Love From Groups Chatting

Love From Groups Chatting
Chapter 04 : Teman sekelas yang menyukai game yang sama.


__ADS_3

Pukul 12:00, tengah hari.


Pelajaran pertama pun selesai. Kini, waktunya istirahat siang. Bel berbunyi dan kami semua menutup buku pembelajaran sejenak untuk beristirahat dan mengisi perut yang mulai keroncongan.


Banyak teman sekelasku yang keluar dengan teman lainnya untuk pergi membeli makanan di kantin atau sekedar melihat-lihat suasana sekolah karena ini adalah hari pertama mereka menjadi siswa sekolah ini.


Lalu bagaimana denganku? Aku sudah menyiapkan semuanya. Semua keperluanku sudah aku siapkan semenjak dari rumah. Aku tidak terbiasa membeli makanan dari luar tetapi membuatnya sendiri di rumah. Ini juga langkah penghematanku untuk bisa terus bertahan dan mengisi tenaga.


Aku masih duduk di kursi dan setelah membereskan buku pembelajaran aku mengeluarkan kotak makanan dari tasku. Itu tidak besar tapi sudah sangat cukup untuk aku makan sendiri. Aku juga tidak suka berbagi dengan orang lain.


Aku membuka tutup kotak makanannya dan menggunakan sumpit untuk makan. Hanya dalam beberapa menit, bekal makananku sudah habis. Aku tidak melihat wanita itu, maksudku Yorigami Hana. Aku pikir dia keluar bersama teman-teman untuk membeli beberapa makanan. Oh ya, aku juga tidak melihat si pembuat masalah di kelas ini. Apakah dia tadi salah masuk kelas?


Ngomong-ngomong, aku melihat si pria yang menjadi pusat perhatian kelas. Dia cukup tampan, baik dan cukup bijaksana bersama teman lainnya sedang bercanda dan membawa suasana menyenangkan di dalam kelas.


Tapi tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki yang menuju ke arahku. Aku melihat si kaca mata yang tadi berbicara datang ke arahku. Dia menatapku dengan tajam.


“Kamu Mitsuki Gin kan?” Tanya si kaca mata.


Aku mengangguk dan berkata. “Ya, itu aku. Kamu Yukimura Hiro, bukan?”


“Salam kenal.” Yukimura Hiro mengangguk dan memberiku tangannya untuk berjabat tangan.


“Salam kenal. Ngomong-ngomong, ada apa?” Aku bertanya.


Aku duduk menatapnya. Suasana kelas memang tidak ramai tetapi masih ada beberapa orang yang masih di kelas, mereka ada yang makan dan sebagian lagi ada yang sedang bercanda ria.


Aku pikir Hiro ini adalah sejenis sama sepeti diriku, orang yang tidak suka dengan keramaian. Dia juga tidak terlihat dekat dengan orang lain.


Tapi aku juga bisa salah. Aku hanya menilainya dalam sekali pandang aku juga belum tahu seperti apa watak dan sejauh mana kemampuannya.


“Ah.. Aku ingin pergi ke kantin untuk membeli minum tapi, aku tidak tahu jalannya. Mau pergi bersama?” Yukimura Hiro menawariku untuk pergi bersamanya sambil menggosok belakang kepalanya. Mungkin dia melakukan itu hanya untuk menghilangkan kecanggungan.


Aku tidak memiliki alasan untuk menolak karena aku juga tidak membawa minum. Tapi kenapa Yukimura Hiro sampai memperhatikan aku tidak membawa minum atau itu hanya sebuah kebetulan belaka? Entahlah, mari kita perhatikan sikapnya terlebih dahulu.

__ADS_1


Aku juga sebenarnya tidak tahu di mana kantin berada tapi, bila untuk mencari minum aku suka membeli dari mesin penjualan otomatis, itu jauh lebih praktis dan aman.


“Ah.., baiklah. Ayo pergi.” Aku setuju dengan ajakan Yukimura Hiro.


Aku membereskan kotak bekal makan siangku dan memasukkannya ke dalam tas. Kemudian, bangkit dari kursi. Aku menatap Yukimura Hiro dan mengangguk.


Di kantin sekolah.


Kami membeli jus dengan poin pribadi yang di berikan oleh sekolah. Aku sebenarnya merasa menyesal karena membelanjakan poin yang nanti akan digunakan di masa depan.


Aku membeli kopi hitam panas sedangkan, Hiro membeli minuman dingin. Kami membawa minuman kami ke meja yang kosong dan tidak terlalu ramai.


