Love Blossom

Love Blossom
Episode 5


__ADS_3

setelah mengatakan itu, Kang Min Hyuk menatap kearah perut Yumi sehingga hal itu membuat Yumi tidak nyaman dan berteriak canggung


"Bu, Bukan, tuh?! bayi yang ada di dalam kandungan saya ini anak saya!"


"benarkah? sekarang saya baru saja mau mulai bicara, anda serius mau pergi begitu saja?"


mendengar kata-kata dari Kang Min Hyuk membuat Yumi sedikit goyah


...☆dia mau ngomong apa, sih?☆...


akhirnya Yumi duduk kembali di tempatnya untuk mendengarkan apa yang akan pria itu bicarakan kepadanya


"sepertinya pertanyaaan saya tadi sedikit sanagat ambigu. saya akan bertanya sekali lagi. apa ayah dari anak itu adalah saya?"


"bukan. sayq merasa tidak paham kenapa anda bisa berpikir hal seperti itu. anda dan saya kan, kita tidak mempunyai hubungan apa-apa-..."


sebelum Yumi mebyelesaikan kata-katanya Min Hyuk sudah memotongnya. sehingga Yumi sedikit merasa tercengang


"ONE NIGHT STAND"


kata-kata yang tegas itu memenuhi isi kepala Yumi


"hari itu saya tidak menggunakan alat pengaman. dan bukankah itu juga kali pertama anda. harusnya malam itu,"


"Ah, Iya! lain kali saya akan menggunakan pengaman. dan sudah saya katakan berapa kali kalau anda bukanlah ayah dari anak ini. saya dan calon ayahnya akan segera menikah. apa anda sudah puas?"


Yumi sepertinya dia sedikit salah paham dengan apa yang dikatakan oleh pria itu, sehingga dia sekarang terlihat sangat kesal seolah pria itu sedang menyalahkan tentang kehamilan dari dirinya


"... berdasarkan apa yang sudah anda katakan barusan... jadi, anda tidur bersama dengan pria yang baru saja anda temui padahal anada sudah memiliki seorang calon suami, dan bahkan sekarang ,anda harus pergi ke rumah sakit bersama dengan temban anda untuk memeriksakan kehamilan anda. begitu? anda sadarkan bahwa penjelasa anda itu terdengar sangat tidak masuk akal?"


"mau hal itu tidak masuk akal atau tidak, bukankah itu tidak ada hubungannya dengan anda. kalau anda mempermasalahkan kualifikasi saya sebagai seorang guru, saya akan bicarakan hal itu bersama dengan orang tua Sehyun. saya berharap, agar anda sebagai orang ketiga tidak usah ikut campur dalam urusan ini."


"kenapa anda begitu bersikerad untuk menyangkalnya?"


"karena ini memang bukan lah anak anda."


Kang Min Hyuk merasa frustasi dengan jawaban yang di lontarkan oleh Yumi


"biarpun hal itu memang sulit dimengerti, tapi... semua situasinya menunjuk bahwa saya sebagai ayahnya. nona Im Yumi. tampaknya anda perlu waktu untuk berpikir karena semua hal ini terjadi pada anda secara mendadak. yah saya juga merasakan hal yang sana, sih..."


"apa?"


"kita lanjutkan saja pembicaraannya besok lagi."


"Loh? hei...!"

__ADS_1


Setelah mengatakan apa yang perlu dia katakan Min Hyuk beranjak dari kursinya untuk pergi meninggalkan prempuan yang ada di hadapannya tanpa menjelaskannya lebih lanjut lagi


"Sepertinya teman-teman anda sudah menunggu anda di luar. jadi, sepertinya anda tidak perlu untuk saya antar."


...☆teman?☆...


Yumi langsung menengok kearah mata pria itu memandang untuk memastikan teman yang disebutkan oleh pria itu


...☆ya ampun. mereka dari tadi ada disitu...?☆...


"Sepertinya saya harus pergi sekarang, karena saya memiliki jadwal lain. karena sebenarnya pertemuan ini adalah sesuatu di luar jadwal saya. Hati-hati di jalsn dan sampai jumpa lagi besok."


Setelah mengatakan itu pria itu pergi tanpa membalikan wajahnya


"Eh? Tunggu! Tunggu sebentar! Masa besok kita harus bertemu lagi dih? Heiii!!"


