
Mereka berdua akhirnya sampai di Apartemen milik Joan, Joan bergegas masuk ke dalam Apartemen miliknya di ikuti oleh Lia di belakang nya. setelah memasukkan sandi. Pintu Apartemen terbuka. "Lo bisa duduk dulu di sofa, gue ambil Ponsel dulu di kamar". Ujarnya lalu menaiki tangga, sedangkan Lia hanya mengangguk lalu duduk di sofa, ia melihat seisi Apartemen Joan yang tampak sangat rapi menurut nya.
Tiba-tiba seseorang turun, Lia mengira itu Joan tapi ternyata seorang wanita, kulit nya putih dengan rambut sebahu, ia bingung apa itu adek perempuan Joan?, bahkan Wanita itu pun menatap Lia lalu menghampiri diri nya. "Hm Siapa yah?". Tanya nya lalu ikut duduk di sofa lain nya. "Ah itu Saya Lia". Ujarnya memperkenalkan diri nya.
Wanita itu lalu tersenyum menatap nya. "Lia yah, kenalin Aku Vana i-".
"Lia ayo, gue dah nemuin Ponsel gue, kalau nanti sampe nya Siang, makan Siang bareng dulu baru lanjut jalan-jalan nya". Ujar Joan sambil memasukkan Ponsel nya di saku celana nya dan turun menghampiri Lia, tapi ia terkejut melihat Vana yang duduk di sofa itu juga, ia yakin Vana belum pulang semalem. "Oh Joan, kamu mau kemana". Ujar Vana lalu beranjak menghampiri diri nya.
"Mau jalan-jalan. sana menjauh dari saya". Sahut nya mendorong Vana pelan. "Jalan-Jalan? kemana Joan, aku bisa ikutkan?". Tanya nya lagi dan Joan beralih menatap dingin ke arah Vana. "Gak! kamu di rumah saja, tidak capek apa keluar terus?". Balas Joan tegas. dan Lia yang melihat itu menjadi bingung, sebenarnya Vana ini siapa nya Joan pikirnya.
"Tapi Joan, aku mau ikut, bagaimana bisa kamu jalan-jalan dengan wanita lain sedangkan aku istri kamu di rumah saja, aku gak mau tau, aku mau ikut!". Ujar Vana membuat Lia yang mendengar kata "Istri" sangat terkejut.
"Anjrlah Joan lo dah punya istri rupa nya?, buset dah lo gak ngomong apa apa ke gue, apa jangan-jangan lo juga gak ngasih tau ortu gue yah?". Ucap Lia beranjak lalu menghampiri Joan dan Vana.
"Bukan begitu Lia, Vana ini memang masih istri ku tapi ba-".
"Sialan lo Joan, harus nya lo batalin perjodohan ini kalau lo dah punya istri bngst, gue gak mau di cap sebagai pelakor, gila anjr". Ujar Lia memotong ucapan Joan.
"Apa? Perjodohan? Maksud nya apa Joan? kamu di jodohin sama nih cewe?". dan Joan hanya terdiam lalu menghelah nafas nya kasar. "Sudahlah Vana, nanti saya jelaskan habis pulang nanti, Ayo Lia". Sahutnya lalu menarik tangan Lia. Vana yang melihat itu tentu marah, ia langsung menarik rambut Lia dan menjambak nya. "Dasar ******, apaan kamu rebut Suami saya Hah! kamu godain apa Suami saya!". Marah Vana dan terus menarik Rambut Lia. "Arrgh anjng sakit bangst woy lepesin gak". Ujarnya meringis, Joan yang melihat itu terkejut oleh aksi Vana yang tiba-tiba, ia ingin memisahkan Lia dari Vana tapi ia mengurungkan niat nya karna melihat bagaimana Lia melepaskan diri dari Vana.
__ADS_1
Merasa sangat sakit di bagian Kepala dan Rambut nya, Lia langsung memegang lengan Vana yang ia pake menarik rambut nya, lalu menahan lengan Vana, ia memutar badan nya dan langsung menggunci Vana dengan lengan Vana sendiri, Vana pun dengan refleks melepaskan rambut Lia, karna terkunci dan rasa nya sangat sakit. "Lepasin gak lepasin dasar ******, lepasin!". Ujarnya memberontak, Lia mengangguk-angguk lalu menendang kedua lutut Vana dan melepaskan lengannya, membuat nya langsung tersungkur.
"Salah lo sendiri yang main tarik rambut segala, lo mau lawan gue hah, gue ini pemegang sabuk hitam Taekwondo tau!". Ucap Lia lalu memperbaiki kembali rambut nya yang agak kusut. Joan yang melihat itu tentu terkejut, ia gak tau kalau Lia ahli Taekwondo, pantas saja tenaga nya besar.
