Love Dellivery

Love Dellivery
Chapter 3 "The First Day"


__ADS_3

Haee guysss... pun10..~, maapkeun Puput yang baru bisa up lagi soalnya kemaren hp Puput kena restart, jado data datanya ilang semuaa... ( T3T ), tapi sekarang Puput udah bisa up lagi../yyeeeyy..!!/ *nebarin conveti


Okeh dari padah banyak bacot langsung aja yok baca..


Happy Reading...


- Love Dellivery -


Hari ini Emu bangun dengan semangat selain karena ia telah mendapat pekerjaan baru kondisi kesehatan ibunya perlahan membaik, ia harap ibunta akan cepat pulih.


Selesai bersiap, Emu langsung berangkat menuju tempat kerjanya. Perjalanan dari rumahnya ke cafe tidak telalu jauh, maka ia memutuskan untuk jalan kaki, hutung hutung olahraga ringan.


Sesampainya Emu di depan cafe, ia melihat Aron sedang membuka pintu depan, sepertinya Aron juga baru saja sampai. Melihat hal itu Emu memutuskan untuk menyapa Aron lebih dulu.


"Selamat pagi Aron". sapa Emu dengan senyuman nya


"Pagi Emu.., gimana tidur mu, nyeyak kah..?, sampai bisa bangun sepagi ini?". tanya Aron sekaligus membuka pintu cafe


Wajah Emu memerah mendengar nada suara Aeon yang terkesan menggodanya, tak ingin merona sendirian Emu memutuskan untuk membalas perlakuan Aron.


"Iya, sangat malah, bahkan aku memimpikan diri mu". ujar Emu dengan suara yang memelan dikata kata terakhir


Namun sepertinya telinga Aron jelas lebih tajam, tentunya ia mendengar dengan jelas. Sontak wajahnya ikut memerah.


Setelah pintu cafe terbuka mereka berdua langsung masuk dan melakukan kegiatannya masing masing, efek dari perkataan lawan bicara mereka yang sama sama menggoda satu sama lain.


Aron memutuskan untuk merapikan kursi dan bantal bantal yang ada didalam ruangan itu, sedangkan Emu memutuskan untuk langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan bahan untuk membuat dessert.


Tak lama Yana, Gerry, dan Joan datang. Mereka bersiap membantu Aron dan Emu, kemudian disusul kedatangan Kevin. Karena letak rumahnya yang paling jauh.


Yana dan Gerry langsung membantu Emu didapur, sementara itu Joan membantu Aron, mereka tak lupa menyiram tanaman yang ada didepan cafe agar terlihat segar.


Kevin menata toples berisi biji biji kopi yang akan mereka buat menjadi minuman, merapikan dan menyusun gelas gelas kaca yang berwarna putih dan terlihat elegan.


Dari dalam dapur mulai tercium wangi manis yang menggoda, ternyata Emu memutuskan untuk membuat dessert yang cocok untuk dinikmati bersama racikan minuman yang terbuat kopi.


Dessert berupa croissant, mufin, roti manis, bahkan sampai donat terlihat dihias dengan begitu cantik dan menggugah selera siapapun yang melihat bentuk dan mencium aromanya.


Hal itu terbukti dengan kedatangan para pelanggan saat dibukanya cafe, padahal hari masih tergolong terlalu pagi saat itu.


Aron dan Joan melayani para pelanggannya dengan senyuman ramah, bertanya dengan sabar dan sopan. Sementara Gerry dan Kevin mulai meracik minuman kopi pesanan.


Dibagian dapur Yana dan Emu mampu menghandle semua pesanan dengan baik. Mereka membuat dessert dengan sepenuh hati, memberikan perasaan agar pelanggan yang menikmati dessert mereka merasa bahagia.


Melihat Aron dan Joan yang mulai kelelahan, Gerry dan Kevin langsung meminta bertukar tempat.


Mereka berempat memang memiliki satu skill yang sama saat mengolah biji kopi. Dikarenakan karena kecintaan mereka terhadap minuman berkafein tersebut.


Para pelanggan mulai lebih ramai berdatangan, namun Aron dan teman temannya tetap melayani para pelanggan nya dengan sangat baik.


Jelas pagi ini mereka akan sangat sibuk, dikarenakan letak cafe mereka yang dekat dengan gedung perkantoran, dimana para pegawai kantor mungkin membutuhkan kafein untuk membuat mereka tetap terjaga.


Suasana cafe terasa nyaman meskipun sangat ramai, banyak orang bercanda bersama temannya dan beberapa menikmati minumannya dengan khidmat.


.


.


.


.


Beberapa menit kemudian para pelanggan yang terdiri dari pegawai kantoran, mulai beranjak dan meninggalkan cafe dikarenakan sudah masuk jam kerja.


Perlahan cafe mulai sedikit sepi, waktu seperti ini di manfaatkan enam sekawan itu untuk rehat sejenak.

__ADS_1


Mengistirahatkan otot otot yang sempat tegang karena kelelahan melayani pelanggan, namun raut puas nampak dimasing masing wajah mereka karena berhasil menyenangkan hati para pelanggan mereka.


