
Pagi nya
Semau nya seperti biasa, mereka sarapan begitu pun joe yang menginap di rumah ziyya, joe melirik ke bigail yang terlihat biasa saja, dia makan sembari mengutak atik tab nya, dia cukup kagum melihat bigail yang menjadi sangat pintar di umur nya yang masih cukup muda bahkan di bawah umur nya.
"bigail.. kamu berasal dari mana..?? "tanya joe, juna dan ziyya menoleh ke joe, joe memang tidak tahu apa-apa tentang bigail.
"kenapa..??kamu penasaran aku berasal dari mana..?? " tanya bigail balik tanpa melihat gugup nya joe.
"ahh.. itu.. aku hanya.. "
"aku juga tidak tahu aku berasal dari mana.. aku hanya ingat kalau dari kecil aku sudah berada di panti asuhan.. "sahut bigail, joe semakin tidak enak dengan bigail.
Bigail menoleh ke joe, lalu tersenyum, wajah joe memerah, ziyya hanya menggeleng, dia paham adik nya, bigail itu tipe wanita adik nya, mungkin juga joe sudah menyukai nya.
Leekang tersenyum melihat bigail, bigail hanya melengos.
Di Hall
"apa yang akan kita lakukan dengan ini semua.. sia-sia saja kan.. chip itu memang menyembuhkan kanker ziyya hanya saja tetap merenggut hidup nya.. "tukas lee kang
Bigail terdiam sebentar, lalu menghela nafas nya.
"aku tahu harus bagaimana..hanya saja aku yakin bu ziyya tidak akan menyukai ide ku.."lee kang melihat ke bigail, dia mengerutkan kening nya.
"eiiiyy.. jangan-jangan.. apa benar hal itu yang kamu pikirkan..?? "tanya lee kang, bigail tersenyum
Ziyya menyerahkan surat pengunduran diri nya dari rumah sakit dan menyerah kan ke tante nya kembali.
"kamu sedang bercanda kan ziyy.. kamu mau mundur dari rumah sakit..?? "tandas tante nya.
"aku hanya ingin bersama keluarga ku tan.. aku hanya ingin menghabiskan waktu ku dengan Mereka.. di sisa hidup ku.." ucap ziyya membuat bingung tante nya.
Malam nya
Setelah makan malam ziyya ingin menghampiri bigail, namun dia melihat juna yang sedang mengobrol dengan bigail.
"jadi beneran kalau ziyya tidak bisa kalian selamatkan..?? "tanya juna, bigail menunduk.
"maaf pak.."ucap bigail, juna tersenyum
"aku tahu pasti masih ada jalan kan.. aku rela menyerahkan hidup ku bila memang ada cara lain.. "ucap juna dengan suara yang sesak, bigail melihat ke juna, dia ikut menunduk karena tidak tahu mesti bagaimana dengan hidup ziyya saat ini.
Dari jauh ziyya menghela nafas nya, dia tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
Tengah malam
ziyya menghampiri bigail.
__ADS_1
"loh...kak ziy.. "bigail kaget dengan kedatangan ziyya.
"apa aku mengganggu mu..?? "
"ahh tidak.. ada apa kak..?? "ziyya duduk di hadapan bigail lalu memegang tangan bigail, hal itu membuat bigail bingung.
"aku tahu kalau aku tidak akan hidup lama.. bigail.. aku benar-benar menyukai mu loh.."ucap ziyya, bigail bingung ingin berkata apa, dia tidak mahir menghibur orang.
"jadi.. aku mau kamu menggantikan ku nanti.."pinta ziyya, bigail langsung melepas tangan ziyya.
"aku pikir bu ziyya sudah keterlaluan.. "tandas bigail, ziyya kaget.
"bu.. apa ibu tahu bagaimana frustasi nya pak juna saat ini.. apa ibu tidak memikirkan sama sekali perasaan pak juna.. "tambah bigail, ziyya tersenyum.
"wahh.. kamu benar-benar menyukai suami ku ya.. "ledek ziyya, bigail ingin sekali komplen, hanya dia sangat menghormati ziyya.
"bu.. hanya saja.. "bigail tidak bisa berkata-kata, dia sungguh pintar dalam hal apapun namun sangat minus untuk membatah wanita satu ini.
"bigail.. saya tahu kamu begitu menyukai juna.. dan.. saya ingin seseorang yang menyukai juna yang mendampingi nya nanti.. aku akan kasih kamu kesempatan.. "tukas ziyya.
"engga bu.. engga akan.. saya lebih baik pergi dari sini bila ibu terus memaksa saya.."ancam bigail.
"silahkan.. tapi aku akan terus menganggumu.. "ledek ziyya sambil berjalan pergi.
Bigail tidak suka situasi ini, dia memang menyukai juna, tapi dia tidak mengharapkan apapun, apalagi memanfaatkan situasi ziyya untuk mendapatkan juna, dia begitu menyukai ziyya hingga tidak menyetujui ide gila ziyya.
