Love Dellivery

Love Dellivery
Chapter 8 "Persiapan Buana Dream Hotel Part 2 season 1"


__ADS_3

Title: Love Dellivery


Author: Putri Dwinata S


Genre: Romance & Action


Rate: T+


Happy Reading


.


.


.


Pagi ini Emu bangun dengan perasaan yang luar biasa baik, mungkin ini efek setelah bertemu dengan ibunya, Emu tidak tau pasti.


Namun ia berharap hari ini akan berjalan dengan lancar, dan semua akan baik baik saja.


Melangkah mendekati ranjang sang bunda, Emu kembali mengelus pipi tirus itu, harapan dalam hati nya selalu ada untuk kesembuhan sang ibu.


Lama ia melamun sampai tak sadar jika Ica telah ada disisi lain tempat tidur ibunya, bermaksud memeriksa kondisi ibunya pagi ini.


"Emu.., bukannya kau ada jadwal kerja pagi ini?, segera bersiap aku akan menjaga ibu mu disini. Ohh..., ya jangan lupa sarapan ya, aku membawakan mu sesuatu". Ica memang teman terbaik Emu


"Hiks.. hiks.. makasih Ca, aku ga tau harus bales semua ini hiks.. hiks.. sama kau kayak gimana hiks..". airmana yang mengalir dipipi Emu, Ica menghapusnya dengan tisu


"Emu.., aku sudah menganggap kau adik ku sendiri, bahkan bibi Yora ibu mu sudah aku anggap ibu ku sendiri".


Selama ini Ica memang telah menganggap Bu Yora sebagai sosok ibunya, sedari kecil Ica tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


Mendiang ayahnya pernah bercerita jika, Sewaktu ibunya meregang nyawa adalah pada saat kelahirannya. Saat itu kondisi ibunya sangat lemah. Dan ayahnya sedang tidak memiliki banyak uang untuk melaksanakan oprasi.


Ibunya juga memaksakan untuk melahirkan Ica secara normal, namun hal itu berakibat fatal bagi ibunya.


Beberapa jam setelah melahirkan Ica, ibunya sempat kritis dan tak lama meninggal dunia, meninggalkan sosok bayi Ica yang bahkan belum sempat merasakan asi ibunya, dan juga meninggalkan suaminya, yaitu ayah Ica.


Dan Ica harus kembali merasakan kehilangan, dihari wisudanya, ayahnya justru mengalami serangan jantung.


Karena terlambat mendapat pertolongan, ayah Ica meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sejak saat itu Ica berusaha membantu ibu sahabatnya, Emu. Agar lekas sembuh dan bisa membawa tawa bahagia lagi bagi Emu.


"Terimakasih hiks.. hiks.. Ca.., maaf jika selama ini hiks.., aku menyusahkan mu".


"Stttt.., sudah sudah lebih baik kau siap siap, jadwal mu padatkan hari ini". Emu mengangguk menjawab perkataan Ica


"Aku mohon jaga ibu ya Ca.., aku berangkat". Emu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan inap ibu nya


Saat mencapai pinggir jalan, Emu menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat. Ia segera masuk kedalam taksi begitu taksi itu berhenti tepat didepannya.


Perjalanan di dalam taksi sangat hening, bahkan sesampainya Emu dirumah sebagai tempat tujuannya, entahlah mungkin si sopir taksi itu terlampau peka.


Seolah memahami jika Emu sedang tidak ingin diganggu, dah ya pikiran Emu juga sedang kacau akhir akhir ini. Banyak hal yang ia pikirkan.


Sesampainya didepan rumah, Emu langsung masuk kedalam rumahnya setelah membayar ongkos taksi.


Ia segera mandi dan sarapan seadanya, hanya sepotong roti dan segelas susu. Ia tidak bisa memasak karena pagi ini ia harus berangkat ke cafe lebih pagi, untuk menyiapkan dessert tentunya.


