
Title: Love Dellivery
Author: Putri Dwinata S
Genre: Romance & Action
Rate: T+
Happy Reading
.
.
.
Kesibukan mulai terasa saat ini, bayangkan saja sore ini Emu dan teman temannya harus segera menuju hotel atas perintah Aron.
Entah mengapa, pengusaha muda itu tiba tiba saja meminta mereka untuk segera datang dan melihat keadaan hotel. Bahkan Aron sendiri sudah ada dihotel itu sedari tadi pagi, mengurus bagian dekorasi katanya.
Emu dan yang lainnya langsung bergegas tancap gas, mungkin Emu akan menghubungi teman nya dirumah sakit untuk menjaga ibunya sebentar.
Selama perjalanan menuju hotel, hening melanda, semua terasa sepi. Masing masing dari mereka memilih kesibukannya nya.
Sampai akhirnya mereka sampai ditujuan, didepan pintu masuk hotel, sosok Aron telah berdiri bersama seorang wanita berambut pirang pucat. Mereka seperti sedang mendiskusikan sesuatu yang serius sekali.
Sebelum menemui Aron mobil mereka parkir lebih dahulu, lalu mereka melangkah menuju pintu masuk hotel.
"Aron..". sapa Gerry menepuk pundak kanan Aron
"Kalian sudah datang ya, baik langsung masuk dan kita akan mendiskusikan rancangan Emu yang sudah kita sepakati bersama manager hotel ini. Baiklah ayo masuk..!". Aron menjelaskan maksud kedatangan mereka ke hotel
Aron meminta mereka untuk mempelajari seluk beluk bagian ballroom hotel ini, untuk mempermudah mereka dalam melakukan proses dekorasi nanti.
Pada saat memasuki ballroom hotel, Emu dan teman temannya berdecak kagum, suasana nya behitu mewah dan elegan, Emu jadi minder dengan rancangan nya sendiri. Bagaimana jika rancangannya tidak sesuai dengan harapan tamu tamu hotel ini nanti.
Ruangan bercat cream pastel dengan hiasan beberapa vas bunga, dan guci guci besar yang kelihatannya sangat mahal.
Serta beberapa pilar yang terlihat kokoh, berwarna putih menambah kesan kuat pada bangunan hotel. Sungguh Emu dan teman temannya menyukai tempat itu apa adanya.
"Baiklah, mari kita lihat dan pelajari ballroom hotel ini, serta berikan pendapat agar semua kemungkinan buruk yang terjadi bisa segera diatasi". Aron memberi komando dengan sangat baik
"Ekhem.., Aron aku mau bicara pada mu". Emu menahan Aron yang hendak pergi
"Ada apa Emu?". suara Aron terdengar begitu lembut saat mengucapkan nama Emu
"Humm.., ballroom hotel ini sudah terlihat sangat mewah, aku ga pede sama rancangan ku, gimana kalau rancangan ku malah bikin jelek". Emu berkata sambil menampakan raut wajah sedih
"Ehh..?!, kok kamu mikirnya gitu sih..?, aku udah liat hasil rancangan kamu, pihak hotelnya juga udah oke karena emang rancangan kamu bagus. Kenapa harus takut Emu..?".
"Ak.. aku takut ngecewain kalian".
"Tenang oke, ga bakal ada yang kamu kecewain kok, santai aja lagi, aku tau ini perdana buat kamu, dan ini juga yang pertama kali buat anak anak cafe. Semua bakalan baik baik aja, kalo pun ada masalah kita bakalan cari jalan keluarnya sama sama". usaha Aron untuk menenangkan Emu berhasil
Setidaknya gadis berambut pendek itu merasa lebih baik, mungkin benar ini karena pertama kalinya Emu memberikan rancangannya dipakai untuk sebuah pesta. Dihotel ternama pula, siapa yang tidak merasa takut dan mengecewakan.
"Aron, aku liat disana ada dua pilar, itu bakalan dihias pake apa..?". tanya Gerry
"Ahh.., benar juga Emu juga ga tau kalo bakalan ada pilar segede ini di ballroom hotel, menurut kamu gimana Emu?". Aron melihat jika Emu sedang berfikir
Emu mengambil kertas rancangannya dan mulai menggambar sesuatu disana.
