Love Blossom

Love Blossom
Episode 2


__ADS_3

"eh. kamu sudah sampa?"


suji menyambut Minsook dengan senyum lebar dimulitnya


"Yup"


"he. hei! Suji! kenapa dia bisa ada disini?"


berbeda dengan Suji yang menyambut gembira kedatangan pria itu. lain halnya Yumi yang merasa gugup akan kedatangan dari Minsook


"Ah... aku yang memanggilnya kemari"


"kenapa...?"


" Ya menurutku lebih baik jija kita memikirkanya dengan tiga kepala daripada hanya kepala kita berdua saja"


"tapikan! kau harusnya bertanya padaku dulu. sebelum kau memanggilnya"


"Yah. mmg kenapa? kitakan sudah saling mengenal selama bertahun-tahun lamanya. jadi bukankah itu sudah tidak aneh lagi diantara kita bertiga!"


"Bukan itu masalahnya....! Haah.. sudahlah."


kamu sama sekali tidak akan mengerti perasaanku. coba saja jika kamu berada di posisiku! apa kamu rela jika orang yang kau suka... mengetahui bahwa dirimu kemungkinan besar akan menjadi seorang ibu tanpa seorang ayah?..


*lebih baik aku diam saja*


"jadi, apa tidak ada informasi yang kau tahu tentang laki-laki yang sudah menghabiskan malam denganmu itu?"


"memangnya. kenapa?"


"Ya ampyn. bukankah kamu sekarang sedang hamil dari hasil hubunganmu dengan laki-laki itu. harusnya kamu mencarinya untuk meminta pertanggung jawaban darinya dong. memang apa yang akan kamu lakukan seorang diri?"


Suji merasa frustasi dengan pertanyaan bodoh dari temannya itu


"aku hanya ingat kalau dia pernah bilang pekerjaannya itu sebagai pengawas"


"pengawas? apa dia seorang satpam?"


"entahlah, dia tidak bilang kalau dia seorang satpam. dia cuma bilang kalau kerjanya itu mengawasi"


"bukankah itu maksudnya? terus, terus apa lagi yang kamu ingat?"


"terus.... hmmm...


Ymu mulai mengingat-ingat kembali tentang laki-laki yang telah menghabiskan malam yang panas dengannya. dia mencoba untuk mencari informasi yang mungkin saja telah dia lupakan yang bisa di jadikan sebuah petunjuk tentang laki-laki yang telah menghabiskan malam dengannya itu. tapi bukannya mencari petunjuk-petunjuk penting, Yumi malah mengingat hal lain yang bukan suatu petunjuk apapun.


" .... Dia sangat ganteng banget, suaranya juga sangat bagus, terus dia juga punya badan yang bagus"


bukannya menceritakan tentang informasi yang bisa dijadikan sebuah petunjuk. Yumi malah menggumankan hal-hal yang tidak berguna dan ambigu dengan wajah yang memerah karena memikirkan hal-hal itu.


"apaan sih?! dasar nyebelin! bukan informasi kayak begitu yang ku maksud, tapi informasi yang bisa menunjukan kita siapa identitas laki-laki itu."

__ADS_1


"ah.. aku tidak tahu akan hal itu...! selain hal itu aku tidak tahu apa-apa lagi! kami bahkan tidak bertukar tentang informasi pribadi apapun satu sama lain, dan... itukan pengalaman pertama bagiku... jadivaku tidak tahu apa-apa"


"ya. ya~ jadi gimana rasanya? apa kau merasa enak? bagus banget ya kamu~"


Suji mengejek Yumi yang sangat polos tentang hal-hal yang seperti itu dengan nada sedikit menyindir dengan kepolosan temannya itu yang hampir sama dengan sebuah kebodohan


"kamu tahukan betapa seriusnya situasimu sekarang ini?"


Minsook yang memperhatikan pembicaraan kedua wanita itu tidak bisa ikut nimbrung. karena dia tidak bisa menyampuri hal itu


"Haaah... tahu. aku juga tahu akan hal itu... bahkan tiap hari rasanya aku seperti mau gila..."


Yumi menundukan kepalanya karena frustasi


"Hm.? bukankah itu seragam dari sekolahmu?"


Yumi kaget mendengar itu dan otomatis langsung merunduk untuk menyembunyikan tubuhnya. agar dia tidak dilihat oleh orang yang ada diseberang sana


""apa?! dimana? katanya tadi kau bilang aku tidak akan bertemu dengan siapa-siapa disini!"