"Wihhh capek kali ahh.., hari ini ramai kali pelanggan". ujar Joan yang dibalas anggukan dari kelima temannya


"Tapi seneng deh rasanya..!!, liat mereka senyum gitu. Kayak cafe kita ini bisa bikin mereka rileks dan ngilangin beban kerja mereka..!". seru Yana dengan semangat nya


Yana mungkin tipe gadis tang kelebihan energi, bahkan disaat seperti ini rasa lelah masih tak tampak diwajah cantiknya.


"Tapi bentar lagi kita bakalan mulai lagi, liat tuh jam, bentar lagi jam makan siang. Emu, semua bahan buat dimasak aman kan". ujar Aron


Kata kata Aron sontak membuat Emu yang tengah melamun tersentak kecil, dan melihat banyak pasang mata yang melihat nya.


Berdehem sebentar Emu menjawab, "I.. iya bahan masakan aman kok". dengan wajah merah yang menunduk, membuatnya terlihat lebih mungil dari yang biasanya.


Kelima pasang mata yang melihat Emu dengan pose yang benar benar menggemaskan langsung memencet bagian hidung mereka, manahan laju cairan merah yang tiba tiba keluar, karena seorang makhluk imut yang kelihatan malu malu.


'Manisss sekaliii...!!!'. Koor mereka berlima bersamaan didalam hati. Setelah beberapa menit, mereka pun mencoba menormalkan kembali raut wajah mereka.


Ambil nafas, hembuskan, ambil nafas, hembuskan. Berulang kali sampai wajah mereka tak terasa panas lagi, karena tingkah mereka suasana hening seketika.


Rasa penasaran menghinggapi hati Emu karena tak kunjung mendapatkan respon, dan merasa keheningan yang cukup panjang, membuatnya mendongakan kepalanya.


Kesalahan besar, Aron dan ke empat temannya langsung berlari menuju toilet, sambil menekan kuat lubang hidung mereka. Bagaimana tidak begitu, jika disuguhkan wajah bulat dengan pipi tembam yang memerah, mata bulat yang bersinar polos, hidung mungil, dan bibir yang sewarna merah buah peach bahkan tanpa menakai lipstik atau pelembab bibir.


Sedangkan Emu yang tidak sadar hanya memandang teman teman barunya dengan tatapan aneh.


.


.


.


.


Setelah Aron dan ke empat temannya selesai dengan urusan mimisan dadakan mereka, ia langsung sigap membantu teman temannya dibagian dapur.


Hal itulah yang juga membuat mereka hanya mempunyai waktu yang sedikit saat istirahat, karena harus mempersiapkan semua masakan dengan baik.


Namun kekompakan merwka mengalahkan rasa lelah, setiap yang satu perlu bantuan yang lain langsung membantu meskipun juga sedikit kerepotan, saling membantu mengurangi pekerjaan masing masing.


Dalam dapur tidak ada suara bentakan arau teriakan yang biasa terdengar, tapi suara tawa dan karena mereka menjalankan setiap kegiatan mereka dengan santai. Meskipun banyak pesanan yang datang.


"Wahh.., siang ini bahkan lebih ramai dari yang biasanya..!". seru Gerry


"Gimana ga ramai, masakan Emu sama Yana aja enak kali keliatannya, untung aku inget itu punya pelanggan. Kalo ga udah ku embat ditengah jalan". ujar Joan dengan wajah pura pura kesal


Kata kata Joan hanya direspon dengusan pelan dari Aron dan Gerry yang saat itu berperan menjadi pelayan.


Penampilan mereka masih terlihat segar meskipun, tedapat raut lelah karena melayani para pelanggan wanita. Mereka hanya bisa pasrah saat ditanyai menu apa yang cocok saat sedang diet.


Bagaimana mungkin Aron, Gerry, dan Joan mengetahui hal seperti itu. Tapi mereka. tetap mencoba tersenyum dan mengatakan jika koki mereka akan membuatkan makanan yang cocok untuk diet.


Sebenarnya bukan salah para pelanggan wanita itu untuk bertingkah layaknya anak gadis malu malu. Salahkan ketampanan wajah Aron dan teman temannya, serta senyuman mereka yang terlihat tulus. Lengkap dengan suara bass yang rendah pada saat mereka menanyakan pesanan.


Siapa yang tidak meleleh jika mendapati hal seperti itu, didepan mata. Hanya wanita tidak normal yang tidak akan merespon mereka, kecuali wanita yang merasa telah diikat dalam hubungan suami istri.


Kegiatan seperti itu berlangsung sampai hari mulai sore, sang surya mulai meninggalkan tahtanya dan digantikan sang luna, menjadikan pemandangan langit yang dihiasi warna jingga terlihat sangat memanjakan mata.


Suasana cafe masih terlihat ramai, karena jam tutup cafe masih sekitar empat jam lagi, bukan tanpa alasan Aron memilih cafenya tutup pada jam jam seperti itu.


