LILYA

LILYA
Pernikahan Pertama


__ADS_3

Lia terduduk di tempat tidur nya sejak dua jam lalu, bahkan jam masih menunjukkan pukul 04.09 Subuh. Ia terus berdecak kesal mengingat hari ini adalah hari pernikahan nya.


Ia juga tidak bisa tidur dengan tenang sejak semalam. "Sial Sial Sial!!". Gumam nya sambil memukul kepala nya pelan.


Lia menoleh ke arah kanan nya di mana ponsel nya tiba-tiba berdering. ia hanya menatap ponsel nya terus menerus tanpa ingin mengangkat nya, sampai akhir nya ia melirik siapa yang terus menelpon nya.


"El..d.a..n". Gumam nya sangat pelan setelah melihat siapa yag terus menerus menelpon nya itu. ada rasa senang karna Eldan terus mengirim pesan dan telpon pada nya. tapi rasa sedih nya lebih menyesakkan untuk nya sekarang.


"Maaf El". Ucap nya lalu mematikan ponsel milik nya, ia pun menghelah nafas nya dan menenggelamkan wajah nya di antar kedua lutut yang ia tekuk. tak ada rasa gembira yang Lia rasakan saat ini.


...***...


"Selamat datang Tuan, Nyonya dan Nona, silahkan masuk ke dalam". Ujar Manager Tia pemilik gedung pernikahan sambil tersenyum ke arah mereka.


"Bagaimana persiapan nya? sudah selesai semua nya?". Tanya Hendra.


"Sudah Tuan, hanya tinggal resepsi pernikahan nya saja Tuan". Jawab Manager Tia.


"Begitu yah, baiklah kami akan bersiap-siap dulu". Ujar Hendra lagi. Manager Tia pun mengangguk. "Mari saya antar ke ruangan mempelai nya, untuk Nona Lia, bisa masuk ke ruangan Rias dulu di temani oleh kedua pelayanan kami ini untuk bersiap-siap juga". Ujar Manager Tia sambil menunjuk kedua pelayan di samping nya itu.


Lia hanya terdiam tanpa menyahut, Sarah yang melihat anak nya itu pun menatap Manager Tia. "Baiklah biar saya yang ikut antar anak saya juga, Ayo Nak". Ucap Sarah sambil mengandeng lengan Lia. sedangkan Lia hanya berjalan gontai mengikuti Mama nya dan dua pelayan tersebut.


...***...


"Berapa umur Nona?". Tanya Perias sambil tersenyum.


"19 Kak.."


"Wah masih sangat muda yah, kenapa mau nikah di usia muda?".


"Bukan Lia yang mau Kak, tapi Papa yang maksa buat nikah".


Perias tersebut sempat terkejut lalu melanjutkan kegiatan nya merias Lia. "Sabar yah Nona, mungkin Papa Nona lakuin itu buat kebaikan Nona juga".


Lia terdiam mendengarkan apa yang di kata kan Perias tersebut tanpa niat menjawab nya.


Sedangkan Perias itu menatap Lia iba. "Kakak jadi ikutan sedih...". Ujar nya sambil merias Lia hingga selesai.


"Nona ini high heels nya". Ujar salah satu pelayan sambil menaruh nya di lantai. Lia pun memakai nya dan berjalan pelan, menimbulkan suara dari high heels yang ia pakai.


"Lia". Panggil Hendra memasuki ruang Rias tersebut.


Lia pun beralih menatap Papa nya yang menggunakan Jas berwarna Hitam sambil berjalan ke arah nya. "Anak Papa cantik sekali". Ujar nya.


Lia hanya menanggapi nya dengan senyuman. Hendra pun lalu memeluk putri nya tersebut dan menepuk-nepuk pelan punggung nya. "Anak Papa sudah besar yah, anak Papa yang cantik yang Papa Sayang...Papa harap kamu bahagia dengan Joan, Papa ingin melihat putri kecil Papa tersenyum dengan manis". Ucap nya beralih mengecup kening Lia sejenak.


Lia yang mendengar ucapan Papa nya merasa tersentuh, ia mendadak ingin menangis, bahkan mata nya pun sudah berkaca-kaca. "Paa..".