Pagi nya
Ziyya tersenyum ke bigail.
"kamu harus maju ya.. "tukas ziyya, bigail hanya mengerutkan kening nya, dia berpikir apa chip di otak ziyya membuat dia kehilangan akal, bagaimana dia bisa mendukung wanita untuk menikung nya, dia hanya menggeleng, juna tidak mengantar nya karena joe menjemput nya, entahlah apa alasan joe, yang ziyya tahu dia pasti ingin melihat bigail, joe hampir beberapa kali membeku melihat bigail berkuncir dengan kaca nerd nya.
"bye bigail.. "pamit joe sambil melambaikan tangan nya ke bigail, bigail melengos pergi.
Malam nya
Mereka makan malam bersama, sejujur nya juna malas untuk pulang tapi ziyya memaksa nya untuk makan sembari menemani bigail, juna yang super peka mengerti maksud istri nya.
"masakan mu enak.. "puji juna
"terima kasih.. "sahut bigail.
Juna menghabiskan makan nya dan membawa nya ke tempat cuci piring hendak mencuci nya namun juna menghalau nya.
"biar saya pak.. "tukas bigail, juna tersenyum.
"buatkan saya kopi saja.. bisakan.. "bigail mengangguk lalu mulai membuat kopi di kopi maker, bigail memperhatikan juna, dia begitu terkesima melihat juna, pria yang sudah lama dia sukai.
__ADS_1
"hei.. mata mu akan melukai punggung ku.."ledek juna, bigail malu dan meng alihkan pandangan nya, juna tersenyum lucu, dia suka meledek bigail.
Tak lama juna sudah menikmati kopi nya, dia sesekali melihat bigail yang masih mengutak atik tab nya.
"apa yang sedang kamu cari..?? "tanya juna,
"aku mencari orang yang menganggu ku kemarin dia mencoba meng hack ku, dan aku akan menemukan nya.. aku sudah mengetahui siapa dia.. "jawab bigail, juna melirik.
"pola lama.. kamu masih memakai nya.. aku bisa meminjamkan alpha dan god eyes untuk mu.. "tukas juna
"ehhmm no thanks.. ini kerjaan monster nya vicky.. dan dia sudah mengetahui alpha dan god eyes.. dia pintar.. dan sekarang dia tidak tahu kalau aku sedang mengintip nya.. " bigail menunjukan kamera cctv yang bigail hack di suatu kota di belahan dunia lain.
Juna terkesima dengan cara bigail.
"old school selalu menarik kan.. "tukas bigail.
"jasper monster baru vicky..?? "tanya juna cukup kaget, dia mengenal jasper sebagai teman kuliah nya dulu, bigail melihat ke juna.
"dia juga di dekati vicky.. wahh...kamu tidak tahu.. "ledek bigail, juna menggeleng heran.
"tapi.. dia pasti sedang mengincar ziyya kan.."tandas juna, juna hendak menghubungi team nya.
"tak usah pak.. aku sudah mengurus nya.. aku buat perjalanan bu ziyya tidak ada dan bu ziyya hanya selalu berada di rumah.. aku membuat diriku terlihat menjadi bu ziyya, mereka sudah meng hack cctv di rumah ini.. dan aku juga menugaskan salah satu teman ku untuk menjaga bu ziyya dan keluarga bu ziyya..aku juga meminta alex untuk ikut berjaga.. "juna terkesima dengan bigail.
"kamu sudah memikirkan semua itu..?? "tanya juna
"aku sangat menyukai bu ziyya pak.. "sahut bigail.
"kamu lebih suka aku atau ziyya..??"tanya juna tiba-tiba, bigail kaget, apalagi juna mendekat ke bigail, bigail mundur perlahan, namun juna menarik nya ke arah nya.
"bukan kah saat ini kamu menjadi ziyya.. harus nya kamu tidak canggung berada di dekat ku.. bahkan ziyya sering mencium ku bila kami dekat seperti ini.. "tukas juna, bigail malah bangun semakin menghindari juna.
"pak.. aku bukan boneka kalian yang bisa kalian mainkan perasaan aku sesuka hati kalian.. aku memang menyukai anda.. dan aku juga sangat menyukai bu ziyya.. aku bahkan tidak akan memilih salah satu dari kalian.. aku sebisa mungkin memilih kalian berdua.. karena kalian.. kalian.. adalah orang pertama yang menghargai ku.. "ucap bigail, juna terdiam, lalu bigail pergi, juna tersenyum.
"kamu dengar kan ziy.. abigail bukan orang yang bisa kamu paksakan.. "tukas juna di speaker yang terhubung langsung ke ziyya.
Di sebuah tempat
Ziyya melihat ke jade yang sedang melihat ke arah nya.
"seperti nya tidak mudah menjadikan tante bigail mama baru buat kamu jade.. "ucap ziyya lalu menghela nafas nya, jade hanya tertawa gemas.
To be continue..
Joaquin ghazi ghalibie
__ADS_1