Selesai dngan rutinitas paginya, Emu langsung berangkat menuju cafe, sesampainya ia disana Emu langsung membuka pintu depan cafe dan langsung melaksanakan tugas paginya. Kebetulan kunci cafe Emu yang pegang, Aron yang memberikan soalnya Yana dan Joan akan sedikit datang terlambat.


Memasuki dapur, Emu langsung mengolah tepung, telur, susu, dan gula. Sepertu biasa ia akan membuat dissert manis yang para pelanggan cafe sukai.


Beberapa menut kemudian, Yana dan Joan datang dan melihat jika Emu sudah sibuk sendiri. Tanpa kata mereka bergegas membantu gadis manis itu, seperti biasa Joan akan merapikan bagian depan cafe, dibantu oleh Yana.


Karena sepertinya Emu sudah hampir menyelesaikan tugasnya, saat selesai membantu Joan, Yana langsung menghampiri Emu didapur untuk menyusun dessert di steling kaca.

__ADS_1


"Emuuu.., aku bantu nyusun yang udah mateng di steling yak". dengan nada ceria kelewat portal itu Yana memekik senang


"Ah.., iya Yana tolong ya". balas Emu masih sibuk menghias beberapa muffin


"Oh ya Emu, gimana keadaan ibu mu?". tanya Yana dengan suara normalnya


"Kata teman ku, ibu sempat drop siang itu, tapi keaadaan nya kembali stabil saat hari beranjak malam, tepatnya setengah jam sebelum kedatangan ku kemarin". jelas Emu sambil menggoreng donat


"Boleh kah kapan kapan aku.. ummm... menjenguk ibu mu?".


"Ya boleh aja".


Setelah itu, mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka, seperti biasa cafe pagi ini begitu ramai.


Emu bahkan harus ikun turun tangan melayani para pelanggan cafe, tapi dari raut wajah ketiganya tetap tidak terlihat lelah sedikitpun.


Kurang dari 3 jam lagi akan memasuki jam makan siang, dimana diwaktu tersebut Yana, Joan, dan Emu harus segera menutup cafe. Lalu menyusul Aron dan yang lainnya di hotel untuk membantu mendekor.


Selesai melayani pelanggan terakhir, Yana segera membalik tanda yang bertuliskan 'buka' menjadi 'tutup'.


Melihat hal itu Emu langsung beranjak kedapur, ia melihat masih ada beberapa dessert dan cake yang tadi ia buat. Emu segera membungkus dessert dan cake buarannya, daripada ia simpan dikulkas, ia akan membawanya untuk Aron, Kevin, dan Gerry.


Setelah memastikan bagian dapur, dan alat alat memasak telah rapi dan bersih. Emu kemudian menggunci pintu bagian dapur, ia melihat Yana dan Joan telah selesai membersihkan bagian depan cafe.


Bangku dan meja telah ditata rapi, "Kita langsung pergi nih..?", pertanyaan Joan mendapat jawaban berupa anggukan singkat dari ke dua gadis itu.


Setelah memastikan pintu depan cafe terkunci rapat, mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dihotel tujuan mereka, Emu dan Yana langsung saja menuju ballroom hotel. Sedangkan Joan memarkirkan mobil yang mereka pakai.


Setibanya Emu dan Yana disusul Joan di ballroom hotel, mereka melihat Aron, Kevin dan Gerry terlihat sangat sibuk, "Ehh.. kalian udah pada sampai. Kuy sini bantuin..". Aron yang pertama kali menyadari kedatangan teman temannya.


"Aron.., aku bawain dessert dan cake, tadi ga habis dicafe". Emu menyerahkan sebuah kotak berwarna cream


Mata bulat Emu menelisik dengan jeli, memperhatikan pekerjaan mendekor yang teman temannya lakukan.


