harin dan Eldan menatap nya sejenak lalu menaiki motor miliknya. "Hm kenapa Rin?". Tanya nya.


"Heem itu, gue boleh numpang pulang gak?". Tanya Harin.


"Maaf Rin, lo pulang sendiri aja dulu, gue juga mau langsung pulang ke rumah, gak bisa anterin lo pulang agak jauh lagi Rin gue bawa motornya". Ujar Eldan lalu memakai Helm nya dan menyalahkan mesin motor miliknya, sedangkan Harin yang mendengar itu pun terdiam.


"Tapi Eldan". Ucap nya sambil menarik Tas Eldan, membuat Eldan berbalik melihat diri nya lagi. "Apa lagi Harin?". Tanya nya.


"Itu tadi pagi lo juga jemput gue di ru-".

__ADS_1


"Yah karna sedari kemaren malem lo maksa gue mulu buat berangkat bareng, sampe gak mau ke sekolah lagi gegara di tinggal sama sofia tadi pagi". Ujarnya.


"Tapi kan, kalau bukan karna gue nelpon lo, lo gak bakalan dapet ponsel lo kan". Sahut Harin dan Eldan pun mengangguk membenarkan yang Harin kata kan, ia juga mengira kalau Ponsel nya sudah hilang kemarin di ambil orang, gegara ada acara di rumah nya.


"Udahlah Rin, gue lagi gak mood anterin lo pulang, salah lo sendiri sih, tadi Sofia dah ajak lo pulang bareng, tapi lo nolak". Ujarnya lagi.


"Ish Eldan, anterin gue dong, yah gue gak tau lah kalau lo gak mau anterin gue pulang tadi jadi gue tolak ajakan Sofia". Ucap Harin.


"Kepedean sih mba nya".


"Dahlah, gue mau pulang, sono lo pulang naik ojol atau taksi aja sih". Ujar Eldan lagi.


"Ish Eldan! Gue udah gak punya duit lagi buat bayar ongkos pulang, habis semua tadi, ayolah Eldan anterin gue pulang yah". Ujarnya lalu menggoyang-goyangkan Lengan Eldan.


Eldan pun berdecak kesal melihat Harin yang terus memaksa. "Yaudah, buruan naik, gue mau pulang nih". Ujarnya dan Harin pun tersenyum lalu memakai Helm nya dan menaiki job motor Eldan. "Udah". Ujar Harin dan Eldan pun melajukan motornya meninggalkan area sekolah.


...***...


Selama seminggu ini, Lia dan Eldan pun tidak pernah bertukar sapa, bahkan berpapasan pun mereka berdua tak saling melirik, berkirim pesan pun tidak pernah, baik itu Eldan yang memulai maupun Lia.


Membuat satu sekolah terlihat bingung akan kedua nya, banyak rumor yang menyebar kalau Eldan dan Lia hubungan mereka retak atau putus. pasalnya semenjak hari itu di atap sekolah, Eldan dan Harin lebih dekat, datang ke sekolah maupun pulang selalu bareng. Murid-murid sekolah banyak yang berpendapat kalau Eldan dan Lia saling menjauh gegara Harin. tapi mereka bertiga memilih diam.


Hana yang melihat Lia duduk lantas membalikan badan nya menghadap teman nya itu. "Aloo Lia selamat pagi". Ujar Hana tersenyum, Lia pun membalas senyuman Hana. "Pagi juga Han".


"Oh lo bawa apaan lia?". Tanya Hana setelah melihat Lia menaruh dua totebag di atas meja. "Oh ini, hanya beberapa kue yang Nyokap gue beli, buat di bagiin ke teman sekelas". Ujar Lia.


Hana yang penasaran pun membuka satu totebag dan melihat isi nya. "Wah Lia, kue nya di hias sangat lucu, pasti mahal". Ujarnya lalu menaruh kembali totebag itu di atas meja dan Lia hanya tersenyum.


...***...


Pas jam pelajaran pertama berbunyi, siswa dan siswi kelas 12A1 pun masuk. Lia yang melihat semua teman sekelas nya sudah masuk pun, beranjak ingin membagikan Kue yang di beli Sarah waktu ke luar kota kemarin lalu. "Han bantuin bagiin totebag yang satu nya yah, masing-masing satu orang". Ujar Lia dan Hana pun mengangguk setuju.


"Temen-temen semua nya". Panggil Lia yang sudah ada di depan bersama Hana. "Gue mau bagiin kalian beberapa kue, ini dari Nyokap gue". Ujarnya lalu membagikan nya, Hana pun ikut membagikan nya.


"Wih kelihatan nya enak nih Lia, Makasih yah". Ujar Marvel.


"Hooh nih kelihatan nya enak, bagi dua dong". Ujar Haikal ingin mengambil satu lagi. "Gak boleh Kal! ini tuh pas di bagiin satu-satu!". Omel Hana memukul lengan Haikal.


"Ahk Hana mah jaat main pukul-pukul aa". Ujarnya mengusap Lengan nya itu.

__ADS_1


"Ih Astagafirullah, Najis Kal denger nya". Ujar Hana yang masih sibuk membagikan kue nya.


"Makasih Lia atas pemberian nya". Ujar Rendy.


"Makasih".


"Makasih banyak Lia".


"Duh Bidadari baik banget, makasih yah".


"Makin sayang Lia deh".


"Makasih banyak Lia, salam buat Nyokap lo yah". Ujar Naya dan Lia pun mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan teman sekelas nya.


"Lia punya gue gak ada". Ujarnya setelah membagikan semua nya dan kembali duduk. Ia pun belum mengambil untuk diri nya sendiri, kirain bakalan ada lebih satu.


"Haha Hana gak kebagian". Ujar Haikal tertawa melihat Hana yang cemberut. Lia yang melihat itu ikut terkekeh melihat tingkah Hana. "Bentar, untuk lo ada kok".


Hana yang mendengar itu lalu tersenyum. "Beneran Lia, mana?". Ujar nya lalu Lia mengambil satu totebag dan memberikan nya untuk Hana. "Nih punya lo, spesial dari gue". Ujarnya dan Hana pun lantas membuka nya dan melihat ada banyak sekali kue, ada beberapa cake kecil, kue kering yang di hias, macaron warna warni, puding dan masih banyak lagi.


"Wah Lia, makasih banyak, suka banget". Ujar nya spontan memeluk Lia. "Iya sama-sama".


"Wah parah sih Lia, punya Hana banyak banget dah". Protes Haikal.


"Dahlah Kal, bersyukur aja sih untung dapet dari pada gak sama sekali kan". Ucap Rendy.


"Iya Ren, bersyukur kok gue, tapi gue lebih bersyukur kalau Hana mau di bantu abisin kue nya sama gue, iya gak Han?". Tanya Haikal.


"Ish Gak Boleh, ini punya gue!". Ujar Hana lalu menaruh kembali ke totebag, ia akan memakan nya di rumah atau jika tidak ada Haikal di kelas.


Lia yang melihat itu pun tersenyum. merasakan ponsel nya bergetar, ia lalu mengambil nya dan melihat siapa yang mengirim pesan.


Lia pun lantas membuka pesan dari kekasih nya itu, selama seminggu tak saling mengirim pesan.


...Eldan❤...


Lia, nanti malem kita ketemu di Cafe dekat kampus nya Bang Jeffry yah.


Jam 19.00

__ADS_1


Lia pun menghelah nafas nya pelan, entah ini bertanda baik atau buruk untuk nya dan Eldan. ia hanya perlu menemui nya lelaki itu nanti malam.


__ADS_2