
Hari ini adalah Hari pertama Ujian Kelulusan untuk para Siswa dan Siswi SMA Permata. tidak lama lagi mereka akan melepas seragam putih abu-abu nya.
Lia sudah siap berangkat kesekolah, ia terus menatap pantulan diri nya di cermin sambil tersenyum manis. "Udah Rapi dan Cantik". Gumam nya lalu turun ke menuju ke ruang makan.
Lia langsung saja mengambil bekal yang sudah siap di atas meja makan, ia memang sudah memberi tau kan Mama nya semalam untuk di buatkan bekal ke sekolah. ia memutuskan untuk sarapan di sekolah saja bareng Eldan sambil belajar nanti.
"Maa Lia berangkat dulu yah". Ujar nya setelah mengecek ponsel nya dan mendapatkan pesan dari Kekasih nya kalau ia sudah ada di depan rumah nya.
"Iya Sayang, kamu naik apa kesekolah? gak mau bareng Papa kamu saja?". Ucap Sarah lalu menatap anaknya.
"Gak Ma, Lia bareng Eldan kok, Eldan udah ada di depan juga, kalau gitu Lia berangkat dulu yah. Dah Maa". Ujar nya lalu bergegas keluar rumah.
...****...
"El". Panggil Lia.
Eldan pun beralih menatap Kekasih nya itu yang menghampiri diri nya dan setiap hari semakin tambah cantik menurut nya, membuatnya semakin enggan melepaskan Lia dengan laki-laki lain.
"Pagi Sayang". Ujar Eldan sambil tersenyum ke arah Lia. Lia pun membalas senyuman Eldan. "Pagi juga". Balas nya.
"Beneran bawa bekal yah". Ucap Eldan menatap bekal yang masih di genggam oleh Lia. dan Lia pun mengangguk. "Iya, kan semalem aku dah ngasih tau, besok kita sarapan bareng sambil belajar sejenak untuk ujian nya".
Eldan pun mengangguk-angguk. "Yaudah, ayo berangkat sekarang".
"Bentar El, aku masukin bekal nya dulu di tas". Ujar Lia.
"Sini biar aku aja yang masukin, kamu berbalik aja". Sahut Eldan lalu mengambil bekal tersebut.
Lia pun berbalik dan membiarkan Eldan menaruh bekal nya. "Udah?". Tanya Lia. "Iya Udah kok, gih buruan naik". Ujar Eldan sambil memberikan Helm untuk Lia, ia pun memakai nya dan naik ke job motor Eldan gak lupa sambil memeluk nya.
Eldan pun menyalahkan mesin motornya dan melajukan nya menuju sekolah.
...***...
Sesampai nya di sekolah, Lia dan Eldan berjalan bersama-sama menuju ke kelas mereka, Lia pun menunggu Eldan di depan kelas nya untuk menaruh tas milik nya sejenak, mereka juga sudah di ijin kan untuk menaruh tas di meja masing-masing lalu mengambil buku catatan mata pelajaran ujian pertama nanti, lalu bergegas keluar mengampiri Lia.
"Ayo kita ke kelas kamu dulu juga ". Ujar Eldan lalu Lia mengangguk setuju. mereka pun beralih ke kelas Lia.
Setelah menaruh tas nya, Lia pun mengambil bekal dan botol air miliknya, tak lupa juga buku catatan nya, ia pun keluar kelas dan menghampiri Eldan. "Ayo El. Kita ke atap sekolah aja gimana". Ujar Lia.
"Boleh, ayo kesana". Sahut Eldan lalu mengenggam tangan Lia dan mereka berjalan menuju ke atap sekolah.
__ADS_1
sesampai nya di sana, Eldan mengangkat satu meja dan dua kursi yang sudah ia bersihkan sejenak tadi. Lia pun menaruh Bekal dan Buku Catatan milik nya dan Eldan di atas meja tersebut lalu duduk, Eldan pun ikut duduk di kursi yang satu nya.
"Kamu keringatan El". Ujar Lia sambil mengelap keringat yang bercucuran di pelipis nya dengan tissu. sedangkan Eldan lantas mengambil botol air dan meneguk nya setengah. "Segar banget". Gumam Eldan dan Lia hanya tersenyum melihat kekasih nya itu.
Setelah mengelap keringat Eldan, Lia pun beralih membuka bekal nya, di dalam nya ada Kimbap yang tersusun rapi. "Wah Mama buatin Kimbap ternyata". Ujar nya lalu mengeluarkan satu Kimbap. "Sayang buka mulut nya aaa". Ucap Lia sambil menyodorkan satu Kimbap, Eldan pun dengan senang hati menerima suapan nya. "Hm Enak". Ujar nya sambil mengangguk-angguk.
Lia pun tersenyum lalu memakan satu Kimbap nya juga, dan benar saja rasa nya sangat enak. "Ayo mulai belajar nya El, tinggal 30 menit lagi Ujian pertama di mulai". Ucap Lia lalu membuka buku Catatan milik nya begitu pun dengan Eldan.
Lia melirik Eldan yang dengan serius Belajar, sesekali memakan Kimbap buatan Mama nya. ia tersenyum menatap nya. Belajar sambil sarapan bareng seperti ini sangat menyenangkan buat Lia. ia bersyukur bisa memiliki lelaki yang ada di depan nya itu, walaupun perjodohan nya sering muncul di pikiran nya, tapi ia berusaha menghiraukan nya. Lia berharap bisa bersama terus dengan Eldan.