Vana pun berdiri, lalu menatap Joan dan Lia secara bergantian. "Joan kamu tega sama aku, aku ini istri kamu, bagaimana bisa kamu setega ini hah". Ujarnya Marah, bahkan mata nya pun mulai berkaca-kaca. "Sudahlah jangan terlalu merasa kamu yang paling tersakiti di sini, saya sudah lelah sama tingkah kamu itu, sekarang kamu bebas mau apa". Balas Joan.
"Tapi Joan itu dulu, sekarang aku udah berubah hiks aku gak mau kehilangan kamu Joan hiks". Ujar Vana menangis. "Dan kamu! saya gak bakalan tinggal diam, berhenti dekatin suami saya dasar ******, masih mudah tapi udah jadi pelakor". Ujar Vana menunjuk Lia.
Lia yang tak terima di sebut ****** pun, Marah, bahkan iya jadi korban di sini juga. "Hee Mba asal lo tau yah, gue tuh udah beberapa kali nolak perjodohan ini, bahkan gue juga gak tau nih om-om dah punya bini, yah salahin aja noh Suami lo yang tetap mau lanjutin perjodohan ini, enak aja lo ngatain gue ****** bngst gue patahin kaki lo tau rasa". Balas Lia dan langsung duduk di sofa, ia merasa sangat pegal berdiri.
"Joan, kamu harus batalin perjodohan ini, kam-".
"Tenang saja, kamu hanya perlu diam saja Vana, saya sudah mengurus Surat Cerai nya, dan kamu bisa ambil Apartemen ini kalau kamu mau". Ujarnya lagi dan itu membuat Vana benar-benar terkejut. sedangkan Lia hanya menatap kedua pasutri ini bertengkar. "Anjr Seru juga liat Suami Istri berantem" Batin nya.
"J-oan, Joan kamu mau C-cerain aku?, gak Joan gak, aku gak mau di cerain Joan". Ucap Vana lalu mendekati Suami nya itu. "Sudahlah Bukan nya ini yang kamu mau? saya sudah turutin kemauan kamu, setelah cerai kamu akan bebas". Balasnya. "Anjrlah makin seru nih, dapet tontonan gue". Batin Lia.
"Gak Joan, kalau kamu tetap mau Cerain aku, kamu gak bisa lakuin itu". Ucap Vana yang membuat Joan terlihat bingung bahkan Lia pun terlihat ikutan Bingung. "Seru Seru". Batin nya lagi.
"Apa maksud kamu, saya gak bisa Cerain kamu?". Tanya nya bingung. "Itu Karna aku Hamil Joan, aku Hamil anak kamu". Ucap Vana tersenyum lalu mengusap Perut nya yang masih rata itu. "Usia nya baru 3 bulan". Sedangkan Joan nampak terkejut mendengar nya. Lia pun ikutan terkejut, ia merasa senang mendengar nya. "Kalau Vana hamil berarti Perjodohan ini batal dong hahaha". Batin nya.
__ADS_1
"Saya yakin itu bukan anak saya". Ujarnya Dingin, bahkan tidak ada raut wajah senang sedikitpun. "J-Joan kamu". Ujar Vana tidak percaya dengan berkataan Suami nya itu.
Plak!
Satu tamparan mengenai pipi kanan Joan, rasa nya sangat panas, tapi Joan tetap menatap nya dengan tatapan Dingin. "Saya sangat yakin Vana, kalau anak yang sedang kamu kandung itu bukan anak saya, terakhir kita melakukan hubungan itu sekitar 5 b-".
"ARRGHH JOAN SIALAN, KAMU SIALAN JOAN, INI ANAK KAMU!". Ujar Vana langsung teriak. Lia sampai terkejut mendengar teriakan Vana.
"DIAM KAMU VANA!". Teriak Joan tegas, sedangkan Vana terus menangis, ia benar-benar kecewa dengan Joan. "Vana, bahkan kamu Hamil pun, gak bakalan bisa batalin perjodohan saya dengan Lia, dan kami bakalan nikah bulan depan". Ujar nya yang membuat Vana semakin menangis, Lia yang melihat itu pun jadi merasa iba.
"Satu lagi, kamu gugurkan anak itu juga, saya tidak akan menerima anak yang kamu kandung itu, Lia ayo pergi". Ujar Joan lalu pergi di susul oleh Lia di belakang nya, meninggalkan Vana yang terus menangis pilu.
...***...
Di dalam mobil, Joan dan Lia hanya terdiam, Lia merasa sangat canggung sekarang, ia juga sempat melirik sejenak Joan yang menyetir, tatapan nya sangat dingin, Lia merasa kalau Joan marah sekarang.
"Heem Joan lebih baik hari ini batalin aja deh, kek nya lo lagi gak mood". Ujar Lia hati-hati.
"Gpp gue bisa jerniin pikiran sambil jalan-jalan sama lo". Ujarnya dan Lia mengangguk-angguk setuju.
__ADS_1
"Kita makan Siang dulu sebentar". Ujar Joan dan Lia mengangguk setuju lagi.