
Joan sampai di kediaman keluarga Hendra. ia pun langsung masuk ke dalam rumah. "Halo Om". Sapa nya yang langsung memghampiri Tuan Rumah yang duduk di Sofa.
Hendra yang melihat keberadaan Joan pun menatap nya sambil tersenyum. "Nak Joan sudah datang ternyata, sini duduk dulu Nak". Ujar Hendra menatap nya dan mempersilahkan Joan duduk.
Joan mengangguk lalu duduk di hadapan Calon Mertua nya tersebut. "Lia kemana Om?". Tanya nya.
"Tadi Om sudah suruh Lia buat siap-siap, Istri Om juga lagi siap-siap juga". Balas Hendra dan Joan pun mengangguk sebagai jawaban.
"Sayang, kamu beneran gak bisa ikut yah?" Ujar Sarah menghampiri Suami nya.
"Sore Tante". Sapa Joan melihat Sarah yang berjalan ke arah mereka. "Sore juga Nak Joan, ganteng banget hari ini". Ujar Sarah menatap Joan sambil tersenyum.
Joan yang mendengar itu pun terkekeh pelan. "Makasih pujian nya Tante hehe".
"Tadi kamu ngomong apa Ma?". Tanya Hendra menatap Istri nya itu.
"Itu...kamu beneran gak bisa ikut nemenin Lia dan Joan Fitting Baju?". Balas Sarah.
"Entahlah Ma kalau Papa masih ada waktu, Papa bakalan langsung mampir ke tempat Fitting Baju nya, Papa harus kembali ke kantor dulu". Ucap Hendra lalu beranjak dari duduk nya.
"Pa...Ma...". Ujar Lia dari arah tangga, ia pun langsung menghampiri Hendra, Sarah dan Joan yang berada di ruang keluarga.
Entah kenapa Joan melihat Lia sangat cantik di mata nya. walaupun hanya mengunakan riasan sederhana saja.
Joan dan Lia saling bertatapan. Joan langsung tersenyum ke arah nya, sedangkan Lia hanya membalas nya dengan tatapan datar saja.
"Lia". Panggil Hendra.
Lia pun beralih menatap Papa nya itu. "Heem? Iya Pa?". Sahut nya.
"Kamu, Mama dan Joan berangkat duluan dulu yah, Papa ada urusan di kantor dulu, nanti Papa sempatin diri buat datang juga". Ujar nya dan Lia hanya mengangguk pelan.
"Joan, Pak Johnny juga pergi juga ke tempat Fitting Baju nya?". Tanya nya beralih menatap Joan.
"Iya Om, Ayah udah berangkat dari tadi dengan Bunda, sekarang mungkin sedang nungguin kita Om". Jawab Joan
Hendra mengangguk. "Baiklah Papa bakalan cepat selesai urusan kantor dulu. nanti setelah Fitting Baju nya kita Makan Malam bersama nanti". Ucap Hendra.
Sarah dan Joan mengangguk setuju. "Boleh Om, nanti biar Joan yang sampein ke Ayah dan Bunda nanti". Ujar Joan, sedangkan Lia hanya terdiam dan tanpa berminat untuk bergabung.
"Yasudah, kalian berangkat sekarang saja. Papa juga mau berangkat sekarang juga". Ujar nya lalu berjalan keluar rumah.
"Ayo Tante, Lia kita berangkat juga". Ujar Joan sambil tersenyum ke arah mereka.
"Iya Nak Joan". Balas Sarah lalu berjalan duluan. Joan menatap Lia yang terlihat lagi melamun. "Lia ayo". Ujar Joan sambil mengenggam tangan Lia.
Sontak Lia terkejut dalam lamunan nya, ia menatap tangan nya yang di genggam, lalu ia pun beralih menatap Joan yang terus menatap nya sambil tersenyum. "Ayo". Ujar nya Joan lagi dan berjalan keluar rumah. Lia melihat itu hanya pasrah saja mengikuti langkah Joan.
...***...
Mereka akhir nya sampai di sebuah toko butik yang terlihat sangat berkelas dan mewah. Joan masuk terlebih dahulu dan di susul oleh Lia dan Sarah.