...***...
Ujian pertama pun di mulai. Lia menghelah nafas nya pelan lalu menatap ke depan di mana guru yang sedang membagikan lembaran soal untuk di isi.
Setelah mendapatkan lembaran soal mata pelajaran pertama. Lia pun langsung saja mengisi beberapa soal yang ia tau dari belajar. mengisi nya dengan serius dan tenang. ia harus mendapatkan nilai yang tinggi. supaya ia bisa masuk di universitas yang ia ingin kan.
30 menit berlalu, siswa kelas 12A1 pun masih sibuk mengerjakan soal ujian nya. ada yang serius ada yang santai, ada yang menjawab dengan asal-asalan dan juga yang berusaha menyontek.
Seperti hal nya Haikal yang sedang sibuk mengumpulkan jawaban dengan cara menyontek. apalagi di samping kanan nya itu Lia. ia terus berusaha meminta jawaban ke Lia.
"Woy Lia woy Lia". bisik Haikal sambil memperhatikan guru yang sedang mengawas. sedangkan Lia tetap menghiraukan nya.
"Lia".
"Anjrlah sombong amat dah".
"Woy nyet! Lia anjing!".
"Lia jan pura-pura tuli deh lo. nyaut apa kalau di panggil". Bisik Haikal lagi tapi Lia masih tetap menghiraukan nya.
"Lia".
"Lyliana".
"Bidadari cantik".
"Woy anak pinter bagi jawaban kek napa dah, malah sombong". Bisik Haikal.
Lia pun berdecak kesal lalu menatap Haikal kesal. "Diem anjng!". Protes Lia sambil berbisik juga. Haikal pun tersenyum menatap Lia. "Nah gitu dong, nyaut kek dari tadi, lo gak tunabicara dan tuli". Bisik Haikal.
"Males gue nyautin lo Kal". Gumam Lia dan masih bisa di dengar oleh Haikal.
__ADS_1
"Minta jawaban dong".
"Kerjain sendiri aja". Balas Lia.
"Eih jangan gitu dong Lia". Ujar Haikal sambil tetap mengawasi guru nya itu.
"Gini Lia, orang pinter itu tuh harus berbagi jawaban sama orang yang membutuhkan, contoh nya kek gue ini". Bisik Haikal.
Sedangkan Lia yang mendengar itu pun menghelah nafas nya pelan lalu tersenyum ke arah Haikal. "Kal". Panggil nya.
"Iya Lia? bentar gue siap-siap nulis jawaban nya jadi apa jawaban nya?". Balas Haikal.
"Gue ngasih tau yang penting aja yah Kal, kek gini..." Ujar Lia sedangkan Haikal sudah siap menulis jawaban nya. "Belajar yang giat, jangan main game muluh, ada waktu di pake belajar, okey udah". Ujar Lia lalu beralih mengisi lembaran jawaban nya.
Haikal yang mendengar itu lalu menatap Lia yang tak berniat memberi nya satupun jawaban. "Yah kok gitu, Ayang mah jaat, bagi dikit napa dah". Ucap Haikal sedangkan Lia hanya mengedipkan bahu nya.
"Yak".
"Yah Yak Lia bantuin gue na-".
"Permisi Bu, Haikal gangguin Lyliana buat minta contekan Bu". Ujar Naya yang duduk di sisi sebelah Lia.
Haikal yang mendengar itu pun terkejut. "Eh gak Bu, saya gak nyontek kok Bu". Ujar Haikal menatap Guru pengawas yang berjalan ke arah nya.
"Haikal kamu pindah ke belakang sana, di tempat Jaya, kamu Jaya sini pindah ke tempat Haikal sekarang!". Ujar Guru pengawas. Haikal pun lantas berdiri dan pindah tempat duduk. Lia yang melihat itu tersenyum sedangkan Naya yang menatap Haikal ikut tertawa pelan mengejek nya. Haikal yang melihat itu pun memberi jari tengah nya ke arah Naya yang terus-terusan mengejek nya.
"Tetap lanjutin Ujian kalian dengan tenang!". Ujar Guru pengawas tersebut. "Iya Bu".
...****...
Ujian pertama pun selesai, Lia merentangkan lengan nya karna merasa pegal walaupun ia hanya duduk. tapi tetap saja ia merasa pegal.
Lia pun menghampiri Hana yang duduk di depan. "Han ayo kekantin". Ajak Lia.
"Iya Lia ayo". Balas Hana dan mereka pun keluar kelas. Lia berjalan melewati kelas Eldan dan tak sengaja bertemu tatap dengan Harin sahabat nya itu. selama beberapa minggu belakangan ini ia dan Harin tak pernah saling menyapa.
Lia baru saja ingin nyapa Harin, tapi Harin langsung pergi begitu saja, ia bahkan menatap Lia dengan tatapan tak suka. sedangkan Lia yang melihat itu agak bingung dan juga sedih. "Lia". Panggil Hana. "Heem?".
"Itu lo masih belum baikan dengan Harin yah". Ucap Hana setelah melihat Harin yang pergi begitu saja.
"Gue juga gak tau Han, gue ngerasa Harin ngejauhin gue deh". Sahut nya dan Hana mengangguk-angguk. "Biarin aja Lia, kan masih ada gue". Ujar Hana lalu memeluk lengan Lia. dan Lia hanya tersenyum menanggapi nya. "Ayo lanjutin ke kantin aja". Ujar Hana lagi dan Lia mengangguk setuju.
__ADS_1