
Di rumah sakit
Keano dan roy berlari menuju tempat luna di rawat, dia pun menemui bu asri.
“kenapa luna bisa pingsan bu??”Tanya keano
“ibu juga engga tahu den, ibu liat dia udah pingsan den..”jelas bu asri.
“bener pak..saya juga kaget bu luna langsung pingsan..”tambah kang maman, keano pun langsung menemui dokter yg menangani luna.
“bu luna hanya kelelahan pak, semua nya baik-baik saja kok, bayi nya juga baik-baik saja, bu luna punya fisik yg lemah, maka nya dia bisa mudah pusing dan pingsan kalau dia kelelahan walau dia hanya sedikit melakukan kegiatan, tapi yg saya liat dia butuh sebuah motivasi, dari yg saya liat dia masih mengalami depresi..coba bapak lebih perhatikan lagi apa yg bu luna inginkan..”jelas dokter, keano terdiam.
Luna melihat di sekeliling nya seperti sebuah taman, dia melihat 2 orang anak kecil yg laki-laki terlihat lebih tinggi dari yg perempuan, anak laki-laki itu memegang tangan si gadis kecil.
“alena harus janji ya sama mas, kalau udah besar nanti alena harus nikah sama mas..”tukas si anak laki-laki, si gadis kecil tersenyum.
“iya mas keano..alena janji..”ucap gadis kecil itu.
“tapi alena Emgga boleh dekat-dekat lucas,dia jahat, dia mau ambil alena dari mas..”
“aku Cuma suka wangi nya mas lucas kok..”
“tapi bener ya janji, nanti menikah nya sama aku..”gadis kecil yg nama nya alena langsung mengangguk.
Luna kaget melihat itu dia pun langsung terbangun dari tidur nya, keringat dingin sudah membasahi tubuh nya.
“lun..luna..”panggil keano yg sudah ada di samping nya luna, luna tersenyum.
__ADS_1
“luna perlu apa??”Tanya keano, luna menggeleng, air mata luna keluar, keano bingung.
“aku mau tidur di samping suami ku..”ucap luna, keano kaget, keano pun naik lalu tiduran di samping luna, dan memeluk luna.
“maafin mas..mas masih kurang memahami apa mau nya luna..tolong lun bila ada hal yg kamu inginkan walaupun menyakitkan kamu harus bilang mas ya..”pinta keano, luna mengangguk dan memeluk keano lebih erat, entah kenapa luna merasakan nyaman yg dia rasakan di samping pasangan kecil nya itu, sedikit-demi sedikit ingatan luna mulai kembali.
Pagi nya luna sudah di bolehkan pulang,dia pun di minta keano istirahat, keano pun memilih tidak pergi bekerja dan di wakili roy, keano sangat protektif dengan luna, namun luna sangat senang di perhatikan keano.
Di pasar swalayan
Luna sedang berjalan dengan bu asri dan keano, bu asri mau belanja bahan makanan yg mulai habis, namun karna luna bosan dia pun minta ikut dan karna keano khawatir sama luna dia pun jadi ikutan, keano sedang mendorong trolly dan menelepon roy untuk mengurus beberapa kerjaannya,luna memperhatikan orang-orang yg ada di sekitar dia, semua pandangan terutama wanita ibu-ibu dan gadis-gadis muda melihat ke arah keano, luna melihat keano yg masih serius telepon sembari mendorong trolly sedangkan bu asri sibuk memilih-milih sayuran segar.
“bu..itu cewe-cewe ngelihatin siapa sih,ampe segitu nya banget..”tukas luna, bu asri pun melihat sekeliling nya, lalu dia melihat ke arah keano.
“ya liatin suami kamu lah..”sahut bu asri
“kamu engga bisa lihat gimana keren dan ganteng nya suami kamu, belum lagi cara dia bicara di telepon begitu, laki banget gitu..”jelas bu asri, luna melihat ke keano, keano juga melihat ke luna.
“kenapa??”Tanya keano, luna pun langsung menghampiri keano dan mendekat ke dia, keano bingung, luna langsung mengandeng suami nya, keano bingung, jarang sekali luna seperti itu malah terlihat seperti anak kecil.
Luna melihat sekeliling nya yg langsung terlihat kecewa melihat luna menggandeng keano, bu asri hanya tertawa tinggal keano bingung dengan tingkah istri nya ini.
“kenapa aku engga boleh gandeng suami aku..”tandas luna, keano tertawa, lalu merangkul luna.
“ya tentu aja boleh..”sahut keano, luna tersenyum.
Malam nya luna hendak bersiap-siap tidur, keano pun sudah mengambil bantal nya dan bersiap tidur di sofa namun luna menarik tangan keano.
__ADS_1
“tidur di sini aja mas..”pinta luna, keano melihat ke luna lalu dia tiduran di samping luna, keano mengelus rambut luna
“mas..apa mas punya rasa sama aku??”Tanya luna, keano mengangguk
“apa mas menyukai aku..”
“iya..”
“sejak kapan??”
“dari kita kecil..”
“apa aku juga dulu menyukai mas..”
“seperti nya..kamu berjanji satu hal ke mas..”
“apa aku sudah menepati nya??”
“iya..”
“boleh aku tahu apa??”
“kamu janji kalau kita akan menikah..”luna tersenyum, dia senang kalau yg dia lihat di tidur nya bukan hanya mimpi, tapi ingatan masa kecil nya.
terus dukung author yaa
like Comment and favorit yaa readerr bosqueee 😘😘😘😘
__ADS_1