Love Blossom

Love Blossom
Episode 4


__ADS_3

"Saya bertanya apa suami anda tidak ikut ke sini?"


"Ah.. itu.."


pertanyaan singkat dari dokter kandungan itu membuat Yumi diam tidak bisa menjawab


☆gimana caranya aku menjawavnya ya? apa aku bilang saja kalau suamiku sedang menunggu di luar? kenapa juga sih dia bertanya soal itu?☆


melihat Yumi yang hanya terdiam tanpa bisa menjawab membuat dokter itu berfikiran hal yang negatif terhadap Yumi


"Anda tahukan kalau melakukan aborsi itu adalah tindakan yang sangat ilegal?"


"Maaf?"


Yumi merasa bingung dan kaget karna dia merasa tidak percaya dengan apa yang sedang dia dengar barusan dimana seorang dokter akan mengatakan kata-kata yang sangat tidak masuk akal seperti itu kepada seorang pasien yang sedang dia periksa.


bagaimana kata-kata seperti itu keluar dari mulut seorang dokter yang seharusnya jadi pedoman bagi pasien-pasiennya


" Rumah Sakit kami tidak bisa melayani pasien untuk melakukan aborsi, jadi... kalau anda sedang berusaha memikirkan hal itu ada baiknya jika anda untuk pergi ke Rumah Sakit lain saja dan segeralah untuk membuat keputusan dengan secepatnya"


lagi-lagi kata-kata kasar yang tidak masuk akal itu keluar lagi dari seorang dokter yang sedang menangani pasien yang harusnya dia memberikan masukan dan dukungannya


☆apa sih yang sedang dia bicarakan?☆


"apa ada yang ingin anda tanyakan lagi? ck... kalau anda tidak memiliki peetanyaan lain... pasien selan---"


kata-kata menyakitkan dari dokter itu akhirnya terhenti karena Yumi merasa sudah tidak sanggup lagi untuk mendengar akhirnya Yumi memotong kata-kata itu dengan nada yang kesal


"Dokter anda sungguh orang yang tidak punya rasa sopan sama sekali ya"


"Maaf?"


dokter itu merasa terkejut dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Yumi seakan dia berpikir kalau tidak mungkin ada pasien yang akan berani membalikkan kata-katanya itu


"Biarpun seseorang wanita hamil di luar nikah bukan hal yang patut untuk dibanggakan, tapi... bukankah kalau ada seseorang dokter kandungan yang membantu melahirkan kehidupan hidup yang baru... menurut saya seharusnya anda tidak seharusnya... tidak seharusnya anda untuk mengatakan hal-hal soal aborsi dengan cara yang segampang itu kepada pasien yang datang kepada anda untuk memeriksakan dirinya..."


"Nyonya. saya hanya.. "


dokter itu tidak dapat berkata-kata banyak saat mendengar kata-kata yang nenusuk dari Im Yumi yang sudah mulai kesal


"Bayi yang ada di dalam perut saya ini...! mungkin walaupun keberadaannya tidak begitu diinginkan oleh ibunya, tapi bukankah tidak ada alasan untuk menolak hidup yang akan baru saja dimulai. apa saya mengatakan hal yang salah?"


"iya.... yah... sepertinya anda sudah salah paham, maksud saya..."


dengan tanpa tahu malunya dokter itu berusaha untuk membenarkan kata-katanya yang tadi sudah terlanjur terucap

__ADS_1


"Haaa..."


...----------------...


Yumi akhirnya keluar dari ruangan pemeriksaan dengan perasaan yang sangat kesal karena telah menerima perlakuan yang tidak mengenakan yang dia terima dari dokter kandungan yang telah memeriksanya.


☆ sungguh sangat menyebalkan. Aborsi? sungguh sangat luar biasa bisa-bisanya dia bicara hal yang seperti itu di depan seorang wanita hamil.. sikapnya kepada wanita yang sedang hamil sungguh-☆


"Bu guru! apa pemeriksaannya sudah selesai?


☆loh?! itu orang kenapa bisa masih ada di sini?!☆


Yumi merasa bingung dengan situasi yang sedang terjadi di depannya


dimana saat Yumi baru saja keluar dari dalam ruangan pemeriksaan Yumi sudah dibanjiri oleh pertanyaan-pertanyaan tanpa henti-hentinya dari sahabat dan juga muridnya itu


"ya. ya ampun~ kenapa muka kalian serius begitu sih? Hahahhaha.. katanya nggak ada apa-apa, kok."