Sesampai nya di dalam. Pelayan yang memang sudah menunggu ke datangan mereka pun menghampiri nya. "Selamat datang Tuan dan Nyonya". Sapa Pelayan tersebut.
"Di mana kedua orangtua saya?". Tanya Joan.
__ADS_1
"Tuan Johnny dan Nyonya Mega sudah menunggu anda di ruangan VIP, mari saya antar". Ujar Pelayan tersebut lalu berjalan.
Joan lalu mengandeng tangan Lia dan mengusap nya pelan. "Lo bisa pilih Gaun yang lain juga nanti". Bisik nya dan Lia hanya mengedikkan bahu nya acuh dan mereka pun mengikuti pelayan yang tadi.
"Hai Bu Sarah apa kabar...". Ujar Mega beranjak dari duduk nya lalu menghampiri Sarah.
"Baik kok Bu Mega, duh Bu Mega tambah cantik aja nih". Balas Sarah setelah mereka berpelukan sejenak versi para ibu-ibu.
"Astaga Jeng bisa aja sih, malah kamu loh yang makin cantik aja awet muda lagi". Ujar Mega sambil kembali duduk dan Sarah ikutan duduk di samping Mega Bunda Joan.
"Pak Hendra nanti mau nyusul ke sini kan Bu Sarah?". Tanya Johnny yang duduk di samping istri nya.
"Iya Pak, kata nya sih gitu, Papa Lia lagi ada urusan di kantor". Jawab Sarah dan Johnny mengangguk-angguk.
"Tuan Joan dan Nona Lia tolong ikut saya buat Fitting Baju nya, nanti tirai nya bakalan di buka untuk Tuan dan Nyonya bisa lihat". Ujar Manager Lim Butik tersebut.
"Baiklah boleh, tolong keluarkan Gaun yang sudah saya pilih kan itu". Ucap Mega. dan Manager Lim pun mengangguk setuju. "Baik Nyonya, kalau tidak keberatan, saya juga punya beberapa Gaun yang ingin saya rekomendasikan untuk anda". Ujar Manager Lim dan Mega mempersilahkan nya.
"Ayo kita mulai Fitting Baju nya". Ujar Manager Lim sambil menatap Joan dan Lia.
Joan menganggu setuju sedangkan Lia hanya menghelah nafas nya pelan. "Capek banget gue anjng!". Batin Lia.
Setelah menunggu 20 Menit akhir nya Tirai pun terbuka memperlihatkan Joan yang menggunakan Jas berwarna Hitam yang tampak sangat elegan dan juga Lia yang berjalan pelan maju dengan Gaun pertama nya.
...Jas yang di kenakan Joan...
"Bagaimana menurut Tuan dan Nyonya? Gaun ini memiliki banyak renda di setiap Gaun nya, kami menggunakan motif renda tangkai bunga di bagian lengan atas, bahu dan bagian dada nya. Gaun ini punya dua model, di depan agak ramping mengikuti lengkukan badan dan di bagian belakang nya sedikit lebar memanjang". Ujar Manager Lim.
"Saya suka yang di kenakan Joan, sangat pas menurut saya, gimana menurut kamu Nak?". Tanya Johnny menatap Anak nya itu.
"Aku suka juga Ayah, gimana Bunda Joan Ganteng kan?". Ujar Joan.
"Iyaa, anak Bunda Ganteng banget pake Jas itu". Balas Mega tersenyum. ia pun beralih menatap Lia. "Bagaimana menurut kamu Gaun nya Nak?". Tanya Mega.
Lia pun menatap Bunda Joan. "Heem bagus sih cuma yah agak ngetak di badan".
"Iya sih kelihatan agak ngetak, aku kurang suka sama Gaun ini". Ujar Sarah menatap Anak nya itu.
"Iya aku juga kurang suka. jatuh nya jadi pamer bentuk tubuh". Sahut Joan dan Sarah mengangguk setuju.
"Baiklah, mari ganti ke Gaun yang lain nya". Ajak Manager Lim dan Lia hanya pasrah mengikuti.
"Joan. sana ganti baju juga, kita ambil Jas itu saja". Ujar Mega dan Joan mengangguk setuju lalu masuk ke ruang ganti baju lagi.
25 menit menunggu, Lia pun keluar lagi dengan Gaun yang ke dua. ia berjalan pelan kedepan dan tetap di bantu oleh empat pelayan Butik.