" Kalo diginiin gimana pilarnya?". Emu menunjukan hasil karya ulang rancangannya
"Wahhh.!!, bagus banget Emu, ga nyangka kamu cepet ngendaliin situasi. Oke masalah pilar selesai trus ada apa lagi kira kira?".
"Meja buat nyusun makanan gimana?". kali ini Yana yang bertanya
"Kita bakalan taruh meja panjangnya disebelah kanan, kasih jarak beberapa meter dari pintu masuk". ujar Emu
"Lalu kapan kita akan mulai mendekor..?". tanya Yana lagi
"Kita akan mulai dekor besok setelah abis makan siang, cafe bakalan jalan setengah hari aja. Soalnya ga mungkin kan cafe di tinggal". jawab Aron
"Kalo gitu kenapa ga kita bagi dua aja kerjaan nya, jadi sebagian dari kita ada di cafe saat jam makan siang selesai, sisanya bakalan tetap disini, nanti kalo urusan cafe aman. Yang tadi dicafe langsung nyusul kesini gimana?". ujar Emu memberi pendapat
"Boleh juga saran Emu, tapi yang bakalan capek banget itu kamu".
"Loh kok aku..?"
"Ya kan kamu yang jago masak, otomatis kamu harus dicafe dari pagi, trus rancangan hotel ini kan kau yang buat. Kali aja kau mantau kita kita mana tau ada yang salah". jelas Gerry
"Humm.., gapapa ga bakal capek capek amat kok. Kan ada kalian yang bakal bantuin". Emu menunjukan senyum manis nya
Senyum manis yang Emu tunjukan memberikan dampak yang besar karena sebagian pegawai laki laki, yang melihat langsung berblusing ria, pipi mereka memerah melihat betapa manis nya gadis berambut pendek itu.
__ADS_1
Aron yang melihat hal itu sontak merangkul bahu Emu, dan melayangkan tatapan yang seolah berkata 'milik ku'. Para pegawai itu hanya menelan ludah mereka kasar.
Kaget ternyata sosok manis Emu yang mereka kira sendirian ternyata sudah ada pawang nya, Emu yang dirangkul bahunya hanya menunduk.
Wajah nya kembali memerah, menambah kesan imut dan membuat orang orang yang ada disekitaran ballroom hotel itu merasa gemas.
Tak terkecuali Aron yang mencubit pipi gembil Emu dengan kencang sangkingkan gemasnya.
"Jangan pasang wajah gitu, kamu manis banget tau, aku kan cemburu". bisik Aron ditelinga Emu
"Ap..apa apaan sih?!, emang kamu siapa cemburu sama aku".
"Calon ibu dari anak anak ku". jawaban tak terduga itu membuat mereka yang mendengarnya berekspresi bermacam macam
Yana tertawa ngakak dengan tidak elit nya, Gerry dan Kevin tersedak ludah mereka sendiri, Joan menangis tersedu seduh sambil mengatakan 'anak ku sudah dewasa' berulang kali.
Sejujurnya Emu heran kenapa ia bisa bertemu dengan manusia manusia macam teman temannya ini.
Wajahnya bertambah merah, bahkan hingga ke telinga nya. Rasa gemas kembali menghampiri Aron, tapi ia cukup tau diri, sudah cukup ia menggoda Emu.
Nanti gadis itu malah ilfell lagi sama Aron karena, tingkat jahilnya Aron yang kelewat batas, tapi begitu begitu Aron sayang dengan Emu tulus kok.