"tentu saja hal itu akan sulit bagi seorang siswa untuk datang ke rumah sakit elite begini"


mendengar penjelasan dari temannya itu Yumi langsung mengintip orang yang diseberang sana untuk memastikan siapa orang dari sekolahnya yang datang ke rumah sakit itu


"Eh.. ? bukankah itu Kang Sehyun?!"


"Kang Sehyun? siapa dia?"


" dia salah satu murid yang ada di kelasku... tapi, kenapa dia bisa ada disini? eh. siapa laki-laki yang berada disampingnya itu?."


"tunggu! kenapa atmosfernya kelihatan enggaj enak seperti itu? sebenarnya siapa laki-laki yang sedang bersamanya itu"


"paling dia adalah keluarganya"


" tapi kenapa atmosfernya kelihatan sedikit aneh! jangan-jangan Sehyun junga mengalami hal yang sama kayak aku..."


Yumi mulai membayangkan hal-hal yang tidak-tidak yang sedang menimpa murid kelasnya itu


"hei! gak semua orang yang datang ke dokter kandungan karena alasan yang sama."


Suji memberikan penjelasan dengan nada yang heran dengan pikiran yang dangkal yang dimiliki oleh temannya itu


"....TIDAK....!!".


tanpa mendengarkan kata-kata yang dijelaskan oleh temannya itu. Yumi langsung terburu-buru berlari menghampiri anak muridnya itu.


"Eh?"


......................


"Iya ruangan 16..."

__ADS_1


Kang Sehyun yang sedang mendengarkan penjelasan dari Suster yang berjaga di resepsionis.. memalingkan wajahnya ke arah belakanf karena dia merasa ada seseorang yang datang dengan terburu-buru kearahnyanya... tapi betapa terkejutnya dia saat melihat tenyata orang yang mendatanginya itu adalah orang yang familiar


" Kang Sehyun!!"


"?"


"Kang Sehyun!! kamu itu ya"


"Eh.. ?"


Kang Sehyun merasa kaget dan juga bingung karena gurunya itu tiba-tiba mencengkram kedua bahunya dengan wajah yang sangat khwatir, dan dia terlihat seperti sedang menahan air mata yang sebentar lagi akan meledak


"Bu Yumi?"


"Hiks.. Sehyun kamu jangan merasa cemas ya... ibu pasti akan selalu ada di pihakmu..."


"apa? kenapa. ibu tiba-tiba bicara hal yang anek kayak begitu?"


Sehyun jadi merasa kelabakan karena merasa heran dan kebingungan dengan tingkah laku yang sedang ditunjukan oleh gurunya itu.


"ibu pasti akan membantu kamu semuanya jadi---"


" bu guru...? sepertinya sekarang ini ibu sedang salah paham deh"


"...."


laki-laki yang tadi bersama dengan Sehyun merasa bingung dengan situasi yang sedang terjadi di depannya itu. karena dari itu dia hanya terdiam dan memperhatikan situasi siapa tahu dia bisa mencerna dan memahami semua yang sedang terjadi


"Permisi...."


laki-laki yang sedari tadi hanya memperhatikan saja sekarang mulai bicara dan dia berusaha untuk memegang pundak Yumi. tapi terhenti karena yumi dengan cepat langsung berbalik ke arah dirinya


"kamu!!!"


Yumi tidak bisa mengontrol emosinya dan langsung mencengkram kerah laki-laki itu


"Kyaaaa, Bu!!"


Sehyun yang kaget otomatis teriak karena gurunya mencengkram laki-laki itu dengan berani


"kalau anda merasa sudah dewasa. harusnya anda bertindak juga layaknya seorang pria dewasa!!! kamu terlihat seperti-----"


kata-kata Yumi langsung seketika tethenti setelah dia melihat wajah dari pria yang ada dihadapannya itu. karena wajah dari pria itu terlihat sangat familiar diingatannya.


ya. laki-laki itu adalah laki-laki yang telah menghabiskan malam yang penuh gairah bersamanya.


"bu guru!!"


...*loh...? eh...?...


Yumi berteriak dalam hati setelah melihat wajah dari pria tampan itu sama persis dengan pria yang ada diingatannya yang mana laki-laki itu berati adalah ayah dari anak yang sedang dia kandung

__ADS_1


"hei.. Im Yumi!! apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?"


Suji yang berteriak dari jauh karena melihat situasi yang jadi kacau karena tindakan ceroboh yang sedang dilakukan oleh temannya itu


__ADS_2