LILYA

LILYA
Penjelasan


__ADS_3

Lia menatap pantulan diri nya, beberapa kali merapikan rambut nya yang ia biarkan tergurai bebas. di rasa udah baik, Lia menghelah nafas nya pelan lalu bergegas turun.


Ia melihat Mama nya yang sedang memasak di dapur, lalu menghampiri nya. "Maa". Panggil Lia.


Sarah pun berbalik dan melihat anak nya sudah rapi dan kelihatan cantik. "Kamu mau kemana Nak?" Tanya Sarah yang menatap nya dari atas sampai bawa.


Lia yang melihat Mama nya pun tersenyum. "Ini Lia mau makan di luar Ma, jadi Lia gak ikut makan malem". Ujarnya.


"Gitu yah. Yaudah Mama makan nya bareng Papa aja nanti, tapi kamu bareng siapa emang? Bang Jeffry?". Tanya Sarah lagi dan beralih melanjutkan masak nya.


"Itu Lia gak bareng Bang Jeff Ma". Balasnya.


"Terus bareng Siapa? Joan yah".


"Bukan Ma, Lia bareng nya Eldan Ma".


"Oh Eldan toh". Ujar Sarah sambil mengangguk-angguk.


"Iya Ma kalau gitu Lia berangkat dulu yah".


"Eldan jemput kamu yah?". Tanya Sarah lalu menatap Anaknya itu. "Enggak Ma Lia mau bawa mobil, Eldan nungguin nya di sana Ma, Lia berangkat yah Dah ". Ujarnya lalu pergi. Sarah hanya menatap nya sampai mendengar pintu rumah tertutup kembali lalu melanjutkan kegiatan nya.


"Sayang Ayo makan malem dulu". Teriak Sarah memanggil Suami nya.


Hendra pun menghampiri Sang Istri di dapur yang sudah selesai meletakkan makanan di atas meja. ia pun beralih duduk sambil menunggu Sarah mengambilkan nasi untuknya. "Nih Sayang, ambil sendiri yah laut pautnya". Ujar Sarah dan Hendra hanya mengangguk.


"Lia kenapa gak turun makan Ma". Tanya Hendra.


"Ah itu Lia tadi pergi makan malem dengan Eldan". Ujar Sarah.


"Eldan? Kekasih nya itu?". Tanya nya. dan Sarah mengangguk. "Kirain sudah putus".

__ADS_1


"Seperti nya Lia gak bakalan putusin Eldan Pa, bahkan di jodohin pun ia pasti bakalan pertahanin Eldan". Ujar Sarah menatap Suami nya itu.


"Walaupun Lia tetap mempertahankan Kekasih nya itu, terserah dia saja, asal Lia nerima perjodohan nya dengan Joan". Ujar Hendra menatap sejenak Sarah lalu melanjutkan makan nya.


"Pa, setelah satu bulan Lia nikah, Mama bakalan jodohin Lia juga, sesuai perjanjian Pa". Ujar Sarah mengingatkan Suami nya, ia gak mau kalau cuma Lia di jodohkan oleh pilihan Hendra. Sarah pun ingin Lia menikah dengan Lelaki pilihan nya.


Hendra yang mendengar ucapan Istrinya itu pun menghela nafas nya, ia mengira istrinya itu hanya main-main. "Kamu yakin mau jodohin Lia juga? Padahal Lia kan udah nikah Ma, gak mungkinkan Lia dan Joan langsung Cerai". Ucap Hendra.


"Yah gak usah sampai cerai Pa, tinggal nikahin Lia lagi udah. pokoknya Mama gak mau tau, Lia juga harus nikah sama pilihan Mama!". Sahutnya dan Hendra pun mengangguk pasrah.


"Terserah Mama aja dah, asal Mama yang urus semua nya sampai selesai, jangan sampe keluarga Pak Johnny tau, bisa-bisa perusahaan Papa yang kena". Ujarnya.


"Tenang aja Pa, Mama bakalan ubah nama Lia pas nikah nanti, tinggal bayar udah kan". Balas Sarah tersenyum. Hendra yang mendengar itu hanya mengelengkan kepala nya. "Terserah Mama, jangan sampai ketahuan keluarga Pak Johnny Ma, nanti aku yang ngasih tau Joan soal ini juga, mudahan Joan bisa ngerti".


...***...


Lia akhirnya sampai di Cafe tersebut. ia lalu turun dari mobil nya setelah memarkirkan nya. merapi kan kembali dress yang ia gunakan lalu berjalan masuk ke dalam Cafe.


Lia lantas berjalan menghampiri nya, bahkan Jantung nya pun ikut berdebar, semakin berdebar waktu ia duduk di hadapan Eldan.


Eldan yang tadi nya terdiam pun lantas tersenyum menatap Lia yang langsung duduk di hadapan nya itu. "H-hai Lia, kamh apa kabar?". Tanya Eldan basa-basi. Lia pun ikut menatap nya. "Baik, kalau lo?". Tanya nya datar.