Yumi bangkit dari duduknya dan berteriak berusaha untuk menghentikan langkah dari pria itu untuk meminta penjelasan dari kata-katanya yang tidak dimengerti oleh Yumi. tapi sangang kata-kata dati Yumi tidak digubris sama sekali


"Ah... sebenarnya dia mau apa, sih...?"


...----------------...


"Kami akan mengantarmu pulang. jadi crpat keluar. Serius? Beneran nggak apa-apa?... Ya sudah kalau begitu.."


"Apa katanya?"


"Kok tiba-tiba dia mau ke sana?"


"Aku nggak tahu. mungkin saja kalau dia merasa kangen dengan ibunya."


Minsook yang mengetahui kondisi hubungan dua orang ibu dan anak itu merasa bingung dengan apa yang baru saja di dengarnya


"Kangen? Apa kamu bercanda? Kamu nggak tahu gimana hubungan Yumi sama ibunya? Nggak bisa begini. Aku akan temani dia pergi ke sana.. "


Mendengar hal itu Duji merasa sedikit cemburu akan cara pacarnya memperhatikan temannya dengan sedikit berlebihan


"Sebenarnya kamu itu pacarnya siapa, Sih? hei, Kim Minsook?"


"Apa?"


"Im Yumi itu bukanlah seorang anak kecil lagi."


"Apa, sih? sebagai temannya, aku cuma...."


"Kamu tahu kan kalau kita sekarang ini baru saja ketemu setelah seminggu?"

__ADS_1


" Ya, itu karena aku sibuk buka usaha..."


"Terus sekarang kamu tidak sibum?"


mendengar pertanyaan dari Suji membuat Minsook terdiam


"Katanya akhir-akhir ini kamu sibuk, makanya aku nggak bisa menghubungi-mu terus. tapi kamu langsung datang pas dengar masalah soal Im Yumi.... Iya kan?"


"Duji. kamu sekarang tidak seperti biasanya. sebenarnya ada masalah apa?"


Kata Minsook sambil mendesah melihat tingkah yang kekanak-kanakan dari pacarnya itu


"memangnya akau kayak apa? apa aku harus bersikap keren dan masa bodoh.... biarpun pacarku dan sahabatku punya hubungan yang sangat AMBIGU? aku tahu hari ini kamu nggak merhatiin aku sama sekali karena sibuk memperhatikan Yumi."


" Bukankah, omonganmu itu sudah sedikit berlebihan. kita bertiga itu adalah teman sebelum kamu sama aku pacaran. hubungan yang AMBIGU? itu sama sekali tidak masuk akal. jelas-jesal sikapku itu karena aku merasa cemas pada Yumi, karena dia sama sekali nggak punya siapa-siapa, terutama di hari kayak sekarang ini. hanya itu saja, karena itu kuharap agar kamu tidak bicara hal yang kayak gitu lagi."


Mendengar perkataan Minsook membuat Suji merasa sedikit merasa bersalah karena telah berpikir hal yang tidak-tidak tentang kedua orang itu yang merupakan orang terdekat dirinya.


...****************...


Ding dong


Tok Tok Tok


setelah beberapa kali pintu di ketuk akhirnya pintu dibuka juga


"Apa-apaan penampilanmu itu? kamu kelihatan sangat kelelahan."


"kalau ibu kelihatan sangat cetia sekali, ya?"


"Lihat, apa seperti itu caramu bicara padaku?"


"Mungkin karena aku mirip dengan ibu."


Percakapan anatara ibu dan anak ini tidaklah begitu harmonis seperti layaknya hubungan ibu dan anak, hubungan mereka berdua hanya sebatas tahu saja kalau mereka masih hidup, tanpa harus mencampuri urusan kehidupan pribadi mereka


"Jadi... apa alasanmu datang ke sini? ini kan bukan hari libur. Ada yang mau kamu sampaikan padaku?"


"Tidak"


"Yah, Oke."


ibunya bersikap sangat acuh tak acuh pada Yumi, bahkan fia tidak menanyakan kabar dari anak semata wayangnya itu yang sudah lama tidak dia temui


...☆aku datang kesini bukab karena aku mengharapkan suatu penghiburan... tapi ku kura dia setidaknya akan menanyakan tentang kabarku. seharusnya aaku tidak perlu berharap.☆...

__ADS_1


suasana hening dan canggung yang hanya mendengarkan suara nafas dan detikan jam dinding yang sedari tadi menyaksikan suasana yang begitu mencekam antara ibu dan anak itu


"Apa Ibu sudah mendengar kabar soal ayah??"


__ADS_2