Long Wait

Long Wait
2 Tahun Kemudian


__ADS_3

...Pemusnah Nolep...


Fay Hendry


Gue langsung badmood tiap liat nama grup ini


Kenawhy. Tertampar? Haha


Fay Hendry


Ganti ajalah, males banget


Gue bakal ubah kalau lo udah jadian sama Kania


Fay Hendry


@Aditya Gawin, jadiin gue admin dong


A few moments lather


Fay Hendry


Tumben Didit nggak gercep


Raff Dyatma


Mirip Cazy lo, Dit. Slow respon, lagi ngambek kali


Fay Hendry


Haha, eh lo pada pengen nge-gym nggak? Nge-gym bareng kuy


Tumben🤨


Fay Hendry


Gue baru sadar bela diri sama gym itu penting buat cowok


Iya emang, lo nya aja keenakan nolep jadi nggak sadar2. Kenapa sih? Kania?


Fay Hendry


Kenapa lo nggak bilang dari awal Kania ngekost?


Biar lo usaha sendiri, biar kisah cinta lo nggak klise klise amat. Masa iya semua informasi tentang cewek lo dari gue semua


Aditya Gawin


Duh berisik amat, ganggu aja


Fay Hendry


Baru jam 10 Dit udah tidur aja lo

__ADS_1


Aditya Gawin


Gue abis nenangin induk macan makanya kewalahan


Gina?


Fay Hendry


Nenangin Gina malam2? Gina masih kesal sama lo?


Eh, bentar gue nge lag


Aditya Gawin


Jangan cari gue dulu


Fay Hendry


@Aditya Gawin


Eh busat, Dit lo ngapain


Fay Hendry


@Aditya Gawin


Eh goblok diam lo, Fay


Fay Hendry


Why


Masih nggak ngeh lo, Fay🤸 asli pengen banget banting lo andai lo di dekat gue


Fay Hendry


Apa sih🗿


Didit x Gina💥


*****


Gorden penutup pintu kaca balkon apartemen Fay terbuka lebar. Langit biru, awan putih, dan matahari yang memancarkan cahayanya menembus jendela menyilaukan mata hampir setiap hari, tapi tak sekalipun Fay merasa bosan dengan keindahan dan aura positif pagi itu.


Fay menatap jam weker di atas meja kecil di samping kasur besarnya yang menampilkan angka 09.00. Seharusnya di jam ini ia sudah berada di kampus bersama Kania. Sangking bersemangatnya usaha Fay bangun 05.00 demi mempersiapkan dirinya agar tidak terlambat menjemput kania malah sia-sia, saat Fay sudah berada di dalam mobilnya pada pukul 07.00, i dihubungi Kania untuk tidak dijemput karena Kania sudah dijemput paksa Regina.


Mau tidak mau Fay kembali ke apartemen karena mata kuliahnya dua jam lebih lama ketimbang mata kuliah Kania.


Dalam dua jam terakhir, Fay kembali memeluk gulingnya setelah melepaskan pakaiannya yang sudah dibuat serapi mungkin agar terlihat menarik di mata Kania.


Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, Fay tengah mengucek matanya memandang sekeliling. Meski tidak begitu berantakan, apartemennya masih bisa dibilang tidak nyaman karena banyak benda yang terletak tidak sesuai tempatnya.


Masih ada satu jam sebelum mata kuliah Fay, lelaki itu lantas lebih dulu membersihkan apartemennya, membasuh wajah agar lebih segar, lalu memakai kembali baju kaos putih senada kemeja kotak-kotak bergaris biru, dan barulah ia menuju kampus.

__ADS_1


Hanya butuh tiga menit Fay tiba di kampus yang ternyata kehadirannya ditunggu Rafi yang sudah cukup lama di parkiran. Rafi langsung merangkul Fay saat lelaki itu baru turun dari mobil.


"Didit," kata Rafi dengan suara pelan dan menampilkan ekspresi takjub.


Fay hanya mengerutkan keningnya. Oh berhubungan soal Didit, Fay juga ingin mempertanyakan chat terakhir Rafi tentang Didit dan Regina.


"Oh iya, maksud lo semalam?"


Rafi langsung membonggol kepala Fay menggunakan jari tangan kala mendengar pertanyaan itu.