Eldan yang mendengar nada bicara Lia yang tak bersahabat itu pun tersenyum canggung menanggapi nya. "Ah itu, baik juga kok Lia". Ujar nya dan Lia pun mengangguk saja.


Hening setelah nya. Eldan mau pun Lia sama-sama terdiam. Eldan menatap Lia yang terus menatap keluar jendela Cafe tersebut. jika di tanya apa kau merindukan nya, pasti nya Eldan sangat merindukan kekasih nya itu, walaupun ia mendengar kabar perjodohan kekasih nya itu. "Lia kamu cantik malam ini". Ujar Eldan tersenyum. Lia lalu menatap kekasihnya itu, ada rasa senang Eldan memuji nya. "Ah iya Makasih El". Balas nya.


"Bagaimana kalau Kita pesan makanan?" Tanya Eldan dan Lia pun mengangguk setuju, lalu Eldan pun memanggil pelayan untuk menulis pesanan mereka.


20 menit kemudian pesanan mereka akhirnya sampai, Eldan dan Lia pun menikmati makanan mereka masing-masing, dan sesekali saling mengobrol walaupun agak canggung.


Lia selesai lebih dahulu, ia pun menatap Eldan yang masih menyelesaikan makanan nya, ia pun jadi semakin berdebar tak kalah Eldan menatap dengan senyuman nya itu. "Lia". Panggil nya.

__ADS_1


"E-eh Iya El". Jawab Lia agak gugup.


"Apa kamu bisa jelasin semua nya sekarang?". Tanya Eldan. Lia yang mendengar itu pun menarik nafas nya dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan. "Okey".


"Tapi a-gue jelasin yang inti nya aja". Ucap nya dan Eldan pun mengangguk setuju.


"Jadi gini, Bokap gue jodohin gue sama anak temen bisnis nya, gue gak tau apa-apa sampe Bokap gue nyuruh gue ikut makan malem dengan temen bisnis nya, di situ gue bener-bener gak tau El, sampe akhirnya Temen Bokap gue ngebahas tentang perjodohan itu, gue beneran terkejut El".


"Tapi Lia k-kamu gak bisa nolak perjodohan itu?". Tanya Eldan yang mulai mengenggam tangan Kekasih nya itu.


Lia pun mengelengkan kepala nya. "G-gak bisa El, gue udah berusaha buat nolak, bahkan gue dah bujuk Bokap gue, tapi tetap aja, Bokap gue mau jodohin gue, kalau gue nolak g-gue bakalan di usir dari rumah gegara gak patuh dan juga mungkin bakalan nikah bulan depan...". Ujar Lia menunduk. Eldan yang mendengar itu terdiam, ia pun tak rela melepaskan Lia begitu saja.


"Jadi sekarang hubungan kita gimana Lia? kamu mau putus sama aku?". Tanya Eldan menatapnya sendu.


Lia pun ikut menatap Eldan. "Gak El gak a-aku gak mau putus sama kamu". Balas Lia sambil mengeleng-gelengkan kepala nya, bahkan ia pun mengenggam erat tangan Eldan.


"Aku juga gak mau putus". Gumam Eldan lalu mengelus punggung tangan Lia. "Tapi aku gak bisa maksa kamu buat pertahanin hubungan kita, kamu benar harus patuh sama orangtua". Ucap nya sambil tersenyum.


Lia tetap mengeleng, ia benar-benar tidak ingin berpisah. "Aku bakalan tetap pertahanin kamu El, walaupun aku di jodohin, toh aku gak juga gak suka sama pilihan Papa sendiri". Ucap Lia dan Eldan tersenyum lalu mengangguk.


"Lia". Panggil Eldan. "Heem?".


"Aku kan pernah ngasih tau kamu, kamu akan tetap milik aku Lia, gak ada yang bisa rebut kamu dari aku". Ujar nya lalu mengecup punggung tangan Lia.


Lia yang melihat itu tentu tersipu, perilaku Eldan emang susah di tebak, kadang romantis, kadang cuek kadang nyebelin parah, tapi tak sedikit pun membuat Lia membenci nya, Lia terlalu menyayangi seorang Eldan Pratama, begitupun sebaliknya.


...***...


Lia keluar dari Cafe tersebut di susul oleh Eldan di belakang nya. "Kamu pulang nya hati-hati yah Sayang". Ujar Eldan mendekati Lia lalu menangkup kedua pipi nya. "Iya El, kamu juga hati-hati pulang nya, jangan ngebut". Balas Lia, Eldan pun tersenyum lalu mengangguk. "Siap!".


Lia pun membalas senyuman kekasih nya itu. "Kalau gitu aku mau pulang yah". Ujar nya. "Bentar Sayang". Sahut Eldan yang masih menanggup kedua pipi Lia, ia pun lebih mendekat dan langsung mengecup kening Lia sejenak.

__ADS_1


Lia di buat terkejut oleh aksi Eldan yang tiba-tiba mengecup kening nya. "iih El apaan sih". Ucap nya sedangkan Eldan hanya tersenyum. "Lia, sampe kapan pun kamu milik aku". Ujarnya dan Lia mengangguk. "Iya El".


__ADS_2