
"jangan bilang padaku.... bahwa itu Mina? Model yang baru saja kita kontrak?"
"Mina?" Tanya Min Hyuk bingung
"Dia adalah hadis yang sangat muda dan dia juga tipe orang yang blak-blakan bertanya apa dia bisa menemuimu secara langsung... apa kalian sudah pernah bertemu tanpa sepengetahuanku sebelumnya?"
"Aku nggak pernah bertemu dengan akak kayak hitu."
"Apa? Kalau begiti siapa, dong?"
"Ada, lah. Omong-omong... Masukan kunjungan ke SMA DAEHAN ke dalam jadwalku besok, ya"
"Biasanya kamu kan nggak pernah datang kesana biarpun dipanggil. terus kenapa sekarang kamu tiba-tiba mau ke sana?"
"Aku mau menemui ibu dari anakku."
"A,Apa?"
"Ah, aku belum bilang, padamu ya? Aku akan segera menjadi seorang Ayah."
Pernyataan yang mengejutkan yang disampaikan oleh Min Hyuk membuat sekertarisnya benar-benar dunia sudah hancur karena tindakan yang tidak terduga yang dilakukan oleh atasannya itu
"Bukankah akan lebih baik jika kita ke SMA Daehan pagi-pagi."
"Ibu? Ayah? Anak?"
Rupanya kebenaran kalau atasannya akan segera menjadi ayah cukup membuat syok sekertaris itu
"Rapat yang sudah dijadwalkab pagi-pagi bisa kamu undur untuk sejam, kan?"
"Anu, pak wakil presdir. Maksud anda dengan 'Ibu dari anakku' itu apa? Dan kenapa juga dengan SMA Daehan...?"
"Ibu dari anakku adalah guru di sana."
Lagi itu adalah pernyataan yang membuat seorang sekertaris syok berat
...----------------...
Yumi mencoret-coret sebuah buku kosong dengan nama-nama yang cukup unik. Yumi sedang memikirkan nama panggilan untuk janin yang sedang dikandungnya. dan akhirnya Yumi sampai dimana dia sudah menemykan nama yang pas untuk janinnya
☆Aku nggak bisa tidur semalaman. aku terus saja berpikir spai aku merasa lelah, tapi nggak ada satupun yang beres...☆
"Anu... Guru Im."
Mendengar namanya dipanggil membuat Yumi sadar dari lamunannya
"Iya?"
"Guru Im Yumi!"
"Ah!"
betapa kagetnya Im Yumi saat Wakil Kepala Sekolah memanggilnya. hingga ia otomatis berdiri dari duduknya
"Guru Im, berapa kali saya harus memanggil anda?"
"Ah, maafkan saya pak!"
__ADS_1
"Apa cukup hanya dengan minta maaf saja? Padahal rapat staf hanya berlangsung selama 20 menit saja, tapi anda tidak bisa fokus. Bagaimana saat anda mengajar nanti? apa anda pantas menyuruh anak-anak untuk fokus dalam pelajaran?"
"Maaf.."
Yumi hanya menundukan kepalannya saat wakil kepala sekolah menceramahinya panjang lebar, karena dia tahu itu memang kesalahannya sehingga dia pantas menerima kritikan dari wakil kepala sekolah
" Kali ini saya hanya akan memberi peringatan pada anda saja, karena sekarang sedang ada guru magang juga. Tapi untuk kedepannya anda harus lebih fokus lagi. anda mengerti apa yang saya maksud kan?"
"Iya, pak wakil kepala sekolah."
☆Tunggu, guru magang? Eh..
Saat Yumi memindahkan arah pandangannya kedepan betapa terkejutnya dia dengan wajahnya yang terlihat familiar
"Guru Lee Jihoon, nanti anda bisa mengikuti bu guru Im yang ada di sebelah sana setelah selesai rapat"
"Baik"
Guru magang itu mengiyakan perintah dari wakil kepala sekolah
☆Lee Jihoon?
"Apa? Kenapa harus sama saya?"
Guru yang sedari tadi duduk di sebelah Yumi berbisik pada Yumi dan memberitahukan semuanya
" Dia adalah guru bahasa Korea. Kan diantara wali kelas, kelas 1 nggak ada guru bahasa Korea. kamu beneran gak dengar apa-apa, ya?"