Hendra yang melihat putri nya hendak menangis pun menangkup kedua pipi nya. "Jangan menangis Tuan Putri, nanti Make Up nya luntur Nak, ayo kita keluar sekarang. Joan sudah nungguin". Ujar nya.

__ADS_1


Lia pun menatap Papa nya sejenak lalu menghelah nafas nya pelan. ia pun mengandeng lengan Papa nya dan berjalan keluar bersama.


...***...


Gedung Pernikahan sudah di penuhi oleh beberapa tamu undangan, yang di mana rata-rata mereka teman bisnis Hendra dan Johnny. mereka semua pun menatap ke arah Hendra dan Lia yang berjalan menuju ke altar yang mana sudah ada Joan yang berdiri menunggu nya di sana dengan senyuman.


sesampai nya di altar, Hendra pun menatap Joan yang ada di harapan nya. "Joanandra, saya percayakan dan titipkan Putri saya Lilyana kepada mu, tolong jaga dia, sayangi dia, cintai dia seperti saya merawat nya dari kecil hingga sampai saat ini. saya akan memberikan tanggung jawab saya ke kamu mulai sekarang". Ujar Hendra.


"Baik Pa, saya akan lakukan itu". Balas nya dan Hendra pun mengangguk lalu mundur beberapa langkah dan beralih duduk di samping istri nya.


"Lia". Panggil Joan sambil mengulurkan tangan nya.


Lia yang melihat itu pun meraih uluran tangan Joan. mereka pun bergandengan tangan sambil mengucapkan janji suci pernikahan.


Para tamu undangan yang hadir bertepuk tangan setelah Joan dan Lia mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Joan pun memasangkan cincin di jari manis Lia, begitu pun dengan sebalik nya. setelah nya Joan pun mengecup kening Lia sejenak. "Love You Lilyana".


...***...


Lia merasa sangat lelah sekarang, sedari tadi ia terus menerus menyambut tamu yang datang. "Lelah sekali gue". Rengek nya pelan.


Ia pun menatap satu persatu tamu undangan yang datang, tapi salah satu tamu yang datang mencuri pandangan nya. ia terus berusaha melihat siapa itu. "Kok kek familiar yah?". Gumam nya sambil menyipitkan mata.


"G-gak mungkin..." Ujar nya terkejut setelah ia pasti kan siapa yang ia liat itu. "Gak mungkin itu..kan?..".


Seseorang yang di liat oleh Lia pun beralih pergi ke taman samping gedung pernikahan, Lia yang melihat nya pergi, bergegas turun dari Altar dan mengikuti nya.


"Nak kamu mau kemana". Panggil Sarah yang melihat anak nya itu turun. Lia pun berhenti lalu berbalik menatap Mama nya. "Itu Lia mau ke taman dulu Maa. mau cari angin seger, Lia bosen di dalem mulu". Ujar nya.


"Gak Maa Lia mau sendiri aja". Ujar nya lalu dengan susah payah nya bergegas jalan kembali.


Sesampai nya di taman, Lia terus mengedarkan pandangan nya mencari seseorang tersebut. "Apa gue salah liat kali yah?" Ujar nya yang tak mendapatkan nya, bahkan hanya ia yang berada di taman tersebut.


"Gak mungkin sih dia dateng, gak ada yang gue kabarin soal pernikahan ini".


"Mungkin gue bener salah liat deh gegara kecapean". Ujar nya sambil memijit kening nya. "ahh sudahlah gue masuk aja, sekalian mau istirahat dulu". Ujar nya lagi lalu berbalik hendak masuk.


Dug!


"Auh! Sialan!". Ujar nya sambil memegang kening nya yang kebentur, bahkan ia pun hampir terjatuh tapi untung nya berhasil tertahan.


"Yak! kalau jalan li-". Ujar Lia terhenti setelah melihat siapa yang ada di hadapan nya tersebut.


"El? El..da..n". Ujar nya.


