Love Dellivery

Love Dellivery
Chapter 4 "Perasaan Hangat"


__ADS_3

Thehehehe.. hay hay hay guys.. thanks buat kalian yang masih mantau tulisan ku.. mon maaf kalo makin lama makin ngecewain.. tapi aku bakalan terus usaha buat kalian..


*Happy Reading...


*/ Love Dellyvery /**


Jam menunjukan pukul 5 pagi, tapi Emu justru sudah bersiap untuk pergi bekerja, bahkan ia sudah sarapan dan membersihkan rumahnya.


Fikirannya melayang ke kejadian kemarin malam, disaat Aron memeluknya, menggenggam tangan nya, dan mencium nya.


Wajahnya kembali memanas, "Astaga..? aku kenapa?, kenapa aku bertingkah kayak remaja yang baru jatuh cinta, sadar Emu". menggelengkan kepalanya mencoba mengusir ingatan semalam


Tapi yang ada ingatan itu justru berputar semakin sering, layaknya film rusak yang terus diputar otaknya. Wajah Emu juga tak kalah merah, sepertinya ia harus mandi air dingin.


Terbawa suasana lamunanya, bel pintu rumahnya berbunyi, pikirannya bertanya tanya, siapa yang bertamu sepagi ini. Namun sepertinya tamunya kali ini tipe orang yang tidak bisa menunggu sebentar saja. Bel pintu kembali ditekan berulang ulang dengan cepat bahkan pintunya diketuk dengan kasar, terkesan menggedor.


Berjalan dengan langkah malas, Emu membuka pintu apartemennya, matanya membelalak kaget, ia mendapati seseorang yang memandangnya dengan tajam.


"Emu...!!, kenapa kau lama kali bukain pintu, kaki ku pegel tau..!!". seru seseorang itu


"YANA..!!, apa yang kamu lakukan disini..?". ternyata yang datang adalah Yana, teman kerja wanitanya


"Ya mau nemuin kamu lah, masa mau numpang makan..!". jawab Yana dengan semangat plus keceplosan


Mendengar hal itu Emu justru menaikan sebelah alisnya kemudian mengehela nafas lelah, sementara Yana malah terkekeh, niat liciknya yang ingin makan masakan Emu ketauan.


"Oke.., aku dah ketauan, hehehe lagi malas masak nih". ujar Yana sembari tertawa cekikikan


Emu menghela nafas lagi, merasa aneh dengan tingkah temannya. Namun tetap mencoba memaklumi, memang benar banyak yang menyukai masakannya, terutama teman temannya dicafe. Dan Aron juga.


Mengetahui fakta itu lagi membuat wajah Emu kembali memerah, menetralkan nafasnya Emu membuka pintu rumahnya dan membiarkan Yana masuk setelah menutup pintunya lagi.


Tanpa memandang Yana, Emu langsung menuju dapur dan kembali menata makanan dimeja, Yana langsung saja mengambil tempat duduk.


Melihat tingkah temannya yang tidak sabaran, Emu hanya tertawa kecil. Semoga saja Yana tidak menghancurkan peralatan makan karena tingkah hypernya.


Suasana dimeja makan begitu hangat meskipun hanya diisi oleh dua orang gadis saja, terkadang Yana akan melontarkan candaan yang membuat gelak tawa memenuhi udara.


Perasaan hangat merambat dihati Emu, ia begitu merindukan suasana seperti ini bersama ibunya.


Saat ini ibunya berada dirumah sakit, keadaannya mulai membaik namun belum sepenuhnya sembuh. Namun Emu selalu berharap jika ibunya akan sembuh dan kembali ke rumah ini, kembali mengajarinya resep masakan baru seperti dulu.


Lamunan Emu tentang ibunya buyar, saat Yana dengan spontan memeluknya.


"Jangan sedih Emu, ada aku, Kevin, Gerry, Joan, dan Aron. Kami akan selalu bersama mu".


Kata kata Yana membuat Emu tersentuh, tidak menyangka jika Yana dapat bereaksi seperti ini. Ia pun membalas pelukan Yana dan mengeratkan nya.


Beberapa menit mereka begitu, sampai akhirnya Emu yang melepaskan pelukan itu lebih dahulu.


