Love From Groups Chatting

Love From Groups Chatting
Chapter 08 : Poin kelas.


__ADS_3

Sehabis mencuci piring aku kembali duduk di sofa, sambil menonton TV, aku memainkan kembali smartphone.


[ **Senzo : Hey kak, apakah aku boleh tahu siapa nama aslimu?


Aku : Bukankah namaku sudah ada di layar smartphone kamu? Panggil aku saja dengan sebutan itu**. ] Aku membalas pesan yang berisi dia menanyakan nama asliku. Aku membalas pesan yang dia kirim tadi sore.


Jujur saja, aku tidak akan memberi tahu nama asli aku di dunia maya. Itu sedikit berbahaya untuk membocorkan informasi pribadi ku kepada publik.


Belum ada balasan setelah aku membalas pesan yang di kirimkan dia meski, waktu sudah berlalu 10 menit dan mungkin saja lebih dari itu. Aku tidak terlalu memperhatikan waktu untuk saat ini karena aku sedang mendalami peraturan-peraturan yang di terapkan di SMA ku saat ini.


Waktu terus berjalan dan aku baru mendapat balasan dari Senzo atau Hana setelah 30 menit kemudian.


[ Kenapa baru di balas sekarang. 😐 ] Kata Senzo.


[ Pelit. Eh, ngomong-ngomong soal pelit, aku jadi ingat sama Gin. Dia tidak memperbolehkanku memanggilnya dengan depannya dan dia juga sangat pelit ketika aku ingin meminjam smartphone nya. Padahal aku ingin sekali melihat nomornya atau mungkin, dia sudah tahu niatku dari awal? ]


Jadi.., itulah alasannya dia ingin sekali meminjam smartphone ku.


[ Tapi, aku tetap memaksa memanggilnya dengan Gin meski dia tidak suka. Haha. ]


Benar, dia terus memanggilku dengan Gin padahal aku sudah memperingatkannya untuk tidak memanggilku begitu. Kami tidak dekat sampai bisa saling panggil dengan nama depan.


Tapi, karena aku tidak ingin membuang-buang tenagaku hanya untuk dia, aku akan mengabaikannya bila dia memanggilku begitu di sekolah nanti.


[ Siapa pun tidak akan menyerahkan smartphone nya kepada orang asing yang baru dia temui, ya 'kan? Apalagi orang itu tahu bahwa kamu memiliki niat buruk ketika memegang smartphone nya. ] Balasku.


[ Dan juga, dia, Gin mungkin akan mengabaikanmu bila kamu memanggilnya lagi dengan nama itu. Seolah kalian sudah menjadi teman dekat padahal kalian hanya orang asing yang baru saja bertemu. ] Aku juga memberinya saran karena mungkin saja terjadi kepada orang lain.

__ADS_1


[ Siapa yang punya niat buruk. Aku cuman mau lihat nomor teleponnya saja.. ] Hana atau Senzo membantah bahwa dia memiliki niat buruk terhadap nomor telepon yang nanti dia bakalan lihat. Apakah itu bisa dipercaya? Tentu saja aku tidak akan percaya dengan omong kosongnya itu.


[ Terus kalau kamu sudah mendapatkan nomor teleponnya, apa yang akan kamu lakukan dengan itu nomor? ] Aku bertanya.


[ Mmm.. aku mungkin akan mengganggunya. Hehe ] Balas Senzo dengan sedikit bercanda.


[ Kak Kenny, di sekolahku ada peraturan baru yang di tetapkan. ]


[ Peraturan yang seperti apa? ] Aku bertanya. Meski aku juga sudah tahu apa yang di bicarakan oleh senzo ini. Aku hanya berpura-pura tidak tahu agar terlihat seperi orang asing.


[ Peraturan yang bisa menggulingkan kelas lain. Dengan sistem poin kelas, kelas yang mempunyai poin kelas paling banyak akan di tempatkan di kelas A tapi, kelas yang paling atas juga bisa di turunkan ke kelas yang ada di bawahnya bila poin kelasnya di lampaui oleh kelas lain. ] Kata Senzo.


[Dengan kata lain, kalian berlomba-lomba untuk saling menjatuhkan dan menjadi yang terbaik? ] Aku bertanya. Ya, sebenarnya aku sudah mengerti tentang sistem baru dari sekolah ini.


[ Benar. ] Konfirmasi dari Senzo. Jadi, aku rasa dia juga sependapat dengan opiniku.


[ Lalu, bagaimana caranya agar kalian bisa mendapatkan dan menambah poin kelas kalian itu? ] Tanyaku.


TV masih menyala dan aku tidak menontonnya. Aku hanya menghidupkannya agar suasana tidak terlalu sepi.