"Tapikan, dia gak perlu harus mengikuti saya juga.."
"Iya yah, kalau begitu kasih ke saya saja.." dengan nada suara genit
"Bahkan Guru Lee terlalu tampan untuk menjadi seorang guru. Guru Lee suka jalan-jalan gak ya? Semoga saja dia suka"
"Hahhaha" tawa mengejek
"Tapi kenapa ada guru magang di bulan Maret? Biasanyakan datang pada bulan April atau Mei.."
"Tampaknya dia punya garis relasi sama pak Kepala Sekolah. Karena itu, kalau pun enggak suka sama dia, jangan sampai keliatan jelas."
"Begitu rupanya?" Yumi menimpali dengan setengah hati
Setelah mendengar kata-kata dari rekan gurunya dari rekannya yang menyebutkan relasi tiba-tiba Yumi terpikirkan nama untuk sang bayi
"Hee.. Doojool?"
Kata-kata itu membuat Yumi tersadar dari lamunanya
"Maaf?"
"Doojool itu apa? Dua garis? Namanya cukup unik, ya~"
"I-ini bukan apa-apa, ini bukan sebuah nama, kok. Haha.. Saya hanya ingat dengan dua garis yang ada di dalam buku pelajaran saya. Haha"
Yumi tertawa dengan canggung
"Guru Im, sekarang anda malah membuat keributan disitu!!" Teriak wakil kepala sekolah kesal
__ADS_1
"Huwaa... Maaf!!" Jawab Yumi gelagapan
...----------------...
"Kalau begitu jangan sampai lupa kalau malam ini kita punya acara makan malam bersama, jadi saya harap kalian bisa hadir semua... Rapat staf saya akhiri sampai sini."
"Haaa..."
"Senior!"
Suara dari seorang pemuda yang sekarang dikenal dengan guru magang baru
"Lama kita gak ketemu, ya."
"Astaga ternyata kalian sudah saling kenal?"
"Iya, dia adalah junior saya waktu di kampus dulu."
"Oh, Ya?!"
Yumi mulai terbebani dengan pandangan rekan gurunya yang berbinar seperti meminta untuk di kenalkan pada guru magang yang kebetulan merupakan juniornya itu.
"Haha"
Bu Kim, anda jangan sampai tertipu. Dia ini adalah orang yang lebih suka bermalam di hotel dari pada jalan-jalan...
...----------------...
"Ini benar-benar suatu kebetulan banget, ya.? Kok bisa ada kebetulan kayak gini. Aku kangen banget loh sama Senior, tapi melihat dari wajah senior, sepertinya senior tidak senang ketemu dengan saya, ya?"
"Haaa... Pak guru Lee Jihoon. Untuk kedepannya tolong panggil saya dengan panggilan 'Bu Guru Im'. Jangan terlalu terbuka dan dekat dengan anak-anak, terlebih lagi dengan anak-anak perempuan. Kumohon agar anda bisa menjaga sikap anda" Peringat Yumi
"....."
setelah beberapa saat hening. laki-laki tertawa memecah keheningan
"Haha.. Senior anda masih saja suka cemburuan, ya.? Sama kayak dulu~"
Mendengar perkataan itu membuat yumi sangat geram sampai ingin rasannya dia menjambak dan menjitak kepala pemuda yang sedang berjalan di depannya itu
Yang belum berubah itu kamu bodoh. Batin Yumi
...****************...
Flash Back
*Aku mulai mengenal Lee Jihoon saat tahun ketigaku kuliah. Lee Jihoon yang saat itu masih di tahun pertama sudah dikenal cukup banyak orang. orang tuannya yang bekerja di bidang pedidikan*, *dia juga peringkat dua dalam ujian masuk Universitas. Dia cukup populer diantara cewek dan cowok.
Yah, tapi cuma aku yang tidak tahu tentang hal itu*.
...----------------...
*Di dalam kelas
Terlihat Yumi sedang sibuk mengetik sesuatu di laptopnya. yang entah mungkin dia sedang mengerjakan tugas kuliahnya
__ADS_1
Dengan serius Yumi hanya memperhatikan pekerjaan yang ada di hadapannya tanpa menghiraukan apa pun*
Tanpa Yumi sadari sedari tadi pria di sampingnya terus menatapnya dengan senyum yang tidak bisa di artikan apa maksud dari senyum itu