“Oh ya, Yukimura. Apa kamu akan membeli sesuatu dengan poin itu?” Aku bertanya.


“Entahlah, aku menyadari betapa pentingnya poin ini nanti di masa depan jadi, aku tidak akan membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak berguna.” Dia dengan santai menjawab sambil menyeruput minuman dingin yang ada di tangan kanannya.


“Ngomong-ngomong, apakah ketua kelas akan dipegang oleh Hazo Yujin? Aku pikir dia adalah orang yang paling berpengaruh di kelas dan bisa mengendalikan suasana kelas.”


Benar. Orang yang paling berpengaruh di kelas 1-A saat ini adalah Hazo Yujin. Dan kemudian orang yang paling berpengaruh ke dua di kelas adalah Yorigami Hana, orang yang tadi aku temui. Mereka mungkin akan menjadi pasangan kelas yang paling serasi.


“ketua kelas akan di pegan oleh Hazo Yujin dan wakilnya akan dipegang oleh Yorigami Hana. Begitulah.., memangnya kenapa?”


Yukimura Hazo menyentuh dagunya dengan tangan kanan dan tangan kiri di lipat. Kemudian ia membuka mulut dan menyuarakan ke tidak setujuan dengan apa yang aku bicarakan. “Tidak. Menurutku Hazo Yujin tidak akan mampu menjadi ketua kelas yang sempurna.”


“Lalu, menurutmu siapa? Tidak ada yang lebih mampu lagi selain dia.”


Yukimura Hiro menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. “Tidak, masih ada yang lebih dari pada Hazo Yujin. Itu adalah kamu.”


Suasana di sekitar kami menjadi sangat aneh. Aku seolah mendengar sebuah lelucon yang paling aku tidak lucu di dalam hidupku ini.


“Ah, aku hanya bercanda.” Memaksakan senyumannya dia terlihat menjadi aneh.


Sungguh lucu sekali. Entah mata orang ini yang tajam atau otaknya yang sudah tidak berfungsi lagi. Tapi, kumohon jangan libatkan aku dalam leluconmu ini hanya karena kamu ingin berteman denganku. Kita bisa berteman dengan cara yang paling biasa.

__ADS_1


“Kenapa kau membuat lelucon yang mengerikan semacam itu. Kamu sangat jauh dari kata cocok untuk menjadi pelawak.” Setelah berbicara aku menyeruput kopi hitam panasku.


“Hehe, aku hanya ingin berteman denganmu. Itu saja.”


“Begitu, lalu kenapa kamu tidak gunakan cara yang paling biasa saja.” Kataku dengan nada yang datar.


Entah kenapa, pandanganku terhadap Yukimura Hiro sedikit berubah. Aku tadi pikir dia adalah orang yang cerdas dan dingin akan tetapi, dia orang yang sedikit bodoh dalam hal berteman. Dia pastinya kutu buku.


“Lalu, aku ingin bertanya.”


Yukimura Hiro menganggukkan kepalanya dengan pelan sebagai jawaban untuk aku melanjutkannya. Dari matanya aku melihat keseriusan dalam perhatiannya.


“Kenapa kau memilihku sebagai temanmu?”


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Dia malah berbalik bertanya.


“Sudah jawab saja.” Aku menegaskan.


Mengambil nafas dalam-dalam, wajahnya menjadi agak tegang dengan matanya menatapku kemudian, dia membuka mulutnya. “Sebenarnya, aku mendengar percakapan kalian tadi pagi. Pembicaraan kalian tentang game Legendary Hero Mobile dan kamu katanya sangat jago memainkannya.”


“Begitu...”


“Aku ingin main game Legendary Hero Mobile denganmu.”


Ah, begitu. Jadi dia ini autis yang suka main game. Mungkin matanya menjadi min karena dia, terlalu sering bermain dengan smartphone untuk main game.


Tapi aku juga tidak terlalu keberatan bila itu hanya bermain game. Biasanya orang autis seperti dia adalah player yang jago bermain game.


“Oke. Aku tidak kebaratan akan tetapi, aku jarang main game.”


“Benarkah? Terimakasih. Aku akhirnya mempunyai teman yang suka bermain game juga sama sepertiku.”


Aku mengeluarkan smartphone ku dan membuka aplikasi game Legendary Hero Mobile kemudian, menyerahkan kode QR untuk di pindai oleh Hiro.

__ADS_1


Dia terlihat senang sekali.


__ADS_2