"Kamu sih!". seru Emu sambil mencubit pinggang Aron
"Aron ga salah Emu, kau manis banget. Dan apa itu panggilan aku-kamu antara kau sama dia, hahahaha, ngakak aku tuh". sembur Yana dengan wajah yang memerah karena kelelahan menahan rasa ingin ngakaknya
"Iya, Emu selama ini Aron ga pernah panggil aku-kamu loh, kenapa panggilannya ga ayah-bunda aja sih biar makin so sweet". Tambah Joan
"Heh kalian itu temen macam apa sih, heran aku bongkar aib terus kerjaannya, lagian nih ya aku tuh sama Emu udah dewasa bukan anak esdeh lagi..!!". seru Aron kesal
"lah hubungannya panggilan ayah-bunda sama anak esdeh apaan Aron..?". tanya Gerry
"Biasa anak jaman sekarang, masih bau menyan aja.. eh bau kencur aja pada sok sokkan udah pacaran pake panggilan ayah-bunda lagi. Dihh geli aku". Aron masih kesal dengan teman temannya
"Udah udah.., ga malu apa sama umur, udah jangan berantem disini malu tau orang liatin". ujar Yana sembari memperhatikan sekeliling mereka
Dimana banyak mata yang memandang kerah mereka, mungkin karena suara mereka dapat dikatakan cukup kuat untuk sekedar berdiskusi.
"Okey.. okey.., bukan aku yang mulai, nah oke aku bakalan bagiin tugas siapa yang bakalan dicafe, dan siapa yang bakalan nyusul".
Aron membagi tugas pada teman teman nya dengan sangat teliti, ia tidak mau ada teman temannya yang tidak bekerja, dan ada yang bekerja denga terlalu memporsir.
"Yang dicafe dari pagi. Udah jelas Emu, Yana, trus sama Joan. Nanti kalo dah lewat jam makan siang kalian kesini. Lalu yang batuin aku disini ya Gerry sama Kevin, nah udah pada tau kan tugasnya. Oke kita balik, aku bakalan permisi duluan sama penanggung jawab pesta".
Setelah menjelaskan tugas teman temannya, dan pamit pada penanggung jawab pesta, Aron dan teman temannya pergi dari hotel itu.
"Aku turun disini aja". ujar Emu
"Lah kan rumah kau masih jauh Emu". seru Yana, ia kan sosok kakak yang khawatir pada 'adiknya'
"Iya ngapain turun disini?, didepan tumah sakit lagi" tanya Joan
"Mau jenguk seseorang, lagi masih ada waktu". ujar Emu sambil tersenyum manis
"Siapa?!!". tanya Joan, Yana, Aron, Gerry dan Kevin. Bahkan Kevin juga kaget
"Seseorang yang berarti dalam hidup ku, orang yang paling berharga dihidup ku". perkataan Emu membuat dada Aron terasa sesak
Entahlah, Aron hanya benci perasaan sesak didadanya dan lebih benci lagi pada sosok yang akan Emu temui dirumah sakit.
"Memangnya siapa yang sakit Emu?, kenapa sampai ia begitu special buat kau?". tanya Gerry hati hati
"Ibu ku".
JEDAARR..!!!
Serasa bagai ada petir menyambar dibelakang Aron, pasalnya ia baru saja menyumpahi orang yang akan Emu temui. Dan ternyata itu camernya men.., menantu kurang ajar emang si Aron nih.
Kalau sampai Emu tau, Aron sempat menyumpahi seseorang yang akan Emu temui dan ternyata itu ibu Emu. Sudah pasti ia akan ditolak mentah mentah oleh gadis manis itu. Tapi pancaran rasa kelegaan dari ekspresi wajah tampan nya juga terlihat.
Ia pikirkan tadi Emu akan betemu dengan seorang pemuda yang menjalin sebuah hubungan romance dengan Emu, dan beruntung nya pemuda itu sedang sakit, hingga Emu menjenguk pemuda itu, eh tunggu apa beruntung?.
"Lain kali cerita ke kita, kalo ibu kamu itu lagi sakit Emu, supaya kita juga bisa jengukin. Dan ga bikin kerjaan kamu tambah banyak, supaya kamu juga bisa jagain ibu kamu". Aron sok memberikan wejangan bijak pada Emu
Padahal tadi, sebelum tau kejadian yang sebenarnya, Aron sudah mengutuk ngutuk orang yang ingin Emu temui, astagahhh.., berdosa banget kamu.
"Iya, maaf aku belum pernah cerita. Kalo urusan dihotel udah selesai, kalian boleh kok jenguk ibu". Emu menunjukan senyum terbaiknya
"Jadi ini alasan kenapa kau seneng banget pas buat cake?". itu suara Kevin
Memang Kevin adalah sosok yang sangat pendiam, bahkan ia baru mengeluarkan sepatah kata tadi. Dan baru ini dia bersuara lagi.
