
Dua garis, itu yang terpampang dengan jelas pada tesfek yang dia pegang dihadapannya saat ini Melihat itu membuat tubuh Yumi entah mengapa merasakan hawa dingin yang entah dari mana datangnya, tubuh Yumi gemetaran tidak percaya bahwa hubungan one night stand nya bisa menyebabkan dirinya hamil
“Ng….Nggak mungkin.”
Dua garis merah mungkin bagi seseorang, ini bisa menjadi berita yang baik bagi seseorang. Tapi ini juga bisa mrnjadi berita buruk bagi seseorang..
“ini nggak benar, ini mungkin salah, benar pasti ini salah… ayo kita coba lagi”
Berapa kalipun Yumi melakukan tes tetap saja hasilnya selalu sama Sambil melihat tasfek yang menunjukan garis dua merasa tidak percaya dengan apa yang telah terjadi padanya, sambil dia terus mengenang-ngenang apa yang telah terjadi padanya sebelumnya.. dalam ingatannya masih terukir jelas wajah lelaki yang telah menghabiskan malam yang panas bersamanya.
...----------------...
BULAN LALU
Hal ini terjadi bulan lalu saat Yumi mendengar kedua sahabatnya memutuskan untuk berpacaran, mendengar itu Yumi merasa sangat kaget dan tidak percaya akan apa yang telah dia dengar dari kedua sahabatnya itu
“ Mulai hari ini kami pacaran”
“apa?”
Mendengar berita yang Suji bawakan membuat Yumi sangat terkejut
“aku sama minsook pacaran.”
“….. ah, gitu ya? Jadi begitu rupanya. Selamat, ya….”
“ terima kasih~”
Aku, Suji, dan Minsook sudah berteman sejak SMP. tapi lebih tepatnya aku dan Minsook sudah berteman sejak kami kecil, dan setelahnnya Suji bergabung dengan kami. Tapi setelah kami berteman cukup lama, kami jadi tidak ingat siapa dan siapa yang sudah dekat duluan. Aku kira kami hanya bisa berteman… tapi ternyata boleh lebih dari itu ya.. ternyata kami boleh lebih dari teman. Rasanya sekarang aku jadi mati rasa dan tidak waras,
padahal selama ini aku sudah berusaha keras untuk menahannya, perasaanku pada Minsook demi tiga serangkai yang tampak sempurna. Kalau aku tahu kami bisa lebih dari itu, aku pasti akan menyatakan perasaanku pada Minsook. Biarpun aku harus menyesal telah membuang waktu yang panjang untuk menyukainnya secara diam-diam.
Melihat mereka berdua yang tidak mungkin mengetahui tentang perasaanku ini. Entah mengapa aku jadi merasa telah dihianati, tapi aku sudah bisa menebak kalau aku pasti akan tersakiti karena cinta bertepuk sebelah tangan. Jadi aku nggak gegabah sampai mau melakukan one night stand hanya karena itu.
Setidaknya sampai si Suji yang polos dan jujur bercerita tentang pengalamannya yang panas bersama dengan Minsook, entah kenapa rasanya air mataku mulai meluap saat mendengarkan Suji bercerita seperti itu.
“ kira-kira kapan Yumiku yang tercinta ini bisa merasakannya ya..? tapi ya kamukan bermimpi untuk menjadi guru yang sempurna dan bermoral. Tentu saja kau pasti akan menjaga kesucianmu itu sampai menikah. Apa tidak ada calon suami yang bisa membawa bu Yumi kami ini..?”
Dasar tidak tahu malu, apa dia tidak tahu kalau hatiku terbakar mendengarnya. Sebenarnya apa itu teknik? Apa benar hal seperti itu bisa seluar biasa itu? Apa Cuma mereka saja yang merasa seperti itu? Teknik ya…
“ Haaa… Eh? Ini kan… kartu nama yang diberikan Suji dulu..”
Yah kalian kira aku nggak bisa merasakan pengalaman itu?! Baiklah aku sudah memutuskannya
“ aku akan keluar dari jalur!!!” teriak Yumi lantang
Malam ini aku akan mengakhiri… kesucianku yang sudah kujaga dengan baik selama 27 tahun dalam hidupku ini…!
...----------------...
__ADS_1
FLASH BACK END
Seperti kata pepatah, penyesalan itu selalu dating terlambat. Begitulah sekarang yang dirasakan oleh Yumi yang mulai menyesali apa yang telah dia perbuat bersama dengan pria asing 1 bulan yang lalu.
“ haaa…. Bagaimana ini?”