Tersenyum manis pada Yana dan mengucapkan terimakasih, setelahnya ia dibantu Yana kembali membereskan meja makan.

__ADS_1


Melihat jam Emu dan Yana memutuskan untuk berangkat menuju cafe. Mereka berjalan beriringan, bercerita tentang hal apa saja yang menarik bagi mereka, bertukar informasi tentang hal hal yang mereka sukai.


Sesampainya dicafe, mereka melihat jika Aron dan Gerry sedang menyusun dan merapikan kursi dan meja.


Tatapan Aron langsung tertuju pada Emu, begitu pandangan mereka saling bertemu, Aron lengsung memasang senyum memikat andalannya yang tulus. Hanya untuk Emu ia mau melakukan apapun, entah kenapa tapi hatinya selalu merasakan perasaan hangat saat Emu balas tersenyum kearahnya.


Senyuman Emu terkesan sangat manis dan tulus, itulah yang membuat Aron menyukai Emu, tak pernah sedikitpun ia melihat luka dalam senyum itu.


Tapi ia melihat dengan jelas, banyak rasa sakit dan kebohongan dalam manik mata gadis berambut pendek itu. Hal itulah yang membuatnya ingin mengungkapkan kebohongan seperti apa yang sosok mungil itu simpan.


Aron ingin memeluk tubuh itu dalam dekapannya, membisikan kata kata menyenangkan dan mengatakan semuanya akan baik baik saja jika mereka bersama.


Tepukan dibahunya membuat Aron tertarik kedunia nyata, Gerry yang melakukan hal itu hanya tersenyum seraya menunjukan arah dimana tadi Emu berdiri.


Saat Aron melihatnya, ia tak mendapati sosok Emu ada disana, tatapannya kembali ia alihkan ke sosok Gerry dengan memasang raut bertanya.


"Kalo kau tanya dimana Emu, udah jelaskan dia ada di dapur sama si Yana, lagian kau sih mandangin Emu sampai ga berkedip gitu. Emu juga jadi risih sendiri tau". jelas Gerry


"Aku ga mandangin Emu kayak gitu, kau salah paham Ger, lagian buat apa aku mandangin Emu. Kurang kerjaan aja". bantah Aron


"Ya kali aja kau suka sama dia kan". jawab Gerry asal yang justru membuat Aron terdiam


Menggelengkan kepala nya Aron mencoba fokus untuk melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.


Sementara didapur Yana sibuk menggoda Emu karena mengetahui arti tatapan Aron pada Emu saat mereka bertemu tadi.


"Emu..., masa kau ga sadar sih tatapan mata Aron tuh beda pas liat diri mu, jangan jangan Aron suka lagi sama Emu.." . ujar Yana dengan semangat


"Isshhh.., Emu kau tuh gemesin kali sih, jadi pengen cubit ginjal nya".


Emu yang mendengar hal itu sontak memandang horor gadis berambut coklat kemerahan yang ada disebelahnya.


Sementara Yana hanya tersenyum layaknya psikopat yang mendapatkan mangsa baru yang bisa dijadikan bahan mainan.


"K..kau ga seriuskan Yan?". suara yang Emu keluarkan jelas terbata, awalnya ia tidak percaya dengan perkataan asal Yana


Tapi saat melihat wajah Yana yang dihiasi senyuman yang menurutnya aneh, mau tidak mau membuatnya merasa takut juga, apalagi setelah ia tau Yana adalah tipe orang yang akan membuktikan ucapannya.


"Thehehe..., im just kidding Emu, lagian kau sih, kenapa ga peka kali".


"Bukan ga peka, tapi memang ga ada apa apa diantara kami Yan". Emu mencoba bersabar memghadapi tingkah temannya


"Tapikan kalian cocok, si Aron kan ganteng and Emu juga manis, nantu anak kalian pasti lucu". mata Yana terlihat seperti blink blink saat membayangkannya


"Udah deh Yan, mending kau bantu aku nyiapin nih kue, tuh muffin blueberry nya dipanggang, jangan lupa atur timernya yang bener, 20 menit aja, suhunya 90ยบ ".


Setelahnya mereka berkerja dalam diam, sampai Kevin datang untuk membantu. Kevin merasa sedikit aneh dengan suasana didalam dapur.


