
Hae semua...
puput balik lagi nih, ada yang kangen..?, nah kali ini puput persembahin yang chapter 2 semoga banyak yang suka dan banyak yang makin minat baca cerita gaje yang puput buat..
makasih buat kalian para reader yang udah baca cerita ini...
okay daripada banyak bacot unfaedah langsung aja yuk baca..
Happy Reading~
**\- Love Dellivery \-**
Tepung, telur, gula, mentega dan bahan bahan lainnya, dicampur jadi satu, bahan bahan untuk membuat kue yang biasa. Namun jika seorang Emu yang membuat nya maka akan terasa sangat luar biasa, karena ada campuran istimewa yang ia gunakan untuk membuat kue nya terasa benar benar lembut.
Disudut lain ada dua pasang mata yang memandang Emu dengan sorot mata yang teduh,seakan akan menyiratkan sebuah perasaan yang hanya bisa ia seorang pahami.
"Yo.. Emu, apa sudah selesai?, Aron dan yang lain nya masih menunggu mu menyelesai kan cake mu". Sapa Yana
"Sebentar lagi, ini sudah ku panggang".Jawabnya sembari membersihkan alat alat untuk membuat cake yang kotor
"Jangan..!!, Emu kau tak perlu membersihkan nya,itu tugas Gerry". Larang Yana layak nya seorang ibu yang melarang putri kecilnya bermain api
"Haisss.. tidak apa apa kok,sekalian saja".Balas Emu dengan senyum kecilnya
"Kau gadis yang baik Emu, aku yakin jika kau dapat menemukan pengganti 'nya' ".Ujar Yana ambigu
"A-ap..apa maksud mu Yana?".
"Tidak, aku hanya berkata asal saja, bagaimana cake mu?". Kata Yana mencoba mengalihkan pembicaraan
'Ting'
Bunyi dari oven, pertanda cake Emu sudah matang, saat oven dibuka tercium aroma kopi yang wangi membuat siapa saja yang mencium nya mungkin akan meneteskan liur nya.
__ADS_1
"Wah.. wanginya enak, boleh aku juga mencoba nya?". Harap Yana
"Tentu kita coba cakenya bersama". Ujar Aron tiba tiba
"Kenapa kalian ada disini?". Tanya Yana
"Kami datang karena mencium wangi yang sangat enak dari dapur, dan ternyata asalnya dari cake buatan mu ya Emu". Ujar Kevin panjang lebar
Sementara Kevin, Gerry, dan Yana sibuk memuji muji cake buatan Emu, hanya Aron yang sibuk dengan cake buatan Emu. Aroma yang menggugah selera membuat Aron dengan tak sabar mencicipi cake itu.
"Kalian terlalu sibuk memuji ku,dan tak sadar jika Aron menghabiskan cake buatan ku". Ujar Emu specless
"APAAA...!!!".Koor mereka karena terkejut
"Baiklah, cake mu sangat enak, benar benar enak. Aku tidak bohong begitu lembut dan manis dan aroma kopinya menggugah selera. Sudah ku putuskan...". Ujar Aron menggantung
"Kau kami terima bekerja di cafe ini!". Seru Aron disambut dengan tepuk tangan dari teman teman nya
Yana memeluk Emu dengan erat, merasa tidak sendiri lagi. Akhirnya ia punya teman wanita untuk sekedar berbagi cerita, Yana memutuskan akan menjaga dan menjadi teman baik bagi Emu, bahkan mungkin akan menjadi sosok seorang kakak juga.
"Terima kasih semua nya, kalian adalah orang orang baik yang pernah aku temui, aku akan berusaha semampu ku. Mohon bantuannya semuanya..!". Ujar Emu sembari membungkuk kan badan nya sebagai tanda terima kasih
Senja kala itu terasa sangat hangat, sekarang Emu tidak sendiri lagi, ia akan berjuang untuk kesmbuhan ibu nya, dan akan berjuang melupakan masa lalu nya.
Memulai kehidupan baru nya diCoffe Cafe ini, bersama orang orang baru yang akan membantunya menjalanu hari hari kedepannya.
Saat ini Emu sedang berjalan pulang disisi kanan nya ada Aron yang menemani, setelah menutup cafe Aron memutuskan untuk mengantar Emu pulang.
"Jadi dimana rumah mu Emu?; masih jauh lagi?". Tanya Aron
"Tidak kok, ikuti saja jalan setapak ini, saat kau sampai diperempatan belok kanan dan rumah ku ada disitu". Jelas Emu tanpa melihat wajah Aron
"Ekhem.. apa tidak ada yang ingin kau ucapkan pada ku? eh, Emu?". Tanya Aron dengan seringai jahil nya
"Iya, iya, terima kasih atas semua bantuan mu, jujur saja aku sempat bingung akan kehidupan yang aku jalani setelah aku dicampakan". Terdengar helaan nafas dari Emu setelah ia mengucapkan kalimat itu
Aron berhenti melangkah, membuat Emu juga menghentikan langkah nya dan memandang Aron dengan keheranan.
__ADS_1
Tiba tiba saja Aron menarik tangan Emu, dan membuat Emu jatuh ke pelukan nya. Tindakan Aron membuat pipi chubby Emu bersemu merah, jantung Emu berdetak kencang, dan seolah olah semua tenaganya hilang. Tak mampu menolak kehangatan yang Aron tawarkan.
"Sekarang kau jangan sedih, aku ada disini untuk mu,apapun kulakukan agar kau bisa tersenyum lagi".Ujar Aron
Emu hanya mengangguk kan kepalanya, masih terlalu linglung untuk menerima semua kejadian yang ia alami.
Sementara Aron menghirup aroma tubuh Emu, wangi vanilla dan kopi yang dicampur keringat Emu, entah kenapa membuat Aron merasa tenang.
Perlahan Aron melepaskan pelukan nya dan menarik tangan Emu untuk berjalan disisinya, menarik nya pelan agar Emu bisa berjalan untuk sampai ke kediaman Emu.
Selama perjalanan hanya diisi oleh keheningan, wajah Emu sudah tak semerah sebelumnya, tapi detakan itu masih seperti gendang yang bertalu talu. Lain lagi dengan Aron, wajah nya memang masih datar datar saja, tapi jika kita perhatikan senyum kecil terlukis di bibir nya.
Dan kalau kita perhatikan lebih jeli lagi, tautan tangan Aron dan Emu begitu melekat kuat, seolah jika Aron melepaskan tangan Emu sebentar saja aka Emu bisa saja menghilang.
"Ah.. kita sudah sampai, apa ini rumah mu?". Tanya Aron memecah keheningan diantara mereka
"Iya benar, apa kau mau mampir?". Tanya Emu
"Tidak, hari sudah semakin malam, istirahat lah besok adalah hari baru mu bekerja di cafe".
"baiklah kalau begitu terima kasih untuk semuanya". Ujar Emu dengan senyum manis nya
Sejenak Aron kembali terpana dengan senyum itu. Sangat manis, pikir nya. Andai waktu dapat ia hentikan maka ia pasti akan menikmati momen dimana ia melihat senyum manis Emu.
Tbc...
Gimana?, gimana?, pendek?, jelek?, ancur?. Huaaa... puput minta maaf kalo jelek, semoga masih ada yang minat baca walaupun cerita nya jelek dan gaje..
makasih sekali lagi buat para rader sekalian yang udah baca di cerita sebelumnya..
jangan lupa like ya.. biar puput makin semangat nulis dan rajin update..
Happy Reading
Salam Cintah...
puputri ~♡
__ADS_1