Eldan pun tersenyum ke arah kekasih nya itu yang nampak sangat cantik dengan Gaun pernikahan nya. "Hai Sayang selamat yah atas pern-". Ujar nya terpotong karna Lia yang tiba-tiba saja memeluk nya dengan sangat erat nya.


Eldan tersenyum lalu membalas pelukan kekasih nya itu. "Hai kenapa menangis Hm?". Tanya nya setelah merasa Jas yang ia gunakan basah di bagian dada atas nya.


Lia hanya mengeleng sambil terus memeluk Eldan. "Eugh...gak hiks gak". Gumam Lia.

__ADS_1


"M-m..aaf hiks maaf...El maaf". Gumam nya lagi. Eldan yang mendengar itu pun tersenyum sambil terus mengusap punggung kekasih nya. "Iya Sayang Iya".


"Hai udah dong nangis nya, tuh Make Up kamu jadi luntur loh udah kek apa tuh muka haha". Ujar Eldan terkekeh sambil menangkup kedua pipi Lia dan melihat wajah kekasih nya itu.


sedangkan Lia yang masih sesengukan hanya mengeleng kecil menatap Eldan yang terus tersenyum kepada nya. "Maaf..."


Eldan yang mendengar kata Maaf dari kekasih nya itu mengangguk lalu mengusap air mata yang terus menetes. "Gpp Sayang gpp, jangan minta maaf terus...kamu gak salah apa-apa".


"Tapi El...ak-".


"Uhss udah yah, jangan di bahas lagi, aku kan pernah bilang sampai kapan pun kamu itu milik aku, begitupun sebalik nya. iya untuk sekarang Joan miliki kamu, tapi itu hanya sementara, karna di akhir pun kamu tetap milik aku Lia, kamu gak bakalan ninggalin aku kan?". Ujar Eldan


Lia pun mengangguk. "Heem aku gak bakalan ninggalin kamu El, tolong tunggu aku yah, kita bakalan bersama-sama lagi". Sahut Lia dan Eldan tersenyum menanggapi nya.


"Aku Sayang banget sama kamu Lia" Ujar nya lalu mengecup kening Lia sejenak.


"Aku juga sayang kamu El".


"Sayang". Panggil Eldan.


"Heem?".


"Aku punya sesuatu ke kamu". Ucap nya.


"Apaan El?". Tanya Lia bingung.


"Ini". Ujar nya lalu mengecup bibir Lia sebanyak tiga kali. Lia yang mendapatkan itu terkejut dengan aksi Eldan. "El..".


"Manis, bibir kamu manis". Ujar nya sambil mengecup nya lagi.


Eldan pun merapatkan diri nya dengan Lia lalu menangkup pipi kekasih nya itu. ia pun menempelkan bibir nya di bibir Lia. ia pun mengerakkan bibir nya pelan.


Lia yang masih terkejut pun hanya terdiam membiarkan Eldan mencium nya. "Sayang balas...". Ujar Eldan dengan suara rendah nya dan kembali mencium Lia.


Lia pun mengkalungkan kedua lengan nya di perpotongan leher kekasih nya itu dan membalas ciuman dari Eldan.


Melihat kedua nya sedang bercumbu, membuat nya kembali masuk ke dalam gebung, ia pun berjalan dengan raut wajah yang kesal. "Bangst!". Gumam nya pelan.


"Nak Joan, di mana Lia?". Tanya Sarah yang melihat Joan masuk sendiri.


Joan pun tersenyum ke arah Mertua nya itu. "Ah itu Ma Lia masih ada di taman, ia ingin sendiri kata nya". Ujar Joan.


"Gitu yah Nak". dan Joan mengangguk.


"Bunda Joan Cape mau istirahat boleh?". Tanya Joan yang melihat Mega yang berjalan ke arah nya.


"Boleh Nak, kamu boleh istirahat dulu di ruangan sana, nanti kalau acara nya selesai kamu boleh ke Hotel nanti". Ujar Mega dan Joan mengangguk lalu pergi.


"Lia kemana?". Tanya Mega menatap Sarah.

__ADS_1


"Itu masih di taman, Lia mau sendiri dulu kata nya". Balas Sarah dan Mega mengangguk-angguk.


__ADS_2