BLAM…
“ Yumi~ apa yang sedang kau lakukan?”
pintu kamar yang dibuka secara kasar oleh Suji membuat Yumi sangat kaget sampai dia tidak bisa menyembunyikan testpek dengan benar
“ ketuk pintu dulu dong!” kata Yumi panic
“ sejak kapan diantara kita harus ketuk pintu dulu kalau mau masuk?” Kesal Suji “kau sedang apa sih?” tanya Suji
“ uh, uh… I, ini? A, aku lagi olahraga!” Jawab Yumi panic
“ …. Oh, Ya?
“ kayaknya aku perlu menambah kekuatan, Hahhahah~
“Oh, Oke. Semangat Ya
“ Iya~
Kumohon langsung pergi saja… pergi
“ kamu pikir aku akan bilang begitu?
“ Kyaaa!” kejut Yumi yang Di bahunya digenggam bari belakang
“ kamu sekarang ini terlihat sangat mencurigakan banget tahu?! Sebenarnya apa yang sedang kamu~ Uh?” Suji tidak melanjutkan bicaranya karena dia melihat testpack di atas meja
“ Ah, aku kaget, tahu!”
“ Testpack? Dua garis?”
Hah… gawat bagaimana ini? Suji melihatnya
“ anu, Suji… init uh… yang terjadi adalah…”
Yumi bicara dengan tergagap – gagap
“ Apa kamu diam-diam sudah punya pacar? Kok kamu gak bilang sama aku? Aku jadi agak kecewa loh.”
“enggak, nggak gitu…”
“Siapa ayahnya? Apa dia orang yang baik” Tanya Suji
__ADS_1
“ Uhm, jadi… begini. Sebenarnya aku Ngggak tahu… siapa ayahnya” Jawab Yumi Gagap
“Apa?!!!?!!!”
Mendengar jawaban itu membuat Suji terheran-heran jkenapa bisa temannya yang poloh jadi begini
“kamu nggak tahu siapa ayahnya?! maksudmu itu apa? Sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu?” Tanya Suji Tidak percaya
“ Enggak! Aku tahu siapa, tapi… aku nggak tahu orang itu siapa…!” Jelas Yumi
“ kamu sedang ngajak bercanda denganku? Ngomong itu yang jelas” Desak Suji
“…. Jadi! Waktu itu aku pergi ke Bar yang kamu kasih tahu waktu itu… dan hari itu…” kata- kata Yumi terputus
“ jangan bilang itu hubungan ONE NIGHT STAND?”
Yumi menganggukan kepalanya mengiyakan pertanyaan dari Suji
“ haaa.. sebenarnya ngapain sih orang bodoh macam kamu pergi ke sana?!” teriak Suji
“ kan kamu yang sudah daftarin aku!!!” Jawab Suji
“ iyukan karena aku gak nyangka kalau kamu akan beneran pergi kesana! Dan seenggaknya pake pengaman dong!! Dasar bodoh!! Bisa-binya kamu hamil…!’ bentak suji
“ Ah, sudahlah ini salahku karena sudah mengenalkan bar itu padamu… untuk sekarang ayo kita kerumah sakit dulu, hari ini kamu ngajar selesai jam berapa?” kata suji pasrah
“jam 5-an aku sudah nggak ada apa-apa lagi”
“ kalau begitu, nanti kamu tunggu aku jemput kamu. Oke?”
“iya… makasih”
Yumi akhirnya pergi ke rumah sakit atas perintah dari Suji, niat hati ingin menghindari orang-orang agar tidak mengenalinya, tapi Yumi malah membuat dirinya makin mencolok dengan dandanannya yang berlebihan
“jadi ini rumah sakitnya?” dengan polos
Suji yang melihat tingkah Yumi mulai merasa kesal akan kebodohan temannya itu.
“ apa-apaan dandananmu itu, dan lagi kacamata?”
“ hahaha… seperti yang kamu tahu, aku sedang berada diposisi dimana aku harus memberikan contoh teladan kepada murid-muridku. Jadi jelas, aku sedang berusaha agar identitasku tidak diketahui.”
“ kau itu bodoh ya? Itu malah membuatmu makin mencolok, tahu?! Terus… memangnya kenapa kalau kedokter kandungan? Kayak kamu tidak pernah kesini aja! Sekarang cepat lepas kacamatamu itu sekarang!”
Yumi dengan cemberut mengilkuti perintah Suji untuk melepas kacamatannya
“ aku tahu kamu pasti akan begini, makanya dari itu aku membawamu ke rumah sakit kelas atas. Disini kamu nggak akan bertemu siapa-siapa, jadi kamu nggak usah khawatir! Kamu kira aku nggak mikir sejauh ini, kan?”
“ terimakasih kamu sudah memikirkanku sampai-sampai kamu membawaku ketempat elit seperti ini, tapi…” melirik kearah samping suji
__ADS_1
“eh?” huwaaa???”
Minsook?! Yumi terlihat kaget saat melihat bahwa Minsook juga berada di rumah sakit itu