
"Katanya ayah akan menikah lagi. Anak ketiganya juga sekarang sudah kelas 3 SMP. Dia sudah mulai masuk masa puber-"
Ibu yumi memotong kata-kata Yumi yang belum selesai
"Kenapa dia bisa jadi anak ketiga?" Tanya ibu Yumi tegas
"Ya, karena dia kan memang anak ketiga. Memang dia harus disebut dengan apa lagi?" Jawab Yumi bingung
"Jangan pernah kamu bicara seolah-olah kamu dan anak-anak dari wanita itu sejajar.... itu membuatku merasa sangat kesal.."
Kata-kata yang dilontarkan oleh ibu Yumi membuat suasana jadi sedikit canggung dan membuat Yumi sefikit bingung
☆Kesal? Siapa pun orang yang mendengarnya pasti akan mengira kalau aku tumbuh dengan penuh cinta yang sangat besar dari ibuku. Padahal dia sama sekali tidak pernah memberiku kasih sayang.☆
...----------------...
☆kenapa aku kesini, ya? Aku hamil di luar nikah. Dan tadinya aki ingin meminta saran bagaimana baiknya. Tapi yah... reaksinya sudah bisa aku tebak. Seolah sudah menjadi suatu kebiasaan, dia selalu bicara padaku... kalau dia sangat menentang kehamilan di luar nikah. Sudah sangat jelas dia pasti akan menyuruhku untuk melakukan aborsi...☆
Saat Yumi sedang bertarung dengan pikirannya sendiri. Ibu Yumi masih sedang asik membaca buku yang ada di genggamannya tanpa bicara sepatah katapun pada Yumi yang sedang duduk di hadapannya.
"Apa ibu masih sangat membenci ayah? Tapikan kalian dulu pernah saling mencintai satu sama lain."
"Dari tadi kamu mau ngomong apa, sih sebenarnya?"
"Aku merasa kalau ibu mungkin saja membenciku karena saking bencinya ibu dengan ayah."
Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut putrinya itu sedikit membuat nya sedikit tertusuk
" Ternyata kamu datang ke sini hanya untuk bicara omong kosong saja. lebih baik kamu sekarang pulang saja sebelum hari makin larut."
"kenapa ini ibu bilang omong kosong? aku sangat penasaran... kenapa aku sangat dibenci karena suatu kesalahan yang tidak pernah kuperbuat? kenapa pula hal ini bisa ibu bilang suatu omong kosong?"
dari kata-kata yang Yumi katakan terdengar sedikit rasa sakit hati yang dialaminya selama ini karena menahan rasa bingung karena harus dibenci oleh ibu kandungnya sendiri tanpa mengetahui apa alasanya kenapa dia bisa di benci
"... Im Yumi."
__ADS_1
mendengar perkataan Yumi yang sedikit menyudutkan. membuat ibunya bangkit dari duduknya
"Apa ibu merasa sekesal itu karena ibu harus menikah dengan ayah gara-gara kehadiranku? tapi apa itu semua adalah salahku? Bukankah kalian melakukannya karena kalian saling suka, tapi kenpa ibu memperlakukanku seolah-olah aku adalah penghalang bagi hidup ibu?"
Yumi berteriak dengan penuh emosi yang menyebabkan suasana hening dipenuhi oleh aura yang mencekam
"Bukankah jarang ada orang yang bisa menerima kehamilan yang enggak diinginkannya dengan hati yang lapang dada, biarpun begitu, aku selalu berusaha untuk memastikan kamu hidup dengan baik."
"Tapi bukankah ibu tidak pernah mencintaiku..." kata Yumi lirih
untuk beberapa saat di ruangan yang sunyi itu hanya terdengar suara detik jam yang seperti menertawakan kondisi yang sedang terjadi pada ibu dan anak itu
"Haa... Maaf, aku tiba-tiba saja datang kesini dan cuma bisa mrlukai hati ibu. Aku akan pulang sekarang"
☆Dia tidak menyangkalnya. Itu berarti dia mengakuinya, kan..?☆
Saat Yumi sudah hendak membuka pintu tiba-tiba ibunya berlari ke arahnya dengan tergesa-gesa
"Yumi!! Kau baik-baik saja, kan? Tidak terjadi apa-apa, padamu kan?"