Ia cukup puas dengan kerja keras teman temannya, smuanya kelihatan rapi, elegan, sederhana, namun mewah disaat yang bersamaan. "Apa ada yang kurang?". tanya Gerry


Emu hanya menggeleng, "Sepertinya smuanya sudah bagus, tinggal sedikit lagi pasti akan selesai dengan sangat baik".


Selesai dengan urusan perut, Aron dan yang lainnya kembali bekerja. Mereka menhias ballroom hotel itu dengan hampir sangat sempurna, sangat melelahkan memang tapi mereka mengerjakannya bersma sama. Bahkan tak jarang Joan melemparkan candaan konyol agar suasana terasa lebih hidup dan tak membosankan.


Seperti saat ini, "Kalian tau ga permen apa yang paling besar?". ujar Joan disela sela kegiatannya menata vas bunga, "Lolipop..!". seru Yana


"Salah". Joan menyeringai, "Trus apa?". tanya Aron


"Candy Borobudur.., ahahahaha". sontak saja mereka semua tertawa mendengarnya


"Ada ada aja sih.., eh aku juga punya loh. Dengerin ya". smua mata memandang kearah Aron


"Kuping apa yang jadi impian?".


"Kuping gajah.., kan lebar tuh ******* buat ngipas ngipas kalo panas". - Gerry


"Salah".


"Kuping... bila kupingdang engkau yang jauh disana..". - Joan


"Salah woyy.. itu kupandang kali". sungguh mendengar perkataan Joan, Aron dan yang lainnya kembali gemas sendiri


"Kasih tau aja.., kuping apa jadinya?". ujar Emu yang masih penasaran


Mendengar hal itu, Aron memegang kedua tangan Emu, dengan pandangan sok seriusnya dia berujar. "Kupingin engkau menjadi ibu dari anak anak ku". Yana yang mendengarnya langsung menggeplak (?) kepala Aron dengan cukup kuat.


Sementara Aron mengaduh kesakitan, Gerry, Kevin, Joan, Emu, dan Yana tertawa terbahak bahak. Melihat tingkah Aron yang biasanya calm menjadi bobrok.

__ADS_1


"Eh aku ada tebakan nih.., satu lagi oke". teman temannya serius mendengarnya


"Kota apa yang romantis..?".


"Medan?". - Yana


"Salah".


"Jakarta". - Gerry


"Salah".


"Bandung, Semarang, Palembang, Solo, Korea, Jepang, Jerman, London, Ing-.." - Aron


"Semua aja kau borong.., salah.. salah.. ayo tebak lagi".


"Umm..., Cikarang?". ujar Emu tiba tiba


"BENER...!!". teriak Joan kencang


"Lah kok bener sih?". tanya Yana


"Emang bener kok.., nih ya 'Cikarang atau lima puluh tahun lagi ku masih akan tetap mencintai mu', nah jadi jawabannya bener Cikarang.., theheheh".


Emu dan yang lainnya tertawa mendengar perkataan Joan, sungguh Joan adalah lelaki humoris yang menyenangkan untuk diajak bercanda.


Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka lagi, hingga tak terasa sudah jam 8 malam. Mereka hampir menyelesaikan pekerjaan mendekor ballroom hotel, hanya tinggal sedikit lagi.


Karena hari sudah mulai malam, Aron meminta izin pada pihak hotel untuk pekerjaanan mereka besok.


Namun saat mereka ingin melangkah kan kaki keluar dari ballroom hotel, seorang pemuda mencegah langkah mereka dengan teriakan.


"Aron..!!".


"Ehh.. i.. itu..!".


.


.


.


.


.


.


T...


B...


C...


iya iya tau.. udah jarang up.. sekali up malah ganje.. jadi mohon maap ye.. reader sekalian..


tapi puput tetep berharap masih ada yang nunggu kelanjutan cerita ganje ini.., stay save ya reader tercinta ku..


jangan lupa kripik pedasnya..


mohon maaf juga apabila menemukan typo..


Sincerely


Puput..~ 💚

__ADS_1


__ADS_2