"Iya". jawab Emu seadanya
"Yaudah kau masuk deh, kasian ibu kau nungguin itu".
__ADS_1
Emu hanya tersenyum tipis membalas perkataan Gerry, kemudian ia menunduk dan pamit untuk segera memasuki kawasan rumah sakit.
Sebelumnya ia melihat jika mobil yang dikendarai teman temannya telah berjalan menjauh.
Saat mencapai pintu masuk, seseorang memeluk Emu dari belakang, ia mengenal aroma parfum ini. Ini aroma pemuda itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Joan?, apa yang kau lakuin?". tanya Emu
Jika kalian mengira bahwa yang memeluk Emu adalah Aron kalian salah, saat ini yang memeluk Emu adalah Joan. Pemuda berambut hijau itu memeluk Emu dengan eratnya.
"Kamu ga sendirian Emu, ada aku, Yana, Gerry, Kevin, dan Aron. Kita kita bakalan selalu ada buat kamu".
Joan menenggelamkan wajahnya diperpotongan leher Emu, merasa geli Emu langsung mendorong dada Joan, dan menariknya menjauhi pintu masuk rumah sakit.
Bisa jadi bahan gibahan orang kalo sampai ada yang melihat mereka berpelukan. Namun yang ditarik justru melepaskan tangannya dan mendorong Emu memasuki pintu masuk rumah sakit.
Tanpa kata Joan kembali melangkah, menjauh meninggalkan sosok Emu yang dilanda rasa bingung.
Tanpa ambil pusing, Emu langsung memasuki lift rumah sakit dan menekan tombol sesuai dengan lantai berapa keberadaan kamar ibunya.
Setelah sampai di lantai tujuan, Emu melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan dengan nomor 332.
Mengetuk pintunya sebentar dan memasuki ruangan tempat ibunya dirawat, disana ada seorang gadis berpakaian perawat. Itu orang yang mengenal Emu dengan baik. Ica, teman masa kecilnya hingga jenjang bangku perkuliahan.
"Emu..?, ku pikir kau ga jadi berkunjung". ujarnya
"Masih sempet kok, gimana kedaan ibu?".
"Syukurlah, keadaan ibu mu membaik Emu, meskipun sempat drop. Tapi ia sudah lebih baik". jelas Ica
Ya, selama Emu bekerja sosok Ica lah yang menjaga ibunya dirumah sakit. Ica juga yang membantu Emu membawa ibunya ke rumah sakit setelah kejadian menyakitkan yang Emu alami.
Ica adalah saksi yang mengetahui segala hal tentang Emu, betapa kuat dan tegarnya gadis itu dalam menjalani hidupnya.
"Udah, kau istirahat aja. Kalo ada apa apa hubungi aja aku, aku bakalan langsung gercep kesini, oke. Sekarang istirahat aku tau kamu capek, nanti aku bawain makanan oke".
Emu hanya menggumamkan terimakasih pada Ica, setelah perawat muda itu keluar. Emu melihat sebentar keadaan ibunya.
Mengelus pipi tirus itu dengan lembut dan hati hati, takut menyakiti sang ibunda, ia tersenyum kecil. Lalu rasa lelah itu menghampirinya, Emu segera berbaring disofa.
Memejamkan matanya, mengistirahatkan tubuhnya dari banyak kehadian hari ini, ia harap semuanya akan baik baik saja. Harapannnya masih sama.
Tanpa mengetahui jika sepasang mata, memperhatikan Emu sejak ia berjalan menuju pintu masuk rumah sakit, sampai masuk keruangan tempat ibunya dirawat.
.
.
.
T...
B...
C...
iya iya tau.. udah jarang up.. sekali up malah ganje.. jadi mohon maap ye.. reader sekalian..
tapi puput tetep berharap masih ada yang nunggu kelanjutan cerita ganje ini.., stay save ya reader tercinta ku..
jangan lupa kripik pedasnya..
mohon maaf juga apabila menemukan typo..
__ADS_1
Sincerely
Puput..~ 💚