[ Ah, aku baca sih kami bisa mendapat poin kelas dari ujian-ujian atau semacamnya. Kemudian, poin kelas itu juga mempunyai fungsi lain.. ] kata Senzo.


[ Coba tebak. Apa fungsi lainnya? ] Dia malah mengajakku untuk bermain tebak-tebakan.


[ Memangnya apa? Mana aku tahu. ] Kata aku. Aku tidak ingin terlihat dengan permainannya. Tentu saja, aku berbohong soal aku tidak tahu karena saat ini, di dunia maya, aku hanyalah seorang penulis.


[ Hee.. membosankan sekali. Kenapa tidak coba pikirkan sesuatu. ] Dia mengeluh karena aku tidak ikut ke dalam permainannya. Maaf saja.

__ADS_1


[ Tapi baiklah, aku akan jelaskan. Fungsi lain dari poin kelas, selain menjadi acuan peringkat tiap kelas, itu adalah sebuah acuan juga untuk pemasukan bagi poin pribadi. ]


[ Dan poin pribadi itu adalah poin yang dimiliki oleh para siswa. Itu bisa digunakan sebagai alat transaksi untuk membeli makanan, barang ataupun yang lainnya. Sejujurnya, menurutku poin pribadi itu tidak hanya bisa di belikan untuk hal-hal yang sederhana seperti itu. Pasti, pihak sekolah mempunyai tujuan yang lain namun, aku masih belum mengetahuinya. ] Penjelasan Senzo.


Hana atau Senzo dalam dunia maya ini sangat terbuka dengan kehidupan pribadinya. Kenapa dia tidak berhati-hati dalam urusan ini. Aku pikir dia pastinya akan menemui masalah di masa depan bila dia terus seperti ini di dunia maya.


Mungkin kalian belum ada yang paham, mari kita bahas sekali lagi.


Fungsi poin kelas adalah poin yang menjadi acuan sebagai peringkat untuk tiap kelas dan, fungsi lainnya adalah menjadi patokan poin yang akan masuk ke poin pribadi para siswa.


Misalnya, siswa X berada di kelas A yang saat ini kelasnya, mempunyai 1000 poin kelas. Kemudian, setiap siswa mempunyai poin sebesar 100 ribu poin pribadi, lalu si siswa X ini kehabisan poin pribadinya karena sibuk di belanjakan untuk membeli barang-barang yang kurang berguna. Lalu, dia bagaimana caranya poin pribadi siswa X itu mengisi kembali poin pribadinya? Jawabannya adalah poin pribadi siswa X itu bisa terisi kembali setiap bulan dengan poin kelasnya. Jadi, kelas A mempunyai poin pribadi sebesar 1000 poin kelas dan itu menjadi acuan untuk pemasukan untuk para siswa. 1000 poin tiap bulan akan di tambahkan kepada poin pribadi para siswa yang ada di setiap kelasnya tapi, besaran poin yang akan menjadi pemasukan itu juga tergantung kepada kelasnya sendiri.


Nah aku tidak tahu apa yang aku jelaskan sekarang membantu kalian atau malah membuat kalian tidak mengerti sistem di sekolah ini.


Baiklah, kembali lagi ke dalam cerita.


[ Begitu ya, pokoknya tetap semangat deh. ] Aku memberinya sebuah kalimat yang memang harus aku katakan di saat keadaan yang seperti ini.


[ Terimakasih, tapi aku tidak merasakan kak Kenny benar-benar menyemangatiku. ] Keluh Senzo.


Ya, memang benar aku sama sekali tidak ada niatan menyemangatinya. Tunggu. Dia itu anak indigo? Aku mencium bau horor.


Aku pun melanjutkannya sampai jam 9:30 malam. Aku mematikan TV dan pergi ke kamarku untuk tidur. Hening sekali suasana rumahku ini sampai-sampai aku bisa mendengar suara jarum jam berdetak tiap detiknya dengan jelas.


Pagi hari mulai datang. Matahari mulai menunjukkan dirinya dan aku sudah bangun, aku membasuh muka terlebih dahulu kemudian pergi ke dapur untuk memasak sarapan untukku sendiri.


Harum dari masakan yang sedang aku buat ini membuat perutku keroncongan, aku menyelesaikannya dan menaruh semuanya di atas sebuah piring. Aku juga mengeluarkan susu dari kulkas. Aku cukup senang karena sekarang isi dari kulkasku terisi kembali.

__ADS_1


Aku membawa susu di tangan kiriku dan di tangan kananku di isi dengan piring yang akan menjadi sarapanku kali ini. Aku meletakan semuanya di atas meja kemudian, aku duduk dan memakannya.


“Ittadakimasu.” Yang artinya selamat makan.


__ADS_2