...Gaun Kedua...
"Bagaimana dengan yang ini? Gaun ini memiliki renda juga dan motif nya juga bunga. di bagian atas dada agak terbuka memperlihatkan belahan dada di tambah dengan ukiran payet di atas nya juga". Tanya Manager Lim.
__ADS_1
"Gaun ini baru kami buat 2 hari yang lalu". Ujar nya lagi.
"Agak kebuka bagian dada nya yah". Ujar Sarah. "Tapi gak tau kalau Lia suka sama Gaun nya, Mama ngikut aja".
"Gimana Lia kamu suka Nak?" Tanya Mega, karna menurut nya Gaun yang di kenakan Lia sekarang lumayan Cantik menurut nya juga.
"Kalau menurut Joan sih, ganti yang lain aja, jangan pamer dada juga, gak suka liat nya". Ujar Joan sambil melipat kedua lengan nya di depan dada nya.
"Lia suka kok, cuma yah aku mau nya yang ada lengan nya...".
"Kalau Nona mau yang ada lengan nya juga ada, dan pas sekali juga pilihan Nyonya Mega ada lengan nya". Ucap Manager Lim. "Ayo ganti lagi".
Tak lama Lia pun keluar lagi dengan Gaun yang ke tiga. dan pas itu Hendra datang untuk melihat anak nya. ia pun langsung duduk di samping Joan.
...Gaun ke tiga...
"Kalau Gaun yang ini? Gaun ini memiliki lengan sesuai yang di inginkan Nona Lia dan juga lumayan tertutup di bagian atas, tapi agak sedikit terbuka dengan garis turun dari leher ke pinggang tengah". Ujar Manager Lim.
"Kalau ini atasan nya terlalu polos manager Lim dan juga terlihat agak biasa saja menurut saya". Ujar Mega.
"Iya yang ini kelihatan biasa saja". Sahut Sarah.
"Ini Gaun yang keberapa?" Tanya Hendra.
"Gaun yang ketiga Paa. Papa gak liat yah foto yang Mama kirim tadi". Balas Sarah menatap Suami nya. "Gak Sayang tadi Papa gak sempat cek Ponsel.
"Kalau gitu saya keluarkan Gaun terakhir, Gaun pilihan Nyonya". Ujar Manager Lim. "Ayo Nona sekali lagi yah". dan Lia mengangguk.
Mereka pun menunggu Lia menggunakan Gaun yang sudah di pilih oleh Mega. tak menunggu waktu lama, Tirai pun terbuka menampilkan Lia yang berjalan lagi ke arah mereka.
...Gaun ke empat, pilihan Bunda Mega....
"Ini Gaun pilihan anda Nyonya Mega". Ujar Manager Lim
"Nahkan Cantik banget kalau sudah di pake oleh Lia". Ujar Mega menatap Gaun yang ia pilihkan itu.
"Ini cantik juga". timbal Sarah.
"Tapi agak teransparan di bagian atas nya". Ujar Joan.
"Gak terlalu kok Nak, itu lumayan agak tertutup kok. Jadi Lia gimana menurut kamu Nak?". Ujar Mega.
Lia yang sedari tadi merasa sangat lelah pun hanya mengangguk saja, ia tak ingin berganti lagi. "Lia suka Gaun yang ini..."
"Baiklah, kalau gitu tolong di kemas semua yah, acara pernikahan nya di gelar besok". Ujar Mega dan Manager Lim pun mengangguk setuju. "Baiklah Nyonya. Ayo Nona kita ganti baju sekarang". Ujar nya lalu membantu Lia mengangkat Gaun nya.
"Ah Joan lupa ngasih tau Ayah, kalau Om Hendra mau ajak Makan Malam setelah Fitting Baju". Ucap nya setelah mereka beranjak dan keluar dari ruang VIP tadi.
"Kamu ini, tambah pelupa saja". Balas Johnny dan Joan hanya tersenyum menanggapi nya.
"Boleh kita makan malam setelah ini Pak Hendra". Ujar Johnny dan Hendra mengangguk. "Hm baiklah Pak. tinggal menunggu Lia dan kita langsung saja pergi nanti. "Iya Pak Hendra".
__ADS_1