"Lo nggak paham-paham juga?" Rafi tampak geram, seperti akan menggigit Fay saat itu juga.


Fay tidak bersuara, ia menunggu Rafi yang sepertinya akan menjelaskan sesuatu.


"Gue curiga Didit sama Regina-"


"Nggak salah gue sebut lo otak udang, Raf." Tiba-tiba Didit yang berada di belakang Rafi dan Fay bersuara, memotong omongan Rafi. Kedua lelaki di depan Didit lantas berbalik, yang langsung membuat Rafi mengetus.


"Ya makanya jelasin, Jim. Biar gue nggak mikir yang macem-macem."


Tidak seperti Rafi yang langsung berkoar, Fay malah dibuat salah fokus dengan kantung mata hitam dan mata sayu Didit, sepertinya temannya itu begadang semalam.


"Gimana cara nenangin induk macan dengan benar?" tanya Didit bukannya menjawab pertanyaan Rafi. Didit kini melihat Fay. "Gara-gara lo, Fay. Tapi gue juga mau bilang terima kasih. Thanks."


Rafi paling tidak bisa dibuat bingung itu menghampiri Didit kemudian mengunci leher didit dengan lengannya sekuat tenaga, bisa saja Didit melawan tenaga Rafi yang tidak ada apanya, tapi lelaki itu malah pasrah bahkan tertawa.


"Jelasin, Dit jangan buat gue penasaran mulu!" tekan Rafi, tapi Didit hanya membalas, "Tamat riwayat gue."


Fay dan Rafi saling pandang.


*****


Sudah menjelang sore, kampus perlahan sepi. Sesuai janjinya Fay akan mengantar Kania hingga kost, bahkan saat dalam perjalanan pulang Fay berjanji akan mengantar jemput Kania untuk bekerja. Tak peduli seberapa larut malam, bagi Fay terpenting Kania selamat sampai di kost nya.


Benar saja, karena paksaan Fay yang langsung menghampiri, Kania tidak bisa melawan. Itu terus-menerus terjadi bahkan saat Fay sakit pun Fay menepati janjinya meski Kania menolak. Hingga tak terasa sudah semester lima. Di mana saat ini Fay DKK sudah kepala dua.


Di mana di usia ini juga, Rafi dan Cazy telah melepas keperawanan dan keperjakaan mereka tanpa ikatan sng sah, karena tak tahan melawan gairah yang menarik mereka berdua, belum lagi rasa cinta keduanya yang tidak pernah berkurang sampai akhirnya Rafi dan Cazy mengumumkan akan menikah setelah UAS selesai.


Sementara Fay dan Kania sudah sangat akrab, tapi entah mengapa hubungan keduanya masih saja stuck dalam lingkaran pertemanan. Perasaan Fay pada Kania sudah menggebu-gebu, tapi respon Kania malah sebaliknya. Kania sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada Fay dan seolah-olah ia buta akan semua perhatian yang Fay berikan padanya itu adalah tanda cinta.


Terakhir, Didit dan Regina. Sejak hari itu. Di mana Didit tampak lesu karena banyak begadang, Didit dan Regina tampak canggung. Bahkan sesekali Didit bersembunyi saat tahu Regina akan ada di tengah-tengah mereka. Regina pun sama. Hanya momen tertentu seperti ketidaksengajaan yang membuat mereka akhirnya harus berkomunikasi. Dan perihal Didit yang diduga begadang semalaman belum juga memberi penjelasan.


Selain janji untuk terus mengantar jemput Kania, Fay yang juga berjanji untuk belajar bela diri dan gym pun berhasil mewujudkannya. Sudah dua tahun lebih, ia terus memandang tubuhnya yang atletis yang tidak pernah ia sangka akan semenarik ini, terutama di mata para gadis. Tapi, kenapa Kania sama sekali tidak tertarik padanya yang sudah memberikan 50% waktunya?


Karena proporsi Fay yang sangat diidamkan kaum hawa membuatnya banyak menerima pernyataan cinta yang jelas ditolak karena Kania. Namun, Fay tetap bersabar, ia masih yakin kalau ia pasti akan memiliki hati Kania.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...




*picture on pinterest

__ADS_1


__ADS_2