"be-benarkah?


Suji yang bingung dengan pernyataan Yumi


"iya~ sudah ku bilang kan kalau aku tidak perlu diantar. pemeriksaan untuk kankerkan bukan apa-apa. kalian berdua enggak perlu harus menemani segala.. pokoknya terimakasih karena kalian sudah khawatir!!"


Yumi menghentikan kata-kata minsook yang belum selsai dengan cara memukul perutnya sehingga minsook kesakitan dan tidak bisa melanjutkan pembicaraannya


"Ah. bu guru datang kesini untuk pemeriksaan kanker?"


"tentu. aduh teman-temanku itu memang loyal banget~ mereka sampai ikut kesini padahal aku cuma datang untuk check-up biasa."


☆bagus aku bisa mengelak☆


"biarpun begitu aku bersyukur punya teman-"


"pasien Im Yumi. jangan lupa hasil usg bayi anda!"


lagi-lagi alasan Yumi yang sempurna di hancurkan oleh suster yang ceria itu


"hasil usg?"


☆nggak ada satupun yang berjalan dengan lancar..☆


...****************...


di dalam cafe yang hening ini Yumi berhadapan dengan Kang Min Hyuk dengan perasaan yang canggung tanpa sepatah kata satupun.

__ADS_1


Yumi memecah keheningan dengan meleguk air putih yang ada dihadapannya


" sekarang apa anda sudah merasa lebih tenang?"


"apa?"


"dari tadi anda terlihat sangat gelisah. jadi saya pikir anda pasti sedang mencemaskan sesuatu."


"tidak ada yang saya cemaskan, tuh."


"benarkah?"


"saya tahu apa yang omnya Sehyun cemaskan. tindakan saya ini memang tidak bisa dibenark-?"


"nona Im Yumi. nama saya itu kang Min Hyuk. bukan omnya Sehyun."


" ah. saya mohon maaf. saya sudah tahu kok siapa nama anda. tapi apakah itu sekarang adalah hal yang penting?"


" tentu saja itu adalah hal yang penting bagi saya"


"apa? Ah. ya...."


☆apa sih...? dari tadi dia terus saja bersikap cukup sombong seperti itu☆


☆ ekspresi dan juga nada bicaranya seolah-olah dia sedang menyindirku. apa benar dia adalah pria yang waktu itu sudah menghabiskan malam denganku? apa aku sudah salah ingat tentang kejadian malam itu?☆


"pokoknya, tuan Kanf Min Hyuk. yang mau saya sampaikan adalah... saya harap anda bisa dapat memisahkan hal antara kehidupan pribadu dan antara pekerhaan saya. apa pun yang telah terjadi dalam kehidupan pribadi saya. saya tetap berusaha untuk sebaik mungkin dalam mengajarkan anak-anak. tentu saja itu bisa menjadi suatu masalah dalam hal moral, tapi itu hanya akan terjadi sekali dalam....


yumi menelan ludah memikirkan kata-katanya yang tidak bisa dia lanjutkan


"... besok saya akan bicara dengan Sehyun... saya tahu kalau anda merasa sangat cemas karena mungkin saja murid-murid saya akan terkena dampak buruk dari saya, tapi... tolong rahasiakan hal ini supaya saya dapat menyelesaikan masalah ini dengan sangat tenang"


mendengarkan perkataan Yumi hanya bisa membuat Kang Min Hyuk diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun


"kalau tidak ada lagi yang mau anda sampaikan, maka saya akan menganggap kalau anda sudah mengerti kalau begitu saya pamit pergi dulu."


Yumi akhirnya beranjak dari tempat duduknya


☆samapai akhirpun dia nggak bilang apa-apa. memangnya hal ini cuma aku saja yang salah? bisa-bisanya dia bisa sangat percaya diri begitu. ini bukanlah sepenuhnya tanggung jawabku, tapi kenapa aku harus merasa sangat sedih seperti ini? tapi bukankah sekarang aku sudah nggak punya tenaga untuk mendengar jawaban darinya... karena ini sudah terlanjur terjadi banyak hal hari ini. aku hanya mau kabur saja dari situasiku saat ini...☆


seperti sebuah mantra lamunan Yumi terpecah karena suara dari Kang Min Hyuk


"nona Im Yumi. apa anak yang sedang anda kandung itu adalah anak saya?"


kata-kata yang bahkan tidak pernah dipikirkan oleh Yumi akan keluar dari pria yang keliatan sangat sombong itu.

__ADS_1


__ADS_2