Jam sembilan adalah jam yang tergolong cepat bagi sebuah cafe untuk tutup. Tapi Aron memikirkan teman teman wanitanya seperti Yana dan Emu.


Sangat berbahaya jika seoarang wanita berjalan sendirian diwaktu malam. Itu sebabnya ia dan teman teman lelakinya akan menemani para wanita untuk pulang nanti.


.

__ADS_1


.


.


.


Setelah tepat jam sembilan, dan mereka telah selesai merapikan juga membersihkan peralatan memasak. Aron danminta teman temannya segera bersiap dan menunggu dipintu depan cafe.


Lalu tak lama Aron menyusul setelah memastikan lampu luar cafe tetap menyala dan lampu dalam nya mati. Aron segera mengunci pintu cafe dan mulai berjalan bersama Joan, Gerry, Yana, dan Emu.


Sedangkan arah rumah Kevin berlawanan dengan ke lima temannya yang lain, mereka berpisah di depan cafe setelah saling mengucapkan selamat malam.


Perjalanan antara Aron dan teman temannya terasa sangat seru, belum pernah mereka berjalan bersama dan bercada dengan keseruan seperti saat ini.


Canda tawa itu berakhir karena Gerry, Joan, dan Yana telah sampai ditujuan mereka lebih dahulu, sekarang tinggal Emu dan Aron.


Kejadian saat ini seperti malam saat pertama kali mereka bertemu, malam yang dingin namun untuk skarang bedanya, hati satu sama lain menghangat karena rasa asing yang terasa nyaman.


Perjalanan itu diisi dengan kesunyian, rasa canggunglah yang mendominasi. Sampai waktunya Emu tiba di tujuannya, rumah bercat unggu cerah, dengan pagar berwarna putih, diluar pagar tedapat banyak bunga matahari.


"Baiklah kita sampai". ujar Aron memecah keheningan


"Mau mampir..?". tanya Emu


"Apa kau yakin..?, apa tanggapan orang tua mu jika melihat diri ku saat ini.?".


Mendengar hal itu Emu hanya tersenyum sendu, Aron yang melihatnya sungguh merasa tak enak.


"Hei, kau tidak apa apa Emu..?, maaf jika aku salah bicara". ucap Aron penuh sesal


"Tidak, bukan apa apa".


"Kalau kau mau kau bisa bercerita pada ku". tawar Aron karena merasa tidak enak


"Mungkin lain kali". jawab Emu sembaru mencoba tersenyum


Namun gagal senyumnya kali ini tak memcapai sudut matanya. Melihat hal itu Aron semakin merasa bersalah.


Tanpa kata Aron kembali menarik Emu kedalam pelukannya, memeluknya dengan erat. Emu yang mendapat perlakuan seperti itu lagi kembali merasakan wajahnya memanas.


Merasa suasananya mendukung, Aron lantas mengangkat dagu Emu dengan lembut. menggunakan ujung jari telunjuknya, melihat rona kemerahan tersapu apik dipipi chubby Emu.


Perlahan Aron mendekatkan wajah nya pada Emu, dan hal itu terjadi. Kedua belah bibir itu bertemu untuk pertama kalinya dengan begitu manis.


Emu merasakan wajahnya kembali lebih panas, segera saja ia menutup matanya. Tak jauh berbeda dengan Aron, wajah keduanya sama sama memerah.


Ciuman itu begitu polos dan lembut, ciuman yang hanya bertujuan untuk menenangkan hati yang sedang bersedih.


Sang luna hanya tersenyum menyaksikan dua insan yang sedang berbagi rasa hangat itu, menyinari mereka seolah memberikan restu alam, yang mengijinkan mereka bersatu.


Beberapa detik kemudian ciuman itu terlepas, mereka saling tersenyum satu sama lain, seolah percaya pada okatan yang sebentar lagi akan terbentuk.


Dengan lembut Aron melepaskan pelukan mereka, memegang kedua tangan Emu, dan membawa kedua tangan itu mendekat kebibirnya, ia kecup hangat seolah ingin memberi kekuatan dan mengatakan jika Aron akan selelu ada disamping gadis manis itu apapun yang terjadi.


Melepaskan genggaman tangan itu kemudian mengecup kening Emu dengan lembut, setelahnya meminta agar gadia itu langsung memasuki rumah nya.


Setelah melihat jika Emu dalam kondisi aman, Aron melangkahkan kaki nya dengan langkah yang ringan, serta senyuman kelegaan tak lepas dari bibirnya. Berharap semoga semuanya baik baik saja, untuk sekarang maupun kedepannya nanti.


T B C ....


iya iya tau, muncul muncul malah ngasih lanjutan yang ancur plus jelek kan. Maaf ya reader sekalian, abis puput lagi ga ada waktu banget, soalnya hari senin nanti udah masuk kuliah onlen lagi..


Oh ya pesen puput tetep stay save ya. Trus mohon kripik pedasnya juga. Krna kripik pedas itu akan semakin membuat pupu nulis dengan lebih semangat lagi..


Sincerely

__ADS_1


Puput..~ 💚


__ADS_2