Kata-kata yang ingin Yumi katakan tertahan karena dia tidak mau terlihat lemah dihadapan ibunya itu, dan akhirnya Yumi memutuskan pergi dari rumah ibunya tanpa menjawab semua pertanyaan dari ibunya itu.
...****************...
"Pak wakil presdir~ Saya membawakan anda makan malam~!"
".... Kamu seorang Stalker, ya? Kan aku sudah suruh kamu buat pulang duluan. Kenapa kamu nggak mendengarkan perintahku?"
"Itu karena saya merasa tidak tega melihat anda bekerja keras sendirian dan lagi anda belum makan malam pula, kan. Saya samapai harus pergi ke restoran sushi loh... Demi wakil presdir yang selalu suka pilih-pilih makanan. Mari6 cepat kesini."
"... Dasar munafik."
Hanya itu yang dapat Kang Min Hyuk ucapkan atas peehatian yang telah diberikan oleh sekertarinya itu padanya
"Nah, jadi... anda ada masalah apa? ada masalah apa sampai-sampai... Kang Min Hyuk yang terkenal sanagat hebat ini sampai tidak bisa fokus saat sedang rapat? apa ka Hanjoon buat suatu masalah lagi? Yah, tapi itu kan sudah biasa~"
__ADS_1
Jika kalian bertanya kenapa ada sekertaris yang sangat bersifat santai dan kurang ajar pada atasannya? Itu karena mereka adalah teman sehingga tidak ada batasan di antara mereka jika hanya ada mereka saja
"Aku mau menikah."
kata-kata yang dilontarkan oleh Kang Min Hyuk secara tiba-tiba, membuat sekertaris yang sedang meminum secangkir kopi kemasan harus memuntahkan apa yang sudah dia minum karena saking terkejutnya dengan apa yang sudah atasannya katakan itu.
"Uhuk. Uhuk... A, Apa?! Uhuk, Uhuk"
"Kayaknya akan bagus kalau pestanya dilaksanakan pada bulan Mei, Susah nggak untuk mengatur jadwalku? Jadwalku sudah penuh sampai awal Juni, ya?"
"Uhuk,Uhuk.. Pe, permisi.... Kumohon anda jangan bercanda dengan wajah yang serius begitu, dong? Akuu hampir saja tewas saking kagetnya. tahu.... Kalau anda mau bercanda, tolong yang sewajarnya aja, oke?"
"Siapa bilang kalau aku sedang bercanda? Dan, kayaknya Apartemenku yang sekarang sedang ku tempati kurasa kurang baik untuk membesarkan anak, ya? Tolong carikan rumah, yang halamanya cukup luas untuk anak-anak bermain"
Min Hyuk yang bicara dengan santai seolah-olah itu bukan apa-apa membuat sekertarisnya stres
"Wag, bisa gila aku... kamu serius mau menikah?"
"Apa dari tadi kamu tidak dengar apa yang ku katakan? Segera hubungi pihak hotel untuk booking tanggal pernikahan di pertengahan Juni."
"Ta... Oke, baiklah! nggak akan ada orang yang bisa menghentikan seorang Min Hyuk. Cari rumah, booking hotel, halaman rumah yang luas dan membesarkan anak"
Min Hyuk mengangguk membenarkan setiap perkataan dari sekertarisnya itu. tapi sekertarisnya merasa janggal dengan apa yang telah diperintahkan oleh atasannya
" Tapi... Kapan kamu bertemu dengan seorang wanita? Apa kamu pergi kencan buta tanpa sepengetahuanku?"
"Nggak." jawab Min Hyuk tegas
"Terus sama siapa? Apakah putri kedua dari perusahaan Jade group? Atau mungkin putri tunggal Neo Electronics?"
Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan dengan penuh rasa penasaran dari sekertarisnya. karena dia mengetahui atasannya tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita manapun selama dia bekerja dengan atasanya itu.
"bukan."
Pernyataan yang tegas dari atasannya membuat dia semakin bingung dengan sosok yang akan dinikahi oleh atasannya itu. sehingga dia mulai berasumsi
__ADS_1
"atau.... Jangan bilang.. "