"Hei kalian, kalian lagi perang dingin ya?". tanya Kevin


"Enggak kok, iya kan Emu?, kita lagi serius hari ini adalah hari spesial". ujar Yana

__ADS_1


"Hah..?, masa sih memang bakalan ada apa?, kok bisa hari ini spesial?". Kevin kembali bertanya


"Nanti juga Aron kasih tau, pokoknya hari ini kita bakalan repot, dan Emu tolong catatkan bahan bahan untuk buat kue muffin bluberry, muffin strowberry, dan muffin coklat". ujar Yana dengan semangat


Perkataan Yana menimbulkan tanda tanya besar dikepala Emu dan Kevin namun Emu tetap mengerjakan apa yang Yana minta, lalu tiba tiba pintu dapur terbuka, menampilkan Aron, Hoan dan Gerry.


Menempuk tangan untuk meminta perhatian, dan saat mata teman teman nya mengarah kepadanya Aron mulai berbicara.


"Oke, selamat pagi buat kita semua, aku ada pengumuman, tadi malam aku dapat telfon dari pihak management 'Buana Dream Hotel' . Jadi mereka bakal ngadain acara ulang tahun hotel itu, dan cafe kita dipilih sebagai penyedia makanan untuk ngisi acara itu". jelas Aron


Mendengar hal itu sontak Joan, Gerry, Kevin, Yana dan Emu langsung memekin senang, mereka tidak menyangka hotel mewah itu meminta batuan mereka dalam hal konsumsi.


Ini adalah peluang emas bagi mereka untuk mempromosikan cafe, kesempatan ini tudak akan mereka sia siakan.


"Oh ya, mereka juga bertanya apakah kita bisa sekaligus mendekor ruangan yang akan dipakai untuk acara itu, bagaimana apakah kalian bisa?".


Ini benar benar berita luar biasa, mereka harus menerima tawaran yang bagus ini, demi kepentingan cafe mereka kedepannya.


"Nah benarkan kata ku". ujar Yana dengan senyum manisnya


"Oh jadi ini berita besar yang kau maksud Yan". kata Kevin


"Iya.., nah aku punya ide bagus". Yana membuat teman temannya penasaran


"Apa itu?". tanya Aron


"Ekhem.., kue buatan Emu kan sangat enak bagaimana kalau kita merekomendasikan beberapa macam ke mereka, agar mereka dapat memilih jenis kue apa yang akan disediakan untuk acara itu". dengan penuh semangat Yana menyampaikan pendapatnya


"Boleh juga saran mu, lalu bagaimana dngan thema dekornya?". tanya Aron lagi sembari melirik Emu yang sedang mengeluarkan muffin blueberrynya dari oven melalui sudut matanya


Aroma muffin blueberry yang wangi langsung menyebar dalam dapur, membuat semua orang yang ada di tempat itu hampir meneteskan liur.


"E..ekhem, so..soal dekorasi, kita bi..bisa menyesuaikannya de..de..dengan konsep kue yang akan di..disediakan bagaimana?". tanya Joan sembari menahan diri agar tidak langsung mencomot muffin yang menebarkan wangi harum yang menggoda diatas meja


"Baiklah, semua sudah diputuskan aku akan segera menghubungi pihak hotelnya, segera catat dan siapkan apa saja yang akan kita perlukan nantinya". kata Aron sambil melangkahkan kakinya keluar dapur


Bersamaan dengan Kevin, Joan, dan Gerry. Tinggalah Yana dan Emu, mereka saling melirik kemudian tersenyum.


"Merasakan perasaan hangat itu, Emu?". tanya Yana


Dan Yana mendapat balasan berupa senyum paling manis yang pernah Emu punya, dan ikut tersenyum pada teman wanita yang sudah ia anggap sebagai adik nya itu.


T.. B.. C..


nah nah nah..., makasih buat yang mau baca sampe chapter 4.. makin penasaran atau malah ngebosenin..?, puput ga berharap banyak sih, soalnya juga lagu repot karna kuliah udah mulai aktif..


tapi puput tetep berharap masih ada yang nunggu kelanjutan cerita ganje ini.., stay save ya reader tercinta ku..


jangan lupa kripik pedasnya..


Sincerely

__ADS_1


Puput..~ ๐Ÿ’š


__ADS_2